Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Bau Tubuh


__ADS_3

Pak Udin terus menatapi dokter Zack dan yang so pasti Jojo suamiku yang ganteng dan Super Cool mirip Oppa Korea itu.


" Saya sudah jelaskan kepda nak Ulan, kalau mau bantu saya ketemu dr.C.Yang... Apa Ulan sudah bilang pada Dokter?".


Kata Pak Udin gugup berbicara, seperti ada saja yang menyumbat kerongkongan nya.


" Pak...! Inilah menantu saya, dr.Ben Joshua Malik. Kenalkan...!"


Dengan bangga Ibuku memperkenalkan suamiku yang super ganteng seperti artis Korea.


" Iya saya suaminya Ulan Nafisah Anggara... Salam kenal. Istri saya sudah bilang tadi, kebetulan dr.Yang adalah teman saya. Nanti saya sampaikan, supaya anda bisa bicara langsung kepadanya. Mungkin besok pagi dia datang, saya akan beritahukan kepadanya!!".


Kata Jojo tersenyum sambil mengelus tangan Pak Udin yang mungkin lemas karena infus.


" Makasih ya Dokter, saya senang sekali nak Ulan punya suami yanh baik dan dewasa, Ulan itu anaknya periang dan penurut loh. Beruntung anda menikahinya Dokter...!".


Kata Pak Udin dengan bahagia dengan sedikit memuji sifatku.


Jojo hanya tersenyum kecil, tapi dalam hatinya agak kesal dan dongkol padaku yanv suka sekali jahil padanya.


' Sial, bukan aku saja yang terpanah oleh nya. Orang lain pun kagum padanya. Memang aku tak salah pilih, tapi si bocah nakal itu hampir tiap hari buat aku kesal dan takut setengah mati. Ada saja tingkahnya yang buat aku marah, kadang pula aku begitu merindukan aroma tubuhnya yang lembut dan menenangkan itu. Kurasa aku sudah kecanduan akan aroma tubuhnya, dasar anak kecil mandi entah pakai farfum apa sehingga aku kecanduan akan wangi tubuhnya. Tapi Alhamdulillah nya dia sekarang istriku, selain baik dia juga ramah kepada semua orang, istriku yang imut... Baby sugar ku, Love you!'.


Gumam Jojo dalam hati sangat bahagia dan semakin jatuh cinta padaku.


Selesai ini dan itu Jojo pamit pada mereka,


"Ibu mau nunggu disinkkan? Aku mau bicara sama Ulan. Pamit dulu ya!".


Kata Jojo sambil meminta ijin kepada Ibuku.


Jojo salami mereka dan mencium pipi Ibuku dengan hangat dan lembut


" Hati-hati ya Jojo... Jaga anakku itu. Aku akan menemani Pak Udin dan istrinya disini!!".


Kata Ibuku tersenyum ramah.


Istri pak Udin " terimakasih ya dokter!".


Kata Istri Pak Udin dengan senang dan air mata menetes karena bahagia bisa mendapatkan perawatan yang Intensive.


Jojo pergi meninggalkan mereka dan menuju kearahku dengan senyuman jahatnya itu, pasti ada niat licik padaku.


" Ayo keruanganku sayang, ada yang mau kubicarakan? Yuk....?".


Kata Jojo pergi sambil menggandengku dengan eratnya, sepanjang jalan dia tersenyum bahagia seperti menang Lotre.


Ada juga orang yang iri padaku karena menggandeng Dokter Super Ganteng itu, sebagian ada yang tahu juga dengan status kami dan hanya tersenyum saja.


Zakc datang dari belakang kami dan menepuk pundakku keras.


Plok.......!!!πŸ’₯


Tangan Zack landing dengan kasar.


" Hayo.....!!!! Mau ngapain dirumah sakit? Mau mesra-mesran bukan disini tempatnya loh. Soalnya bakalan aku intip gimana ya aslinya? Penasaran aku seperti apa kalian kalau berdua...!? Pasti seru nih... Ya kan Jo?".


Kata Zack sambil ketawa kecil menutup mulut dengan kedua tangan nya.


" Sudahlah ikut saja. Dan kamu lihat sendiri bagaimana nantinya kalau penasaran. Oke?".


Kata Jojo dengan nada pelan dan santai.


Masih dengan wajah datar dan tanpa ekspresi, itulah suamiku yang galak itu.


Zack mengikuti kami keruangan Jojo, kami duduk disofa. Zack duduk tepat didepan kami dengan pandangan aneh.


" Aaaiiih.... 2 Om Genit menatapku penuh curiga. Seperti serigala yang ingin menerkam saja. Gak lucu...! Hi....hi....iii!".


Kataku sambil tertawa geli dan mulai kepo.


" Sayang duduk dipangkuanku?".


Kata Jojo sambil menepuk pahanya, menyuruh aku nemplok saja dipahanya.


" Oooi....? Aku ada disini. Jangan lupakan?".


Kata Zack agak kesal.


Kulihat Zack begitu kesal dan buang muka melihat tingkah kami, namun Jojo senyum menyeringai dengan sangat puas.


" Tak mau ah malu sama dia!!".


Kataku sambil menunjuk Zack yang kepo itu.


Jojo menarikku dan jadilah aku duduk dipangkuan nya, dan Jojo memelukku dari belakang dengan hangat.


" Nekad juga ya ada aku disini...! Santai saja anggap saja aku tak ada disini ya cuy...! Iri juga awak...!!! Hu.... Hu..... uuu!!!".


Kata Zack kesal, menatap kami dengan tajam dan menyeramkan sekali. Kemudian Zack kesal sampai ingin nangis saja.


Jojo hanya tertawa geli karena berhasil menggodaku dan membuat Zack marah.


" Ha... Ha....aaa!! Santai saja Zack, istriku memang unik. Aku suka bau tubuhnya harum dan lembut, sudah seperti candu bagiku. Makanya aku suka dia dipangkuanku!!".

__ADS_1


Kata Jojo dengan sangat bangga memamerkan akan hobi barunya itu.


" Suamiku, Pak Udin itu mau ketemu sama Yang, bisa kan?".


Tanyaku manja.


" Oh iya, kan Yang besok masuk!".


Kata Zack memotong pembicaraan.


" Iya Dokter Zack... Besok tolong kirim salam ya sama Dokter Yang. Besok aku harus kuliah, jadi belom tentu bisa jumpa Dokter Yang....!".


Kataku lagi pada suamiku.


" Gila Jo... Istri mu panggil kami sopan sekali? Memang kami tua banget ya...??? Sialan bocah kecil mulutmu tajam juga...!!?".


Kata Zack sambil menggelengkan kepala.


" Aku saja suaminya dipanggil kadang Om, tapi sudahlah asalkan dia senang aku tidak keberatan. Lagipula dia akan segera menjadi ibu dai anakku... Bahagianya aku seumur hidupku...! Terimakasih Ya Karim....!?".


Kata Jojo sambil mengendus leher dan rambutku dengan sangat menikmatinya.


" Jojo.... Gila ah? Kayak kucing sikapmu kalau didepan istri, tak percaya aku melihatnya?".


Zack terheran melihat kelakuan Jojo, yang menurutnya aneh bin ajaib.


Maklum saja, baru kali ini Zack melihat langsung bagaimana sikap Jojo yang sesungguhnya kepadaku. Karena selama ini dimata mereka semua, Jojo itu sosok yang tegas dan bijaksana. Jadi jika melihat hal semacam ini, tak heran terkejut setengah mati. Untung saja tak kena serangan jantung. Kan bisa mati mendadak mereka.


" Aku sudah terbiasa Dokter Zack, dulu aku terkejut. Sekarang sudah biasa lah!!".


Kataku sambil menghela nafas berat dan kasar.


" Tidak kusangka, singa yang garang bisa juga berubah jadi anak kucing bisa bersama induknya. Subhanallah...! Sumpah aku masih tak percaya dengan kalian. Sebenarnya yanh tua siapa dan yang muda siapa?".


Kata Zack sambil menggelengkan kepala dan memijit dahinya dengan keras.


" Jangan tanya aku, lihat kenyataannya karena mata bisa melihat. Hati bisa berpikir... Aku saja heran sampai sekarang ini. Kamu bertingkah aneh kalau aku ada bersamanya!!".


Kataku dengan santai sekali, kamu hanya tersenyum kecil dan memelukku dari belakang. Sambil mengendus bau tubuhku yang menurutnya wangi dan enak dicium, bahkan katanya seperti candu baginya.


" Ah, kalah lah aku. Sumpah Jo, kau membuatku terkejut melihat tingkahmu itu. Seperti tak nyata saja...!".


Kata Zack sambil terheran saja melihat Jojo yang bertingkah aneh seperti anak kucing.


Oh tidak...??? Lucunya...!!! 😺😸


"Ha.... Ha.....aaaaa, Ha.... Ha....aaaa!!".


"Sumpah Jojo...! Aku tak percaya melihatmu seperti itu. Ha....ha....aaa! Celaka sekali Ah....aaaaa....ha....ha....!!".


Kata Zack berdiri dan keluar ruangan om.


Sepanjang jalan Zack tertawa setengah mati sambil memegangi perutnya karena lucu.


" Sampai kapan kamu mau mengendus begitu, geli tahu. Zack sudah kabur melihat kamu seperti itu? Dia saja bingung apa lagi aku...?!". Kataku kesal sambil melipat tangan.


" Sudah biarkan saja sayag, aku masih ingin mencium aroma tubuhmu sebentar lagi... Ini lah imbalannya. Aku akan memberitahukan Yang besok. Sebagai balasnya kamu harus diam saja dan biarkan aku menikmati aroma tubuhmu yang menenangkan hati dan jiwaku sayang...? Biarkan sebentar saja sayang!!!?".


Kata Jojo dengan santai dan sangat genit tatapan matanya. Aku hanya diam saja dipangkuan Jojo selama setengah jam.


Waktu berlalu begitu cepat sekali,


" Sudah belum, sudah mau magrib ini. Jadi bagaimana?".


Tanyaku dengan tatapan kesal.


" Ya sudah kita magrib bersama saja. Kan gampang? Aku ambilkan baju ganti...!".


Kata Jojo dan melepaskan pelukannya.


" Aku mau mandi tapi benar ada baju ganti? Jadi bagaimana?".


Kataku agak kecewa melihat dia membuka lemari dan mencari baju.


" Aku membawa beberapa baju untukmu dari rumah setelah kita menikah. Aku merasa bahwa kamu akan sering berada bersamaku disini. Makanya aku berinisiatif. Bagaimana? Aku cerdaskan sayang?!!".


Kata nya memuji diri sendiri.


Air laut asin sendiri nih? πŸ˜‰


" Iya aku mau mandi dulu, setelah magrib jangan lupa obatku. Rasa mualnya semakin bertambah saja...! Aku tak nyaman!".


Kataku mengingatkan kembali akan obat yang akan mengurangi rasa mualku.


Aku berlari kedalam kamar mandi dan muntah-muntah diwestafel. Jojo mengikutiku dari belakang sambil membawakan handuk.


" Mandilah, biar gantian! Atau mau kutemani".


Kata Jojo kepadaku sambil senyum.


Aku langsung berlari mandi dan memakai baju yang diberikan Jojo. Kali ini dia memberikan baju kaos bisa dan celana olahraga yang modis tapi simpel saja. Jojo memang pandai memilih baju dan seleranya juga bagus. Aku saja yang perempuan tak pernah kepikiran kayak gitu, tapi dia begitu teliti dan cermat dengan setiap benda yang berhubungan langsung denganku.


Kami solat berjamaah dan kusalami dia.

__ADS_1


Sebelum aku beranjak berdiri dengan memakai mukena kupeluk dia dan kucium keningnya dengan lembut.


" Makasih sudah menjadi imam yang baik untukku dan calon anak kita...!".


Kataku sambil membelai pipinya.


Pipi Jojo merah dan Jojo gugup melihat ku, kulihat dia dan senyumku mekar.


" Kamu sudah bisa menerimaku?".


Tanya nya kepadaku.


" Ya kita mulai dari awal, kan sudah kubilang. Karena aku ingin calon anak kita mirip seperti kamu biar tampan dan keren...!!! He... He...!".


Kataku dengan polos tanpa pikir panjang.


Jojo tersenyum manis dan mengelus pipiku dengan lembut.


" Aku ingin bertemu Ibu. Kamu mau makan jam berapa? Nanti aku pulang kerumah buat makan malam kita. Mau makan apa?".


Tanya ku lembut.


" Terserah saja..! Hati-hati dijalan!!".


Kata Jojo sambil membelai kepalaku penuh kasih sayang dan perhatian yang penuh.


" Ya sudah, aku ketemu Ibu dulu lah. Baru pulang, selamat bekerja....!".


Kataku sambil menyalaminya dan langsung pergi meninggalkan ruangan


Ku berlalu dan mencari Ibu. Setelah pamitan dengan Ibu, aku langsung pulang buat masak makan malam kami. Pak Jamal selalu setia untuk mengantarkan ku kesana dan kemari.


Sampai dirumah, aku hanya masak telur sambal udang, sayur bayam bening dan tempe goreng my favorite lah. Bibi membantuku menyiapkan semuanya dan menatanya didalam tas bontot Tupperware ku jadi seperti orang piknik entah dimana.


Jam 8.30 malam aku sampai dirumah sakit. Kuantarkan makan malam buat istri Pak Udin dan Ibuku. Kemudian ku menuju ruangan Jojo dan duduk disofa.


Ku lirik HP dan ku Wa saja si Jojo...πŸ’¬


" Aku sudah sampek loh. Aku diruangan nunggu kamu datang makan malam. Cepat ya aku sudah lapar.


Ting.....Ting.....Ting....πŸ“²


HP Jojo bunyi dan dibacanya pesanku lalu membalasnya dengan cepat.


" Oke sayang...! Tunggu sebentar disana!".


Ketika Jojo masih setengah perjalanan Yang menelpon Jojo.


" Jo...? Dimana?".


Tanya Yang.


" Dirumah sakit, ada apa?".


Tanya JoJo


" Oke aku kesana ya...!" πŸ’¨.


Jawab Yang singkat


Tut...Tut...!!! βž–


HP Jojo mati seketika.


Jojo bertemu Zack ditengah jalan yang mau entah kemana. Kemudian menyapanya.


" Kok senyum sendiri Jo? Kenapa?".


Tanya Zack heran melihat sahabatnya itu.


" Istriku sudah datang bawa makan malam kami. Ya tentu saja aku senang dan bahagia. Istriku itu emang baik..!".


Kata Jojo senyum sendiri saja.


" Aku ikut, kebetulan aku belom makan malam ini...! Tahu saja aku lagi lapar!!".


Kata Zack tanpa basa basi.


" Ya sudah ayo lah. Aman itu!".


Mereka berdua berjalan menuju ku


Klak.....πŸ’₯


Pintu terbuka dan aku melihat Zack tertawa gembira....


Rejeki itu datang tiba-tiba, tak butuh perencanaan. Segala sesuatu di dunia ini sudah tertulis... Baik rejeki, jodoh dan maut. Manusia hanya bisa menjalani saja, karena semua sudah ada ketentuan yang berlaku. Apapun itu dan bagaimanapun itu...! Semua itu pilihan. Kalau suka jalani saja... Kalau tidak suka tinggalkan saja dan cari baru lagi...!!!


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Jangan lupa like n komen ya...


selamat membaca dengan santai...

__ADS_1


__ADS_2