Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
4 orang Om Genit


__ADS_3

Sabtu, jam 10 pagi. Tamu mulai berdatangan, sebagian tak ku kenal karena teman, kerabat dan kolega suamiku.


Sore hari, barulah teman kampusku mulai berdatangan. Kulihat anak ayamku mengenakan pakaian formal, pakai setelan jas seperti pejabat saja. Mereka menghampiriku yang duduk di sudut ruangan, dengan wajah lelah.


" Bebi.....I love you???".


Nael memelukku dan kulirik yang lain juga memakai pakaian yang menurutku keren.


" Ku kira tidak datang kalian? Ada jam hari ini rupanya? Kok tumben lengkap..?".


Tanyaku heran melihat mereka.


" Tak ada sih. Si Darwis dan Nael bawel sekali. Disuruhnya kami pinjam jas, katanya biar keren lah...!!! Padahal sesak nafasku...!!".


Nada Salman kesal dan ngambek kurasa.


" Ha.... Ha....aaa! Kalian bisa saja. Tapi jujur kukatakan... Kalau kalian sangat.... sangat...


T


A


M


P


A


N.....banget kayak pangeran loh...!!!"


Kataku memuji penampilan mereka.


Kulihat wajah 6 anak ayamku berubah malu-malu dan seketika memerah seperti tomat.


" Apa anakmu? Penasaran aku? Mana dia?".


Tanya Seto penasaran.


" Alhamdulillah cowok kembar, sangat tampan! Seperti suamiku...! Mantap lah!".


Kataku memuji dengan bangga.


" Apa....!!". 😯😲😲😲


Kata Salman, Nael, Darwis, Yudi, Seto, Maretno kaget setengah mati...!


Hanya itu yang keluar dari mulut mereka.


" Aku hebatkan, satu dapat 2. Ha...ha..! Mana kado kalian untukkku?".


Tanyaku pada mereka.


" Kan masih prediksi, belum lahir kok!!!".


Kata Nael dengan agak kecewa.


" Sekarang tak ada. Tapi mau kado apa dariku, nanti kucarikan lah...???!".


DKata Darwis dengan malu-malu dia bertanya padaku


" Iya...! Nanti kubelikan kain gendong...??!".


Kata Seto lagi.


" Tenang...!? Kalau aku belikan troli...?!".


Kata Nael tal mau kalah juga.

__ADS_1


" Tidak perlu repot. Waktu aku lahiran kalian semua harus hadir ya. Karena kalau kalian tak ada bakalan kesepian aku. Oke?".


Pintaku pada mereka.


Kami bercanda seperti biasa saja, membuat sepasang mata itu menjadi tidak senang dan cemburu.


Yu....up...! Siapa lagi kalau bukan si Jojo killer.


Dia menghampiri kami dan menatap temanku dengan tatapan seram,


" Jangan begitu. Mereka tamuku, ayolah.... Masa begitu saja cemburu tak jelas sih??? Aku marah ya? Aku marah nih...!!?".


Kataku mengancam Jojo.


Aku mengancamnya dan akhirnya dia mengalah saja. Dan mulai membuka hati untuk mereka sahabatku.


" Selamat datang, nikmati acaranya. Maaf membuat kalian takut, jujur saja saya cemburu dengan kalian begitu akrab dengan istriku. Makasih sudah menjaganya selama ini....!! Aku sangat senang...!!".


Kata Jojo dengan santai seperti tak ada kejadian apapun, padahal tadi dia kelihatan kesal dan mulai marah begitu.


Sungguh, sulit ditebak!!! Kami semua menatap Jojk dengan tatapan heran dan bingung.


' Hah??? Yang benar saja, sikapnya aneh? Tapi syukurlah aku juga sudah mulai tenang melihat mereka akur akhirnya!'.


Gumamku dalam hati dengan bangga dan bahagia melihat mereka akur semua.


Kami menikmati acaranya dengan hikmat, hanya satu orang yang tidak bahagia. Siapa lagi coba...? Haidir datang keacaraku, tapi tidak menghampiri aku maupun suamiku.


Haidir" Sudahlah. Semua salahku!!".


Katanya melihat aku dari kejauhan.


Selesai makan dia langsung pulang tanpa pamitan pada siapapun.


Seperti biasa lah...Nael dan Darwis terus saja menempel kepadaku. Ketika di toilet mereka menungguku didepan pintu dengan telaten, saat aku keluar mereka langsung menggandengku.


Jojo melirik ku sesekali dengan senyuman kecil melihatku bahagia dan tertawa riang bersama sahabatku.


' Tak kusangka dia masih begitu muda, dia masih ingin main. Seharusnya dia masih seperti mereka yang bahagia dan tertawa bersama. Apa aku yang egois ya??'.


Gumam Jojo dalam hati sambil menyesal karena selama ini aku selalu saja nangis sedih di depan dia.


Mommy menghampiriku, dan menarik tanganku dengan lembut.


" Ayo sayang!. Ikut mommy, akan ku kenalkan pada teman arisan mom!!!".


Kata Mom dengan bangga dan bahagia.


Akupun permisi kepada sabahatku dan mengikuti mommy dari samping.


Aku menyalami mereka satu persatu dengan sopan dan lembut.


' Wow.... Sungguh berkelas. Memang sudah bisa ditebak mereka orang kaya, sopan banget deh bicaranya. Bikin iri sajapun'.


Gumamku dalam hati dan kagum sekali.


Aku berusaha memahami apa yang mereka katakan padaku, tapi aku tak paham maksud mereka. Mereka berbicara masalah bisnis, bursa efek sampai saham yang entah apalah tidak paham aku.


Sepertinya memang aku dan Jojo beda dunia lah, kalangan elite dan masyarakat biasa itu memang beda jauh banget lah. Teman arisan mommy itu umurnya 65 tahun keatas begitulah menurutku.


Setelah sekedar basa-basi, kami menjauh dan mommy tiba-tiba saja berkata aneh dan membuat aku bingung dan heran sekali.


" Kamu tahu tak sayang? Aku menikah umur 17 tahun dan punya anak di usiamu, sayang nya papa Jojo meninggal ketika Jojo SMP dan sampai sekarang aku sendiri yang membesarkan Jojo, singel parents. Tahukan kamu sayang...? Bagaimana perjuanganku untuk membesarkan Jojo didalam keluarga yang besar ini, kalau saja aku tak kuat iman dan hati. Keluarga Malik pasti sudah hancur dari dulu...!!!?!!!".


Kata Mommy sepertinya sedih mengingat masa lalu yang kelam itu.


" Maaf mommy, maaf ya? Aku salah!".

__ADS_1


Aku minta maaf karena membuat mom mengingat kejadian yang lampau itu.


" Daijobu. Sayang... Kamu harus jaga si kembar. Hanya mereka harapan mommy sekarang, mommy melihat mereka lahir dengan selamat. Jikalaupun azal menjemputku, aku sudah siap sayang....!!!?!!".


Dia berkata seperti itu dengan nada sedih


" Tidak mom. Jangan menakuti aku lagi, aku ingin keluarga yang utuh. Maaf mom, maafkan aku mom...????!???!!"


Kataku sambil memeluk mom dan mencium pipinya dengan lembut, membuat dia tersentuh dan menebar senyum manis.


End,


3 bulan kemudian....


Hari dimana aku harus "bongkar Mesin" karena pinggulku kecil jadi harus operasi.


Kutatap langit-langit Ruangan operasi setiap sudutnya. Banyak dekorasi gambar didinding supaya mata rileks memandang. Suamiku si Jojo genit, dr.Yang , dr. Weston dan Dr.Zack... Ikut meramaikan dalam ruangan ku.


" Ah sial. Cowok. Tak jadi besan kita Jojo.... Sedihnya aku. Kupikir bisa punya besan yang pandai masak tiap hari bisa mampir aku kerumah kalian....!".


Kata Yang sedih dan mematapku genit.


" Nanti kami buat lagi. Sekali ini cewek kok. Kita bisa jadi besan loh? Hi...hi...iii!!!!".


Kata Jojo dengan enteng, sepertinya sekali lagi dia yang bakal hamil.


" Enak saja. Memang kayak buat kue apa. Yang pertama ini saja sudah hampir mati aku nahankan sakitnya. Kenapa tidak kalian saja yang merasakan nya ya?".


Teriakku pada mereka dan.... Mereka tertawa mendengarkan aku.


" Sumpah Jojo. Aku suka gaya bicara istrimu yang ketus ini. Sudahlah nanti kalau aku punya anak cewek jadikan saja menantumu...! He..... He....eeee!!!!!?!!!!".


Kata Weston sambil tertawa lebar.


" Aduh.... Laris manis banget keluarga Malik ya? Buat pusing saja...!! Kalian mau apa disini kok kumpul...???".


Tanyaku lagi.


" Aku Dokter yang bertanggung jawab loh. Kok begitu besan? Jangan terlalu galak???".


Weston menggodaku lagi.


" Apa .....? Aku tak mau punya besan yang killer dan aneh gitu!!!".


Teriakku lagi.


" Aku mau lihat calon mantuku....!!!".


Kata Yang lagi.


" Aku juga mau lihat mantuku 20 tahun lagi. Gimana wajahnya sih? Penasaran!!!".


Kata Zack.


" Kan aku suamimu sayang, aku mau orang yang pertama memeluk anak kita. Aku sudah tidak sabar lagi loh sayang...!!?!???".


Kata Jojo.


" Mommy.... Tolong....!!!! Ada 4 orang Dokter mesum nan genit bersamaku...!!!".


Suara rengekkan ku membuat mereka tertawa geli dan lucu...


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,

__ADS_1


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2