Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Dinner dengan Keluarga


__ADS_3

Siang harinya tiba, sebelum berangkat kerja kami makan siang bersama.


" Kamu telpon saja dulu Ibu jam berapa mereka dijemput. Nanti pulang kerja kita makan malam di Lesehan saja, temanku buka warung makan baru loh sayang...?!".


Kata Jojk mengajak kami makan diluar.


" Oke deh. Kalo kita naik Alphard mana mungkin muat lah...!".


Jawabku singkat.


" Gampang kok, Pak Jamal saja yang bawa Alphard... Kita naik BMW saja sayang!!".


Katanya memberikan solusi.


Maklum saja, kalau Mobil sedan paling muat 4-5 orang. Maklum lah, Orang Kaya. πŸ˜†


"Oke deh... jangan nakal ya. Kalau aku tahu situ genit lagi, aku akan datang kesana pakai baju sexy... Lihat saja nanti...!".


Kataku dengan nadaku kesal sambil mengancamnya geram.


" Ha... Ha....aaa Cemburu juga sayang? Aku senang banget loh kalau kamu begitu, tambah cantik dan lucu. Gimana ya wajah anak kita? Kalo cowok macho sepeeri aku!!".


Kata Jojo dengan bangga, memang benar sih kenyataan nya dia ganteng dan tampan.


Seluruh dunia pun tahu jika melihatnya...! πŸ˜’


" Iya... Asalakan jangan ketularan genitnya saja. Itu aku tidak suka....??!".


Kataku ketus dan jengkel.


" Ha.... Ha....aaaa... Namanya cinta sayang, genit sama istri sendiri kan tak apa sih. Lagianemang kamu itu paling lucu wajahnya kalau lagi kesal samaku...!! Hi....hi....iii!!".


Katanya sambil ketawa geli kepadaku lalu menjulurkan lidah dengan mata tertutup sebelah.


" Iiiih.....iiih, Kesalnya aku. Awas saja ya, tidur diluar...??! Biar tahu rasa....!?".


Nadaku kesal dan mengancamnya sambil memukul meja.


Pak Jamal dan Bibi yang lainnya tertawa geli melihat gurauan kami, sepertinya banyak yang gembira akibat ekspresi ku yang menurut Jojo itu lucu dan gemesin.


" Hem, Aku boleh tak undang Haidir?".


Tanyaku padanya, Jojo terdiam sejenak dan menatapku tajam.


" Boleh dong....!!! Malah bagus biar dia tak godain istri orang lagi dikampus...!".


Kata Jojo melihatku tajam.


" Iya itu juga sih rencana ku, makasih ya sudah tak marah lagi...!!!".


Kataku sambil senyum.


" Rugi aku marah, kan aku tahu kamu gimana sayang. Itu tak akan buat aku marah lah, masa aku kalah saing sama cinta monyetmu itu, aku dan dia tak sebanding denganku!".


Katanya penuh percaya diri, tapi giginya rapat.


Selesai makan Jojo langsung berangkat kerja, kuantarkan dia kedepan dan mencium pipinya seperti biasa.


" Baik-baik dirumah... Jangan lasak lagi! Oke? Assalamuallaikum sayangg..!".


Katanya pamitan padaku.


Aku tersenyum dan melambaikan tangan padanya. Jojo pergi nyetir sendiri ke RSUD Adam Malik. Dalam perjalanan Jojo masih kesal padaku masalah Haidir.


" Hah? Sayangku! Bagaimana ini. Aku cemburu... Tapi sudahlah....!!".


Katanya menggerutu ditengah jalan.


Pukul 2 siang, kutelpon Ibuku dan memintanya untuk siap-siap mampir kerumah karena akan dijeput oleh Pak Jamal. Berhubung ini Jumat jam 1 siang adik-adikku pasti pulanh cepat dan sampai rumah jam 2 siang paling lama.


Ting...! Tong...!!!πŸ“²


Ting...! Tong...!!!πŸ“²


Aku menelpon Ibu,


" Ibu, apa adik-adik sudah pulang sekolah?".


Tanyaku.


"Ya sudah dirumah semua, Bapak juga sayang. Ada apa sih? Kamu sehatkan?".


Tanya Ibu padaku.


" Itulah. Aku rindu Ibu dan Bapak. Bersiaplah Bu, sebentar lagi sopir akan datang menjemput kalian. Semuanya harus ikut ya?".


Kataku tegas pada Ibu.


" Iya sayang, kamu mau dibawakan apa?".


Kata Ibu sambil bertanya.


" Tidak perlu repot-repot Bu, kalian datang saja aku sudah senang. Datang ya Bu??". Pintaku manja padanya.


" Iya ibu siap-siap dulu sayang!!!".


Kata Ibu padaku.


Lalu aku menutup telpon, sementara itu...


" Aya...Nem....Fajar... Cepat bersiap sebentar lagi kita pergi ke rumah kakakmu. Kelihatannya dia kurang sehat. Ayo cepat!".


Teriak Ibu kepada mereka semua.


" Oh iya? Ya bagaimana anakku itu!".


Kata Bapak dengan penuh rasa cemas.


" Asik...!!! Makan enak lagi nih...!!".


Kata Fajar polos.


" Aku mau minta duit sama AbangJojo, aku mau beli baju Karate yang baru Bu...?".


Kata Ben berharap.

__ADS_1


" Aku juga mau beli tas baru, punyaku sudah rusak. Kalau minta sama kak Ulan pasti dibaginya. Dia kan tidak pelit. Apalagi setelah jadi istri orang kaya...!".


Kaya Aya lagi.


" Abang Jojo kan baik dan ramah. Apa saja kalian minta pasti dikasi, soalnya Abang Jojo takut sama kak Ulan...!!".


Kata Fajar polos, membuka aib.


Mereka para tuyulku ketawa geli sendiri membayangkan semua keinginan mereka akan terpenuhi setelah bertemu dengan ku disana.


" Pak Jamal, tolong jeput Ibu. Aku sudah permisi kepada suamiku tadi...!".


Pintaku dengan sopan.


" Iyaya nyonya. Saya pergi...!".


Pak Jamal pergi dan kuseret langkah menemui Bibi dilamarnya, Bibi terkejut dan menghampiriku.


" Bibi, tolong buatkan camilan yang enak. Dan belikan beberapa makanan ringan. Ibuku akan datang, adikku suka makan cemilan. Ini uang nya...!! Tolong ya Bu...?".


Kataku meminta tolong pada salah satu Bibi.


Aku memberikan uang 200 ribu kepada Bibi dan Bibi pergi naik motor ke Supermaret terdekat yang dikomplek.


Tak lama Bibi sampai dengan membawa banyak macam jajanan dan cemilan, Pak Jamal juga sudah sampai. Bibi Iyah juga membuatkan risol, sosis dan Nuget goreng yang sudah ada dikulkas. Biasanya Bibi rajin buat dan simpan di freezer karena Jojo suka makan cemilan tengah malam sebelum tidur.


" Assalamuallaikum....sayang?".


Teriak Ibu dari depan pintu masuk.


" Walaikumsallam, masuk saja!!".


Teriakku dari dalam rumah.


Ibu melihatku kaget karena memakai pakaian tidur disiang bolong dengan mata melotot.


Kuhampiri Ibu dan abapakku, kusalami mereka dan kupeluk sambil pecah tangisku.


Ibu memapahku kesofa dan masih memelukku dengan rindunya.


Ibu" kamu kenapa? Kok nangis sayang? Kamu baik-baik saja kan?".


Tanya Ibu jadi cemas.


Aku hanya mengangguk dan tersenyum.


" Suamimu memperlakukan kamu dengan baik kan sayang???".


Tanya Bapak mencemaskan keadaanku. Maklum aku jadi semakin pucat saja.


" Ya baik sih Pak... Tapi dia genit. Hampir tiap hari aku kena darah tinggi!".


Kataku dengan sangat polos.


Bapak dan Ibu ketawa geli melihatku mengadu demikian pada mereka. Bibi Iyah dan Bibi Zur datang sambil menyuguhkan cemilan yang dibeli dan dibuat tadi. Seketika tuyul ku tertawa sumringah dan menyantap hidangan yang disajikan oleh Bibi.


" Aku betah kalau begini kak!".


Kata Fajar menatap hidangan seperti tak makan 100 tahun saja.


" Ya kak betul, kak Ulan kan jadi orang kaya sekarang. Kecil itu baginya ....!!".


" Eh Kelen jangan begitu nanti kak Ulan dimarahi Abang Jojo... Kita tak dikasi kesini!".


Kata Aya lagi dengan masuk akal.


Bapak dan Ibu hanya tersenyum saja melihat tingkah para tuyulku itu. Aku juga tertawa kecil saja melihat mereka bahagia dan senang dengan usahaku.


" Ibu. Bagaimana sekolah mereka!".


Tanyaku pada ibu.


" Biasalah. Kamu sudah paham...!".


Kata Ibu dengan singkat.


" Ya Bu, suamiku bilang mau mendukung adik-adik kok. Bilang saja samaku, nanti biayanya aku transfer. Lagian dia juga berikan aku bulanan banyak kok Ibu... Aku bisa sisihkan uang jajanku sedikit untuk bantu Ibu dan Bapak. Suamiku lembut dan baik padaku, dia juga yang menyarankan aku untuk mengajak kalian kesini hari ini...!".


Kataku kepada ibu, bahwa suamiku itu memang benar-benar baik dan peduli.


" Iya kak. Banyak sekali yang mau dibayar di sekolahku... Uang buku belum dibayar...!".


Kata Aya memberitahukan aku bagaimana keadaan yang sebenarnya padaku.


Seketika wajahku berubah sedih,


" Aku juga, uang jalan-jalan study tour dan uang perpisahan belum dibayar kak!".


Kata Fajar menjelaskan.


" Ia nanti kukasi uang nya. Kira-kira berapa buk...? Biar kusiapkan saja nanti...!".


Kataku


" Tidak perlu, nanti suami mu marah sayang? Ibu segan ah... Tak usah. Nanti Bapak cari pinjaman saja dikantornya...!".


Kata Ibu menolak bantuanku secara halus.


Sepertinya Ibu tidak mau merepotkan aku.


" Iya tak apa, nanti malam sebelum pulang kukasih. 5 juta cukup Bu? Kalau cuma 5 juta ada sekarang kok..!".


Kataku dengan sigap dan tanggap.


Ibu terkejut dan Bapak melotot saja, aku kembali kekamar dan kubuka lemari ku. Kuambil uang seikat dan kembali keruang tamu. Kuberikan pada Ibu uang 5 juta tadi, dan Ibu hanya terdiam menatapku seakan tak percaya.


" Ambil saja Bu, itu uang jajanku kok. Jojo memberikan aku uang yang cukup banyak, lagian Jojo tak pernah tanya aku untuk apa. Nanti ku bilang saja sudah kuberikan untuk adikku... dia pasti tak marah kok. Dia baik Bu...!! Percayalah padaku...!".


kataku meyakinkan ibu.


" Maafkan ibu sayang kamu jadi seperti ini gara-gara kami...! Maaf!!".


Kata Ibu meminta maaf padaku.


" Sudahlah Bu, aku sudah ikhlas kok. Itu rencana Allah karena sayang padaku, lagian suamiku sayang kok samaku. Aku hamil Bu... Makanya aku lebih banyak dirumah. Jojo tidak mengijinkan aku keluar rumah...!".

__ADS_1


Kataku singkat memberitahukan pada orang tuaku bahwa aku hamil.


Ibu dan Bapak terkejut karena kubilang aku hamil, mereka tak percaya dengan keadaanku sekarang.


" Tenang saja, Aku bahagia kok Bu...!".


Kataku pada mereka.


Mereka hanya malu kepadaku dengan mata dan wajah yang amat sedih.


" Hre kak Ulan hamil...!!".


Kata Aya bahagia sekali.


" Cowoklah... Kalau bisa kembar kak!".


Kata Fajar polosnya,


" Iya kak... Aku senang sekalu kak hamil...!".


Kata Aya.


" Asik dong kak...! Selamat ya Kakak!".


Kata Nem.


" Apanya yang asik, tiap hari kepalaku pusing dan mual rasanya...!! Tak enak...?".


Kataku dengan kesal.


" Itu biasa sayang kalau lagi hamil muda, Ibu juga seperti itu dulu sewaktu hamil".


Kata Ibu menjelaskan hal itu lumrah terjadi pada setiap Ibu hamil muda.


" Akhirnya Bapak jadi kakek juga. Makasih ya sayan, kamu memang anak yang baik dan penurut. Semoga rumah tangga kalian samawa sayang...amin!".


Kata Bapak mendoakan kami dengan tulus.


Kami hanya bercanda saja diruang tamu, aku tidur santai disofa dan ketiduran tak sengaja. Ibu melihatku dan menatapku dengan mata pilu dan berkaca-kaca.


Mereka pergi meninggalkan ruang tamu dan berada ditangan sambil ditemani Pak Jamal dan bik Zur, mereka bercanda sampai magrib tiba dan masuk kedalam. Karena pantang diluar rumah jika magrib tiba, kata orang tua dulu begitu.


Ku terbangun karena azan magrib yang berkumandang, kuminta kepada Bapak untuk jadi imam solat berjamaah. Kami melaksanakan solat berjamaah bersama diruang tamu, saat masih baru mulai.


Ternyata Jojo sudah pulang dan hanya diam saja luar menunggu kami siap solat. Selesai solat Jojo mengetuk pintu dan masuk.


"Sudah pulang ya... Segera mandi dan solat ya! Jangan bolong lagi!".


Pintaku padanya lembut sambil membawakan tasnya ke kamar.


Jojk kemudian mandi dan melaksanakan solat magrib sendiri, kutunggu dia dikasur sambil membaca pesan yang baru masuk.


" Kamu sudah agak baikan sayang? Bagaimana? Sudah enakan sekarang?"


Tanya nya padaku penuh perhatian.


Mata Jojo menatapku lekat, indah dan lembut selama aku memandangnya.


" Iya lumayan, kan kamu dokter cuma situ yang bisa sembuhkan sakitku ini...!".


Kataku padanya gamblang.


Om membisikkan sesuatu ketelingaku dan aku sontak terkejut.


" Sayang... Aku pengen loh. Yuk 1 ronde saja... Akan ku buat secepat mungkin..!".


Katanya berbisik sambil merayuku.


" Nanti malam 10 ronde, bagaimana?".


Kataku padanya dengan nakal pula.


" Ahhh... Kamu meledekku sayang! Aku tambah gairah nih...!".


Katanya sambil main mata dengan genit tingkat dewa nya itu.


" Sudahlah ayo kita makan diluar, aku lapar sekali. Kasihan anakku ini...!!".


Kataku sambil.mengelus perutku.


Aku bersandiwara padanya dan berhasil membuatnya panik setengah mati.


Kami meninggalkan rumah pukul 7malam menuju Warung temannya itu. Kami naik BMW dan keluargaku bersama Pak Jamal dan Bibi yang lain.


Sepanjang jalan ke tujuan dia terus merayuku dengan genit dan menawan. Tentu saja aku menawan dan memikat hatinya, aku menggunakan Gaun putih selutut dan rambut ditata rapi, pakai bedak padat dan lipglose. Untuk mata kupakai eyeshadow dan blush on tipis, sedikit farfum ditangan dan leher, serta memakai sepatu tanpa hak.


Matanya terus menatapku, sampai diparkir ketika hendak turun dia merangkul pinggangku. Menciumku dengan lembut dan penuh hasrat yang mengebu, aku juga membalasnya dengan sangat hangat, sehingga tangannya mulai nakal. Dilihatnya mulus dan mungil itu.


" Hentikan? Jangan diteruskan lagi!".


Kataku pelan padanya, dengan wajah merah dan mulai panik.


" Kamu membuatku bergairah sayang, jangan salahkan aku jika begini terhadapmu sayang...! Kamu cantik malam ini..!!?".


Katanya sambil menciumi pipiku.


" Wangi sekali, kamu pake farfum ya!".


Tanya nya.


" Iya....!!! Aaah.....aaaah.....aaaa! Sudah lah aku kesal nih...!".


Teriakku lalu kugigit telinganya dan Jojo berhenti seketika.


Aku merapikan diri dan keluar mobil, kujulurkan lidahku pada Jojo si mesum.


' Sial.... Sial... Dia semakin lama semakin matang dan menggoda saja dimataku. Dia semakin mahir menggodaku dan tahu seleraku saja. Kalau saja dirumah, sudah kulahap tubuhmu sampai habis tak tersisa. Aku seperti kecanduan kepada dirinya, sumpah aku tak bisa kontrol diri jika bersamanya. Padahal dengan wanita yang lain aku biasa saja, padahal wanita itu tubuhnya sexy dan menggoda tapi aku masih bisa menahannya. Jika berada di dekat bocah nakal, aku bisa gila karenanya...!!'.


Gumam Jojo dalam hati kecilnya.


Jojo pesan tempat yang nyaman buat sekelurga, sumpah tempatnya nyaman sekali. Banyak pohon dan tanaman Bunga yang menurutku indah lah


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak

__ADS_1


Karena komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya kak....!!! πŸ’“πŸ’“


__ADS_2