Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Brothers Conflix


__ADS_3

Acara Akikah juga tiba, bayangkan saja 4 ekor kambing yang siap di santap. Undangan kami berkisar 1500 orang lebih. Kambing ukuran jumbo yang terbaik kualitasnya.


Mommy mengundang teman arisan, sahabat, keluarga dan koleganya. Suamiku mengundang seluruh karyawan rumah sakit, mantan pasien dan teman.


Aku juga tak mau ketinggalan, sahabat, dan keluargaku saja yang ku undang.


Karena kami juga sekalian melakukan acara Mengayunkan anak kembar sekaligus Penabalan nama.


Ah ribetlah menurutku... Ibuku dan Mommy rempong banget deh kesana kesini seperti gosokan. Aku hanya disuruh diam dan hanya mengurus anak kembar saja.


Oh iya... Mommy ku... Si Jendral NATO, mencarikan si kembar baby sister. Katanya biar aku tak repot, karena harus fokus ke Asi biar bagus untuk pertumbuhan mereka. Ya aku sih tak repot, orang yang urus ini dan itu Mommy semua.


Ha... Ha.... Aku jadi ratu saja.


" Ah... Mommy itu terlalu over protektif. Kalau melihatku didapur... Mom berteriak histeris. Katanya nanti aku capek, pusing dan Asiku dikit... Dia bakal nelpon suamiku dan aku bakal kena sidang ini dan itu sehari semalam. Anak dan Ibu sama anehnya... Masa sudah sebulan lebih masih mengurungku dikamar. Pusing juga lama-lama dikamar...!!!".


Keluhku dan kesal sambil duduk di dekat jendela menatap taman rumahku.


Tok...tok....tok...!!. πŸ’’


Pintu ku diketuk dengan keras.


" Masuk tidak dikunci....???".


Jawabku singkat.


Indah adalah nama baby sister si kembar, usianya mungkin tak jauh beda dariku, kalau tak salah dia dulu mantan perawat dirumah sakit tempat suamiku kerja. Karena ketekunan dan kelembutannya akhirnya suamiku menawarkan bekerja dirumah kami untuk mengasuh si kembar dan tinggal bersama kami.


" Iyonya...si Ryu nangis. Mungkin haus. Tolong diberi asi....???".


Indah memberikan Ryu kepangkuanku,


" Ah.... Anak mama baik Budi, kenapa!? Haus ya sayang, ayo minum sampek puas ya. Lalu tidur lagi? Anak kesayangan Mama!!".


Kataku kepada si Kembar.


Aku membawa Ryu ketempat tidur lalu berbaring bersama. Dia minum lahap sekali, sesekali dimenatapku.... Dan tersenyum.


' Ah... Anak nakal!!! Sangat mirip dengan papa. Wajah kalian sangat.... Sangat mirip papa sayang. Aduh sumpah aku tak bisa berkilah... Papamu memang tampan dan mempesona sayang. Sampai-sampai mama hampir mati... Sangkin silaunya, kalian memang anak Papa. Wajah boleh mirip, tapi sifat jangan ya nak. Papamu itu genit dan mesum tingkat dewa, mama saja tak tahan!'.


Kataku dalam hati kecil sambil senyum.


Kucium keningnya, ku merasakan seperti bau tubuh Jojo yanhg mengundang rindu dan kangen saja.


Gak lama menatap kami, Indah kemudian keluar kamar dan kembali melihat si Hie dikamar mereka. Aku sampai ketiduran setelah memberikan Asi pada Ryu.


" Nyonya....? Nyonya....? Nyonya Hie nangis lagi ini. Mungkin haus! Beri Asi juga!".


Kata Indah kepadaku lembut.


Aku membuka mata perlahan,


" Ah iya. Aku ketiduran, maaf ya. Mari kesini aku kasih Asi lagi...???".


Kataku lembut setengah sadar dari tidur.


Indah meletakkan Hie disisi sebelahku lagi. Kemudian indah ingin membawa Ryu pergi, aku melarang nya.


" Sudah tidak usah. Pergilah istirahat, kalau ada apa-apa aku beritahu. Oke?!".


Kataku pada Indah lembut.


" Baik nyonya...!!!".


Indah pergi keluar dan menutup pintu.


Aku memberikan ASI kepada Hie, ya sepertinya memang mereka haus. Selesai minum Asi mereka tertidur disebelahku, dan aku juga sama.


Kupeluk kedua anak kembar ku, sungguh aku tidak bisa menyangkal bahwa mereka hampir seutuhnya mirip Papa nya. Yang super ganteng dan cool...


Belum lama aku terlelap, samar-samar kudengar suara orang masuk membuka pintu dengan pelan.


" Siapa ya?"


Kulihat sosok yang kukenal dengan baik dan selalu membuat ku kesal itu.


" Ah kamu terbangun gara-gara aku sayang? Maaf ya kalau aku membangunkan kamu. Lain kali aku tak akan masuk kalau kamu tak jawab, maaf sayang...??!".


Si papa melirikku yang masih dengan mata terpejam dan lemah


" Iya. Tidak apa kok. Mereka tadi haus jadi kubiarkan tidur disini, baru pulang???"


Tanyaku masih dengan mata tertutup dan tersenyum meski bau iler.


" Iya baru saja. Ya sudah aku tak akan mengganggu istirahat mu. Aku mau mandi dulu... Kamu butuh sesuatu bilang saja padaku, nanti ku ambilkan...???!!".

__ADS_1


Katanya sambil menuju kamar mandi.


" Ah... Aku tidak ngantuk lagi. Malah sekarang jadi lapar nih. Tunggu dia saja...!!!.


Kataku pelan.


Setelah 10 menit, si Papa anak-anakku yang super tampang keluar juga.


" Aku lapar, aku mau salad buah. Bisa tolong berikan padaku?".


Aku duduk disofa sambil mengamati si kembar apa sudah bangun.


" Ya sayang, tunggu disini. Oke?".


Katanya sambil keluar kamar.


Aku melamun sambil menatap langit-langit kamar kami yang indah berwarna emas itu


" Sampai sekarang aku tak tahu bagaimana kedepannya? Seperti apa kehidupan ini kujalani. Ah....!!!Besok lusa sudah acaranya!".


Kataku pelan.


Tak lama melamun papa membawakan aku sepiring besar salad buah yang biasa dibuatkan oleh Bibi Iyah. Kuhabiskan saja semuanya.


Sementara itu si Papa masih menatap wajah buah hati kami dengan tatapan mata bahagia sambil senyum-senyum sendiri.


" Jangan bangunkan mereka. Kalau nangis satu nangis keduanya. Repot nantinya loh...?? Mereka baru saja tertidur tadi...?!!!".


Kataku memperingatkan agar si Papa itu jangan membuat yang aneh-aneh.


" Iya sayang. Makasih ya kamu sudah memberikan aku keluarga yang utuh ini. seumur hidupku, inilah saat bahagia yang kurasakan. Melihat 2 wajah yang sangat mirip denganku didepan mataku. Subhanallah!!".


Katanya dengan mata berkaca-kaca sambil senyum-senyum sendiri tidak jelas begitu.


" Hm........mmm iya. Oh ya ceritanya setahun depan wisuda. Bagaimana dengan IP ku?".


Tanyaku padanya lembut dan penasaran.


" IPK 3,5 sudah cukup kan sayang?".


Katanya sambil tersenyum kearahku,


Seeeerrrr.......!!!


' Ya tuhan, horornya! Aku jadi takut nih!!'.


Gumamku dalam hati sambil keringat dingin yang bercucuran deras.


" Hem....? Kenapa sayang? Aku ganteng kan?".


Tanya nya padaku, sungguh luar biasa seram.


" Tidak, ya tidak masalah. Asalkan usaha keluargaku yanv 5 semester itu tak sia-sia...!".


Kataku padanya dengan penuh harapan.


" Semua undangan sudah oke. Bagaimana dengan teman kampusmu? Apa diundang?".


Tanya nya padaku, sungguh perhatian yang luar biasa. Suami idamanlah....!!! πŸ˜†


" Aman kok. Tenang saja mereka bakalan datang kok....!!! Tidak perlu disangsikan lagi dengan kehadiran mereka...!".


Kataku padanya meyakinkan.


" Sayang.... Usiaku sudah tak muda lagi. Tahun depan sudah 41 tahun... Sedangkan kamu baru 20 tahun. Kamu sih enak... Nah aku bagaimana..... Sayang.....????!".


Katanya dengan wajah dan nada sedih, aku jadi merasa bersalah pula.


Kulirik Papa sejenak, tersirat kesedihan dalam tatapan matanya yang gak bisa kujelaskan kenapa bisa seperti itu.


" Eh??? Kenapa sedih? Kurang apa lagi? Apa aku tidak memuaskan mu? Salahku dimana?".


Tanyaku dengan wajah sedih melihat dia yang tiba-tiba murung.


Meskipun demikian tapi wajahnya tetap saja tampan dan mempesona saja. Memang beda ya orang ganteng sama orang jelek. Mau bagaimanapun dilihat tetap ganteng, kalau jelek...? Ya ampun melihatnya saja ogah, apalagi menegur nya??? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


" Harapanku ingin anak yang banyak, karena aku ingin masa tuaku bisa bersama mereka. Aku anak tunggal... Ibu juga sudah tua. Itulah keinginan kami sayang....!!!".


Katanya sambil melihatku dengan mata yang begitu hangat.


Katanya menusuk hatiku, seperti terbeset silet dan disiram oleh air garam. Teramat sakit dan pedih terasa dihatiku 😭😭😭


" Baiklah. Sesuai keinginan mu, atur saja. Asalkan kamu senang dan keluarga ini tetap utuh... Aku bersedia memenuhi kewajibanku sebagai istri. Oke. Jangan kuatir lagi! Dasar sudah mesum... Genit.... pula!!!!".


Aku menggodanya dan senyum saja.

__ADS_1


" Besok kutanya sama Dokter kandungan ya. Makasih sayang.....!! Aku bahagia!!!".


Katanya sambil bersujud sukur.


Kulirik dia sejenak, senyumnya begitu indah dan tenang sekali. Kelihatanya hatinya bahagia mendengar ucapanku. Aku menghampirinya dan mencium keningnya dengan lembut sambil bilang,


"Jangan kuatir, dimanapun kamu berada aku akan selalu bersamamu. Sampai kapanpun itu, terimakasih karena kamu begitu baik dan perhatian padaku....!!".


Kataku lembut mengelus pucuk kepalanya.


Lalu kuseret langkah menuju ruang TV,


Papa masih tidak percaya dan berdiam diri, merenungi semua kata-kataku tadi. Senyumnya tak jelas begitu sih, sumpah sifat mesum dan genitnya muncul lagi. Tak bisa kupercaya....Tua-tua keladi?


" Mom....? Ada yang bisa kubantu tidak. Aku bosan dikamar, aku bisa bantu kok yang gampang dan santai gitu?!".


Tanyaku pada Mommy lembut


" Oh iya sayang. Kamu rangkai saja bunga ini sesuai contoh, nanti ini jadi hiasan untuk ayunan si Kembar.....!!!".


Kata Mommy menunjukkan contoh yang harus kutiru.


" Oke Mom. Wakatta....???!".


Kataku sambil senyum.


' Hem...? dari mana dia tahu bahasa Jepang? Apa Jojo mengajarinya ya?'.


Gumam Mom dalam hati.


Aku mulai merangkai bunga sesuai dengan contoh yang dibuatkan mom tadi. Sumpah mom pintar sekali membuat buket bunga yang menurutku indah sekali.


Sungguh mewah dan mantap ayunan untuk sikembar, sungguh ini baru namanya pewaris keluarga besar Malik. Hampir sama seperti pesta kawinan sih, Ibuku dan Bapakku saja kulihat sibuk ditaman mengatur posisi dekorasi. Sementara adek-adekku ikut membantu menghiasi dan menata meja.


Esok paginya,


Aku duduk di depan meja hias, sambil menghiasi diriku untuk acara.


" Dalam tahun ini banyak kejadian yang menarik, pahit dan manis. Tak disangka sekarang aku sudah jadi Mama muda, sudah jelas masa depanku harus kuhabiskan dirumah ini bersama si kembar. Aku lelah sih.... Tapi demi keluarga ini yang sudah menjadi bagian hidupku. Aku akan berusaha keras, tak ada lagi yang kuinginkan... Aku hanya ingin hidup damai dan aman. Bagaimana pun itu aku adalah istri dari Jojo dan menantu keluarga Malik .... Ryu dan Hie juga. Setidaknya ada 2 malaikat yang akan menjagaku setelah ini, itu sudah lebih dari cukup buatku. Alhamdulillah.....???!!!".


Kataku dengan pelan menatap diri dicermin.


Kubuka kotak yang terletak di kasur, ah rupannya couple untuk acara ini. Gaun kebaya yang indah dan mewah sekali.


Tidak lama setelah itu Jojo keluar dari kamar mandi dan membantuku untuk memakai pakaian yang menurutku ribet. Selain jadi dokter, Jojo itu sebagai hair stylis juga loh. Begitu lihainya dia menata rambutku dan wajahku. Meski tidak memakai make up yang tebal tapi aku kelihatan cantik dan manis... Kulihat didepan kaca... Sungguh menawan.


" Baguskan sayang? Kamu model pertama yang aku kerjakan.....???".


Kata Jojo ramah dan lembut.


Jojo begitu teliti menghias dan menata rambutku. Sungguh indah dan modis.


" Wah...! Bagus kok. Sejak kapan bisa menata rambut? Kok aku tidak tahu ya...?".


Kataku dengan bangga akan karya nya yang menurutku bagus dan menawan.


" Dulu, sewaktu senggang aku suka belajar menata rambut Ibu. He....he....??".


kata Jojo dengan wajah yang memerah.


Aku berdiri dan mengecup pipinya,


" Makasih Papa sayang, I love you....???!!!"


Kataku dengan bahagia.


' Terimakasih sayangku, aku bahagia sekali melihat kau tersenyum. Wahai bidadari surgaku, Ibu dari anak-anakku... Love you!'.


Gumam Jojo dalam hati kecilnya.


Kuseret langkah menuju kamar si kembar, memastikan apakah mereka sudah siap. Sebenarnya aku sih malu, dari pada ujungnya tak jelas. Lebih baik kabur sebelum dilahap serigala yanb lapar, Ha.... Ha....aaaa sungguh asyik menggoda suami yang super ganteng.


" Tidak perlu ada ikatan hubungan darah untuk jadi keluarga, hanya ikatan hati yang mampu menjadikan kita sebagai bagian dari keluarga ini. Itu saja sudah cukup!".


By: Brother Conflix


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2