Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Aku Jatuh Cinta


__ADS_3

" Sayang....! Jangan pergi lagi. Aku hampir gila... Kalau kamu pergi lebih baik aku mati saja. Kenapa kamu tinggalkan aku?".


Katanya dengan pusing dan bingung.


" Maaf ya. Aku yang salah... Sebagai istri aku durhaka pada suami. Aku cemburu saat Ana mencium kamu, aku yang bodoh dan egois!".


Kataku pelan dan mulai sengkukan didepan dia, membuat dia mulai sedih.


" Tidak sayang, aku yang salah. Iya sayang, jujur kukatakan. Dia mantanku, kami hampir bertunangan. Aku yang meninggalkannya. Maaf syg...! Maafkan aku...! Ini tidak akan pernah terulang lagi!!".


Kata Jojo pelan, dengan wajah sedih dan tatapan kosong.


Kulihat kesedihan dan kepedihan tersirat didalam matanya. Aku sadar kalau aku salah, aku begitu kekanak-kanakan. Dan akhirnya kami berdua lah yang terluka.


" Itu sudah berlalu...! Sekarang akulah istri kamu. Aku janji tak akan lari lagi, maaf ya. Aku yang gak dewasa....! Berpikir....!!".


Kataku memberikan semangat pada diriku sendiri meski masih dalam keadaan sedih dan sengkukan karena kecewa.


Aku menangis menjadi-jadi dipelukan Jojo, membuat orang yang melihat salah fokus.


Aku lemas dan pingsan dipelukan nya saat itu, membuat Jojo begitu panik menggendongku kedalam mobil dan membawaku kerumah sakit terdekat.


Kepalaku pusing tak karuan rasanya, dan perutku mual. Ya mungkin aku masuk angin karena makan tak teratur karena seminggu ini berpikir keras masalah kami, ya entahlah???.


Aku juga baru menyadari kalau aku mulai jatuh cinta pada suamiku.


Aneh kan...??? 😫😫😫


Jatuh cinta pada suami sendiri, tapi itulah kenyataan yang kuhadapi. Dan faktanya aku memang istrinya, Hah...?? Pikiranku kacau balau seperti Es Campur.


Hampir sejam lebih aku baru sadar sementara Jojo masih berbincang dengan Dokter yang menangani ku. Mungkin saja mereka diskusi bagaimana untuk menyiksaku, kutatap saja lukisan yang tergantung diruangan itu sambil berbaring.


Seorang Suster dan Dokter datang, aku dibawa kesebuah ruangan dan memintaku untuk membuka perutku yang mungil itu.


" Tak usah takut...! Saya hanya ingin memastikan saja. Tenang saja...!!".


Dokter itu meyakinkan aku, sehingga aku agak tenang dan tak takut lagi.


Aku hanya menurut saja dan membuka perutku. Dokter memberikan krim yang lembut dan dingin sambil mengelus perutku.


Kemudian dia menggunakan sebuah alat, perutku seperti dielus-elus dingin dan nyaman. Dokter tersenyum,


" Sus...! Panggilkan suaminya!".


Kata Dokter meminta tolong kepada Suster. Kemudian Suster itu segera keluar memanggil yang duduk di bangku tunggu.


Tuk....tuk....!😊


Aku dengar langkah kaki yang nyaring, Jojo datang dan tersenyum padaku sembari memegang erat tanganku.


" Ya sayang, tenanglah cinta!!!".


Katanya lembut sambil membelai kepalaku.


" Benar dugaan Bapak. Sudah jelaskan...? Bagaimana? Tak penasaran lagi sekarang?". Kata Dokter itu sambil tersenyum.


Jojo tersenyum dan mengelus kepalaku lagi lembut dan bahagia entah kenapa. Raut wajahnya seperti cahaya matahari yang hangat dan berkilauan. Silau Men ...?.


Sungguh.....!!! πŸ’—


Sungguh.......β˜€οΈ


Silau......πŸ’ž


" Coba kalau Ibu buang air kecil tampung ditabung ini...!".


Dokter memberikan tabung kaca kecil.


Awalnya aku heran dan bingung tapi kulakukan saja seperti kata Dokter.


" Iya sih! Aku kebelet Dok...!"


Aku buang air kecil ketoilet dan memberikan yang kutampung tadi pada suster yang menungguku dipintu toilet.


" Anda kembali saja berbaring. Saya segera menyusul...!".


Suster itu mengambil tespac dan menunggu hasilnya beberapa menit saja.


" Selamat ya buk. Anda hamil...!".


Kata Suster padaku.


Duaaaaa.....aar.....!!πŸ’₯πŸ’’


Hampir saja aku kesambar petir tak ada hujan dan angin.... Juga gak mendung kok,


" Usia kandungan mungkin baru beberapa minggu...! Selamat ya!!".

__ADS_1


Kata Dokter sambil senyum menyalami kami.


Aku hanya diam dan terpaku saja. Baru jumpa sudah langsung hamil. Gawat...😨


" Jangan bercanda Dok. Kami baru menikah belum sampai beberapa 3 bulan...!".


Kataku dengan panik sekali dan pucat.


" Aku memberikan mu obat penyubur kandungan. Ya bukankah kamu tahu?".


Katanya dengan senyum sumringah riang gembira seperti menang lotre saja.


Aku terdiam saja dan membenci dirinya.


' Sial sekali aku, kenapa harus cepat sekali waktunya. Lalu bagaimana nasipku setelah ini. Yang benar saja aku hamil....!!!?'.


Gumamku dalam hati kecil marah dan kecewa karena hamil.


Setelah semua selesai, kami pulang kerumah. Sampai dirumah Jojo berteriak kencang seisi rumah bingung dan panik luar biasa.


" Alhamdulillah... Aku akan jadi papa. Akhirnya penantian ku 40 tahun lebih tercapai.....!!".


Katanya aambil tertawa puas dan terdengar keseluruh ruangan.


Aku hanya diam dan langsung masuk kamar, kupandangi diriku di cermin kamar mandi.


" Ya Allah... Bagaimana ini? Aku hamil, dan satu lagi monster akan muncul untuk menyiksaku. Habislah aku, cobaan apa lagi yang Kau berikan padaku. Bagaimana ini? Kuliah ku? Bagaimana ini, ya Allah...!!".


Sambil meneteskan air mata dan jatuh terduduk dilantai kamar mandi, hancurlah masa depanku.


Bibi dan Pak Jamal bahagia mendengar aku hamil muda....., mereka seraya bersujud mendengarkan kabar itu. Semua orang bahagia kecuali aku, habislah aku sekarang. Memang cepat atau lambat aku harus hamil juga pikirku.


Tapi ini terlalu cepat rasanya... Ah lelahnya aku karena malas bergerak jadi kutidur saja didalam bak mandi. Sepertinya aku sangat menikmati tidurku karena nyaman tanpa rasa was-was didalam hati tapi aku lupa mengunci pintu tadi.


Jojo sibuk mencari ku dimana-mana seisi rumah heboh lagi mencariku, dia masuk kamar dan meneleponku. HPku berbunyi dari dalam kamar mandi dan dia langsung saja lari mencariku, dilihatnya aku tak ada didalam.


Dia mulai bingung....!!!


" Sayang? Sayang? Sayang? Kamu dimana?".


Katanya berteriak sekencang mungkin meneriaki aku dan mencemaskan aku entah dimana.


Dia menusuri masuk lebih dalam lagi, dan langsung saja tersenyum melihatku didalam bak mandi tertidur pulas.


" Ah sayang.... Hampir saja aku mati ketakutan. Kamu sangat aneh... Bisa nya tidur didalam bak mandi?".


Sambil menghampiriku dan menggendongku ketempat tidur. Diselimutinya badanku dan diberikannya kecupan sayang yang landing dipipiku.


" Sayangku, sebentar lagi jadi Ibu. Bagaimana ya ekspresi wajah anakku? Ya ampun mengerihkan apa bila ada anak yang wajahnya sama persis seperti aku? Aku jadi pengasuh Ibu sekaligus anakku. Bocah nakal yang lucu...! Terimakasih sayang!".


Katanya sambil membayangkan anak kami perempuan.


Wajah Jojo begitu bahagia sejak tahu aku hamil, dia jadi lebih lembut dan lebih perhatian padaku.


Aku bangun tidur sesudah malam datang, aku turun kebawah dan si Jojo menghampiriku sambil panik.


" Sayang...? Kamu butuh apa biar aku saja yang ambilkan...!".


Katanya panik.


" Haus... Lapar. Aku ingin makan nasi goreng saja. Minum jus pokat... Tapi sekarang ya?". Kataku manja.


Jojo berlari ke dapur dan meminta tolong Bibi membuatkan seperti keinginanku tadi, dia seperti orang yang panik. Sesekali kulirik dia dari kejauhan kelihatan kayak orang kebakaran jenggot.


' Rasain. Kukerjai Jojo. Ini balasan karena mencium wanita lain didepanku. Ini belum seberapa ya... 9 bulan akan kubalaskan dendamku padamu. Ini semau gara-gara kamu makanya keadaanku jadi begini. Aku tak mau tahu... Rasain deh. Kalaupun dosa... Ya Allah Maha Pengampun. He....he....eee!!'.


Gumamku dalam hari kecilku merasakan puas yang tak terhingga karena melihatnya panik dan panik sekali.


Setengah jam aku menunggu diruang tamu sambil liat TV akhirnya makananku datang.


" Loh kamu tak makan? Kamu tak lapar??".


Tanyaku padanya.


" Sudah kamu saja. Nanti aku nyusul!".


Katanya dengan nada santai.


Aku berdiri dan kedapur membawa piring, sendok dan gelas. Setelah itu... Kubagi 2 makananku, biar si Jojo makan juga.


" Nih kita berbagi saja. Kan kamu yang masak buat aku, sudahlah ini tanda aku serius mencintai kamu mulai sekarang...!".


Kataku pelan sambil manyun, niatnya sih menggoda suami gantengku itu.


Tapi kok jadi cinta beneran yah?😱


Pipi Jojo merah dan langsung saja nemplok disampingku sambil mencium pipiku.

__ADS_1


Kami makan dengan lahap, sesekali kulirik wajah tampan nya itu dengan malu-malu dan kurasa dia menyadarinya dan tersenyum saja kearahku.


" Jangan malu-malu mandangi suami sendiri, kamu bisa kok mandangin aku sampai kamu puas. Supaya anak kita mirip denganku yanv tampan dan super cool sayang...! Ha....haa!".


Tawanya membuat ku kesal.


" Iiih kamu. Sudahlah nanti aku jadi gagal fokus lihat TV....!".


Kataku dengan kesal karena tawanya.


" Tuh kan memang benar sayang? Kamu ingat waktu dipesawat...? Pramugari saja memuji ketampananku? Masa kamu tidak?".


Katanya sambil tertawa lebar dan bangga akan diri sendiri.


Aku diam saja dan buang muka.


Tiba-tiba saja Jojo mendekatiku dan menarikku untuk duduk dipangkuannya.


" Malu dilihat Bibi loh!!"


Pipiku merah dan aku jadi gugup sekali.


" Sudahlah, mulai sekarang aku tak akan memaksamu memanggilku sayang. Panggil saja bagaimana rasa kamu nyaman padaku, aku tak masalah...!".


Katanya dengan santai seperti tak ada manusia lain dirumah ini.


" Benar ya.... Makasih!".


Yup berhasil membuat Jojo tersipu malu.


" Sayang! Kalau kamu mau apa-apa bilang saja padaku atau siapapun yang ada dirumah nanti... Semua kemauan mu akan dipenuhi kok..!".


Katanya sambil mencium dan mengendus-endus leher dan rambutku seperti biasanya.


" Entah apapun yang membuat kamu suka mencium aroma ku, padahal aku tak pakai farfum loh. Emang kamu cari apa?".


Tanyaku dengan wajah gugup dan malu sekali.


" Sangat wangi dan nyaman. Aku suka saja mencium aroma tubuhmu yang menenangkan aku....!".


Katanya masih juga mengendus ku.


" Mesum... Aku mau bilang sesuatu...!".


Kataku pelan padanya.


" Hm.....mmm apa itu? Katakan saja".


Katanya bertanya sambil memainkan ujung rambutku dan mengelus perutku.


" Aku cinta kamu, tak tahu sejak kapan gitu?". Kataku malu mengakuinya.


Jojo melotot.... Terkaget dan bingung.


Langsung bibirnya lengket ke bibirku dan kubalas dengan sedikit menggodanya juga. Kujulurkan lidahku untuk meraih lidahnya... Dia awalnya terkejut dan kulepaskan seketika.


" Kenapa berhenti sayang!!".


Tanya nya keheranan.


" Malu dilihat Bibi... Iiih malu ah!!".


Kataku mencari alasan.


" Biar saja. Mereka juga pernah muda kok sayanvku... Ayolah...!! Jarang-jarang kamu baik begitu padaku...!".


Katanya manja dan protes karena aku menghentikan kegiatan kami.


" Iya nanti malam. Oke...!".


Kataku sambil memberikan jempolku padanya.


Dia hanya tersenyum memandangku yang asik nonton kartun. Aku asik dengan duniaku, sedangkan dia asik dengan HP nya itu. Sesekali kulirik dia penuh cinta dan dia tahu saja kapan aku meliriknya. Langsung dia main mata dan ketawa melihatku curi-curi pandang.


'Wah, kurasa aku sudah jatuh cinta!! Gak apalah memang sudah saatnya kurasa..!' Gumamku dalam hati.


Baca sampai End biar gak salah fokus. Oke. Thor mau kerja dulu....


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2