
Keesokan paginya aku cepat bangun dan seperti biasa solat subuh dan membantu Ibu didapur. Dan Bapak serta adikku menjalankan aktifitas setiap harinya, hari ini aku berencana naik Gojek online agar tidak terlambat ke kampus karena ada tugas yang belum ku selesaikan.
Diluar rumah terdengar klakson yang membuat kami gagal fokus sarapan.
Tin....tin.....tin......ti.........iiinnπ’π£
Ibu mengintip dan tersenyum, Ibu keluar melirik sejenak dan menghampiri.
" Cari siapa ya pak...!".
Ibu kelihatan bingung dan sepertinya Ibu sudah tahu tapi pura-pura gak tahu aja.
" Saya disuruh tuan untuk nganter nyonya ke kampus, mulai hari ini saya yang bertugas nganter nyonya kemana saja seharian. Itu perintah tuan Malik buk?!".
Kata supir itu dengan begitu sopan.
" Sudah sarapan pak? Kalau belum ayo sarapan bersama kami, kebetulan kami masih mau sarapan!".
Ibuku geleng kepala sambil tersenyum.
" Makasih buk, saya sudah sarapan dirumah tadi. Saya tunggu diluar saja!".
Katanya dengan lembut dan hormat.
Ibu kembali menuju dapur dan aku sudah siap sarapan. Ibu menggelengkan kepala sambil tersenyum manis melihatku.
" Kenapa Bu? Menang lotre ya?".
Kataku mengejek Ibu yang tersipu malu.
" Itu diluar. Om mengirim supir buat anter jeput kami ke kampus, gitu katanya!!".
Ibu memainkan mata kebapak.
Adikku berlarian keluar rumah, tebakan ku tepat Alphard yang diparkir didepan rumah.
" Kakak anter kami kesekolah ya! Sekalian!". Kata Aya sambil memohon.
" Aku juga mau. Ya kan Fajar?".
Kata Nem sambil melirik Fajar.
" Jarang-jarang kita naik Alphard kak. Boleh ya? Boleh ya kak?".
Kata Fajar memelukku dengan erat.
" Ya sudah berangkat sana. Kakak belakangan saja tidak apa kok..!".
Kataku dengan datar.
" Bilang lah sama sopir, nanti dia gak mau kak? Tolong ya kak?".
Kata Aya cemas.
Aku keluar dan meminta pak supir mengantarkan adikku dulu. Dan supirpun mau mendengarkan permintaanku.
end....
Sejam kemudian supir kembali dan langsung mengantarkan aku ke kampus.
"Nyonya... Kampusnya dimana?".
Kata supir sopan dan agak cemas.
"Aduh pak, Jangan panggil nyonya, nama aja pak. Risih pak!".
Kataku agak protes padanya.
" Takut tuan marah. Itu sudah ketentuan, nyonya!".
__ADS_1
Katanya takut.
"Terserahlah. Om kurasa salah minum obat ya pak... Kok tiba-tiba berubah manis ya. Biasanya galak dan sadis, Iiihh? Merinding aku membayangkan Si Mesum itu?".
Kataku mengejek Om didepan supir.
Supir tertawa geli dan terbahak saja.
"Kenapa nyonya bilang tuan begitu? Tuan orang baik loh dan begitu hangat serta peduli. Nyonya beruntung mendapatkan tuan. Dia orangnya mapan, mandiri, baik dan ramah kesemua orang...!".
Kata sopir sembari memuja dan memuji tuan nya layaknya Dewa.
" Ah...! Cuma aku yang tahu bagaimana dia. Bapak tahu apa?".
Kataku kesal.
Gak lama kami melaju akhirnya sampai,
" Saya tunggu disini nyonya....!".
Tegasnya dengan lantang.
" Tidak usah pak pulang saja kerumah, saya pulang naik angkot saja...! Gampang!".
Kataku singkat.
" Nanti saya kena marah nyonya, tolonglah saya. Jangan mempersulit pekerjaan saya?". Pinta sopir padaku seraya memohon.
" Ya sudahlah. Aku berangkat ya pak!".
Semua mata terpanah melihat aku keluar mobil Alphard dan mencari ke kantin.
"Apa lihat lihat. Biasa napa? Kayak lihat hantu saja melotot itu mata? Selow lah bro...! Kayak setan saja yang lewat?!".
Kataku kesal dan agak marah.
" Beb...? Naik Alphard ya. Ngerih kali ah kawan awak satu ini. Alphard loh beb....1M harganya. Cuit....cuit.....!".
"Biasa aja. Pinjem disorum!".
Kataku datar tanpa ekspresi.
Rony teman sekelas ku juga.
" Dapat tubang dari mana kau?".
Katanya mengejekku tepat sasaran.
"Aku dijodohkan, dalam waktu dekat bakalan merit woy....!".
Kesalku sampai hampir menangis didepan para sahabatku. Wahyu, Natanael, Roni, Ahmad, Salman, Maretno, Seto, Yudi, Darwis adalah sahabat ku yang paling dekat denganku.
Apapun tidak bisa kusembunyikan dari mereka, berhubung dikelas aku cuma mahasiswa perempuan. Jadi mereka selalu melindungi ku dan selalu bersamaku, mereka manja padaku seakan aku ini induk ayam.
" Apa beb? Dijodohkan?".
Wahya begitu terkejut sambil sontak berdiri memegang wajahku dan menatapku melotot.
" Ini tiak bisa. Aku takk terima, lalit sibagi zaman Siti Nurbaya lih? Ngo zaman canggih kita e...!( Gak zaman nya Siti Nurbaya lagi bro? Kita zaman milenial ini ya...!)".
Itulah kira kira artinya. Nael marah dan kesal dengan ucapanku.
" Eksekusi dia ke rungan atas. Kita selesaikan hari ini juga!".
Kata Darwis sambil berjalan menaiki tangga. Badanku diseret saja menuju ruangan itu.
"Bagus kalian bunuh saja aku, daripada aku kawin paksa?".
Kataku menangis terisak Isak...!! Sesak lah nafasku.
__ADS_1
" Yang betulkah beb? Jangan kau takuti kami. Jantungan aku!!".
Kata Rony sambil mengelus dada seraya bersabar.
" Berdosa kau kalau Tipu, kami semua tega kau tipu beb. Yang parah lah!".
Kata Ahmad sambil menggelengkan kepalanya.
" Coba tanya bagus bagus dulu! Takut kalian buat dia...! Jangan dipaksa".
Kata Seto melemah padaku.
" Betul ya kamu mau kawin?".
Kata Maretno meyakinkan lagi.
" Karena hutang Budi, orang tuaku menikahkan ku dengan Om. 21 tahun lebih tua dariku...?!!!".
Kataku dengan tangisan keras.
Gluduk.....gluduk.....gluduk...π₯
Jedeee.....eerβ‘β‘
Petir seperti menyambar hati mereka setelah aku berbicara jujur.
Mereka terpaku menatapku sambil meneteskan air mata, dan memelukku.
" Sabar ya. Mungkin ada rencana indah dibalik semua ini beb. Kami selalu bersamamu kapanpun diminta. Ya kan bro...!!".
Kata Yudi meyakinkan ku dengan semua anggukan kepala dari sahabatku itu.
Mereka menatap dengan iba padaku.
" Allah tidak akan memberikan cobaan kepada umatnya diluar batas kemampuan nya. Jadi bersyukur saja lah. Jangan mengeluh lagi, jalani saja. Kan ada kami. Kapan acaranya...?! Kami datang kok?". Salman menepuk pundakku hangat dan memelukku.
"Tgl 17 bulan ini Sabtu pagi nanti kukabari dimana tempatnya...!!".
Tangisku pecah didepan mereka.
Mereka iba dengan nasipku, Nael dan Darwis menangis pecah bersamaku Karena merekalah yang paling manja padaku.
" Sabar ya Beby! Sedihnya aku?".
Kata Nael sambil memelukku erat sekali.
" Sudahlah, takdirmu itu? Kemanapun kau lari kalau kata Tuhan itu jodohmu. Jumpa juga nya kalian nanti dipelaminan!".
Kata Ahmad sambil membelai pipiku.
" Meskipun lari keujung langit, bakal ketemu dan jumpa dipelaminan juga, beb? Sabar!".
Kata Seto lembut mengelus kepalaku.
" Hiks...!!! Ya makasih!".
Kataku sambil sengkukan.
Kulirik mereka, tak kusangka mereka begitu sedih dan peduli akan nasipku. Ya... Merekalah selama ini yang menghiburku dan membantuku selama 5 Semester ini.
Sumpah... Aku dendam kali sama Om karena dia sudah menghancurkan semua hal indah yang dulu pernah aku miliki. Wajar bila saat ini, aku dendam pada orang yang membuatku begini.
Tidak ada syarat menjadi sahabat, tapi ada perjanjian dalam menjalaninya. Selalu bersama dan saling menghargai satu sama lain, jadikan perbedaan itu adalah keIndahan. Jadikan kelemahan itu adalah kekuatan, saling menutupi kelemahan dengan kelebihan yang ada satu sama lainnya.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
__ADS_1
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€