
Sampailah dirumahku, aku masuk kedalam kamar dan merebahkan badanku yang kurasa remuk karena Om tadi.
Kuberdiri dikaca sambil memandang tubuhku dan didadaku ada 2 bekas gigitan Nyamuk menandakan aku sudah Sold Out, kesal juga hatiku.
Gak lama aku merebahkan diri dan mulai tertidur.
Ting...tong ....Ting.....tong ....π£
Om mengirimkan pesan chat π¬
" Lain kali aku tidak akan menggantung adegan tadi, kumakan kau hidup-hidup sayang. Aku yakin kamu anak baik, jagalah dirimu sampai kita sah menjadi suami istri. Saat itu tiba kamulah wanita yang paling bahagia kubuat kelak dan aku suami yang paling beruntung mendapatkan kamu...!". itulah isi Wa yang kubaca dan ku kutuk isinya.
Tanpa pikir panjang lagi, langsung kudelete lah langsung sangkin dongkolnya.
end...
Sementara itu di kamar, Om bergumul memikirkan tentangku.
"Sial...suaranya membuatku bergairah, bibirnya bagai manisnya madu, bau tubuhnya bagai candu bagiku. Tidak ada yang tak Kusuka dari dirinya, semua sesuai dengan seleraku. Ekspresinya itu membuatku semakin ingin melahapnya saja tadi, sungguh anak nakal itu bisa membuat aku gila setengah mati. Semua yang ada pada dirinya pas sesuai seleraku, bahkan wajahnya marah sungguh menggemaskan bagiku...! Sial.... Aku diperdaya oleh bocah kecil akhirnya! Aku tak berdaya dibuatnya...! Sial!!!!".
Kata Om mengutuki dirinya karena Om merasa tak berdaya kalau dihadapan ku.
Om masuk ke kamar mandi dan terdengar bunyi shower, mungkin saja Om mandi agar tubuhnya tak kepanasan lagi.
Sementara itu aku sudah tertidur pulas. Disisi lain Om masih terjaga memikirkan bagaimana kelak dia akan menghadapi ku diranjang ketika malam pertama kami.
" Baiklah. Sepertinya kami harus bulan madu dulu ke Bali. Biar rileks dan aku bisa mengenalinya lebih lagi jika kami melakukan perjalanan bersama, disana aku bisa mengenalinya lebih baik lagi...!".
Kata Om yakin dengan tindakan yang diambilnya sepihak.
Om memesankan tiket PP dan akomodasi selama kami dibali 3 hari nanti. Dia berharap akan mengenaliku lebih jauh lagi sesampainya disana.
Pagi buta, kubuka Wa dan baca pesan nyaπ¬
"Sayang habis menikah kita bulan madu ke Bali selama 3 hari. Kan kamu masih cuti itu. Oke. Tiket sudah kubeli...! I love you!".
Itulah pesan yang kubaca dan tambah kesal aku jadinya.
end....
Cie....cie.....cie......ππ
Nikah juga akhirnya....!
Come on baby....π
Hari pernikahanku tiba, keluarga sibuk mondar-mandir kesana kemari. Sementara aku sibuk di kamar memakai Inai . Masih saja pukul 3 pagi, semua pada bangun dan sibuk urusan sendiri. Akupun jadi terganggu dan mengintip apa saja yang dilakukan mereka. Ingin kubantu tapi mereka melarang ku dan hanya menyuruhku diam dikamar layaknya seorang ratu, ya aku sih senang saja.
Dan ku Wa semua teman dan sahabat kampusku.... Ya tentu saja yang kenal dekat saja. Sekelas ku undang melalui Wa dan Dosen juga ku undang, berharap mereka datang memberikanku semangat.
Tapi aku ragu untuk mengundang seseorang, yaitu Haidir. Mantan terIndah yang pernah aku miliki... Sakit hatiku terbesit kala Om mengajakku menikah padahal aku ingin menikah dengan Haidir. Ya apalah dayaku, apapun ceritanya keluargaku yang paling utama dimataku.
" Kak mau ketemani dikamar?".
Kata Aya ramah sambil mengetuk pintu.
" Fajar juga ada loh kak!".
Kata Nem, mereka bersemangat.
Kubuka pinta dan 3 Algojo muai merayuku dengan kata-kata yang aneh menurut ku.
" Sering-sering pulang ya kak. Meski sudah kawin nanti, Ya kak...?".
__ADS_1
Pinta Fajar dengan manja padaku.
" Kakak sih tiba-tiba kawin sama Om Jojo kan kami kaget. Sejak kapan kak?".
Tanya Nem dengan nada menggodaku
" Ah bohong...! Katanya kak gak selera tapi diembat juga. Mana yang betul? Aku saja mau kalo Kakak ijinkan aku gantiin deh...?!".
Kaya Aya seraya merayuku dengan genit.
" Sudahlah. Kalian sering kerumah Kakak saja, ajak Bapak dan Ibu dek. Nanti Kakak jeput lah. Aman itu oke..! Sudah jangan bawel...!?".
Kataku sambil senyum.
Kupeluk adikku dengan bangga dan sedih.
Bercucuran airmataku melihat polosnya adikku.
' Demi mereka dan masa depan mereka aku harus tahankan apapun penderitaan yang akan kualami kelak. Janganlah sampai seperti aku lagi, cukup sudah!!'.
Gumamku dalam hati.
end....
Pukul 6 pagi selesai subuh kami bergegas ke gedung acara. Disana sudah menunggu MUA dan banyak baju ganti disana. Semua pernak-pernik juga lengkap. Ruangan pengantin dibedakan dengan ruang keluarga untuk berhias.
Slash......π«
Tak lama aku duduk diam disofa, calon suamiku tiba dengan pakaian Koko dan sarung pertanda selesai solat subuh langsung kemarin. Terkejut batin aku melihat penampilan Om yang dewasa seperti Ustad Quraish Shihab favoritku.
" Hei, Jangan dipandang nanti bisa jatuh cinta loh. Aku tampan kan? Bahaya?!".
Kata Om sambil duduk di sampingku dan membuka HP.
' Gila. Ini calon imamku, Subhanallah.... Alhamdulillah Soleh juga imamku ini. Tapi agak mesum sih, itu yang kubenci darinya!'.
"Hati-hati sayang nanti kamu yang minta loh?" Katanya dengan tertawa terbahak-bahak.
Iiiih.... Kesalnya aku lah. Palak kali awakπ
" Om jam berapa mulainya?".
Kataku bertanya padanya.
"Tuhkan kamu sudah tak tahan jadi istriku? Kan aku ganteng dan impian semua wanita???! Siapa yang tak tertarik padaku? Ya cuma kamulah sayang...!".
Ketus Om dengan percaya diri berlebihan.
Aku dirias oleh seorang profesional menurutku dan nyaman sekali dipegangnya.
"Aku mau yang natural, jangan mencolok! Aku tidak mau terlihat seperti main Lenong!" Pintaku dengan nada tegas.
" Awas mbak. Calon saya memang galak!". Ketusnya sambil mengejekku.
Selesai rias ini dan itu pukul 8 pagi juga. Aku sudah siap dirias dan mendatangi ruang rias keluargaku.
Ku sujud dikaki Ibu dan Bapakku.
"Pak maafkan Ulan ya. Ulan banyak salah. Terimakasih telah membesarkan ku dengan kasih sayang melimpah! Nikahkan Ulan ya pak. Restui pernikahanku. Aku sayang Bapak!" Sambil kucium tangan orang tuaku.
" Iya sayang, jadilah istri yang baik dan penurut. Dengarkan kata suamimu karena sekarang dia imammu dan pelindung bagimu. Layani dan ikuti dia kemanapun ia pergi. Jangan melawan ucapannya sayangku! Bapak restui pernikahanmu dan Bapak ikhlas. Bapak akan nikahkan kamu dengan Pria yang menjadi imammu!".
Kata Bapak sambil menangis dan memelukku lalu mencium keningku.
__ADS_1
Lalu kuraih Ibuku, dan kucium kakinya.
" Ibu maafkan salah Ulan selama ini, restu Ibu bahagia pernikahanku. Doa Ibu penolong untuk rumah tanggaku. Terimakasih Ibu sudah memberikan kasih sayang yang tiada Tara pada ku sejak kecil dan merawatku hingga besar. Restui pernikahanku!".
Pinta ku dengan lembut.
" Maafkan Ibu sayangku, Ibu sudah maafkan Ulan. Jadilah istri yang baik, ingat hidup hanya sekali dan cinta sejati juga sekali sygku. Jangan susahkan suamimu ya sayangku...!".
Kata Ibuku menangis sengkukan.
Jam 8.30 pagi tiba dan Acara Ijab Kabul.
Kua membuka acara, dan aku masih diruangan kami sembari menunggu ijab kabul selesai diucapkan.
Ku dengar suara lantang Bapakku,
" Kunikahkan dan kukawinkan Ulan Nafisa Anggara binti Marzuki Anggara anak kandung ku dengan saudara Ben Joshua Malik dengan mahar tersebut dibayar tunai...!".
Ucapan Bapakku bergema ditelingaku.
" Saya terima nikah dan kawinnya Ulan Nafisa Anggara binti Marzuki Anggara dengan mahar tersebut dibayar tunai..!".
Kata Om dengan suara lantang dan bergema keseluruh ruangan. Si Tampan yang sebentar lagi jadi suamiku.
" Bagaimana para saksi? Sah? Sah....?".
Kata KUA bertanya pada para keluarga yang hadir menyaksikan.
Kua bertanya pada saksi...???π₯
****Sah.....sah.....sah.....aaah***
Seketika itu.....!
Statusku.....!
Berubah jadi Nyonya Malik
Istri dari Ben Joshua Malik.
Aku keluar ditemani Ibu dan nenekku alias mertuaku. Dan aku duduk disebelah suamiku, diciumnya keningku lembut dan memasangkan cincin kawin kejari manisku.
Kua memberikan penjelasan singkat tentang hak dan kewajiban kami. Masuk kiri keluar kanan kubuat hanya suamiku yang mendengarkan nya dengan hikmat. Kini waktunya berpose sambil memegang buku nikah.
Dan aku masih saja cemberut karena pernikahan ini yang menurutku tak adil.
" Kalau kamu begitu terus setelah ini kita malam pertama sayang?! Jadi tolong mengertilah. Senyum yang bagus!".
Katanya dengan berbisik ditelingaku.
Aku yang mendengarkan sontak terkejut dan senyumku bermekaran, Bak artis.
Aku kesal dan menginjak sepatunya, lalu tersenyum kecil.
' Rasain, makanya jangan usil...!!'.
Gumamku dalam hati π
Takut dengan ancaman suamiku itu. Tidak usah dipancing, buaya itu bakal mangap saja kalau ada seonggok daging segar.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
__ADS_1
Karena komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€