Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Pelukan Bams


__ADS_3

" Aku tahu hari-hari berat untukmu dan aku selalu ada di sampingmu. Ya, itu karena aku sahabatmu. Hingga aku sadar, Kamu tidak butuh mereka. Kamu butuh aku menjadi sahabatmu. Untuk itu, hari ini, aku akan tetap memintamu jadi sahabatku. Sehidup semati, kini dan nanti hingga selamanya.


Mengarungi derasnya waktu. Jika selama ini aku mampu, ragukah Kamu untuk menjadikan kebersamaan ini jadi selamanya? Aku mencintaimu, itulah alasannya.Β 


Jiwaku resah saat tidak mendapati Kamu di sampingku. Namun, galauku semakin menjadi ketika tidak mampu bahagiakanmu."


"Kamu sadarkan aku bahwa segala bentuk duniawi yang dicari tak ada artinya jika tidak ada Kamu di sisi. Wanita Pujaan. Kamu adalah alasanku tersenyum. Kamu adalah semangatku mencapai kesuksesan. Segala yang kulakukan adalah tentang Kamu.


Jangan buat aku hancur dengan menolakku malam ini. Jadilah istriku, jadilah matahari di dalam rumahku selamanya."


" Beberapa waktu telah kita lewati. Banyak yang sudah dilalui bersama. Tidak mudah memang. Tapi, aku selalu heran. Segala kesulitan bagiku seperti tak apa asal itu tentang Kamu.


Boleh saja, bila mendapatkan kesulitan yang besar jika itu bersamamu. Tapi, bukankah segala hal di dunia ini selalu diterima dengan konsekuensi? Tidak ada kesulitan yang berdiri sendiri.


Kesulitan selalu seiring dengan kebahagiaan. "


" Tahukah Kamu? Satu-satunya orang yang memenuhi syarat untuk menjadi istriku adalah Kamu. karena, syarat pernikahan yang langgeng adalah jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama.Β Dan aku berkali kali jatuh cinta hanya pada satu wanita.Hanya kamu.Ada nama yang selalu tertulis di dalam hati. tapi, belum tentu ia tertulis di atas buku nikah. Dan aku ingin Kamu tertulis di kedua-nya.Menikahlah denganku, wanitaku!"


Abigail terkesiap dan terkejut dengan lamaran sang kekasih.Belum genap 1tahun hubungan mereka,pendekatan mereka.Namun apapun itu tidak mengenal waktu.Disana Abi mempertimbangkan lamaran itu.


Jujur buat melangkah, Abi ada keraguan, apalagi dengan kisah kelam kehidupan kedua orangtuanya, dia takut terulang dalam kehidupannya.Namun kehidupan juga bukan buat di takuti, dijalani dengan penuh kesabaran, perjuangan dan harapan.


Bams pernah mebgatakan , Smith pria baik, pria penyayang keluarga, dan dia pria terbaik di antara para sepupunya.Itu salah satu pertimbangan Abi , saat dia mau menerima Smith.

__ADS_1


Bams sahabat terbaiknya. Bama jujur danntidak pernah menjebak , bahkan selalu ada membantu Abi, dalam banyak hal.


Permintaan kakek di kala mau operasi dan di saat sakit, menjadi pertimbangan Abi berikutnya.


Abi mengangguk , dan tepuk tangan, pelukan itu begitu membuat para temannya. keluarganya,keluarga Smith bahagia.


Sebuah cin cin indah, Smith sematkan di jari Abi.Dan pelukan Smith tidak dia lepas. Sebuah ciuman tanpa dia permisi, Smith lakukan dengan lembut dan mata Smith berkaca kaca.Abi menghapus air mata Smith, Smith tersenyum.


" Sayaaaang, kamu tahu gak, bertapa gugupnya aku, bertapa aku tidak punya keberanian besar,buat melamarmu sayanggg, ahhh Bi....., aku takut kamu tolak, aku gak PD, pikiran berkecamuk."


" Makasih sudah menghadirkan orangborang yang aku sayangi, aku merindukan mereka, sangat, dan dekoraso bunganya ,sangat cantik, pantasan laptop kamu di penuhi searvh di google ,arti bunga."


Smith tertawa.


" Aku menyapa temanku dulu ya yaaang".


Abi berlari mendekati Sinai, Nina, Clara, Abi memeluk mereka satu persatu.


⁰ Makasih susah datang, makasihh...".


" Pangeranmu luar biasa, mengangkut kami dengan mobil mewah, memperlakukan kami bak ratu, terus dengan pesawat bisnis class, layanan VVIP ,oh Bi.....,seumur umur ,baru kali ini aku ngerasa jadi orang berduit itu ,asik banget yah Bi,"


ujar Sinai dengan mimik kocak.

__ADS_1


" Dia norak Bi, " ujar Nina.


" Kalau perlu, Sinai sampai elus pesawat nya, hehehe, ledek Nina."


" Bagaimana kabar kalian semua ," ujar Abi.


" Sama denganmu bi, masih berjuang di koas.Bedanya kamu dan Bams ke kuar, study nya ,kami lokal pun jadilah, gak bodoh bodoh amat kan."


Abi tertawa.


" Tuh , yang ngarep kamu, termenung melulu, kalah saing dengan sepupu nya. "


Sinai menunjuk Bams yang dekat dengan mereka.


Abi pun mendekati Bams.Ketika hendak menyalami Bams, Bams langsung memeluk Abi.


Semua mata pun terkesima mekihat aksi Bams.


🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2