
Seperti hari hari sebelumnya, Abigail memulai aktifitas dengan memeriksa pasien, mendiagnosa ,berdasarkan perintah Dokter Renold Humbert.
Louise dan Clara menjadi teman Abi. Namun dia lebih merindukan teman temannya bertugas di rumah sakit lama, teman kuliah, teman senasib sepenanggungan.
Sudah pasti, suara bariton dokter Renold menggema.
Pemberian tugas di awal pun menjadi titik tugas pencapaian nilai.
" Saya punya tugas buat kalian, bagi dokter pria, mencari seorang wanita yang bukan profesi dokter, wajib cantik, pintar dan menarik.Bagi dokter wanita, wajib mencari pria tampan, pintar dan juga menarik.Tidak di ijinkan berprofesi dokter d rumah sakit ini.Ingat, tugas kalian akan d kumpulkan dalam waktu hanya 3 hari dari saat ini, analisis tubuh mereka, cek anatomi dan apa saja riwayat dalam tubuhnya.Siapa yang melihat catatan medis , di diskualifikasi, dan angkat koper get out dari rumah sakit dan asrama."
Abi dan lainnya saling memandang.
Yang benar aja, baru bertugas, mau kenal siapa lagi, ampun DJ. Nyari pria tamfann ,menawan, mau nyari di mana , OMG.
Mana ada yang ketemu di jalan, kitanya nanya. Kamu pintar, ntar ngaku ngaku pintar. Mana ada juga mau tubuh kekarnya di obok obok, OMG, derita gue ,dapat dosen ginj amat, pasien mau di jadikan model juga kagak bisa, semua pasien pasti udah kebaca rekam medisnya.
Dan di sudut rumah sakit, Abi, Louise dan Clara merengut bengong. Mikir , siapa yang akan di jadiin model.
Kalau sesama dokter ,bakalan gampang nyarinya, kalau di luar dokter, ampunnnn DJ.
Abi mulai mencari sasaran, nanya ke Clara.
__ADS_1
" Clar, tuh cowok tampan gak ?".
" Jangan Bi, ada Oon ,alias pauknya, makan aja berlepotan."
" Yang benar Clar ?, dari mana tahu ?".
" Anak mami tuh Bi, kamu gak lihat , arahkan pandangan di jarum jam angka 3, emaknya datang, dan apa yang mereka lakukan."
Abi dan Clara mengamati .
" Bener banget, emaknya protek banget, makan anaknya berlepotan gitu, anak mami banget, geli banget liatnya Clar. tamfan sih tamfannnn, tetapi yah gitu, parah."
" Kamu kucu banget Bi, suka bilang cowok tampan, meplesetkan nya ,tamfannnnn, hehehehe."
" Ucapanmu benar Bi, aku mau menjadikannya model, batal deh niat aku."
" Waw...., lihat, cowok , arah jarum jam angka 12, coba lihat, tampangnga lumayan, masih kategori masuk 5 star, iatilah nya, hehehehe, biaa di bawa ke kondangan lah Bi."
" Masalahnya ,dia nya mau gak di ajak kerja sama."
" Bener juga, ahhh namanya usaha Bi, siapa yang mau, baru datang di DO, aku usaha dulu ya Bi, doakan sukses berjaya."
__ADS_1
Abi melihat Clara mendekati target nya. Abi masih bingung.
Berkeliling mencari target, ada pria tamfan, namun udah punya steri, bisa gawat di kirain pelakor, ampun ampun biaa dijadikan aham gerek sama istrinya,ujar Abi dalam hati.
Pencarian hari pertama gagal, Abi hanya bisa kembali bertugas.
Satu hari berlalu, Abi menanya beberapa orang yang berlalu lalang, mereka serba sibuk semua.Clara sudah mendapatkan pria yang tampan, plus pintar, ijazah nya sangat mengagumkan.Berprofesi sebagai pmpinan di salah satu bank. Sedangkan Louise mendapatkan seorang wanita, yaitu seorang dosen, cantik dan kepintarannya tidak di ragukan lagi.
Abi mayun, sampai hari ke 2 belum menemukan pria tampan, pintar dan bisa dia bawa sebagai mpdel buat analisa pasien ,tugas dari dokter Dokter Renold Humbert.
Hari semakin sore, Abi sangat gelisah, bolak balik nyari di depan rumah sakit, juga gak nemu.
Sampai sebuah sepatu berkelas tepat di bawah pandangan matanya.Dan ketika menegadah, Abi bagaikan menemukan oase air di gurun pasir.
Mata Abi pun berbinar, menyimpan banyak pengharapan.Dari pada dari pada,lebih baik dari pada, benar bukan, hehehehe. Abi gak mau kena DO, malunya sampai ke ubun ubun.
🥰😍🥰😍😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment