Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Momongan


__ADS_3

Selesai sarapan, adikku mereka bertiga berencana untuk menggangguku.


Tok....tok.....tok.....tokπŸ’’


Pintu kamarku diketuk oleh 3 tuyul sakti mandra guna, mereka tahu saja dimana ada uang bertebaran.


"Kak... Boleh masuk?".


Kata Fajar dengan keras dan berharap makanan enak ada didalam kamarku.


" Aku dan Kak Aya mau masuk???".


Kata Aya keras seperti genderang ingin perang saja.


Si Jojo membuka pintu, si tuyul tuyul itu kaget dan pucat pasi melihat suamiku yang tampan itu seperti malaikat tapi... Tidak bersayap.


"Eh Om...? Oh bukan salah. Maksud ku Abang Joshua. Boleh masuk?"


Tanya Fajar sambil melirikku yang sedang main PSP dekat jendela sambil duduk santai.


"Jangan panggil Om sayang...! Abang Jojo ya!!! Kan sekarang sudah jadi suami kak Ulan? Oke sayang...?".


Kata Jojo agak kesal melihat 3 tuyulku bertiga yang sedang usil itu.


Aku melirik sesaat dan hanya tersenyum saja melihat ekspresi Jojo yang agak kesal.


" Om kapan buka kadonya? Eh salah.....! Maksudku Abang Jojo ....!!! Maaf ya Om...! Eeh.....Eeeh salah lagi!!".


Sambil sedih dan hampir saja menangis takut dimarahi oleh Jojo.


"Masuklah. Kami juga tidak sibuk kok!!".


Katanya pasrah sambil menghembuskan nafas besar dan panjang.


Kulihat Jojo geleng-geleng kepala melihat tuyulku yang masih belum terbiasa memanggilnya Abang. Sesekali Jojo memijit dahinya dan menggaruk rambutnya acak- acakan lah.


Tiga tuyulku menghampiriku yang sedang asyik main PSP dan malah berebutan untuk bergantian main.


" Kak...! Aku mau itu. Kak tak usah main itu lagi, gak pantes. Kan dah jadi emak-emak sih? Tak usah sok eksis kak!!".


Fajar merengek padaku sambil berusaha merampas PSP dari tanganku.


"Mau dimarahi yang punya? Tuh dia!!".


Ku menunjuk Jojo yang sedari tadi memperhatikan tingkah kocak kami.


Fajar terdiam dan lesu seketika,


"Berikan saja, nanti kubelikan yang baru!". Katanya pasrah melihat PSP kesayangannya bertukar tuan baru dalam sekejap mata.

__ADS_1


Kuberikan pada Fajar dan akhirnya membuat Fajar tersenyum dan langsung berlari keluar kamar membawa PSP itu kekamarnya. Aya dan Nem iri juga,


"Om untuk kami mana?".


Kata Aya manja.


"Panggil sautan saja belum benar, siapa yang kalian panggil Om? Panggil yang benar dulu!".


Kesalnya Jojo dibuat tuyulku 2 Orang ini.


" Abang Jojo, untuk Nem mana? Masa cuma Fajar saja yang dapat. Kami mana? Kamikan adik nya Abang juga...!".


Kata Nem dengan manja hampir menangis dibuat Jojo.


" Kak.... Hiks....Hiks.... Punyaku mana?".


Kata Aya meneteskan air mata.


Akting lah, apa lagi???


Jojo seketika berdiri dan membujuk mereka berdua dan menjanjikan akan membelikan yang sama.


" Ya sudah ganti baju sana. Nanti kita beli, setengah jam lagi kita OTW...!".


Katanya memujuk Nem dan Aya.


" Dasar bocah...! Habis aku dikeroyok 4 bocah kecil. Seperti pengasuh saja aku jadinya!". Keluh Jojo padaku seperti orang yang punya anak Seratus saja.


" Rasain...! Biar tau rasa! Ha....ha..aaa!!".


Tawaku gelak mengejek padanya.


"Sudah bisa jalan sendiri belum?".


Tanya Jojo mencemaskan keadaanku.


"Sudah tak apa kok. Kuusahakan lah...!".


Ujarku meyakinkan dia agar membuatnya untuk tidak mengendong aku lagi.


'Mau taruh dimana wajahku ini, macam betul saja lah! Apa kata orang yang melihat, Aduh.... Aduh... Tak bisa kubayangkan lah! Lebih baik kutahankan saja sakit dari pada malu!'. Gumamku dalam hati kecil.


Jojo perhatian sekali, baju ku saja dia yang gantikan. Ketika dia ganti baju aku hanya bisa melihat Blue Film live siaran langsung... Mataku tak berkedip sedetikpun.


Kan sayang pemandangan indah dilewatkan begitu saja, mana tahu dia punya panu atau kurap itulah yang terbesit dalam hatiku saat melihatnya ganti baju tepat didepan mataku.


' Wow.... Indahnya pemandangan dunia ini. Inilah mungkin yang dikatakan oleh orang banyak malaikat tak bersayap... Ya Jojo lah mungkin salah satunya. Kulit semulus sutra cina, gak ada goresannya dikitpun... Nyamuk aaja gak mau nempel takut kePleseet katanya. Otot dan tubuhnya atletis banget, perutnya berbentuk kotak-kotak kayak kontrakan, kali bisa dikontakkan tambah deh duit ku. Kakinya dan tangan nya panjang Proposional, alis nya hitam tebal kayak Angry Bird, Ha....Ha..aa. Matanya indah, bersinar bagai berlian 20karat menurutku. Rambutnya selalu tertata rapi dan keren lah pokoknya. Itulah salah satunya yang kagumi ciptaan Allah...Masya Allah untung suamiku sekarang. Tapi genitnya ... Iiiiiih amit-amit lah kesal aku. Kalo kami jalan aku hanya sedagunya, dia selalu menaruh tangannya dikepalaku sebagai Cantelan tangannya jika lelah. Pakai apa saja nih Om genit keren lah kayak cantolan baju saja!!'.


Gumamku agak kagum dengan dirinya yang tak seberapa itu.

__ADS_1


"Jangan terlalu dipandang... Kalau mau aku masih kuat kok satu ronde lagi!".


Ketusnya menggodaku lagi.


" Oh tidak, terimakasih. Aku tidak mau lagi. Maaf ya anda terpaksa harus kecewa...!!".


Kataku dengan nada kecewa,


Aku berdandan natural saja, cuma pake alis, bedak baby dan lipglosee...! Itupun masih cari cari selah agar Si om genit tidak mencium bibirku. Habislah berselemak lipglosee ku, Si Jojo genit malah ketawa. Kesal setengah mati aku dibuatnya, sangkin kesalnya ku berdiri menghampirinya dan kuinjak kakinya sekeras tenagaku.


"Au..... Aauuw.....! Dasar nakal! Minta dikasi lagi ya sayang! Aku tidak keberatan loh?".


Katanya manja menggodaku sambil melingkarkan tanganya di pinggang ku.


"Hei genit kita jadi perginya, mau sampai kapan kita ngeram disini?".


Tanya ku kesal sambil geram melihat tingkahnya.


"Sayang...! Jangan KB ya. Aku ingin segera punya baby! Kalau bisa Jangan ditunda ya??!". Pinta nya dengan lembut


"Ingat perjanjian kita. Aku masih kuliah 1,5 tahun lagi. Sabar lah! Sesuai janji kemarin, kita bisa menunda momongan bukan...?!!".


Kataku geram dan melotot padanya.


"Umurku sudah lanjut, kamu sih gak apa sayang. Aku ingin melihat anak kita tumbuh dewasa. Boleh ya. Kamu bisa kan? Kuliahmu kan bisa cuti? Kamu enak masih muda...!?".


Pinta nya lagi manja kepada ku seperti rengekan anak kecil.


'Iiiihh.... Si Jojo genit tidak tahu diri, kan sudah janji tunda hamil sekarang minta anak. Tak mengerti aku dengan pikiran si Jojo, enak saja dia ingkar janji. Nanti aku minum saja obat diem-diem kan dia gak tahu...!'.


Gumamku sambil tersenyum jahat melihat ekspresinya yang menurutku lucu.


"Hm....mmm iya lah. Asal kamu senang!!". Begitu saja yang kuucapkan si Jojo langsung memelukku dan bahagia. Kayak menang lotre 1 Triliyun saja.


Wow...! Amazing lah...!!! πŸŽ‰


Kami berjalan keluar kamar dan adikku sudah menunggu didalam mobil. Aku dan Jojo permisi kepada orang tuaku untuk membawa adikku jalan keluar sebentar. Mereka begitu senang melihat kami berdua akrab sekali.


Setidaknya mereka tak tahu kalau aku masih belum bisa menerima si Jojo genit ini dalam hidupku. Maklum nikah tidak didasari cinta, hanya sepihak saja. Seperti Gayung yang tak bersambut.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2