
" Menikah itu tidak mencari untung dan rugi, menikah itu , lebih ke menjalin patner hidup, saling melewati waktu, bagiku yaaang kamu itu berarti banget. "
" Manten baru, yah gitu...", ujar Abi.
Smith hanya tersenyum
" Bertahannya sebuah rumah tangga , di lihat dari waktu, waktu yang menjawab pasangan itu benar suami atau isteri yang baik, gak tukang bohong, pemaaf, penyayang".
" Hmmm...benar yaaang.Udah makan dulu yokkk, kamu biar tugas, makannya gak buru buru."
Abi menyendokkan Nasi Smith di piring, Abi memang mempunyai beberapa peralatan makan di ruangannya.
" Mami masakannya enak."
" Ini coba dong masakan suamimu yaaang."
Abi mengangguk.
" Kita nih pasangan aneh yah mas,bukan isteri yang bawain bontot suami, ini suami yg CEO ngantarin makanan isteri."
" Siapapun yang waktu nya bisa ngantar, gak usah di persoalkan. Ikan ini enak Bi."
Smith menyuapi Abi.Abi sangat respek dengan perhatian sang suami.
" Weekend ini, kita ke Jepang ya Bi ".
" Mau belah duren di Jepang mas ? ,segitu cintanya kamu sama Jepang mas?".
Smith hanya tertawa.
__ADS_1
" Nanti nama anak kita bisa Naruto dongggg".
" Gak segitu nya juga Bi."
" Kenapa suka dengan Jepang mas?".
" Jepang itu, punya makna keberhasilan bagi mas, sesudah perusahaan jatuh, vailid, mas mendapat jon di Jepang, jadi punya beberapa sahabat disana. Kan hadir waktu kita menikah. Mas juga suka suasana disana , orang Jepang itu disiplin nya tinggi. "
" Walau pada tahun 1945 Jepang hancur lebur oleh kedahsyatan Bom Atom tidak jauh dengan Kemerdekaan Indonesia, Saat ini Jepang sudah menjadi negara yang sangat maju dan canggih. Berbeda sekali dengan Indonesia yang masih banyak pejabat yang justru berebut kekuasaan dan korupsi."
" Keberhasilan Jepang bukan tanpa kerja keras karena Jepang di bangun dengan pondasi yang sangat baik tidak hanya masyarakatnya tapi juga pejabat-pejabat negaranya yang serius untuk mengurus negara."
10 Kebiasaan Orang Jepang yang Menjadikan Jepang Sangat Maju
1.Budaya baca dan menulis
Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb).
Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.
2.Budaya Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran.
Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena mengundurkan diri bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas.
Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
3.Budaya Hemat
__ADS_1
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30.
Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.
4.Budaya Loyalitas.
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan.
Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.
5.Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu.
Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk.
Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.
" Kamu tahu gak Bi, aku lama tinggal di Jepang, disiplin mereka ,aku peroleh selama tinggal disana".
👨🎓👩🎓👨🎓👩🎓👨🎓👩🎓👨🎓👩🎓
Jangan Lupa
Like
vote
Koment
__ADS_1