Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Hinaan Terhadapku


__ADS_3

Selesai sudah... Sore pun tiba. Diliriknya aku yang masih tertidur pulas karena olahraga siang hampir sejam penuh tanpa jeda alias iklan. Bagiku sungguh melelahkan karena ini yanh kedua dalam sehari, demi uang 500rb.


Kuterlelap dan samar-sama kudengar si Om genit memanggilku dan mengelus pipiku.


"Sayang... Aku pergi kerumah sakit meski sudah terlambat. Kalau ada apa-apa minta tolong supir, karena standby dirumah. Aku akan sangat merindukanmu!!".


Katanya sambil mengecup bibirku.


"Hm.....mmm ! Jangan ganggu!! Aku lelah!". Kataku manja dan memeluk guling ku.


Suamiku itupun pergi meninggalkan ku dan langsung kerumah sakit.


Sampai dirumah sakit, Dr. Ben Joshua Malik nama panjang suamiku itu mendapatkan setumpuk berkas yang harus dikerjakan dan 3 Jadwal operasi besar Jantung.


Sebagai dokter dia tentu sangat disiplin dan tegas, semua karyawan baik Dokter dan Suster hormat padanya, ya karena itu rumah sakit miliknya. Meskipun begitu dia tidak sombong ataupun tinggi hati, banyak Dokter sejawatnya yang menaruh hati bahkan sampai tergila gila dengan suamiku yang super ganteng itu.


Sayangnya... Hanya aku saja yang kurang suka padanya karena genit dan mesum. Entah apa yang merasukinya, setan mana yang merasukinya. Sehingga jika dia bersamaku dia selalu genit dan manja nya. Padahal aslinya Dia galak, dingin, tegas dan disiplin. Parahlah pokoknya...πŸ˜†


Gak bisa dibayangkan kenapa Ben Joshua Malik itu berubah seperti anak kecil jika bersamaku. Aku yang salah atau memang dia yang bermasalah. Susah dimengerti...πŸ˜‰


Hampir 2 jam ia mempelajari dan menandatangani berkas yang dimejanya, tapi meski lelah dan penat dia tetap konsisten dengan pekerjaan nya.


Dia mengambil Hp dan mulai menggodaku lagi dengan ancaman mautnya.πŸ“²


Kemudian dia chat aku πŸ’¬


" Sayang...! Lagi apa? Aku jenuh nih, banyak sekali yanh kukerjakan. Aku sangat merindukanmu! Sangat... merindukanmu?". Itulah isi Wa nya.


Sementara itu diruang tamu nonton TV dengan keluargaku, jadi HP kutaruh di kamar. Karena tidak ada balasan, dia agak kesal.


"Sayang...? Kamu kemana? Aku cemburu loh!!! Ayolah temani aku sejenak, aku lelah sayanh? Ayolah jawab aku? Kamu dimana?". Itu pesan Wa kedua...πŸ’¬


Hampir 10 menit tak kubalas dia sangat kesal setengah mati, akhirnya egois Si Om genit itu keluar aslinya. Dia menelpon Pak supir yang sedang bergabung bersama kami di ruang tamu untuk sekedar bersenda gurau.


Ring.....ring.....ring.....ring....πŸ“²


HP Pak supir berbunyi, diliriknya dan sontak pak supir pucat dan gugup


" Ya tuan ada apa?".


Tanya nya dengan gugup.


" Mana nyonya? Kenapa HP nya tidak dibalas? Dia dimana sekarang...?".


Katanya dengan sangat marah.


" Nyonya lagi asik nonton TV tuan!".


Kata Pak supir dengan begitu takut dan gugup sekali.


"Mana dia? Aku ingin bicara! Cepat berikan padanya sekarang juga. Cepatlah...!!!".


Pintanya kesal dan sangat marah.


Pak supir memberikan Hp nya padaku


" Nyonya. Tuan mau bicara!!!".


Kata Pak supir kepadaku dengan gugup.


Aku menyapa seperti tak ada kejadian,


" Ya... Ada apa?".


Kataku.


" Aku lelah. Dalam waktu setengah jam kalau belum sampai juga. Aku yang kesana, kulahap habis kamu sayang!".

__ADS_1


Katanya dengan nada tinggi.


" Hah? Mana sempat...! Aku harus ganti baju dulu dan siap-siap...! Bikin kesal aja??!".


Kataku dengan nada bicara agak tinggi.


" Kutunggu ya sayang. Jangan lupa bawa bontot, aku lapar! Dandan yang cantik...!?".


Pintanya lagi padaku.


Kali ini nada bicaranya begitu baik dan lembut. Sampai Akupun jadi bingung sendiri.


" Iya aku segera kesana, mau kubawakan apa lagi? Cepat bicara yang jelas...!?".


Tanyaku geram dengan gigi rapat.


" Bawakan aku tubuhmu yang mungil dan wangi itu. Jangan lupa pakaian yang kubeli tadi untukmu bawa saja kemari!".


Katanya licik sambil menggodaku.


Hah? Yang benar saja sih? Iya boleh...! Tapi tips nya 5 juta... Bagaimana Tuan?".


Tanyaku padanya sambil menggoda dia dengan kesal.


" Jangankan 5 juta, seluruh hidup kuberikan!". Katanya geram kepadaku.


"Iya nih mau OTW.... Tunggu saja disana!". Kataku sambil memberikan HP tadi pada supirku dan mereka pun entah membicarakan apa aku tak paham.


Kuberanjak dengan berat hati menuju kamar mengganti baju, dan sesuai titahnya aku harus membawa baju aneh yang diberikan si Om genit nan mesum itu padaku.


" Hah? Yang benar saja? Dia beri aku perintah yang aneh-aneh. Masa aku disuruh bawa baju tidur tipis seperti saringan kelapa begini. Pasti otaknya sudah mereng dan error, salah minum obat dia. Tidak bisa dipahami... Huh?".


Kataku menggerutu sambil ganti baju.


Sebelum pergi ibu memberikan bontot kepadaku untuk suamiku itu, kubawakan juga aneka kue.


Pesan bapak padaku.


Setibaku dirumah sakit, aku jadi tontonan orang banyak. Semua mata karyawan tertuju padaku dan Dokter yang sebagian menatapku dengan sinis.


"Hei tuh lihat, anak kecil seperti itu yang dinikahi oleh Dokter Joshua loh. Masih kecil tapi penggoda juga...!".


"Wajah sih lugu, tapi nakal...! Anak Zaman sekarang tidak tahu malu ya...?".


"Iya itu dia, bocah ingusan yang sudah menjebak Dokter Joshua untuk naik ke ranjang nya? Sungguh miris sekali...!?".


"Sungguh hina anak zaman sekarang, gak tahu sopan santun pula. Jijiknya lah aku melihat wanita seperti itu. Huueeek....!".


Itulah sebagian perkataan hinaan yang kudengar saat tiba di rumah sakit, masih sampai lobi saja semua orang menghujatku ini dan itulah. Alangkah sakitnya hatiku, mendengar kata-kata yang seperti racun itu dalam hidupku. Tidak kuat kutahan dan kuteteskan airmataku.


Ku buka Hp dan Call si Jojo genit...πŸ“²


"Ku tak ingin menginjakkan kaki disini, karena tak seorangpun ingin melihatku. Lebih baik aku pulang saja!!".


Kataku padanya dengan nada membentak


Tut...Tut...!!! πŸ“²


Kuputuskan percakapan ku.


Si Jojo berlari kearah lobi dengan kencang, banyak orang yang memperhatikan ada apa dengan sikapnya itu. Sedangkan aku ingin melangkah maju ke depan dihadang oleh Dokter Mery..


" Kau pikir mudah menjadi istri nya? Kau harus tahu bagaimana seharusnya dirimu berada! Perempuan murahan! Jangan injakkan kakimu disini. Tak ada tempat untuk wanita sepertimu disini!!".


Katanya sambil membentakku kasar.


2 Dokter yang sejawat dengan nya kemudian mendorongku dan membuatku jatuh terduduk, seketika aku jadi tontonan orang banyak. Keluarga pasien dan perawat banyak yang melihatku, sebagian kasian denganku sebagian pula yang menghujatku sebagai wanita murahan karena menikahi orang tua.

__ADS_1


Mery merampas dan menuangkan diatas kepalaku bontot yang diberikan Ibu kepadaku untuk kuberikan pada suamiku, alangkah malunya dan terhina nya diriku. Seorang sekurity datang dan menolongku, langsung saja kutepis tangan nya.


" Jangan sentuh aku, jika anda menyentuhku maka mereka semua akan kembali menghinaku. Biarkan saja aku, jangan lihat aku seperti itu...!".


Kataku sinis dengan air mata yang berderai.


Tak lama kukatakan begitu, kurasakan hawa dingin menghampiriku.


Jojo melihatku duduk dilantai dengan makanan yang berserakan dilantai dan ditubuhku menempel sebagian makanan itu. Dia berlari dan seketika itu berteriak keras seperti petir di siang hari.


"Siapa? Siapa yang membuat mu begini?".


Tanya nya padaku yang saat itu hanya diam saja dan menangis.


Dia melirik kesemua orang yang sedang melihat disana.


"Siapa? Siapa yang berani menghina istriku? Sekurity.....???! Mana sekurity?".


Dengan nada marah dan suara terdengar menggema satu rumah sakit.


Sekurity menghampiri Jojo dan terdiam,


"Mata mu buta... Hah? Dia nyonya Malik... Istriku? Majikanmu? Jawab aku jujur, ulah siapa ini? Jawab aku... Hah?".


Katanya membentak sekurity yang diam terpaku dan mematung seperti batu.


Sekurity melirik Mery dan temanya, tapi dia takut untuk berkata langsung...


"Oh jadi ulah mu? Kemasi barang mu dan keluar sekarang dari rumah sakit... Jangan pernah kembali...!. Aku minta rekaman CCTVnya, siapapun yang terlibat pasti akan kusingkirkan?!".


Katanya marah dan tatapan mata tajam.


Semua mata tertuju pada suamiku itu,


Jojo menggendongku memasuki ruangannya, dengan wajah sedih.


'Baru saja dapat kepercayaan nya sudah hancur lagi... Usahaku sia-sia. Tapi kasihan dia harus menderita karena ku, jangan membenciku lagi sayang.....!!?'.


Gumamnya dalam hati.


Jojo menatapku dan mengajakku berbicara, tapi aku hanya tertunduk dan diam seribu bahasa lagi.


"Sayang maaf ya. Aku terlambat datang, seandainya aku tak memintamu datang. Mungkin penghinaan ini tidak akan terjadi padamu. Sayang maafkan aku ya..!".


Kata nya sambil menyesakan sekali.


Aku hanya diam dan diam saja, entah kenapa aku tak sadar sudah ada dimana. Aku hanya menatap sosok pria yang memanggilku sayang itu dengan samar dan ragu siapa aku? Siapa dia?.


Ah.....!!! Akupun tak tahu jelasnya. Sungguh trauma sekali aku, hingga gak ingin mengingatnya kembali setelah ini.


Dibawa nya aku kedalam kamar mandi dan dimandikannya aku hingga bersih, kemudian dia menutupi tubuhku dengan kain yang ada diruangannya.


" Minumlah ini dan istirahatlah sejenak...!".


Pintanya lembut padaku sambil memberikan pil dan air minum hangat.


Dia memberikan aku obat dan aku dipeluknya dengan erat. Sehingga aku tidur tak sadarkan diri, mungkin yang kuminum semacam obat penenang atau apalah.


Gawat, kalau ingat kejadian gini. Merinding aku. Tapi itulah secuil ingatanku masa lalu,


"Jangan biarkan masa lalu dan kenangan pergi, sebab kita hidup dalam kenangan masa lalu yang membuat kita dewasa!" by Optimus Prime - Transformers AutoBots


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,

__ADS_1


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2