
Kulihat dekorasinya, ya hanya satu lukisan saja yanh terpajang di dinding itu. Kamar mandinya juga elegant bgt, lemarinya juga kulihat ada beberapa piyama yang bisa kami pakai. Mungkin agak kebesaran dengan ku, tapi lumayanlah.
Istri Yang datang mengetuk pintu, kubuka.
" Oh ya sayang, ini baju yang bisa kamu pakai. Kan tak mungkin pakai piyama saja. Baju ini kamu pakai saja...oke!".
Kata Istri Yang
" Iya Tante ...makasih sudah mau menerima kami disini ...!!!".
Aku tersenyum namun istrinya ketawa melihatku dan melirik Jojo.
" Ah lucu juga aku dipanggil Tante, Jojo kamu masih dipanggil Om ya?".
Tanya istri Yang pada Jojo.
" Hm.....mmm, tidak lagi. Makasih ya. Tanpa bantuanmu mungkin kami tidur dijalan malam ini. Thanks...???!".
Kata Jojo dengan riang gembira.
" Aman itu. Istirahatlah... Kusiapkan teh untuk kalian... Oke...?".
Istri Yang berlalu dan aku bingung,
" Kamu kenapa lagi?".
Tanya Jojo menatapku bingung.
" Nau solat tapi tak ada mukena. Yang kan Budha loh om... Bagaimana?".
Tanyaku lagi.
" Ya kemarin kubelikan mukena baru. Sebentar ku ambil di mobil. Tunggu ya?".
Kata Jojo kemudian keluar.
Om pergi meninggalkan aku dan kembali membawa sejadah dan mukena.
Kami solat Dzuhur bersama, damai rasa hatiku ini setelah curhat dengan Sang pencipta yang Maha Memiliki segalanya.
Kucurahkan isi hatiku semua pada Sang Maha agung, dari A sampai Z...
Kulangkahkan kaki ke dapur dan mulai mencari bahan makanan di kulkas untuk buat cemilan apa bila anak sekolah sudah pulang nanti.
Aku berperang didapur seorang diri, pembantu sangat terkejut melihatku berperang didapur. Dia ingin membantu namun aku menolaknya... Hampir sejam aku didapur dan berhasil membuat bakwan dan tempe goreng makanan terfavorit ku. Kelihatannya anak-anak Yang menyukai masakanku soalnya habis semua tinggal piringnya saja, aku tidak dapat sepotong pun.
Jojo merampas bagianku saat aku lengah, itu membuatku kesal.
" Oh ya...? Kamu bisa kan buat pisang goreng dan kue Malaka?".
Tanya Yang padaku sambil tersenyum.
" Gampang kok. Asal bahannya ada semua aman itu...??! Kenapa? Mau?".
Tanyaku pada Yang serius.
" Oke deh nanti kita ke pasar ya....!!".
Kata Istri Yang riang gembira, soalnya istri Yang suka makan pisang goreng dan Yang suka kue basah. Aji mumpung nih....?.
" Eheeem..... Aku saja. Aku cemburu istriku nanti dilirik orang. Aku tidak terima...!?".
Kata Jojo dengan cemburu buta.
" Jangan begitu kenapa? Masa aku kepasar aaja diekori...? Hais...? Kamu berlebihan sekali pun. Tak ada bedanya dari Nael yang selalu saja mengEkori aku dimana saja.....!! Huuuuft.....!!".
Kataku mengeluarkan nafas panjang yang berat.
Seketika....
Kulirik ada awan gelap.
" Nanti pergilah sama istriku, bisa buatkan aku makanan tadi?".
Kata Yang bertanya padaku.
" Boleh lah. Aman om, nanti kubuatkan yang banyak. Satu gerobak... Biar puas?".
Kataku bercanda.
Anak Keluarga Yang itu ada 3 orang,
Mei-Mei Yang... Anak tertua Kelas 1 SMP.
Ling-Ling Yang... Anak kedua Kelas 6 SD
Yuu Yang.... Anak laki-laki kelas 2 SD.
" Kakak... Aku ikut ya. Aku ikut kak...!".
Kata Ling-ling nangis kencang seperti gendang telingaku hampir pecah saja.
" Kakak....aku ikut ya kak. Aku mau beli mainan, huaaaa......huaaaa....aaa! Ikoo......oot kak.....!!! Ikooo......oot!!".
Kata Yuu merengek juga dengan manja.
Mataku melirik Jojo, dan kulihat dia pura-pura tidak tahu saja. Sok cuek begitu.
" Oke sudah kuputuskan. Kita semua ikut saja. Kan rame...oke??".
Kataku dengan sigap dan mantap.
__ADS_1
Yang dan istrinya tertawa terbahak melihat anaknya mau mengekori aku seperti anak ayam yang tak mau kehilangan induknya...! Sungguh terlalu bagiku.
Karena azan berkumandang, kami permisi untuk kembali kekamar melaksanakan solat Magrib. Kami solat berjamaah dikamar, samar-samar kudengar suara suamiku itu berdoa untuk aku dan anakku agar hidup bahagia.
Selesai solat, aku ganti pakaian piyama panjang. Jojo yang over protektif itu hanya melirikku senyum saja, bayangkan kalau aku pakai pakaian santai. Pasti dia akan ngamuk kayak cacing kepanasan, dan akan menyuruhku mengganti pakaian ataupun.... Kami tidak jadi kepasar.
" Oh ya bawa botol air minum ya. Siapa tahu aku haus begitu....???!".
Kataku pada Jojo.
Jojo kembali ke dapur dan membawakan aku sebotol air minum.
Yup... Aku dan Jojo duduk didepan karena kami tak bawa supir. Yang, istrinya dan 3 anaknya juga ikut... Sumpah kami seperti mau pergi piknik kepantai saja lah.
Kami naik mobil Yang, mobil kami manalah muat... Belum lagi belanjaan kami yang bakalan taruh dimana lagi. Ceritanya kami mau borong isi satu pasar.
Sampai dipasar, aku ketawa geli melihat Jojo menginting tas belanja dan juga Yang membawa tas yang sama.
" Biar istri bahagia...Suami yang jadi kuli panggulnya. Ya kan sayang....?".
Kata Yang kepada Istrinya dan memberikan kecupan dipipi.
" Papa genit ah sama mama.... Malu?".
Kata Yuu dengan polosnya.
" Papa...? Tidak malu ah, dipasar ini. Papa ini mesra-mesraan pula dipasar. Dilihati orang tahu mama....? Haiiisssss.....!!!".
Kata Mei-mei lagi menyambut.
" Aku juga mau dicium sayang....?!!!".
Kata Jojo manja berharap aku demikian.
Aku menatapnya tajam dan kesal separuh mampus. Dia agak takut saja.
" Jangan harap...!?".
Kataku sambil kutinju perut yang perfect itu.
" Aduh sakit loh sayang...? Kamu bisa saja menggodaku....!!! Sayang....??".
Kata Jojo manja seperti balita.
Jojo main mata dengan genit dengan ku
Aku hanya cuek saja dan berjalan menusuri jalan pasar.
Sudah kuduga... Kalau yang belanja laki-laki pasti tudak pikir panjang. Beli pisang saja sampai satu tandan. Aku terkekeh saja.
Bayangkan saja satu tandan, bisa satu kampung makan pisang goreng. Dasar tidak penuh perhitungan....!?.
Aku beli tepung beras pulut 4 bungkus, gula merah 2 kg, pandang seikat yang hampir habis dibuat anak Yang main-main disepanjang jalan. Kelapa parut 2bbiji, tepung roti 3 kg, dan masih banyak bahan makanan. Kupilih saja yang bisa diolah buat sarapan besok. Kan yang bayar Yang.
Akhirnya aku puas juga berbelanja, sampai rumah ku olah pisang goreng dan kue Malaka yang direquest Yang. Alangkah senang hati mereka makan makanan buatan ku, sampai kami kenyang dan tak makan malam.
Kulirik Jojo sambil membawakan sepiring kue special yang ku olah tadi.
" Ini upah karena sudah menemani aku belanja. Ini spesial tidak pakai kelapa... Tapi keju loh...! Khusus buat kamu...!".
Kataku memberikan dia Hadiah istimewa dengan tulus dan ikhlas.
" Makasih sayang. Duh bahagia nya aku! Punya istri baik dan pinter masak???!".
Kata Jojo memujiku dengan lembut.
" Haleh.... Gombal. Bilang saja memang kamu demen makan masakan aku...? Semua habis kalau aku masak, bagianku pun disikat semua... Ya kan?".
Aku melipat tangan dan geleng kepala.
Om hanya tertawa dan menghabiskan semua makanan yang dipiring tadi. Aku turun kedapar untuk cuci piring tapi bibi melarangku dan menyuruhku duduk bergabung dengan keluarga Yang asik nonton TV Film Kartun...
Aku duduk dilantai bersama anak Yang.
" Kak? Masakan kak enak loh. Yuu suka kue ijonya... Manis dan gulanya banyak. Suka banget.... Love it's!".
Kata Yuu memuji ku lagi.
Yuu mencium pipiku dan merah mukanya kulihat, lucu sih anak bungsu Yang.
" Kak... Ya enak loh. Besok bisa buat untuk sarapan...? Eh.... Sekalian bontot!!! Bisa kan kak? Please........??!".
Kata Mei-mei memohon padaku agar aku bersedia membuatkan mereka bekal.
" Oke aman itu sayang, besok pagi ya...!".
Kataku berjanji pada mereka.
" Kak? Kok bisa kenal om Joshua? Si Om yang galak macam Harimau...? Aku saja males bertatapan sama om seram itu...? Bisa merinding tahu kak? Apa lagi ngomong sama om itu? Bisa gelap duniakukak? Takut ah!".
Kata Ling-ling bergedik takut.
Aku hanya cengar-cengir sajalah, mau dibilang apa lagi?. Mereka bakalan tidak paham apapun, cuma Yang saja yang tahu cerita sebenarnya.
" Kamu cinta dari Jojo apanya sih sayang? Penasaran aku? Masa Iya...!!! Si Jojo punya istri yang imut begini? Sulit dipercaya juga dunia ini? Sungguh tak adil ya kan...?".
Kata Istri Yang menatapku heran.
Yang hanya melirik aku dengan genit saja.
Jojo lama menunggu ku dikamar dan dia mencariku, didapatinya aku lagi bercanda dengan Yang diruang TV.
__ADS_1
" Ah....dia manis sekali. Andai kehidupanku seindah keluarga ini? Mungkin setiap saat senyumnya akan menghiasi hari-hari ku....!".
Jojo melirikku dan melihat jidatku yang masih diPlaster, kaki ku masih ada yang diperban dan luka goresan masih tersisa....
Jojo kembali ke kamar dan langsung tidur saja tanpa menunggu ku.
Aku bangun pagi sekali, kami solat Subuh berjamaah. Aku kedapur dan Jojo entah kemana, kudengar ia mau olahraga katanya ditaman.
Selesai masak nasi goreng, pisang goreng dan kue Malaka, aku mandi dan ganti baju. Kulihat anak-anak lagi sarapan dan memakan lahap masakanku, ya aku dibantu oleh bibi tentunya.
Istri Yang terkaget karena begitu bangun masakan sudah diatas meja semua, termasuk bekal anak-anak dan bontot Yang dan Jojo sudah kutata rapi.
Istri Yang mencariku di kamar,
Tok....tok....tok....ooook..!!! π’π’π’
" Ya masuk saja tidak dikunci kok!!".
Istri Yang masuk dan melihatku sedang bersiap-siap mau ke kampus.
" Hei mau kemana sayang? Pagi-pagi sudah repot sendiri...?".
Tanya nya padaku.
" Kampus dong, kemana lagi?".
Kataku.
" Kamu masih kuliah juga?".
Tanya nya padaku lagi.
Kelihatannya dia kaget melihatku masih kekampus juga dengan kondisi hamil.
" Iya tanggung, maklum saja lah...!".
Kataku pelan dan lembut.
" Boleh tanya? Jangan marah...?".
Tanyanya lagi dengan menatapku serius.
Aku mulai curiga apa yang akan ditanya kan oleh nya. Tapi aku biasa saja lah.
Aku hanya mengangguk kepada dan tersenyum kecil melihatnya.
" Benar kamu cinta Jojo? Aku masih tidak percaya saja?".
Tanya nya padaku dengan tatapan serius.
Aku terdiam dan tersenyum kearahnya saja dengan manis dan genit.
" Iya dong, selain ganteng, kaya dan ramah. Om baik padaku. Aku cinta dia...!".
Kataku berbohong.
" Suamimu itu begitu Familiar diantara kaum hawa, kamu pasti sudah tahu kan sayang? Apa kamu tidak marah?".
Tanya istri Yang sambil tersenyum.
" Tapi pada kenyataan nya akulah pemenang hati Jojo. Lihat calon anak kembar kami.... Sebentar lagi lahir? Menarik bukan...?".
Kataku dengan bangga.
" Ya baguslah kalau begitu, kalau ada apa-apa telpon saja aku. Siap membantu....!".
Ny. Yang keluar dari kamar dan berpapasan dengan Jojo ditangga.
Jam 8 pagi, aku tiba dikampus dengan diantar suamiku si Jojo genit itu.
Aku berpapasan dengan Haidir ditangga naik kelantai 2... Dia seolah-olah tidak melihatku. Dan aku juga diam saja lah.
' Ah....betapa sakitnya hatiku. Melihatnya seperti itu, ya sudah lah!!'.
Dihatiku merasakan seperti tersayat saja.
Ternyata Haidir memperhatikan keningku dan kakiku yang banyak goresan dan ada perban melingkar di mata kaki ku.
Toilet dikamar mandi lantai 2 jarang digunakan karena lampunya sering mati dan klosetnya rusak. Haidir datang menghampiriku yang sedang duduk dilobi dekat lantai 2. Tumben tidak ada orang diatas karena ada kegiatan bazar di halaman depan kampus.
Dia menarikku ke toilet wanita dengan paksa dengan menyeretku begitu saja.
Aku ketakutan dan merinding melihat dia yang tiba-tiba saja menyeretku ketempat gelap. Didepan toilet tertulis dipintu,
Sedang perbaikan...Rusak total!
Aku keringat dingin menatap matanya yang memperhatikan keningku dan kakiku ...
Betapa takutnya aku melihat mata yang sama seramnya dengan mata si Jojo... Aku meneteskan air mata saja tanpa sengaja, sambil menggigit bibirku...!!! π
' Oh tuhan, cabut saja nyawaku sekarang. Apa yang akan dilakukan Mantan kekasihku ini sekarang. Dia mungkin dendam dan akan membunuhku, mayatku akan dimutilasi juga setelah ini...! Habislah aku...!'.
Itulah kata hatiku yang sedang ketakutan itu.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
__ADS_1
πSelamat membaca ya..π€π€π€