Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Dilema


__ADS_3

' Sial... Sial... Menyesal aku beri dia obat, lututku hampir copot si bocah masih kuat bangun. Ternyata itulah alasan orang lebih memilih rumput muda, karena inilah alasannya. Bisa mati kutu aku dihadapan bocah nakal ini, tak kusangka dia masih kuat bangun seperti ini. Sumpah... Efek obat yang diberikan Yang sampai sejauh ini, dasar Yang... Awas saja aku pulang nanti. Kuhabisi mereka semua...!'.


Gumam Jojo dalam hati sambil merasa puas bukan main.


Jojo masih saja memiliki jam terbang yang panjang meski sudah kelelahan, sedangkan aku hanya bisa menerima.


Selesai Poke-poke, aku langsung tertidur pulas di pelukan nya sampai pagi tiba.


Angin pagi begitu dingin diluar kamarku, samar samar kudengar HP ku bunyi azan Subuh. Keheningan yang tadi buyar dengan suara azan kemudian membuatku untuk segera terbangun dari mimpiku. Ku berusaha untuk membuka mata perlahan, sembari menarik nafas panjang.


Ya ku berusaha keras sekali... Terasa berat ditubuhku seperti tertimpah oleh batang pohon saja. Kakiku seperti diikat dengan rantai baja saja. Yah ku buka mata perlahan-lahan...


"Astagfirullah...? Loh...? Kok bisa?".


Suaraku teriakanku membangunkannya.


" Ya sayang...! Kok kaget begitu. Tadi malam kamu yang inisiatif godain aku loh. Aku sudah usaha muasin kamu, tapi kamunya mau lagi. Jadi jangan salahkan aku jika sekarang tubuhmu yang mungil itu jadi seperti macan tutul...! Kan tatonya bagus juga, hiii?".


Nadanya menggodaku dengan senyuman licik.


" Bagaimana aku keluar jika tubuhku penuh tato...?? Hu.... Hu.....uuu?!".


Aku kemudian menangis menjadi-jadi dan membuatnya panik seketika dan duduk didepanku.


Tak kusadari, perkutut si Jojo tegak kayak Monas. Langsung kututupi dengan bantal, aksi ku itu membuatnya ketawa.


"Percuma kamu tutup, toh itu lah yang memuaskan mu 2 ronde tadi malam!".


Katanya licik, ketawa dan aku kesal.


"Dasar mesum... Jahat, aku benci kamu...!".


Kataku tambah nangis menjadi kuat


"Sudahlah, makanya kamu jangan buat aku cemburu. Semalam tak sengaja kubaca Wa di HP mu, Haidir mengirimkan pesan padamu. Aku cemburu dong, sekarang kamu sudah istri sah ku loh!".


Katanya tegas menutupi rasa cemburu, namun tersenyum puas melihatku.


"Hah? Apa iya? Aku kok tak tau?".


Kataku bingung.


" Mana mungkin aku bilang?".


Katanya dengan cemburu dan sombong.


" Masa gitu saja cemburu? Aneh tahu?".


Kataku lagi meyakinkan dia.


"Mau lanjut ronde ke 3?".


Jojo menarik selimut yang ditubuhku, dan aku langsung lari untuk mandi.


' Huh dasar mesum, Aku hampir saja tak bisa jalan. Staminanya seperti Kuda, ternyata usia gak jadi faktor juga. Bisa mati diatas ranjang aku kalau tiap hari begini....!?'.


Gumamku dalam hati di kamar mandi.


"Awas saja masih nakal, ku kurung dirumah!".

__ADS_1


Katanya kesal kepadaku dengan nada berteriak lumayan keras.


Didalam kamar mandi aku menatapi tubuhku yang mungil bagaikan kembang gulali yang lembut berubah jadi seperti macan tutul yang dipenuhi bintik hitam alias titik dimana-mana. Sumpah aku kesal dan mengutuk si Jojo suatu hari akan kubalas perbuatan nya itu. Aku bersumpah...!! Aku bersumpah!!!


Selesai mandi kucari baju yang menutupi tangan dan leherku dengan sempurna, Jojo tak ada kelihatan dikamar. Kumulai berdandan karena aku yakin hari ini kami pasti melakukan perjalanan panjang.


Hari ini kami akan ke Renon untuk melihat Hari Raya Galungan atau Kuningan untuk warga Bali. Tidak lama aku selesai Jojo kulihat begitu mempesona dengan pakaian seperti Orang Bali.


"Wow.... Kamu manis juga. Yakin dengan pakaian itu? Tapi keren sih?".


Kataku heran.


" Kamu juga harus pakai kebaya, nanti Bibi yang bantu siapkan. Cepat ganti baju!". Katanya padaku.


Bibi kemudian masuk sambil membawakan aku pakaian kebaya dan hiasan sanggul adat Bali...


"Ah yakin bi? Aku tidak nyaman loh!".


Kataku mencoba untuk percaya diri.


" Iya nyonya... Kita harus bisa menghormati mereka. Sudah pakai saja, nanti tuan marah!".


Kata Bibi.


Bibi menghiasi ku seperti orang Bali, dan setengah jam kemudian aku siap dan keluar kamar. Si Jojo melotot kagum melihatku berpakaian Bali.


" Jangan terlalu lama menatap, nanti aku bisa berubah loh?!".


Kataku dengan ketus.


" Memang benar sayang... Kamu cantik! Siapa dulu suaminya!!".


" Ah masa iya sih? Tapi makasih ya, aku cantik juga kayaknya nih??".


Kataku dengan bangga.


" Ah, jadi tak mau pergi nih, yuk tidur saja dirumah. Kita main sayang-sayangan lagi?".


Kata nya lagi mencoba menggoda aku.


" No....! Baiklah, sudah ayo berangkat...!".


Kataku pada mereka semua.


Kami berangkat menuju Lapangan Renon, dan ramai sekali orang disana. Begitu padat dan ramai sekali, keren.


Seorang pria sebaya Jojo menyapanya,


"Joshua.... Jojo.... Aku disini...?!".


Teriak seorang pria tampan lagi.


" Ya... Aku lihat kok. Apa kabar, Gede?".


Jojo langsung memeluk nya dan tersenyum.


" Baik kok. Kamu gimana???".


Kata Gede kembali bertanya.

__ADS_1


" Baik kok. Oh ya kenalkan istriku!!".


Kata Jojo seraya memperkenalkan aku.


" Hai. Kenalkan Ulan...! Saya istrinya. Selamat Hari Raya Galungan ya!".


Ucapku memberi selamat padanya saat itu sambil menyalaminya hangat.


" Aaaih... Cantik nya nyonya Malik. Pantes saja Jojo tergila-gila gitu?!".


Rayunya sambil memuji ku.


" Ahh biasa saja, namanya sudah takdir! Siapa yang bisa menolak nya?!".


Kataku dengan santai, sok dewasa.


" Iya kamu beruntung loh, hati-hati mantan Jojo banyak dibali. Ha....ha...aaa!!".


Nadanya ketawa lebar


" Ah kamu, jangan buat istriku marah. Nanti aku tak dapat jatah, bisa bahaya!".


Jojo ketawa kekeh melihat ekspresi ku.


" Ha...ha...aaa tak apa kok. Kan cinta bisa mengalahkan segala nya...!".


Kataku sambil menggoda suamiku itu.


" Oh makasih sudah percaya sayang...!".


Kata Jojo memujiku dengan polos.


" Oh ya nanti lanjut lagi, aku harus segera kembali. Kabari ya Jojo...!".


Gede pamit dan meninggalkan kami.


Seorang wanita cantik, mata besar, tubuh menggoda iman, kulit mulus dan putih tiba-tiba muncul dihadapan kami.


"Malik...!!? It's you?".


Kata wanita itu dengan mata sayu dan sedih.


Seketika mata Jojo melotot dan melihatku pucat dengan rasa takut.


"Ana...! Kaukah itu? Apa kabar...!?".


Jojo kaget melihat sosok itu dan terkejut.


" Ya Malik...! Ini aku! Aku merindukan mu!". Ana langsung memeluk Jojo dan mencium bibirnya didepanku.


Ana memeluknya erat dan Jojo berusaha untuk melepaskan pelukan nya. Ana menangis seketika dan menjadi tontonan orang banyak, aku hanya dia tertunduk dan aku mundur selangkah demi selangkah. Jojo menggelengkan kepalanya dan berusaha meraih tanganku, aku hanya diam saja.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,

__ADS_1


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2