Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
USG


__ADS_3

Ibu Jojo masih sadar dan tersenyum,


" Tolong dulu istrimu, Ibu masih bisa berdiri sayang. Ayo lihat dia, bawa dia kekamar dan periksa kondisinya...!!".


Kata Mommy.


" Ibu bagaimana?".


Tanya Jojo kepada ibu.


" Cepatlah. Nanti Ibu susul keatas, kan ada Bibi Jur... Ayolah sayangku cepat?".


Kata Ibu kepada Jojo.


Jojo berlari keatas dan menggendongku kekamar untuk berbaring. Jojo membuka laci meja nya dan mulai mengeluarkan alat ajaib miliknya dan memeriksa keadaanku yang pingsan itu.


" Ayolah bangun sayang? Jangan buat aku takut?".


Kata Jojo kemudian membersihkan tangan nya dan membalutnya sendiri agar darah tidak mengalir.


Tak lama setelah itu Ibu masuk dan membaringkan Ibu tepat disebelahku. Jojo membersihkan luka Ibu dan menyuntikkan obat tetanus dan apalah yang tak kutahu itu. Maklum aku tak orang kesehatan lah.


Kali saja aku tahu mertua indahku yang ada disebelahku? Pasti pembaca tahu apa yang akan terjadi kan?


Ya iyalah... Aku bakalan bangkit dan tak mau dekat-dekat sana itu nenek tua resek. Dia juga hampir membunuhku kemarin itu, ya aku sih masih kesal dan dendam dong sama dia.


Kalau aku tahu... Pasti kucekik dan kujambak. Kuseret keluar rumah dan kusiram air... Sangkin kesel dan dendamnya aku. Aku takut penyakit si nenek sihir mertua indahku menular padaku dan menajangkiti anakku kelak.


Kurasakan tangan yang memeluk ku dengan lembut, begitu hangat. Tapi kok kecil ya? Kubuka mata dan kaget, jantungku hampir saja berhenti berdetak. Darahku membeku dan kurasakan ketakutan seperti mau mati saja. Seperti tersambar petir...⚑


Tetapi aku gagal fokus karena Jojo si genit menangis sambil memelukku. Aku bingung kenapa si Nenek sihir mertua indahku itu bisa seranjang denganku.


Kurasakan awan hitam, perut seakan menyambar, akan ada guntur menyambar ku. Seketika bulu kudukku berdiri dan kusingkapkan tangan nya yang memelukku itu, sumpah jijiknya aku.


" Kenapa sayang? Ibu memelukmu loh... Sekarang ibu akan bersama kita disini. Ok...?".


Kata Jojo tersenyum manis, kulihat wajah tampan nya berseri kembali.


Aku tergoda juga melihat matanya dan hidung yang amat mancung itu... Tapi aku juga kecewa ada setan disebelahku... Sumpah tak habis pikir aku apa yang terjadi tadi, lupa aku.


" Kenapa Ibu disebelah? Apa yang terjadi? Aaah.... Aku lupa....??!".


Kataku dengan nada bingung.


" Ibu tertusuk pisau, untung saja cuma lengan. Setelah Ibu sadar kita kerumah sakit untuk cek lengan yang luka...!!".


Kata Jojo membelai kepalaku dengan lembut.


" Kenapa tangan luka? Aku kaget...!!".


Aku melirik tangan nya yqng dibalut dengan perban dan banyak noda darah.


" Ah tak apa sayang. Kamu tak apakan? Apa ada yang sakit sayang???".


Kata Jojo lagi.


Kelihatannya Jojo memcemaskan aku yang pingsan tiba-tiba tadi dan membuat dirinya Full Panic.


" Cepat mandi sana. Aku tak tahan bau darah yang amis. Aku mau muntah loh?".


Aku mulai merasakan mual,


Jojo mandi, kuusahakan bangun dan menyiapkan pakaian nya.


" Pakaian kuletakkan disamping pintu, oke??? Jangan lama-lama, aku mau masuk!".


Teriakku dari depan pintu kamar mandi.


" Tak apa, masuk saja. Tidak dikunci loh....!!".


Katanya berteriak membalas sahutanku.


" Tidak mau??! Cepatlah...! Atau aku pipis disini saja ya??".


Kataku mengancam sambil berteriak. Karena perutku sudah agak membesar, aku sering sembelit deh.


" Oke. 5 menit lagi sayang? Sabar ya?".


Kata Jojo lagi berteriak dari dalam. Tak lama Jojo keluar seperti terburu-buru dikejar setan yang menakutkan.


Aku masuk dan lupa menutup pintu karena sudah ter...ujung. Si Jojo genit mengikutiku.


" Ah.... Leganya. Untung tongkrongan..? Tak perlu jongkok aku....!!!?".

__ADS_1


Kataku dnegan lega dan nafas lempang. Seketika ku kaget seperti orang kebakaran jenggot.


" Wah....aaah??? Sedang apa disini? Dasar mesu.....uum!!".


Kataku berteriak keras karena kaget bukan main. Aku melemparkan tisu kewajah tampannya itu.


Seketika wajahku malu tak karuan lah, kurasakan kakiku tak mijak lantai lagi.


Si Jojo genit... Jongkok tepat didepanku. Mana kutahu dia nonggok disitu, aku saja pipis sambil tutup mata dan elus-elus perut.


" Aaauuch...! Sayang kok kaget? Memang kenapa sayang? Kok kaget begitu??".


Katanya dengan nada tak bersalah sambil meletakkan tisu pada tempat nya lagi.


" akeluar sekarang....!!! Genit dan mesum? Kelua......aaaarr....!!".


Suaraku seperti petir menyambar karena melengking keseluruh kamar.


" Ah kamu, aku kuatir kamu terpeleset loh. Kan tak apa kalo aku lihat istriku lagi pipis... Toh semua yang melekat ditubuhmu itu sudah kulihat dan kukecup. Hi....hi....hi...hi..!". Si Jojo genit berhasil menggodaku dan buat aku kesal setengah mati saja.


" Aku malu tahu. Tolong lah!!!".


Kataku lembut. Aku mulai malu dan pipiku merah seperti tomat yang matang.


" Baiklah. Aku tak bakalan gangguin kamu lagi sayang. Ha....ha....aaaa! Begitu saja kok malu. Aku bersedia menanggalkan pakaianku didepanmu sayang?".


Kata Si Jojo menggodaku dengan senangnya.


Sekejap kulirik tangan yang besar dan indah itu dibalut oleh perban. Kuperhatikan masih ada sedikit noda darah pada perbannya, membuatku merasa sedih dan kuatir akan dirinya. Meskipun aku kesal, jengkel dan kadang marah padanya. Aku tak ada niat jahat, apa lagi untuk menyakitinya.


Ya benci dan cinta itu beda tipis lah menurutku. Beti loh??? πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Om keluar kamar mandi sambil cengar...cengir kegirangan karena berhasil menggodaku setengah mati. Dan tak lama aku keluar dan kulirik ke kasur.


Haih......????πŸ‘Ž


Mertua indahku...si nenek lampir sudah sadar dan duduk dikasur. Seketika dia tersenyum dan menyapa ku dengan ramah... Tak taulah apa maunya dia.


" Hai sayang? Kamu sudah baikan? Ada yang sakit sayang? Maaf ya....!!?".


Kata mertuaku itu padaku dengan tatapan sedih seperti mau menangis saja.


Aku tersentuh....dan pipiku merah. Mataku melotot sambil menaikkan alisku sebelah, kaget lah batinku saat ini.


' Hah? Tak salah dengar aku? Yang benar saja... si nenek lampir kok baik??? Dikasi minum obat apa sama si mesum? Otaknya geser entah dimana... Ah? Sumpah aku seperti takk percaya... Heh?.


" Sayang....? Ibu tanya kamu tuh? Kok bengong begitu? Hei......????".


Kata Jojo menatapku heran saja.


" Ah iya. I'm fine. Makasih....!".


Nadaku datar masih dengan ekspresi tadi.


" Maafkan aku sayang? Aku salah? Sekarang aku akan mulai menerima mu, tolong ajari Ibu untuk mencintaimu sayang?".


Kata Si ibu mertua indahku itu meneteskan air mata, mewek, dan aku diam saja. Datar...


" Baiklah. Aku akan membuka hati, aku juga minta maaf ya nyonya Malik!".


Aku canggung menyebut nama itu.


" Panggil saja mommy!!! Oke!!".


Kata Ibu main mata kearahku.


" Baiklah. Ayo Ibu kita periksa kerumah sakit untuk perawatan selanjutnya. Biar tahu saja!". Kata Jojo membantu Ibunya berdiri dan memapahnya.


" Tidak usah sayang... Bantu saja istrimu jalan. Lihat kakinya bengkak, Ibu bisa jalan sendiri....!!".


Kata Ibu bangkit dan menuju mobil yang disiapkan pak Jamal


Aku, mommy dan Jojo menuju rumah sakit tempat Jojo bekerja. Ibunya berada di UGD dan aku menghadap dokter kandungan. Jojo mengurus Ibunya dulu dibawah dan aku dilantai 3.


Zack melihatku mengantri untuk dipanggil dan menghampiriku.


" Hai....bocah kecil? Antri?".


Katanya Zack menggodaku seperti biasa.


" Iyaa. Lagi nunggu dipanggil saja. Ada apa? Mau menggangguku lagi ya??".


Nada ketus keluar dari mulutku.

__ADS_1


" He....he....he....eee. Begitu saja marah? Mana Jojo genit mu itu? Tumben sendiri...?".


Tanya Zack melihat disekeliling ku.


" Si nenek lampir alias mertua indahku itu dibawah, kena tusuk pisau sama si wanita gila yang otak geser. Kalau tak salah namanya Bella!!! Ah... Tak penting sih bagiku..!!".


Nadaku datar dan ketus sama si Zack.


Matanya membulat dan keringat dingin bercucuran. Zack kelihatannya kaget.


" Kamu yang bener ya kalo bicara. Bohong itu dosa... Tahu tidak?".


Kata Zack sedikit gugup.


" Iya benar, Zack genit, tak percaya lihat saja di UGD. Si Jojk genit juga pasti seperti gosokan disana. Tak percaya lihat sendiri?".


Kataku tertawa kecil didepannya.


" Ya sudah. Ayo aku temani kedalam. Kebetulan Dokternya temanku kok. Ayo..!". Zack menyeretku kedalam tanpa menunggu panggilan dari antrian, ya aku manut sajalah. Lumayan tak antri sih. πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


" Ini dia. Ny. Ben Joshua Malik. Lihatlah dr.Weston...?".


Kata Zack, sepertinya si dokter kandungan kaget melihatku, dan bingung gitu.


" Tak usah dilihati secara detail, Jojo yang galak dan kejam saja manut dan tunduk mendengar perintahnya. Ini dia imbang si Jojo itu... Yg pernah kubilang loh???".


Kata Zack mengejekku.


" Yang benar Zack...? dr.Yang juga kemarin ngomong begitu, aku tak percaya. Ini benar kan? Jadi penasaran aku....?".


Tanya Weston masih kaget melihatku dan bingung lah.


" Iya loh. Awas nanti kalau ny. Malik marah... Jojo yang garang saja lewat. Ha...ha....aaaa tak percaya kan? Kau bisa buktikan?. Aku telpon dia sekarang ya???".


Kata Zack lagi menjelaskan detail.


" Iya coba saja. Aku mau lihat!!!".


Kata Weston dengan penasaran.


" Mereka Sokter yang tak waras, mempermainkan aku sesuka hati mereka saja. Hah? Tidak beda jauh dari Jojo genit itu, apa semua Dokter itu menyebalkan ya? Sumpah aku tak suka lama-lama disini?'. Gumamku dalam hati.


" Umurnya berapa ya!??".


Tanya Weston sambil senyum-senyum tak jelas begitu melihatku.


" Masuk 20 tahun, kenapa dok?".


Tanyaku lagi.


" Waduh. Sapi tua makan rumput muda, pantesan saja Jojo jarang masuk kerja belakangan ini. Haih? Haih....?".


Kata Weston mengejek lagi, kali ini tepat pada sasaran 100% tak meleset.


Tak lama setelah itu si Jono genit datang tergesah-gesah seperri lari 10 km saja.


" Maaf ya, aku tak terlambatkan? Zack?".


Tanya Jojo kepada Zack.


" Tidak kok. Ayo kita lihat perkembangan anakmu? Penasaran aku dengan calon menantuku itu?".


Kata Zack senyum-senyum tak jelas melirik kearahku.


" Ayo kita mulai saja! Semua persiapan OK".


Kata Weston dengan mantap dan wajah serius, maklum Dokter yang profesional.


Kulihat dilayar monitor, buah hatiku yangg kembar dan lucu itu. Ya aku USG ....


" Lihat Jo. Anakmu cowok, kembar yah? Kaget juga aku. Lihat bagaimana perkembangan mereka?".


Kata Weston bahagia.


" Alhamdulillah....cowok pula. Lengkap lah hidupku. Terima kasih sayang...!!".


Kata Jojo dengan bahagia menatapku penuh kehangatan dan lembut.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!

__ADS_1


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2