
Abi menyelesaikan makan nya dan kembali bertugas.
Dokter Renold Humbert memerintahkan Abigail dan Louise membantunya dalam operasi pasien.Louise dokter berasal dari Italy.
Logat gaya bahasa Italia nya sangat kental. Dia bengong melihat Abi bisa berbahasa Italia.
Abigail dan Louise pun menyabun tangannya, membersihkan dan masuk ke ruang operasi, mengenakan sarung tangan , baju ruang operasi, dan mereka pun disuruh mendekat.
" Dari background kalian berdua, kalian sudah terbiasa mengikuyi berbagai operasi, kalian akan saya pantau dan menjadi asisten saya saat ini.Saya mau menguji kemampuan kalian, " ujar dokter Renold Humbert.
Abi dan Louise mengangguk. Mereka pun menjadi asisten dalam operasi tersebut, Louise masih ada kecanggungan , sedangkan Abi, yang sudah terbiasa keluar masuk ruang operasi terlihat sangat cekatan.
Ada rasa kagum dokter Renold Humbert melihat sosok pemberani seperti Abi.
Operasi tersebut sukses dan banyak tim operasi salut pada kemahiran Abi.
" Kamu bisa di lepas melakukan ini semua Abi, kamu benar benar menguasai lapangan, menguasai tindakan dan observasi pasien."
" Operasi apa saja yang sudah kamu ikuti dan menjadi asisten dokter ?".
" Operasi batang otak, bagian bedah saraf, operasi jantung, operasi ginjal, operasi batu empedu, operasi usus bocor, operasi hidung, operasi tulang, saya sering di plonco dok, sama dokter senior, tetapi positif nya, saya banyak bisa."
" Jangan malas belajar, inti dari semua ilmu dan kemampuan, rajin membaca buku, rajin praktek, rajin menangani pasien, banyak pasien ,akan banyak ketemu kasus, dan kamu akan lebih mahir menghadapi pasien,dan lebih siap dari profesimu."
__ADS_1
" Sejak usia berapa kamu terjun ke dunia medis Abi ?".
" 3 Tahun tepatnya dok ".
" 3 Tahun ?".
Abigail mengangguk.
" Usia 3 Tahun saya sudah asisten kakek , papi dan mami saya."
" Keluarga dokter semua ?".
Abi mengangguk.
Tim operasi saling pandang memandang , batu kali ini dokter Renold Humbert memuji anak didik nya.
" Apa saya boleh tahu ,kakek, mami dan papi kamu namanya ?".
" Kalau boleh reques ,gak usah dok, walau nama mereka besar, didiah saya seperri kertas kosong, bukan mendopleng popularitas mereka , agar nilai saya murni karena kemampuan saya."
Smeua terbengong mendengar ucapan Abi.Sangat sederhana wataknya, simpel dan tidak pamer orangtua dan d3king.
Satu nilai plus bagi tim dan dokter Renold Humbert.
__ADS_1
Mereka pun berjalan keluar ruang operasi.Sang dokter menjelaskan pada orangtua pasien, Abi dan lainnya kembali mengecek pasien yang sudah di jadwalkan dokter Renold.
Abi cengegesan dmenghadapi pasien sang nenek, sangat usil, suka mencubit, bahkan tangan Abi sampai biram bekas cubitannya.Mau gak mau, Abi wajib sabar, sang nenek sudah pikun. Kalau Abi datang ,selalu di cubit ,bila Abi memberi minumnobat pada sang nenek.
Dokter Renold sengaja memberikan pasien paling bawel , paling cerewet , paling susah di hadapi,dia memberikannya pada Abi.Dokter Renold ingin melihat, bagaimana Abi menghadapi sang nenek.
Ada tawa ketika dia melihat Abi mengeluh kesakitan saat di cubit, dan ada saatnya Abi tersenyum saat si nenek manja dengannya.Abi merapikan rambut sang nenek, Abi menggunting rambut panjang sang nenek ,agar lebih mudah di rawat.Sang nenek bahkan sangat bahagia melihat wajahnya di cermin, katanya cantik.
Para perawat lega, Abi menangani sang nenek. Mereka gak tahan dengan ulah sang nenek.
Ketika makan siang, Abi terkejut bagian admin menyerahkan paket padanya.
Abi sampai bengong melihat soto medan, rendang , dendeng balado, mata Abi berbinar binar.
Ketika matanya melihat nama sang pengiriman, Abi sampai bengong, makanan ini masih hangat, apa Dion yang mengantarkan nya. Entahlah. Ibarat di gurun pasir , Abi bersemangat menuju kantin.
🤣😅😆😂🤣😅😆😅
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment