
" Ayolah kak....!".
Kata Om lagi memaksa orang tuaku.
" Jangan bercanda Om, dia masih kecil. Tidak bisa apa-apa, tidak mandiri dan masih kuliah. Dia masih bergantung pada kami. Jadi apa yang Om harapkan darinya? Tolonglah Om? Jangan main-main dengan kami...!!".
Tanya bapak seraya hanya pasrah melihat Im meneteskan air mata.
" Hanya dia saja Abang, aku bisa mati tanpa dia...! Aku tidak sanggup pisah darinya...!".
Katanya lagi meyakinkan orang tuaku memberi ijin.
" Dia masih kuliah, masih kecil? Aku tidak yakin kalau dia bisa jadi istri yang baik!".
Kata Ibu ragu pada Om.
"Dia masih bisa kuliah, kami akan menunda anak sampai dia wisuda. Dia gak perlu melakukan apa-apa, dia cukup menjadi istri yang selalu bersamaku. Itu saja Abang??".
Kata Om dengan tegas.
" Kami hanya orang miskin Om. Kami bukan orang mapan seperti Om...?!".
Kata Ibuku tegas.
" Aku gak masalah, apapun yang kumiliki akan jadi miliknya. Aku cinta dia, jadi tolonglah". Kata Om terisak-isak kembali karena Ibuku tak memberikan ijin dan restu.
Ibu dan bapak diam, sambil saling menatap seakan tak percaya bahwa Om melamar anaknya. Bapak geleng kepala, Ibu memijit dahi dan menarik nafas,
"Baiklah itu terserah mu, keras kepala sekali. Sudah kukatakan dia cuma anak kecil... Tapi Om memaksa. Jangan nanti alasan Om meninggalkan dia gara-gara ia tak mampu jadi istri yang baik. Maka aku tidak akan memaafkan Om, aku kutuk sampai neraka sekalipun tidak kumaafkan...!".
Kata ibu mengancam Om dengan penuh perhatian.
" Aku bersumpah...! Jika aku melanggar janji maka aku menerima segala resikonya apapun itu...! Aku janji pada kalian berdua....!!".
Dengan lantang Om mengucapkan janjinya.
"Baiklah Jojo...! Kuserahkan segalanya padamu. Tentukan waktu nya...!".
Pinta ibu dengan lembut.
" Masalah kak mulai sekarang aku yang tangani, jangan kuatir kak. Aku akan membahagiakan putrimu itu, yakinlah padaku. Dan terimakasih banyak. 3 hari lagi aku akan datang bersama keluargaku. Mohon diterima, kakak tak perlu melakukan apa-apa. Aku yang siapkan segalanya. Tolong yakinkan Ulan!".
Pinta Om dengan wajah gelisah dan kuatir bahwa Ulan akan menolaknya lagi.
Tak lama setelah itu Om pamitan dengan wajah senang bukan kepalang, seperti Menang undian 1Triliyun lah.
Tapi, sisi lain ada yang tidak senang dan bahagia. Siapa lagi kalo bukan aku...! Calon pengantin wanita nya lah.
Fajar hanya diam saja dan kembali ketempat tidur, Aya dan Nem satu kamar dikamar depan.
Jam 1 malam Orang tuaku memasuki kamarku dan duduk di tempat tidurku.
__ADS_1
" Kakak...? Bangun?! Oh kakak...?".
Pinta ibu lembut sambil mengelus pipiku.
Aku membuka mata dan langsung meletakkan kepalaku dipangkuan Ibu,
"Ya Bu, ada apa? Ini tengah malam loh, ada apa? Mau kubuatkan teh atau kopi?".
Tanyaku dengan wajah yang masih mengantuk dan belum sadar sepenuhnya.
" Sayang bapak. Anak baik dan cantik, bangun dong ah...! Bapak mau bicara padamu...!". Bapak memelukku dan nada suara bapak parau seakan mau menangis.
Ibu mengelus kepalaku lembut,
" Kakak...! Ibu dan Bapak sudah menetapkan bahwa sebentar lagi kamu akan menikah...!" Kata Ibuku yang seakan samar-samar kudengar.
Jedeee......eeer .........β‘
Hatiku hancur pulaπ
Bapak dan Ibu menatapku dengan serius sambil menangis meneteskan air mata.
Aku duduk terkulai lemas didepan mereka dan tak terasa air mataku lebih jujur daripada hati dan batinku.
" Maafkan Ibu sayang, apalah daya Ibu untuk menolaknya. Ibu memang salah dan egois??? Maaf sayangku....?!".
Kata ibu pilu menatapku lembut.
" Saat Ibu sekarat hanya dia yg tulus menolong kita, Bapak tidak bisa melakukan apa apa lagi untuk kalian. Maafkan bapak sayang. Kami telah mengijinkan Om Jojo menjadi suamimu, 3 hari lagi dia datang melamarmu. Bapak mohon menurut lah sayang, demi Ibumu. Kali ini saja...! Demi adikmu juga. Mereka semua bisa ditopang oleh Om, karena kamu tahu sendiri bukan. Aya ingin jadi PNS butuh dana besar, Nem ingin jadi Polwan dan Fajar ingin jadi TNI. Jujur saja Ibu dan Bapak tidak sanggup, bisakah Ulan mengalah demi adikmu? ".
" Kamu juga akan hidup berkecukupan selama dengan nya, dia akan memenuhi segala kebutuhan hidupmu. Kamu juga kan masih bisa melanjutkan kuliahmu dan mencapai cita-citamu sayang? Dia akan menopang kalian semua...!".
Kata ibu lembut, dengan tatapan iba.
"Jadi Ibu dan abapak mengorbankan aku demi adikku? Apa aku tidak punya pilihan lain? Apa aku tidak punya hak? Kenapa harus aku Ibu...Bapak?".
Tanyaku dan terisak sambil menyeka air mataku yang jatuh.
" Kita berhutang Budi sayangku, kita tidak punya apa-apa untuk membayarnya. Apa kamu mau Aya atau Nem yang menjadi istrinya? Coba Kakak pikir lagi...?".
Ancam Bapak padaku dan aku diam seketika.
Aku kembali mengingat betapa kejam dan posesifnya Om saat menciumiku. Dan aku gak mau adikku juga merasakan nya juga setelah ini, aku ingin mereka bahagia, walaupun diatas air mataku.
"Baiklah Ibu...Bapak. Demi nyawa Ibu dan masa depan adikku... Aku mau. Hanya karena kita berhutang padanya. Apapun itu yangg penting Ibu ada dan adik bisa sukses, akan kujalani....!".
Kataku tegas, meski hatiku hancur.
Bapak dan Ibu memelukku dengan hangat lalu mereka keluar kamarku.
" Berakhir sudah kisah Cintaku dengan Haidir. Demi nyawa ibuku... Aku ditumbalkan. Demi masa depan adikku... Masa depanku dikorbankan. Demi kainginan orang tuaku... Aku dikorbankan juga. Apalagi yang tersisa di diriku ini? Tidak ada apapun lagi?"
__ADS_1
Kataku kepada diri sendiri.
Ha....ha...ha....ha.....ha......π
Tawaku bergema diseluruh kamar.
Sungguh miris sekali nasibku,
"Tragis nasipku, menikahi Om yang beda usia dengan ku 21 tahun. Sedangkan aku 19 tahun. Kejam hidup ini kawan... Kejamlah. Aku dijual demi menyelamatkan kehidupan mereka, apa mereka pernah tanya bagaimana denganku? Tidak ada yang peduli akan nasipku sekarang. Si Om mesum akan segera melahap ku hingga seluruh hidupku seperti dineraka setelah ini. Tiada ampun bagiku, Ya Allah kuatkan lah hati dan imanku dlm menjalani segala cobaan ini...!".
Kataku dengan sengkukan dan akhirnya aku kelelahan dan tertidur pulas dikamarku.
Tok....tok...tok.....π₯
Aya mengetuk pintu.
" Kak tidak kuliah? Sarapan yok! Jangan Bangkok kak...!!!".
Kata Aya padaku berteriak diluar pintu.
Namun aku tak menjawab karena aku masih berbaring dikamarku.
Kuseret kaki membuka jendela dan duduk didepan jendela sambil memandang matahari pagi yg sejuk dan indah dipandang. Kulihat burung terbang kesana kemari sembari berkicau menyapa burung yang lain.
Tiba tiba HP berbunyi nada Wa
Ting...tong.....π¬
Aku buka Wa dan terkejut, melihat nama yang muncul mengirim pesan.
"Sialan dia lagi? Apa lagi maunya?".
Dengan nada kesal dan kacau.
Wa dari om, π¬
"Sayang kita keluar fitting baju untuk acara lamaran sayang! Aku datang menjemputmu jam 9 pagi. I love you...!!! πππ".
Itulah pesan yang tertulis di Wa ku tadi.
Kutarik nafas panjang dan membuang nya dengan nada kasar. Dan kulanjutkan lamunanku yang tertunda tadi.
Langit dipagi hari yang begitu hangat seakan menghangatkan dan memelukku dengan erat. Hilang segala keluh dan kesalku dengan hangatnya kasih sayang yang ia berikan kepada setiap umat manusia yang menantikannya tiap hari dan tiap saat.
Kusadari kekuatan dan kebesaran Tuhan yang Maha Esa, alangkah mulia dan pengasihnya Dia yg Maha Suci...!
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
__ADS_1
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€