Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Aku Mau Kamu Bi....


__ADS_3

Abigail mengunjungi Paris, takjub dengan rumah Bams. Beberapa dokter wanita ada yang mendekati Bams.Teman Bams di Paris bolak balik melihat ke arah Abigail. Abigail menjadi kikuk. Apa Bams nyeloteh soal dia mencintai Abigail, entahlah. Atau siapapun yang mengenal Abi. Di lihatin dari atas sampai bawah membuat Abi gerah.


Abi tentu saja mendapat sambutan hangat dari mami Bams, mereka terikat keluarga dekat, dari pernikahan Abi dan Smith .


Abi melihat, rumah Bams sangat indah ,clasik, dan benar benar rumah yang tertata dengan baik, Bams mengerjakan nya bukan sehari dua hari. Pasti butuh waktu lama.


" Mi....., mami liatin apa ?".


Abi memandang sang anak.


" Mami hanya mandang lukisan ini nak, mami kenal tempat ini dan makna lukisan nya sangat bias."


" Bias itu apa mi ?, " tanya Nathan dengan polosnya.


" Bias itu ,gak gampang kita mengerti."


" Apa benar, Oom Bams menyukai mami sejak kuliah ?".


" Siapa yang bilang nak ?, kami hanya teman baik, ada 5 orang gak lebih, Nathan kenal kan Oom Putera, tante Sinai, Tante Nina, Oom cupu, itu aja yang dekat nak."


" Oma pernah cerita sama Oma Bams mi, katanya oma sangat beruntung ber menantu mami, andai mami milih Oom Bams, Oom Bams gak akan sendiri seperti saat ini."


" Mami banyak kekurangan nak, mami yang beruntung dapat papi kamu. Dia ngerriin kesibukan mami saat menikah, mami kuliah, bekerja di rumah sakit. Mengandung mu ,kamu rewel dari dalam kandungan, papi jagain mami banget, kaku tuh kayak ulat bulu, yah sampai hari ini repotin papi dan Oom Dion."


Nathan tertawa.


" Nathan mami sangat usil, bener kan? ," ujar Abi meledek perut Nathan .


Nathan tertawa.


" Papi percaya sama mami, ijinkan mami ke Paris menerima undangan OOm Bams, padahal, papi sangat cemburu, benar kan Mi ?".


" Tahu dari mana nak ?".


" Papi tugaskan Nathan jagain mami, kata papi, jangan sampai OOm culik," ujar Nathan dengan wajah serius.

__ADS_1


Abigail pin tertawa mengacak rambut anaknya.


" Papi tuh percaya sama mami nak."


" Hmmmm, " ujar Nathan dengab wajah beribawa.


" Nathan mau jadi dokter ?".


" Gak, dokter sangat sibuk, waktu makan aja di telepon , mami ninggalin makan bersama, dan oma selalu bilang, mami tuh nolong orang Nathan, nenek juga dulu gitu."


Nathan menirukan gaya Oma nya membuat Abi kembali tertawa.


" Anak kamu Pintar Bi."


Abi mengangguk.


" Lincah, aktif kayak kamu."


Abi mengangguk.


" Ngayal lagiiii Ommm, jangan Ommm, mami Abi itu, milik Nathan dan papi Smith."


Abigail dan Bams tertawa bersama.


" Posesif nya mirip papinya, " ujar Smith.


Abi hanya tertawa.


" Hamil anak ke 2 Bi ? ".


Abi mengangguk.


" Baby girl, keinginan aku di kabulkan Tuhan Bams, pengen punya anak perempuan. "


" Kamu jangan terlalu lelah yah. Kamu kurus hamil ke 2 dari hamil anak pertama."

__ADS_1


" Padahal ,di kehamilan ini aku sering makan, biasa aja. Gak mual ,nyaman."


Bams mengangguk.


" Lukisan nya bagus kan Bi ?".


" Bias."


Bams hanya tersenyum.


Mereka kemudian bergabung dengan lain nya. Nathan duduk makan donat kesukaannya dengan sang nenek.


" Teman doktermu sangat posesif Bams."


Bams hanya tersenyum.


" Aku gak minat, gak suka d3ngan wanita yang mengejar ngejar aku Bi."


" Trus kamu sukanya sama wanita mana ?".


" Sama kamu, " jawab Bams menatap mata Abi.


" Kamu tuh kapan otaknya jernih sihhhh....".


" Otakku sangat jernih Bi."


Abigail menepuk jidatnya.


🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2