Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Memeriksa Pasien


__ADS_3

Ke esokan paginya , seperti biasa , Abi bertugas , mengikuti dokter senior men cek pasien.


" Pasien ini bagaimana keadaannya ? tanya dokter Reyhan ?".


" Sudah dilakukan USG ateriovenosa padanya pak,tetapi tidak ada abnormal pak. Jadi kita tidak tahu dari mana gumpalan darahnya. Jawab Abi ,setelah semua dokter koas hanya diam."


" Apa mungkin kekurangan vprotein C?, " ujar Reyhan.


" Itu tidak cocok pak dengan gejala kejang abnormal , " ujar Abi .


" Pasien terus mengkonsumsi klomifen, " ujar Bams .


Clomifene, juga dikenal sebagai clomiphene, adalah obat yang digunakan untuk mengobati infertilitas pada wanita yang tidak berovulasi, termasuk mereka yang menderita sindrom ovarium polikistik. Gunakan hasil dalam peluang lebih besar untuk kembar. 


" Ya benar Bams , dia menggunakan obat tersebut untuk menginduksi ovulasi agar hamil".


" Bisa jadi overdosis klomifen ," ujar dokter senior Reyhan.


" Ya pak, meningkatkan resiko kanker endometrium".


Kanker endometrium adalah kanker yang menyerang lapisan di bagian dalam rahim. Kondisi ini umumnya terjadi pada wanita yang telah memasuki masa menopause, yaitu usia sekitar 60–70 tahun.


Lapisan endometrium berperan sebagai tempat menempelnya sel telur yang telah dibuahi. Oleh karena itu, dinding endometrium akan menebal sebelum menstruasi. Jika sel telur tersebut tidak dibuahi, endometrium akan mengalami peluruhan sehingga terjadi menstruasi.


" Benar Bi, kanker endrometrium bisa menyebabkan penggumpalan darah, " ujar dokter senior Reyhan.


" Siapkan USG transfaginal buat mendeteksi semua resiko, kamu Abi dan Bams cek pasien.Saya akan mengawasi, " ujar dokter senior Reyhan.


" Baik pak, " ujar Abi dan bams bersamaan.


" Tidak ditemukan kelaianan dari hasil USG nya pak," ujar Abi.


" Benar Bi."


" Dilihat dari hasil USG, tidak terlihat tanda tanda kanker pak".


" Benar," ujar Reyhan memperhatikan USG.


" Lakukan biopsi endrometrium, suruh bagian lab, " ujar dokter senior Reyhan.


" Hasil USG nya , saluran ususnya melebar dok, lihat pada bagian ini," ujar Bams.

__ADS_1


" Benar Bams."


" Kalian Putera, Deby, Leonard ,apa hanya diam? kalian aktif, agar bisa berkembang," ujar dokter senior Reyhan.


" Mungkin ada pendarahan progresif di rongga perut Bi, coba cek, " ujar Dokter senior Reyhan.


" Pasien mempunyai riwayat fibrilasi atrium dok," ujar Abigail.


Fibrilasi atrium adalah denyut jantung tidak teratur dan sering kali cepat yang umumnya menyebabkan aliran darah tidak lancar.


Bilik atas jantung (atrium) tidak bekerja sama dengan bilik bawah (ventrikel).


Fibrilasi atrium atau atrial fibrilasi (AF) adalah gangguan irama jantung yang ditandai dengan denyut jantung tidak beraturan dan cepat. Penderita atrial fibrilasi dapat merasakan gejala lemas, jantung berdebar, dan sesak napas.


Denyut jantung yang normal berkisar antara 60–100 kali per menit dengan irama yang teratur. Pada penderita atrial fibrilasi, irama jantung menjadi tidak teratur dan bisa lebih dari 100 kali per menit.


Atrial fibrilasi adalah salah satu jenis aritmia atau gangguan irama jantung. Gejalanya bisa hilang timbul, berlangsung lama, atau bahkan permanen. Apabila dibiarkan, atrial fibrilasi bisa mengakibatkan gagal jantung dan stroke.


Penyebab Atrial Fibrilasi (AF)


Fibrilasi atrium (AF) terjadi akibat adanya gangguan hantaran sinyal listrik di otot jantung. Akibatnya, denyut jantung menjadi tidak normal sehingga tidak memompa darah dengan optimal ke seluruh tubuh.


* Konsumsi minuman berkafein atau beralkohol


* Konsumsi obat-obatan batuk pilek


* Kebiasaan merokok


* Tekanan darah tinggi


* Penyakit jantung koroner


* Penyakit jantung bawaan


* Kelainan katup jantung


* Serangan jantung


* Hipertiroidisme


* Infeksi virus

__ADS_1


* Sleep apnea


* Gangguan metabolik


* Penyakit paru-paru


Selain beberapa faktor di atas, terdapat kondisi lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang AF, yaitu:


* Berusia lanjut


* Menderita obesitas atau berat badan berlebih


* Memiliki keluarga yang juga mengalami atrial fibrilasi


Gejala Atrial Fibrilasi (AF)


Atrial fibrilasi dapat menimbulkan gejala cepat lelah atau bahkan tidak menimbulkan gejala apa pun. Akibatnya, kondisi ini sering tidak disadari oleh penderitanya. Namun, bila denyut jantung terlalu cepat, penderita AF dapat mengalami gejala berikut ini:


* Lemas


* Pusing


* Jantung berdebar


* Nyeri dada


* Sesak napas


AF dapat berlangsung sesekali dalam hitungan menit sampai jam, atau terjadi berulang-ulang selama seminggu. Gejala AF yang seperti ini masih bisa hilang, baik menghilang dengan sendirinya atau dengan obat-obatan.


Akan tetapi, atrial fibrilasi juga bisa terjadi terus-menerus sampai lebih dari 1 tahun atau bahkan permanen. Kondisi ini memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mencegah stroke dan gagal jantung.


🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2