
" Dia laki laki gang mengatakan tidak pernah having *** Tan."
" Waw banget. tajir ,kaya, dan suci."
" Masih budaya timur".
" Hmmmm, salut tante ".
" Luar biasa menjaga kekudusan satu sama lain, itu penting banget kan Tan."
" Kalau dunia bilang gak mungkin, tapi bersama Tuhan pasti dimampukan , benar Bi."
" Ada beberapa hal ,tidak ada yang dapat mengerti selain diri sendiri.Ada ketidak berdayaan selain menikmati apapun yang Tuhan berikan.Dan belum tentu apa yang orangtua kamu alami, kamu alami juga, kegagalan mereka karena tidak ada iman papamu. Dirinya penuh dengan tanda koma dan tanda tanya. Jujur sebagai saudaranya ,tante saja kecewa, bisa dia hianati mami kamu yang jujur , polos dan baik.Apapun alasan buat selingkuh, tidak di benarkan. Kalau memang ada perbedaan, maka dibicarakan, jika memang ada penggoda, usir dan tegas, ini malah terbuai. "
" Makanya Abi cukup banyak memikirkan hubungan ini mau di bawa kemana Tan, karena Abi yang akan menjalaninya kelak dan orang lain akan menjadi penonton ".
" Operasi kakek lama banget selesai, " ujar Andien menghembuskan nafasnya dengan berat.
" Smith kemana tadi Bi ?".
" Ke bagian admin Tan."
" Bentar Abi cari."
Sang tante mengangguk.
Abi melihat Smith sudah berbaring disana dengan sekantong darah, hampir selesai dia sumbangkan.Yah dia dan Dion terbaring sambil di ambil darahnya.
" Kenapa gak bilang donorin darah Smith ?".
" Urgent, kakek butuh, bentar lagi 2 karyawan datang nyumbang juga."
" Berarti stok darah semalam ?".
" Aku kerahkan karyawan, mereka terjamin hidupnya bersih, pola hidup sehat, kakek harus di suplai darah yang baik, agar semua aman Bi."
__ADS_1
Abi langsung mengelus wajah Smith.
" Nasib...nasib...,aku juga sumbangin darah Smith, namun gak ada yang elus rambutku."
" Jangan iri ," ujar Smith tertawa.
" Perawat disini cakep cakep loh Dion, liat aja ,mana tahu suka, dipilihhhhh...dipilih.......," ujar Abi.
Membuat beberapa perawat menoleh.
Smith dan Abi tertawa melihat Dion yang bengong.
" Sudah selesai pak, ujar seorang perawat membereskan proses pendonoran. Duduk dulu ya pak, minum air ini dan baru boleh berdiri dan beraktifitas."
Smith yang irit bicara hanya mengangguk.
Dion juga sudah selesai.
" Kakek butuh banyak darah ,berarti operasi cukup rumit, " ujar Abi memijit pelipis nya.
" Jangan pesimis dong Bi, kamu wajib semangat , kakek aja berjuang buat lihat kita menikah, masa kamu menyerah ."
Smith meeaih Abi dalam pelukan nya.
" Tanganmu pasti sedang kebas."
" Kalau dalam pelukan mu, kebasnya hilang Bi, beneran."
" Jadwal kakek tiba tiba di percepat,kata dokter Remold keadaan kakek sedang baik dan fit, agar resiko lebih kecil,walau awalnya hasil cek darah tidak baik, namun ada beberapa faktor mendukung, begitu saya dengar Ndien."
" Aku gak dengar lagi gimana gimana, hanya di info urgent."
" Udara dingin, pakaian mu kenapa agak tipis Bi ?".
" Buru buru tadi, mau cepat cepat."
__ADS_1
" Hmmmm....., pakai jaket ini Ndien."
" Kamu bakal beku ,dengan kemeja aja ."
" Dion akan mengambil jaket di mobil."
" Nanti aja Abi pakainya."
" Sekarang Bi, wajib. Kamu butuh sehat, buat jaga in kakek.Kamu butuh menguatkan tantemu."
Smith mengusap wajah Abi dan mendekap Abi dengan erat.
" Mami dan papi ada datang tadi Bi ?".
" Seharian Smith, dari pagi sampai sore.Abi suruh istirahat, mereka kekeh nemani."
" Kenapa senyum senyum Smith?".
" Calon mantu Bi ."
" Ihhhh....".
" Serius."
" Gombal....".
Smith mencubit kecil ujung hidung Abi dengan gemas.
🥰😍🤩🥰😍😛😋🤩😛
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment