Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Stefani Dokter Dari singapura


__ADS_3

Abi pun berjalan menyusuri lorong rumah sakit, suasana sibuk sangat kentara dan benar saja, kesibukan di kota ini jauh dari kesibukan di UGD di Jakarta.


Bahasa Italia dan bahasa Jerman Abi kuasai. Dan Abi bersyukur , kelulusannya juga di pengaruhi dengan bahasa yang dia pelajari.


Empat bahasa resmi di Swiss termasuk Jerman (diucapkan di Swiss Utara, Tengah dan Timur), Prancis (diucapkan di Swiss Barat), Italia (diucapkan di Swiss Selatan) dan Romansh (diucapkan di Swiss Tenggara).


Mata Abi terpusat pada seorang dokter, dan dia berwajah Asia dan berkulit Asia.


Mereka saling menatap.


" Woher bist du?" , tanya sosok dokter wanita itu. (Darimana kamu berasal?)


" Ich komme aus Indonesien” , jawab Abi.


" Ich komme aus Singapur".


" Mein Name ist Stefan".


" Mein Name ist Abigail" .


Abigail dan sang dokter saling bersalaman.


" Kita pakai bahasa Indonesia saja ya Abi ."


" Kamu pandai berbahasa Indonesia Stefani ?".


" Ya, mama saya orang Indonesia."


" Pantas kamu fasih."


" Kamu pertukaran pelajar ya Abi ?".


" Benar Stefani."


" Ada 10 orang pertukaran pelajar, kamu punya banyak saingan Abi, dari berbagai negara. Ada dari Canada, Jerman, Perancis, Inggris , Italia, Korea, Jepang , China, Singapura dan hanya kamu dari Indonesia."


" Benar, makanya gak ada teman satu pesawat yang sama berangkatnya dengan saya. "

__ADS_1


" Kamu bisa lolos seleksi sangat mengagumkan Abi."


" Anda lebih senior dokter Stefani."


" Benar, saya sudah 3 tahunan mengabdi di rumah sakit ini."


" Cowoknya keren keren kan Bi ?".


Abi mengangguk.


" Cewek cewek nya juga berwajah khas, terasa pendek di antara dokter bule."


" Mereka suka cewek smart Bi, dapat nilai jika kamu bisa menaklukkan dan menunjukkan kemampuan mu, cepat belajar dan belajar lah dengan keras. Disiplin waktu, jangan terlambat."


Abi mengangguk.


" Jangan jam karet ya Bi, disiplin waktu, save nomor kontak saya, jika kamu perlu bantuan, atau mau menanyakan sesuatu."


Stefani mengulurkan handphone nya.


" Saya juga save nomor saya ke handphone dokter, saya buat nama kontak nya Abigail Indo ".


Abi mengangguk.


Abi berjalan ,menyusuri rumah sakit, tiba tiba Abi melihat beberapa ambulans begitu banyak berjejer menurunkan korban laka lantas.


Abi langsung pasang badan melihat begitu sibuknya oara dokter dan perawat disana.


Abi melihat satu pasien gawat darurat yang mengalami gagal nafas.


Abi bergegas mendekayi pasien, memeriksa pasien sambil para perawat mendorong bangkar.


" Anda siapa, " ujar sang perawat dengan bahasa Jerman kental banget.


" Saya Abi, dokter dari Indonesia, " dokter perrukaran pelajar, jawab Abi singkat.


Para perawat saling berpandangan.Sesampai di UGD , Abi meraih stetoskop yang bergantung di dinding , dengan cekatan dan teliti memeriksa pasien tersebut .

__ADS_1


" Pasien membutuhkan Citu scan bagian kepala dan ronsen bagian dada. Bagian dada banyak tumpukan ca'iran darah, kemungkinan ada tulang rusuk yang patah "


Sang perawat tidak serta merta mendengarkan Abi. Mereka menarik seorang dokter senior, Abi dan dokter itu saling menatap.


Sang dokter kembali memeriksa pasien. Ada rasa gondok , kesal yang dalam dalam hati Abi, mau bagaimana lagi, pengobatan di Swiss sangat maju, kemampuan nya .Begitulah tempat pwnugasan, lain lubuk, lain ikannya.Mau bagaimana lagi, kemampuan nya pasti di uji, kesabarannya juga.


Sang dokter memandang Abi.


" Lakukan City scan dan ronsen bagian dada, " begitu ujarnya singkat pada perawat dalam bahasa Jerman.


Perawat pun melaksanakan perintah sang dokter. Mereka sekilas melihat ke arah Abi ,lalu membawa pasien .


Abi perlahan tahu diri, keluar dari UGD. Namun pandangan nya mengarah pada seorang anak yang juga merupakan korban laka lantas ,namun belum di tangani.Bukan persoalan kepo atau apapun, sebagai dokter, Abi sudah terbiasa sedari kecil peka dengan segala gejala penyakit.


" Ibu, apa anak ibu juga ikut dalam korban laka lantas ?", tanya Abi.


Sang ibu mengangguk.


" Anak ibu saya periksa. Saya seorang dokter dari Indonesia, bertugas besok di rumah sakit ini, apa ibu mengijinkan saya mencek anak ibu ?".


Sang ibu mengangguk dengan raut bahagia.


" Bu, ada sesuatu yang saya lihat janggal, anak ibu harus menjalani penanganan cepat."


" Lakukanlah dokter,tidak ada yang menangani anak saya, semua mereka sibuk karena memang kami korban laka lantas sangat banyak."


Abi mengangguk setelah mendapat persetujuan.


🥰😍🥰😍😍😍😍


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


Per


__ADS_2