
" Masuklah Smith ".
Smith pun masuk ke ruangan Abi.
Melihat Abi makan tidak berselera, Smith pun heran.
" Apa badan kamu kurang enak Bi ? gak sehat ?".
Abi menggeleng.
" Suasana hati kamu kayaknya lagi down Bi....".
Abi mengangguk.
" Mau cerita ?, mudah mudahan bisa memberi masukan dan solusi."
Air mata Abi mengalir .Smith langsung memeluk Abi.
" Kenapa Bi?, cerita."
" Kakek sakit, "ujar Abi sesengukan menangis dalam pelukan Smith, pecah sudah tangisan nya yang dia tahan selama ini.
" Terlalu renta dan beresiko buat pengoperasian kakek, " ujar Andien tersedu sedu.
Smith menghapus air mata Abi, dia tahu bagaimana perasaan Abi, sangat berat.
" Sebenarnya kakek menitipkan kamu pada saya Bi, menjaga kamu, menyayangi kamu dan gak menyia nyiakan kamu.Bahkan saat saya bilang mau melamar kamu , kakek langsung meng iya kan.Dia bilang, hal paling dia tunggu melihat kamu menikah dan mempunyai anak ."
" Apa kakek cerita ke kamu, dia sakit ?".
" Tidak Bi. "
" Posisi tumor kakek berada lumayan sulit , entahlah Smith, semakin di tunda ,semakin beresiko."
Smith memeluk Andien dengan erat.
" Kakek sudah tepat datang ke Swiss Bi, dokter Ronald sangat paham tentang masalah saraf dan bagian kepala. Banyak pasien sulit , berhasil selamat di tangannya."
" Aku sangat menyayangi kakek Smith, aku gak mau kehilangan kakek ".
__ADS_1
" Kamu harus kuat Bi, apapun yang terjadi, bepikiran yang positif ,maka akan mendapatkan hasil yang positif."
" Kamu mau menikah denganku Bi ?".
" Aku meragukan pengusaha Smith ".
Smith hanya tersenyum.
" Waktu akan membuktikannya Bi."
" Mau seberapa lama orang pacaran, menikah, jika memang pisah yah pisah,namun jika memang saling dalam segala hal, maka semua akan bisa dilalui. Gak ada rumah tangga yang mulus ,namun butuh ketulusan, pengertian."
" Kamu pegang kata kata aku ya Bi, aku akan menyayangimu, menjaga keluarga kita, menjaga anak anak kita kelak. Aku akan selalu menomor satukan keluarga.Janjiku sama kamu dan Tuhan."
" Janji sekarang karena ada maunya, karena belum dapatkan aku, gitu mendapatkan ,kamu bakalan bosan, bakalan lebih sibuk dengan dunia kerja."
" Sesibuk apapun aku Bi, aku akan jagain anak kita, beneran."
" Teori. . ..,praktek belum tentu."
" Makanya Bi, kita praktekkan."
" Apapun akan aku usahakan buat kesembuhan kakek, kita sama sama menghadapinya. Apa tante tomboy sudah tahu ?".
" Belum, beberapa hari lagi akan kesini Smith."
" Lebih baik tante tahu, bagaimana pun itu papa nya."
Abi mengangguk.
" Jangan sedih lagi, kakek akan lebih down melihat kamu sedih , kita orang sekitarnyalah yang bisa membuat dia berpengharapan Bi."
" Lapar Bi ?".
Abi menggeleng.
" Kamu ini aneh Bi, orang stres bawaannya makan, kamu enggak, lagi gak ada masalah baru kelaparan."
" Ihhh...,kamu ngeledekin aku aja dehhhh".
__ADS_1
" Pacar aku itu memang menggemaskan. Pipinya , alis lebatnya, walau tomboy pesonanya sangat sangat besar."
Dekapan dan usapan Smith begitu membuat Abi nyaman.
" Dion kenapa disitu ?".
" Lagi ngitungin nyamuk Bi, sambil nguping ,sebenarnya Dion cembokur alias cemburu sama aku Bi, dia masih jomblo,aku duluan laris dari dia Bi, hahahahha".
" Ke PD an dehhhh".
" Fix ,nyata Bi."
" Berat lawan Dion Bi, berat....".
" Sumbangsih Dion jomblo itu kamu Smith, kamu terlampau dilayani, maunya banyak," ujar Abi dengan suara kencang biar kedengaran Dion.
" Benar Bi...,benar....," ujar Dion ngakak.
" Kenalin teman kamu Bi, ke Dion, siapa tahu jatuh cinta Bi."
" Maunya eyyyy....," ujar Abi menahan tawa.
" Bully terus tuan dan nyonya, hamba hanya rakyat jelata."
Smith langsung menepuk bahu Dion.
" Sabar mas Bro, penantian panjang, akan berbuah manis, contohnya saya."
Dion pun mengangguk.
🥰😍🥰😍🥰😍🥰😋
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1
"