Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Pinky


__ADS_3

Hari itu hujan turun sangat deras , Abi hanya berpelukan sambil menangis bersama tante tomboynya. Sang kakek membutuhkan operasi sesegera mungkin, Abi dan sang tante pun berembuk. Mereka berusaha buat kuat. Dan Abi sangat menghargai semua kebaikan Smith dan keluarganya. Kedua orangtua Smith , dan beberapa pekerjanya ,mondar mandir membantu Abi.


Smith juga ,selalu video call dengan Abi. Smith memang sangat di perlukan dalam tender terbesar di tahun itu. Sebagai kekasih, Abi tidak mau egois. Kedatangan kedua orangtua Smith, sudah merupakan surprice bagi Abi. Orang tua Smith menghargai kakek nya, tahu mendekatkan diri dengan Abi, padahal mereka orang terpandang. Mau nyuapin Abi, padahal Abi itu baru berpacaran dengan Smith.


" Bi..., itu beneran mami Smith? ," tanya tante tomboy.


" Ya beneran lah Tan, masa mami kontrak sihhhh."


" Tas nya brended, pakaian nya bagus ,kok bisa baik banget yah Bi, kamu kasi makan apa Bi ?".


" Kasi makan 4 sehat 5 sempurna Tan, hehehehe".


" Serius deh Bi, kamu sihir dan jampi jampi gak Bi....?".


" Emang kalau ber tante kan jenayang yah gini...., aneh otaknya. Sejak kapan aku melet orang Tan, sejak kapan jampi jampi orang, demam gak tante, atau efek agak miring karena kakek mau operasi ?".


" Mobilnya mehong Bi...., ini baru beneran kaya Bi...., kok orangnya biasa aja ya Bi, lembut, baik."


" Maminya Smith tuh dokter, papinya baru pengusaha."


" Walau agak berisi, tetapi cantik ya Bi, masih gak terlalu berumur, padahal Smith udah 30 an kayaknya."


" Ada uang, ada perawatan, dari ujung kaki sampai ujung telinga. Kalau uang hanya buat makan sehari , habis sehari, gimana mau perawatan. Yah sesuai kantong Tan."


" Kita kapan sukses Bi, kapan kaya yah Bi ?


" Kapan kapan, yang penting gak ngutang ngutang , benar kan Tan."

__ADS_1


" Benar Bi, hidup jujur, rajin bekerja, bawa dalam doa, pasti Tuhan selalu memudahkan rejeki."


Abi mengangguk.


" Waktu terasa begitu lambat berputar Tan, bahkan aku gak di ijinkan dalam tim operasi kakek."


" Kalau kamu di ijinkan, nanti kamu rusuh...".


" Kamu akan trauma, jika kakek kenapa kenapa."


" Ya Tan, kakek juga udah bilang, apapun hasilnya kita harus nerima, mau gimana lagi, tahu sendiri kan kakek disiplin , namun manjain Abi banget."


Abi dan sang tante mendengar langkah kaki , berlari dan bergegas terburu buru, semakin mendekat dan semakin dekat, Abi semakin mengenal sosok itu. Yah .....sosok kekasihnya yang sangat dia rindukan, sudah hampir 2 minggu mereka tidak bertemu.


Dan kini sosok itu semakin dekat.


" Gini nihhhh...., tadi tante nya di peluk peluk, begitu kekasihnya datang, tahu diri dehhh, langsung main tinggal, " ujar sang tante.


Abi menjadi tertawa cekikan, satu harian dia hanya mewek .


Dan sosok itu begitu cemasnya, bergegas mendekati dan langsung menautkan kedua tangannya di wajah Abi. Meraih tubuh Abi dan mendekapnya.


" Maaf yaaaang, maaf...., baru bisa datang saat ini."


Pecah juga tangis Abi, segala kegelisahannya ,segala kegundahan nya pun dia ungkapkan dalam isak tangisnya.


" Baju kamu basah Smith."

__ADS_1


" Ya yaaaang, hujannya cukup deras."


" Ganti sama jaket aku aja ,tetapi warna pink, apa mau ?".


Smith tersenyum dan mengangguk.


" Gak malu pakai jaket warna pink ?".


" Gak Bi, ada wangi kamu disana . Yaaang...kamu gak tahu bertapa tersiksanya aku tanpa melihat kamu. Pekerjaan banyak, masalah di lapangan ruwet, Bi...ternyata rindu inj sangat menyiksaku, semakin lama hubungan kita, semakin aku merasa galau dan gundah, saat jauh dari kamu."


Abi menghapus air matanya.


Membantu Smith memakai jaket Abi.


" Pacarmu jadi pinky banget......., ledek sang tante."


Abi dan Smith pun tertawa.


🥰😍🥰😍🥰😍😍😍


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2