Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Memori ku


__ADS_3

Sampai diruangan, anak ayamku langsung memberikan suitan dan tepuk tangan yang meriah sambil teriak keras.


" Mantap beb. Itulah baru Beby kami! Gas terus Beby, kalau tidak senang pecah kan kepalanya!! Capek sekali awak berpikir....!".


Kata Nael berteriak keras.


" Mantap beb... Ganyang saja cewek keganjenan itu. Baru ketemu imbang...! He...he....eee!".


Kata Seto ketawa lucu.


" Tak kusangka... Tak kuduga... Telak kau balas dia. Untung dia tak kena serangan jantung, kalo dia... Makin seru lagi tadi...!".


Kata Darwis sambil tertawa geli.


Seto, Darwis, Maretno, Roni dan Ahmad ketawa geli tak karuan kala mengingat kejadian tadi.


" Ngerih sekali ah. Takut awak jadinya, live streaming pula tadi..!".


Kata Maretno sambil tepuk tangan meriah.


" Beb... Bagus itu... Tidak kusangka suamimu itu jahil juga ya. Tapi tudak apalah! Jadi seru!".


Kata Yudi sambil menahan tawa menutup mulutnya dengan sapu tangan.


" Mulai saat ini bakalan tenar kau, bayangkan saja orang satu kampus ini saja kaget kalau suamimu ganteng sekali. Aku saja sampek sekarang tak percaya... Beby... Cepatlah sadar dan dewasa...!".


Kata Salman mencubit pipiku lembut.


" Kalau aku perempuan saja... Sudah kupelet suamimu itu beb sangkin ganteng nya lah...!" Kata Nael dengan bangga.


" Enak saja kalian bicara sembarangan...!".


Kataku berteriak kepada mereka.


" Sudahlah. Cuma akulah yang tahu dia gimana? Udahlah jangan bikin aku badMood nie hari. Oke. Nanti kutraktir kalian makan, jaga muncung...!!".


Kataku kesal sambil mengelus perutku yang mulai agak mual dan buat aku pusing.


6 SKS sudah berlalu, kemudian akupun mentraktir mereka makan dikantin. Entah kenapa wajahku pucat dan membuat mereka takut saja kala melihatku.


" Maaf ya. Aku tak enak badan sekali nih, tak tahu kenapa. Kalian makan saja sepuasnya. Ini uang 100 ribu...oke!".


Kataku kepada mereka sambil meringis menahan sakit dan pusing.


Aku melirik HP dan mulai menelpon OmπŸ“²


" Om... Aku sudah pulang nih. Tapi aku tidak tahu kok kepalaku pusing gltak karuan, bajuku basah semua. Tolong cepat jeput aku ya...!" Nadaku lemas dan membuat olOm panik


" Iya sayang dalam 15 menit aku segera sampai kok. Sabar ya sayang...!".


Katanya dengan panik.


Om mematikan HP dan memacu mobil kearah kampus. Pas ditengah jalan Om sempat turun dan membelikan aku kaus dan celana training panjang beserta baret-baretnya yaitu dalaman.

__ADS_1


Tak sampai 20 menit Om sampai didepan kampus dan aku sudah menunggunya didepan kampus. Om melihatku dan panik sekali, sambil membuka pintu mobil.


" Kamu kenapa sayang!! Kamu menakutiku tahu? Kamu sakit?"


Tanya Om padaku sambil memapahku masuk kedalam mobil.


" Tiak tahu. Kepalaku sakit dan badanku lemas semua. Ayo kita pulang saja, aku lelah...! Tidak tahan lagi...!".


Aku menutup mata dan tak bisa mendengarkan suara Im.


" Sayang...!? Sayang....?? Sayang kamu kenapa? Kamu dengar aku...?".


Om berhenti sejenak dan memeriksa aku,


Seketika dia panik dan membawa ku ke klinik Dhuafa yang paling dekat hanya 10 menit dari kampusku. Klinik Dhuafa itu milik Om yang dibangun nya sendiri secara pribadi untuk membatu orang yang kurang mampu.


Sampai di klinik Om memberikan perawatan yanv terbaik untukku. Yup... Tebakan Om tepat 100% dan membuatnya marah serta kesal padaku.


Akhirnya Om harus menunda jam masuknya dengan alasan ini dan itu ke pihak rumah sakit. Alhamdulillah pihak rumah sakit mengerti juga meskipun harus diganti jam lain,


2 Jam aku pingsan dan terbaring lemah, dengan infus ditangan dan transfusi darah juga. Dua liang boook....!!!!


Aku membuka mata dan kulihat Om memandangku dengan tidak senang dan mata yang tajam sekali. Itu membuatku takut dan hanya diam saja menerima nasibku yanh apes ini.


" Sudah kusarankan sejak awal cuti saja kuliah, tapi kamu keras kepala. Kamu mau melihat aku mati kena serangan jantung ya?".


Nada om meninggi dan berhasil meneteskan air mataku dengan deras.


Kataku manja dan lembut.


" Aku tidak melarangmu melakukan apapun itu diluar, tapi kamu harus ingat keadaanmu yang sekarang sayangku, paham...?".


Katanya membelai pipiku penuh kasih sayang dan kehangatan.


" Om kan tahu bagaimana caranya menjaga agar anak ini kuat...!".


Tanyaku padanya.


" Baiklah. Aku ingin kamu cuti sampai melahirkan. Tak bisa ditawar, kamu tahu...? Aku hampir saja mati melihatmu tersiksa seperti itu...!".


Katanya sambil melirikku tajam dengan amarah seperti gunung berapi yang meletus.


" Baiklah. Aku akan kurangi jadwal belajarku. Dalam sebulan hanya 2 minggu saja. Tapi Om atur gimana nilaiku untuk tidak buruk. Aku ikuti mau Om...!".


Pintaku padanya lembut.


Aku hanya diam, dan Om mengelus kepalaku.


" Besok aku akan ke kampusmu untuk mengatur nilai mu. Aku kan usahkan bagaimana caranya. Kamu seperti ini karena strees berpikir, cukup hanya aku saja yang merasakannya. Kamu tak boleh, paham?".


Kata Om dengan senyuman hangat.


Aku hanya diam saja memandang matanya yang ketakutan melihatku seperti ini dan Om kelihatan cemas.

__ADS_1


" Aku mau pulang, disini tak enak!".


Pintaku manja padanya.


" Setelah transfusi darahmu selesai. Baru pulang bersama Pak Jamal. Dirumah kamu harus istirahat total ya. Ingat itu sayang???!" Katanya menasehati ku.


Selesai sudah, aku kembali kerumah kami. Om pun pergi bekerja. Tapi tiap setengah jam Om menelpon Pak Jamal untuk bertanya apa yang sedang aku lakukan dirumah.


Ya aku cuma tidur saja kok, sampai aku lupa solat karena pusing tak bisa bangun. Sampai Isya aku masih ditempat tidur, aku minta Bibi Zuriyah membantuku untuk membersihkan diri dengan air panas habis itu aku makan bubur yanh dibuatkan bibi.


Selesai makan aku minum susu dan obat yang diberikan Om kepada Pak Jamal agar memastikan aku meminum nya.


Aku minta tolong kepada Pak Jamal untuk membelikan aku salad buah, selama hamil muda aku suka sekali makan salad buah. Entah mungkin bawaan bayi ya....? Tidak tahu lah aku.... Galau aku....!!!


Kulirik jam karena bosan sekali, ternyata sudah jam 9 malam namun Om belum pulang juga. Aku agak kesal karena dia belum pulang juga sampek sekarang.


" Ya sudahlah aku tidur saja. Lagian tubuhku masih lemas sekali...!".


Kataku dengan meringis.


Akupun tidur dan pules sampai Om pulang saja aku tak tahu entah kapan. Mungkin kalau gempa aku tak bakalan tahu karena aku nyenyak sekali kayak mayat tidurnya. Sumpah kenyang banget cuy... Namanya ular. Kalo habis makan, enak dan kenyang apalagi kalo tidak... Molor dan bobo cantik.


Om masuk kamar dan didapatinya aku yanh nyenyak tidur, dielusnya kepalaku dan aku tersenyum entah mimpi apalah aku saat itu juga.


"Iiiih nakal. Sayang kamu mimpi apa sih? Kamu hampir membuatku kehabisan nafas syg... Melihatmu menderita aku sangat terluka. Jangan buat aku ketakutan setengah mati lagi...aku bisa mati betulan sayang...!" Sambil melingkarkan tangan nya kepinggangku dan kemudian tersenyum.


Om tidur cuma pake dalaman saja, kepalanya ada didadaku dan nafasnya yang hangat membuatku nyaman semalaman.


Aku heran sih, apa yang disukai Om. Katanya aroma tubuhku enak dicium dan membuatnya nyaman, hampir tiap malam dia menciumi seluruh tubuhku meskipun kami kadang tak ada olahraga. Sekedar cium saja dan dia bisa tidur nyenyak seperti teler akan aroma tubuhku, padahal aku mandi pake sabun yanh biasa dan cuma pake bedak baby keseluruh tubuhku.


Farfum saja kalau tak kekampus aku tak pernah pakai, tapi Om tiap hari pakai farfum dan minyak rambut. Aku jarang melihat rambutnya berantakan, walaupun tidur masih rapi saja dan kincloong loh cuy...


Aku punya rambut sepinggang dan kalau kekampus aku cuma pakai tusuk konde yang dibuatkan Ibuku dari kayu Mahoni, pakai lipblam dan bedak baby saja. Tapi kata Om rambutku bagus, hitam, kilat dan lebat. Kadang Om suka membuka rambutku dan membiarkannya tergerai begitu saja, kan semak sekali kurasa. Tapi kadang Om marah kalau aku selalu mengikat rambutku, Om juga kadang mau menata rambutku dengan sisir dan memberikan sedikit hiasan bunga dirambutku.


Malam yanh panjang dan indah, sebab aku mimpi indah... Aku mimpi wisuda dan hidup bahagia dengan Om.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jika kupandang diriku dikaca, Thor jadi ingat akan Bapakku. Beliau sering mengendong ku kekamar kalau aku tertidur didepan TV. Bapak selalu menjaga pintu dan mengunci rapat jika hari hujan karena bapak tahu kalo aku akan lari kehalaman untuk mandi hujan.


Bapak akan selalu memelukku dan tidur bersamaku kalau aku sakit. Bapak juga akan membelikan aku jajan kalau pulang kerja, tapi aku sedih saat terakhir aku berjumpa dengannya. Dia masih begitu sehat dan ceria, kuajak makan diluar tapi dia menolak ku.


3 jam setelah itu kudengar kabar dari Mamak kalau Bapak sudah tak ada lagi. Aku tidak percaya, saat kuhampiri rumahku sambil membawa anakku yang masih bayi aku jatuh terduduk di depan pintu. Kupandangi dan kutatapi setiap orang yg disana, kenapa rumah mamak ramai.


Dibuka penutup kepala... Kulihat wajah yang sama denganku terbujur kaku diatas tilam. Bayiku diangkat oleh tetangga, dan aku hanya bisa diam sambil memandangi nya saja. Saat itu aku tak tahu harus nangis gimana. Aku hanya diam dan menatap wajah yg sama denganku begitu pucat dan mulai dingin. Itulah sekilas ingatan terakhir Thor untuk Almarhum bapak,


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2