Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Panggilan Syg


__ADS_3

Makan kami sudah datang dan tersaji diatas meja, aku tadi memesan ikan bakar dan udang tumis manis. Aku mulai minum jus karena merasa perutku mulai mual lagi,


Aaaah...!!!


Sungguh menyiksaku sekali. Setiap hari seperti ini..😭😭😭


Jojo mengambil ikan yang kupesan tadi, dia membersihkan daging dari duri dan tulang nya. Kemudian memberikan hasilnya padaku,


" Sudah kubersihkan dari duri dan tulang nya. Kamu makan pelan-pelan saja sayang...! Udangnya juga akan ku kulit, biar kamu tinggal makan sayang...!"


Katanya sambil senyum


ih ganteng nya....???


Suami siapa itu yah??? πŸ˜†πŸ˜†πŸ–€


" Makasih Jo... He...He....eee!".


Kataku dengan ringan sambil tersenyum.


Ibu seketika membentakku,


" Sopan kepada suamimu, jangan panggil seperti itu. Hargai itu Ulan...!".


Aku terkejut dengan nada tinggi ibu.


" Kak...!! Kok tidak sopan begitu?".


Kata Aya memarahi aku lagi,


Aku hanya diam tertunduk saja,


" Sudahlah Bu, biarkan saja. Aku tidak keberatan kok. Cuma masalah kecil..!".


Kata Jojo sambil menepuk pundakku dan memelukku dengan hangat.


" Hiks.... Hiks.... Maaf ya. Aku panggil apa jadi? Aku lebih nyaman panggil nama!!".


Kataku meneteskan air mata dan mengelus dadaku yang tiba-tiba berdebar.


Terkejutlah anakku.....!!!😱😭


" Iya terserah sayang...kamu tak usah ambil hati. Oke sayang...???".


Katanya dengan lembut sambil tersenyum.


Aku hanya mengangguk dan memakan ikan dan udang yang telah diberikan om padaku.


Namun Bapak terus memberikan nasehat padaku karena sikapku.


" Sayang. Bapak tkk pernah ngajari kamu untuk tidak punya etika, sopan dan santun. Ibu dan Bapak mengajarimu dengan baik selama ini, suamimu adalah imammu. Hormatilah dia, hargailah dia, sayang ku. Apa lagi sekarang kamu hamil anaknya, ketika bayi 40 hari dalam kandungan Ibu maka sudah ditiupkan nyawa oleh Allah. Kamu panggil nama, lalu anakmu mau panggil apa lagi setelah lahir? Hayo coba kamu pikir...?".


Kata Bapak memberikan aku pengertian dengan lembut dan mudah dimengerti.


Uuuhuuuk.....!!!


Tiba-tiba Jojo tersedak.


Dan berbalik seakan tak percaya akan ucapan mertuanya itu. Jojo hanya diam saja sambil sesekali melirikku dengan sedih.


" Iya pak maaf ya...?!".


Kataku sambil menyesal sekali.


" Minta maaf pada suami mu sekarang, bukan pada Bapak dan Ibu?".


Kata Bapak lembut,


Aku melihat suamiku itu dan tersenyum kecil sambil menyapanya hangat.


" Mulai sekarang akan ku panggil sayang saja boleh? Bolehkan sayang?".


Tanya kulagi, seakan menekankan suaraku


" Terserah saja asal kamu suka...!".


Katanya dengan pasrah dan menahan tawa.


" Gitukan mesra kak? Enak juga dengarnya".


Kata Aya menyahut begitu saja.

__ADS_1


' Huh bikin malu saja kamu, dasar bawel!!!'.


Gumamku pada Aya adikku itu.


" Ya kak. Bang Jojo kan baik... Kalian harus hidup rukun. Aku tahu kok kalau Abang Jojo sampai sujud dikaki Ibu saat meminang mu. Makanya aku yakin kalian memang sudah jodoh kak...! Kakak mana tahu?".


Kata Fajar menjelaskan apa yang tidak kuketahui selama ini.


' iiih, ini Dajar. Kenapa jadi kepo sih urusan orang. Dasar anak nakal!!'.


Gumamku lagi karena malu.


Aku menatap sayangku itu dengan mata sayu dan terkejut, dia hanya tunduk saja.


" Kok aku tidak tahu? Sok tahu kau..?"


Kaya Aya lagi bertanya.


" Aku nguping dibalik pintu, dan semua sudah ku lihat nyata. Tolong kak jangan marah sama Abang Jojo lagi. Dia mencintaimu loh kak, sampai nangis dan sujud dikaki Ibu. Aku saja tahu kok...? Kan aku lihat dulu...?".


Kata Fajar dengan polosnya berkata jujur.


" Dengar itu kak. Jangan sampai Abang Jojo kakak sia-siakan kan pula. Mau bagaimanapun memang kalian berjodoh!!!?".


Kata Nem lagi menyambung.


" Maaf sayang...! Mulai sekarang aku akan berubah. Maaf sayang...!?".


Kataku memohon maaf dengan tulus mengetahui bagaimana kejadian dulu saat Jojo meminangku.


Alangkah terkejutnya aku mengetahui akan hal itu, apa benar yang dikatakan Fajar. Kenapa aku bisa tidak tahu? Kesal juga aku mengetahuinya dari orang lain.


" Sudahlah. Aku paham kok kenapa kamu begitu cuek padaku, semua gara-gara aku kan? Aku sudah memaafkan mu sebelum kamu berbuat salah padaku, aku paham kok sayang. Jadi mulai sekarang kita akur ya ... Jangan marah-marah lagi. Aku tersiksa loh kalau kamu marah...!!".


Kata Jojo tersenyum dengan santai sambil memainkan mata kearahku dengan mata genitnya itu.


" Mulai sekarang akur ya nakku...?".


Kata Ibu lembut membujuk kami.


Aku hanya mengangguk saja dan aku merasa sangat bersalah pada suamiku itu.


Aku duduk di kasur dan terdiam kala mengingat semua kata Fajar tadi.


' Aungguh aku telah menyakitinya, aku melukai hati yang seharusnya kujaga dengan baik. Aku juga selalu menyalahkannya akan semua kejadian yang menimpaku selama ini. Akulah yang jahat, akulah yang salah dan aku sungguh berdosa kepada suamiku. Dia begitu mencintai dan menghargaiku tapi aku malah cuek padanya. Maafkan aku sayang... Maaf!!! Ampunilah dosaku Allah....!!'


Gumamku dalam hati dengan sangat menyesali perbuatanku selama ini.


Gak lama setelah itu Jojo datang kekamar dan menatapku pilu.


" Kenapa gelap sekali? Tidak bagus buat matamu sayang? Iya kan?".


Kata Jojo sambil menyalakan lampu dan menghampiriku.


Jojo duduk disebelahku, aku langsung saja sujud dan meletakkan kepalaku dipangkuannya sambil menangis.


" Maafkan aku, maaf sayang. Aku salah dan aku egois padamu. Aku begitu berdosa padamu, maafkan aku... Hiks... Hiks.....!!" Tangisku pecah dan hatiku merasa bersalah.


" Aku kan sudah bilang, aku sudah memaafkan mu sebelum kamu melakukan kesalahan itu. Karena aku yang memintamu pada orang tuamu dengan paksa, tanpa persetujuanmu. Aku juga salah sayang... Mulai sekarang kita harus hidup akur ya. Jangan murah marah dan ngambek lagi, kalau kamu tersiksa aku juga merasakan sakit loh. Kamu itu separuh hidupku, jadi percayalah padaku mulai sekarang...!!"


Jojo mengangkat badanku kepangkuan nya dan dia mencium ku dengan lembut.


"Boleh aku minta hak ku malam ini? Aku tidak akan memaksamu lagi sayang?".


Kata Jojo meminta ijin.


" Iya, boleh. Ayo kita lakukan sampai pagi, setahan apa sih kamu membuatku bergetar malam ini? 10 Ronde.......?".


Kataku dengan menggoda Oppa koreaku yang super ganteng itu.


Maklum sudah HALAL kan???


" Jangan mulai menggodaku lagi, kamu tak godain saja aku suah tertarik padamu. Apalagi malam ini kamu cantik luar biasa loh sayang ku! Hatiku bergetar tiap melihatmu sayang. Bagaimana! Kamu suka tidak kurayu begitu? Aku takut kamu marah, sayang?".


Katanya dengan wajah gugup dan tersenyum untuk menutupi rasa malu. Kulihat pipinya memerah dan malu.


" Ayo kita lakukan sampai pagi!!".


Kataku dengan semangat 45 sambil mengepalkan tangan keatas.


" Waduh aku kalah telak, 2 vs 1...!? Hi ... Hi.....iii...!!! Aku akan kalah sayang?".

__ADS_1


Katanya sambil menepuk pantatku.


" Belum mulai sudah nyerah, tidak bisa dipercaya nih. Kalau aku kecewa sampai siang kita lemburnya sayang...!".


Aku hanya tertawa sambil menggigit telinganya yang gemes deh menurutku.


Ronde 1....!!


Play...!!!


Berlangsung selama 30 menit. Tanpa jeda iklan.... Alias Live Streaming.


πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“


Ronde 2.


Play....!


" Wow aku terkejut sayang. Akhirnya kamu dewasa juga... Inisiatifmu begitu membuatku bahagia malam ini. Naiklah akan kuajari bagaimana mendapatkan kepuasan, aku ingin lihat sampai seperti apa liarnya bocah nakal ku ini...!".


Kata Jojo dengan nakal.


Tiba-tiba.... Aku meringis kesakitan dan berteriak dengan keras.


" Aduh sakitnya.....!!! Kakiku....!!".


Kataku dengan berteriak.


" Hah? Mana yang sakit sayang!!!".


Kata Jojo dengan sigap bangkit dan melihat kakiku yang bergetar.


" Aduh....!! Sakitnya....!!! Naik betis.... sayang?".


Kataku berteriak keras sambil meringis.


" Ah kamu ini, aku kira terkilir! Dasar...!!!?".


Katanya dengan nada kecewa.


Dia mengurut kakiku dengan perlahan dengan balsem yang hangat. Sungguh nyaman dan enak sekali.


Setelah setengah jam mengurut kakiku sudah kembali nyaman. Dan dia menatapku dengan tajam sambil tersenyum,


" Ayo lanjut, kamu dibawah saja menikmati. Aku tak mau kamu naik betis lagi dan kesakitan. Oke....???!".


Katanya sambil membelai rambutku.


Uh, nyaman nya....!!! πŸ˜†


" Ya juga sih. Berarti kita mulai dari awal lagi ya...?? Asik nih, aku suka? Hore.....!!!?".


Kataku lembut.


" Iya. Soalnya gantung tadi...!!".


Katanya sambil menggendong aku ala-ala Bridal Princess keatas sofa.


" Hei? Kapan siap nya sayang? Tak paham aku, apa kamu tidak lelah?".


Kataku sambil melotot kearahnya karena kaget dan bingung mendengar ucapannya.


' Hah? Apa iya ulangi lagi? Huaaa.....aaa! Kapan siapnya kalau begini. Capeknya...!!'.


Gumamku dalam hati meringis.


" Sudah diam saja, nikmati apa yang akan kulakukan untukmu sayang...!!".


Kata Jojo merayaku.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žβ™₯️


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2