
Sakitnya nembus layar hp, lewat mata jatuh ke hati.Itulah pentingnya untuk mengekspresikan rasa sayang dan cinta.Dan disini walau tangan pegel, Smith menopang tubuh sang kekasih dengan tangannya.Bertanya apakah sering wanita yang di cintainya ini jatuh ke lantai, tidurnya seperti ber karate ,ke segala arah.
Smith pun terlelap di samping tempat tidur, mendekap Abi dengan rengkulan tangannya. Tidak jadi di sofa, baru 10 menit tertidur ,Abi nya sudsh grubak sana sini.Bukan nya tidur malah tertawa yang Smith lakukan.
Mencintai seseorang memang unik caranya, terjadinya.
Abi terbangun dan bengong, badannya dalam dekapan sang kekasih, wajah Smith langsung tepat hanya berjarak beberapa centimeter dari wajah Smith. Abi membelai alis Smith, hidung nya, sampai jambang halusnya
Kok adalah bule gini bisa mencintai orang biasa sepertinya. Yang dia lihat apaπ.
Abi merasa sangat di sayangi,perhatian Smith sangat spesial. Dengan bawahannya dia sangat beribawa,lebih pendiam dan kritis. Kalau sama Abi, pertanyaannya banyak, dan kalau diam berarti dia lagi mikir.
" Sudah puas mandangi wajahku ?".
Abi pun gelagapan dan kepala mereka saling terantuk.
" Aduhhh...," ujar Abi.
" Apa sakit ?".
" Sakitlah, kepala batu."
Smith langsung mendekap Abi dan mencium Abi dengan penuh kehangatan.
Abi berontak, namun ciuman itu Smith lakukan semakin dalam. Ciuman itu membius Abi menjadi wanita kalemπ€π€π€.
" Aku belum menyikat gigi," ujar Abi.
" No problem Bi."
" Kamunkan pembersih banget Smith."
__ADS_1
" Hmmm, tetapi canduku jauhnlebih nikmat Bi."
" Pagi pagi udah mesum banget kamu sihhhh".
Smith tersenyum.
Abi teringat akan sang kakek dan dia bergegas berdiri.
" Mau kemana Bi ?".
" Kakek....".
" Kakek sudah di ruang pemulihan, sudah sadar Bi."
Abi sangat bahagia, bahkan sampai lipa memakai sendal ,langsung keluar dari kamar dimana mereka tertidur.
" Kenapa kakek tidak jadi di ruangan ini Smith ?".
Smith berjongkok memasangkan sendal buat Abi.
" Jangan Smith, biar aku aja, gak baik di lihat orang."
" Pakailah Bi, next jangan tidak mengenakan sendal,ini rumah sakit, rentan ".
Abi mengangguk.
Abi melihat sang kakek terbaring dengan beberapa alat medis, Abi menghapus air matanya.Sang tante memegang tangan Abi.
" Matamu masih lelah Bi, jangan down, gimana kita berdua bisa saling menguatkan ?".
Abi hanya mampu memeluk sang tante.
__ADS_1
Abi melihat lembaran obat apa saja yang ditulis .Abi melihat detak jantung, tekanan darah sang kakek semua normal. Abinberharap dan berdoa kedepannya juga demikian.
" Duduk Smith...,kamu punya pacar, masa disuruh berdiri aja sih Bi."
" Ya Tan...,maaf."
Abi mengelus tangan sang kakek.
" Jagoan ku, biasa tangan ini mengoperasi banyak pasien, nyembuhin banyak orang , hmmm TKO yah prof , cepat sembuh ya , jangan buat patah hati Abi dan tante ,kan udah janji, mau lihat Abi menikah, kan udah janji mau jagain cucu."
Abi kembali menghapus air matanya.
" Dengar itu pa, lihat Abi, dia manja banget sama papa, sejak kecil, kuat karena papa. Dia masih butuh papa, aku juga. Kita harus liat Abi jadi dokter handal ya pa, nerusin papa dsn almarhum abang dan kakak ipar."
Sang tante mendekap Abi.
" Tante tahu nak, trauma mu kehilangan sangat besar. Lihat kedua orangtua mu dan abangmu berbaring tidak benyawa di usia dini, membuatmu sangat kacau dan kamu kehilangan jati diri. Sulit kakek membuat kamu seperti saat ini kan Bi, namun semua mahluk bernyawa ,pasti akan mati. Lebih iklas dalam hidup anakku, Tuhan memilihmu ,karena kamu kuat."
Abi hanya bisa menghapus air matanya.Dan Smith juga mengelus pundak Abi.
" Jangan nangis Bi, bawa dalam doa."
Abi mengangguk memeluk Smith.
π₯°ππ₯°ππ₯°ππ₯°π
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment