Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Bikini ku


__ADS_3

Sampai didalam mereka berdiskusi serius sekali menurut ku. Akupun tak paham apa yang mereka katakan.


" Aku menghadapi masalah serius?".


Kata Jojo dengan serius menatap mereka berdua.


" Apa rupanya? Tegang sekali wajahmu? Sumpah...! Bjkin takut saja pun!".


Tanya Zack dengan wajah santai. Wajar mereka belum tahu masalahnya apa.


" Ibu dan istriku bertengkar hebat tadi...!".


Kata Jojo pelan.


Zack dan Yang seketika berdiri dan kaget bukan kepalang lah. Mata mereka melotot dan mulut terbuka lebar seakan tak percaya akan yang dikatakan Jojo barusan.


" Jangan kau takuti aku dengan lelucon mu lah. Sumpah kaget aku?".


Kata Zack dengan panik dan mengelus dada.


" Lihatlah istriku, jadi mangsanya?".


Kata Jojo pelan, Iiiih santuy banget.


Mereka bertiga memandangku yanv penuh luka lebam dan banyak perban dibadanku. Mereka melihatku dengan tatapan kasihan sekali seperti hendak menangis membayangkan aku yang diterkam dan dilahap oleh nenek sihir.


" Aduh tuhan....! Tidak bisa kubayangkan...! Lalu bagaimana bisa? IMengerihkan...? Aku membayangkan nya lah....!".


Kata Zack sambil menahan nafas.


" Sumpah Jo... Ibumu itu kayak nenek sihir yang mengerihkan sekali. Merinding aku...! Sumpah lah. Kalau aku mungkin sudah jadi mie gomak yang diobok-obok lah....!!".


Kata Yang dengan ketakutan membayangkan dia menjadi aku.


" Boleh kami menumpang dirumah kalian sementara waktu saja. Sumpah aku bingung mau kemana? Mana mungkin aku balik kerumah mertuaku. Bisa dibunuh aku... Dimutilasipun bisa! Melihat anaknya sampai seperti ini keadaannya....! Berilah aku masukan apa yang harus kuperbuat?!!".


Jojo memijit-mijat dahinya dan menggaruk-garuk kepala sambil tersenyum.


Sumpah Jojo bisa juga stress.


Yang mengambil HP nya dan menelpon istrinya. Jawabnya oke saja lah.


" Seminggu aman lah cuy...! Seminggu lagi dirumah Zack. Kan adil sih? He....he.....eeee!".


Kata Yang memberikan solusi sambil terkekeh melihat keadaan kami.


" Jangan bawa-bawa aku kedalam masalah baru. Istriku protektif sekali loh, kalau aku bawa wanita lain kerumah bisa dipenggal kepalaku. Tapi coba nanti kutanyakan lagi... Apa katanya. Semoga saja diijinkan....!?".


Kata Zack dengan ringan.


Jojo menepuk kedua pundak sahabatnya itu dengan bangga sekali.


" Aku sudah seperti mumi begini, besok lepaskan perbannya. Aku mau masuk kampus. Aku mau menenangkan hati dulu sementara, bolehkan?".


Tanyaku kepada Jojo.


" Keadaanmu seperti itu. Bagaimana bisa sayang? Jangan cari penyakit lagi...ah?".


Kata Jojo tidak setuju akan pintaku.


" Aku hanya ingin berjumpa temanku saja, bersama mereka bebanku bisa hilang. Aku janji akan pulang cepat....!".


Pintaku lembut lagi pada Jojo agar dia memberikan aku ijin masuk kampus.


" Kuantar dan kujeput ya. Baru kamu boleh pergi ke kampus. Kalau tak enak harus kabari aku secepatnya. Aku tak mau kamu kenapa-kenapa lagi....!!".


Kata Jojo menghardik ku dengan tegas.


" Iya aku janji...! Aku akan jaga diri!"


Aku tersenyum kecil dan melihat senyum suamiku begitu lebar seakan dia sudah lupa dengan kejadian yang baru saja terjadi.


" Ulan Nafisah Anggara... Mulai sekarang kamu harus terbiasa hidup penuh tekanan. Jangan mudah menyerah. Jangan mau terpengaruh oleh orang lain. Kamu harus bisa jaga diri, jangan lemah seperti itu lagi, kamu mau terus-terusan disalahkan dan ditindas orang. Hah? Kamu paham hah?".


Kata Yang bertanya dan memberikan aku pelajaran agar menjadi kuat.


" Iya aku akan menjaga diriku dengan baik!".


Kataku tegas.


" Sudahlah jangan menakutinya lagi, Yang ... Kau menakutinya loh....?!".


Kata Jojo menatapku pilu.


" Bukan begitu Jo... Itu harus jadi pelajaran. Bagimana kalau muncul mantanmu yang lain? Mereka tidak terima karena ulahmu dulu??? Hah? Kau ingat tidak sudah berapa banyak perempuan diluar sana sakit hati denganmu.... Hah?".


Kata Zack bertanya dengan keras kepada Jojo agar lebih waspada lagi.


Jojo memijit pundaknya dan mengeluarkan nafas berat nan panjang seperti jalan kenangan yang tiada akhirnya.

__ADS_1


" Haiiis.... Haiiiss... Sumpah aku sudah lupa. Sudahlah jangan kalian ungkit lagi, selesaikan dulu masalah sekarang. Lihat istriku ketakutan kalian buat, malam ini aku akan puasa dibuatnya lah. Kejam kalian ini padaku? Tega ah. Kejam dunia ini kawan....!!".


Kata Jojo tersenyum kecut.


" Masih kuat juga seleramu ya, jadi iri aku pada kalian. Ha....ha....aaaa!!!!!".


Kata Zack mulai bercanda lagi.


" Masih bisa berpikir enak-enak... Tahan dulu seleramu ya. Dasar maniak....!!".


Kata Yang ketus mengerjai kami.


" Sumpah, bocah nakal ini bisa buat aku gila. Bayangkan saja aroma tubuhnya seperti candu bagiku, semua yang melekat ditubuhnya aku suka. Apa yang dia pakai dan ekspresinya juga sesuai seleraku. Entah lah kok bisa dia mempunyai itu semua. Aku bisa gila kalau sehari saja tidak memeluknya. Haiiiisss parah, aku bisa mati tanpa dia....!!!?".


Jojo menepuk jidatnya dan melirikku.


Seketika pipiku merah dan aku gugup. Jojo si genit itu menatapku dengan tatapan licik yang hendak menerkam ku.


Siapa yang berani melihat matanya? Seperti ular cobra yang siap matok mangsanya loh.


Hiiissss....!!!! πŸ˜–


Seram ah.... Ngerih lah, tidak bisa kubayangkan. Dalam keadaan darurat seperti ini dia masih ingin memakanku sampai habis tak tersisa sama sekali. Gawat sekali ah...!!


" Kalian semua om genit...!! Ibu... Tolong ada banyak om genit...???!!".


Kataku merengek dengan manja.


Mereka bertiga tertawa terbahak melihatku yang sedang marah manja pula.


" Ya sudah kami pulang ya, besok pagi datang saja kerumah ku. Biar disiapkan istriku kamar buat bulan madu kalian lah... Aman itu. Asalkan kalian menjaga dengan baik calon menantuku itu ya cuy....!!?".


Kata Yang menunjuk ke arah perutku yang mulai besar.


Mereka pamitan dan pergi meninggalkan kami. Dan sepi lah kurasakan.


Jojo mendekatiku... Dan mulai membuatku kesal setengah mati akan ulahnya yang menurutku aneh itulah. Menyuruhku duduk dipangkuannya dan kami saling berhadapan.


Kupandangi wajah tampan laki-laki yang umurnya jauh berbeda dengan ku itu. 21 Tahun lebih tua dariku, tapi meski begitu penampilan Jojo masih seperti umur 30 tahun saja tidak sesuai umurnya itu. Apalagi kalau pake jeans dan kemeja... Kalau kubilang dulu dia suamiku...? Pasti tak ada yang percaya padaku katanya aku bohong mau cari sensasi saja.


Padahal begitu kenyataanya...!!!


Ah aku bisa gila jika lama-lama menatap wajah tampannya itu. Jantung berdegup kencang seperti baru berlari 1 km saja, serasa tubuhku dingin seperti es dan bingung mau apa lagi dia padaku. Aku didepannya dan dia menatapku tanpa berkedip sedetikpun, membuatku gagal fokus saja.


" Lihat saja aku....! Jangan malu-malu begitu. Semua apa yang ada padaku milikmu, jadi tidak perlu gengsi lagi sayang....!!".


Katanya sambil senyum nakal.


Tanyaku kepadanya dengan gugup.


" Kepalamu diapakan sama ibuku?".


Katanya sedih sambil menatapku lekat dan serius.


" Aku ditarik ibumu dan wanita jahat itu dengan paksa dan terhempas jidatku kena lantai...! Aku juga dicakar dan ditampar keras. Lalu perutku ditendang keras oleh ibu...!".


Kataku dengan jujur dan polos.


" Lalu...? Bagaimana? Coba beritahu?".


Tanya Jojo lagi.


Aku" mereka menarik rambutku dan menyeretku, ibu menamparku dengan keras hingga puluhan kali. Makanya pipiku lebam dan bibirku berdarah. Aku marah dan berkata kasar pada ibu, dia bilang ibuku ****** dan tak tahu diri. Aku emosi dan melawan semua perkataan nya. Habis aku kesal ibuku dan keluargaku direndahkan seperti itu....!!".


Kataku pelan dan nada polos.


" Hm.... Iya sudah tidak apa kok???!".


Katanya sembari mengelus rambutku.


" Iya aku juga salah karena berkata kasar pada ibu. Wajar dia marah dan menampar ku. Ya kan....? Aku kesal saja dihina...!?".


Kataku dengan merasa bersalah juga, maklum aku berkata kasar pad mertua.


" Sudahlah... Aku yang salah padamu. Lihat sekujur tubuhku banyak goresan luka, aku sedih karena tidak bisa menjagamu dengan baik sayang. Maafkan aku ya sayang ku...!!".


Kata Jojo meminta maaf padaku.


" Besok aku masuk kuliah... Bajuku mana? Kan tidak mungkin pake sarung?".


Tanyaku manja padanya.


Cup......!!! 😘


Jojo tersenyum kecil dan mencium hidungku dengan lembut sekali.


" Pesan saja online sayang...? Kan bisa cod. Gampang kan?".


Kata Jojo sambil mencubit hidungku.

__ADS_1


" Uangku habis kuberikan pada Aya tadi, mana ada uangku. Dompet ketinggalan dirumah..?!".


Kataku dengan sangat polos


" Didompetku ada uang cash, besok aku tarik lagi di ATM ya. Jangan kuatir lagi cinta, kan ada aku Super Hero mu....!".


Kata Jojo tersenyum dan masih menatapku dengan hangat sekali.


" Ah cuma gombal saja pun...???".


Kataku dengan wajah memerah dan gugup.


" Kamu lagi enak hati tidak sayang?".


Tanya Jojo dengan tatapan aneh


" Ada apa rupanya? Kok menatapku dengan senyuman licik? Iiiih....seram...!".


Aku mulai gelisah tidak tentu.


" Olahraga yuk. Sudah lama nih aku puasa sayang. Aku rindu kamu loh...!!".


Kata Jojo dengan lembut.


" Hah? Keadaanku seperti ini loh. Mana bisa bergerak bebas, Tenaga ku juga tak tersisa banyak...! Kamu genit sih....!!!".


Teriakku padanya menahan malu.


" Ah...! Kamu diam saja. Aku akan menggendongmu sepanjang kita olahraga. Intinya kamu mau tidak?".


Tanya Jojo sambil tersenyum melihatku.


" Iiih... Suami genit. Saat-sat seperti ini masih juga nuntut itu. Tidak salah?".


Tanyaku dengan heran, bisanya dia minta itu disaat genting seperti ini.


" Sumpah aku haus sayang, aku lapar akan tubuhmu, aku rindu bau tubuhmu".


Katanya dengan manja sambil merengek.


" Tapi....aku.....aku....tidak.....!".


Belum siap aku berbicara Jojo mencium dan ******* bibirku dengan lembut..


Seketika om melepaskan seluruh pakaian ku dengan cepat. Hanya tersisa pakaian dalam saja, bukannya seperti biasa menciumi ku dengan mesranya.


Jojo melihat pundakku dengan cakaran kuku ibunya, diikatnya rambutku dan keningku biru dan lebam akibat terantuk lantai saat diseret. Lutut dan pahaku biru dengan beberapa bekas luka tersayat lantai, pipiku agak bengkak dan memar. Sedangkan bibirku pecah dan luka.


Dia menatapku lama dan memelukku dengan erat sampai aku sesak bernafas. Seketika itu perutku terasa aneh, ya tentu saja dia juga merasakan bahwa bayi kembar kami bergerak seperti merespon pelukan dan kasih sayang papa nya padaku.


" Sayang...? Bayi kita bergerak. Itu mungkin denyut jantungnya sayang...!".


Kata Jojo dengan bahagia.


" Iya. Kan sudah hampir 4 bulan. Kalau sudah 5 bulan baru bisa jungkir balik mereka didalam. Aku semakin sesak saja kalau berjalan... Huh....huh....huh....!!".


Kataku padanya protes.


" Kamu pakai baju lagi, aku hanya ingin melihat tubuhmu saja. Aku takut kamu masuk angin sayang... Biar ku orderkan pakaian untukmu....!!".


Kata Jojo sambil melepaskan pelukannya yang tadi begitu erat.


Aku kembali memakai baju dan duduk santai sambil lihat TV dengan tenang.


' Aku harus bisa lupakan yang telah berlalu, aku harus kuat dan bisa melindungi diriku sendiri. Aku tak mau kelihatan lemah, Jojo kasihan juga. Hidup penuh tekanan dan kejam begitu. Percuma saja kaya kalau ibunya macam singa, pantesan saja mukanya sadis begitu. Rupanya induknya singa...! Ah sial ah! Anak dan ibu sama singanya...!?' Gumamku dalam hati kecilku.


2 jam kemudian orderanku datang dari kurir, kuperiksa dan sudah kuduga sebelumnya.


Jojo genit itu membelikan aku pakaian gaun selutut untuk kekampus besok, kesannya rapi dan simpel tidak seperti pakaian orang hamil. Hanya ukurannya saja yang agak besar, dan jaket agar aku tidak masuk angin kalau diluar berhubung musim hujan.


Ada juga kulihat tas jinjing yang simpel untuk muat beberapa buku, HP dan alat tulisku didalamnya. Serta 3 baju piyama dan tak ketinggalan pakaian bikini. Alangkah terkejutnya aku melihat bikini itu dan aku melotot kearahnya, si Jojo genit cuma cengar-cengir saja melihat ekspresi ku yanh ingin menelan nya saja.


Bayangkan saja perutku mulai membesar, lalu pakai bikini.


Yang benar saja sih...?😱


Iiih....!!!?πŸ˜”


Jojo memang suka mengganggu dan mengusik ketenangan ku. Mungkin sekarang itu jadi salah satu hobinya semenjak menikahi ku. Hampir tiap hari aku naik darah tinggi karena ulahnya yang tidak masuk akal menurutku.


Magribpun tiba, kami pergi mencari masjid, kami tetap diluar hingga Isya datang. Selesai isya kami balik ke hotel untuk istirahat dengan tenang.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya kak....!!! πŸ’“πŸ’“

__ADS_1



__ADS_2