Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Deklarasi dan Perjanjian


__ADS_3

" Apa tidak ada cara lain Om? Kasihanilah, aku hanya gadis kecil. Jangan menghancurkan masa depanku dengan kemauan Om itu. Tolong berikan aku pilihan yang mampu aku pilih, jangan seperti ini...!!!?".


Pintaku dengan tangis sengkukan.


Hiks.....!!!!😭


Hiks.....!!! 😭


"Aku bisa memberikan semua yang kamu minta. Tentu Ulan masih bisa kuliah dan tinggal bersama orang tua kok....!!! Aku juga sadar atas apa yang kuucapkan!?".


Tegasnya dan menghampiriku.


Lalu Om memelukku dari belakang, Om merebahkan keningnya di punggungku. Seperti orang yang putus asa saja, seharusnya aku yanh putus asa dan marah bukannya Om.


"Apa yg harus kukatakan pada mereka kelak?" Tanyaku balik.


"Cukup selalu berada di sisiku dan patuh padaku, kelak aku yg akan beritahu sendiri pada orang tuamu. Kamu cukup diam saja...! Bisa bukan sayang?".


Ucapnya dengan lembut dan manja.


Aku hanya menganggukan kepala seraya setuju dengan ucapannya...! Om mencium pipiku dengan lembut sambil memelukku erat dengan penuh kehangatan.


" Aku janji, aku akan menjaga kalian semua sepenuh hatiku. Percayalah....!!!?"


Om memelukku dengan lembut.


' Maafkan aku...! Bapak dan Ibu. Berdosalah aku atas pilihanku ini. Ataukah laknatnya aku menggoda pamanku sendiri? Hanya Allah yang tahu!!! Aku harus bagaimana lagi, nyawa Ibuku ada ditangan nya sekarang ini. Jika aku menolak dari mana kami dapat dana untuk biaya operasi Ibu yang terbilang Fantastis itu. Hanya ini yang bisa kulakukan untuk membantu Bapak, anggap saja aku sedang mencicil balas Budi kepada orang tua. Kalau tak sekarang...? Kapan lagi coba? Nikmatilah Ulan detik-detik harimu setelah ini bagai dipenjara. Anggap saja semua duniamu telah hancur, demi adik-adik dan Ibu. Jangankan menderita...! Matipun aku rela....!'.


Kataku dalam hati yang terluka ini.


Air mataku menetes dan hanya diam saja.


Sambil menahan sakit dan perih di dada.

__ADS_1


Kurasakan, seketika duniaku hancur dan hilang. Sepertinya aku menjadi begitu kecil dan akan dilupakan.


Om membuka dompetnya dan mengeluarkan kartu ATM dan memberikan padaku. "Peganglah untuk jaga-jaga saja dan keperluan lainnya. Mulai sekarang segala keperluan mu sudah kutanggung semua. Limitnya tidak terbatas itu...! Pin nya dibelakang, coba lihat?".


Kata Om padaku dan menghapus air mataku.


Om mengambil kotak P3K dan dipaksanya aku duduk dipangkuan nya. Aku hanya terbodoh dan menurut saja padanya,


"Jangan melawan cukup hanya diam dan nikmati saja. Aku memintamu dengan sangat. Bisakan? Hem....?"..


Pintanya sambil mengelus kepalaku.


Aku senyum kecut saja melihat dan memandang mata Om yang penuh kelembutan itu. Om mengecup ujung kepalaku, alangkah terkejutnya aku saat itu. Lalu Om dengan sigap mengobati bibirku yang luka.


Ya Allah matanya indah seperti cahaya berlian, nafasnya wangi terasa dan wajahnya yang tampan itu membuatku tersipu malu.


"Om tadi kasar. Maaf ya. Itu semua karena Om cemburu dengan pacarmu itu, maaf sudah membuatmu takut dan penuh kebencian serta dendam sama Om. Mulai sekarang Om akan bersikap lembut pada Ulan. Jadi maaf ya! Jangan takut lagi bila melihat Om...!!!".


' Wajar kalau dia takut saat melihatku karena aku sudah melukai nya dengan paksa. Aku juga tidak tahu entah kenapa denganku, semua tentang dia saja yang muncul. Aku tidak bisa berpikir sehat setelah bertemu dengan nya sejak saat itu, gadis kecilku yang polos. Aku berjanji akan selalu lembut padamu dan tak akan menyakitimu lagi. Apalagi membuatmu sampai menangis. Maafkan aku gadis kecilku...!!'.


Kata Om dalam hati sembari menyesali perbuatannya itu padaku.


'Yang benar saja...? Ini mimpikan? Ya Allah hampir aja aku kena serangan jantung karena tingkah Om yg aneh. Sebentar baik sebentar ringan kayak es. Aih....aih....!! Gak bisa dipercaya kok ada lah orang seperti itu. Sakit jiwa ini orang tapi kok bisa jadi dokter dan memimpin rumah sakit segini besar...!!'. Gumamku dalam hati dengan kesal.


" Jangan takut lagi padaku, Om akan berusaha membuat kamu nyaman. Paham?".


Katanya lagi.


Aku hanya menganggukkan kepala saja,


" Ketahuilah, bukan aku yang salah. Tuhan yang mengetuk hatiku untukmu, jadi bukan salahku juga jika hati dan jiwaku suka padamu. Aku juga tidak tahu kenapa? Kemarin melihatmu meneteskan air mata, hatiku hancur. Serasa duniaku runtuh karena air matamu itu!".


Katanya lagi sambil membelai kepalaku.

__ADS_1


" Hm....mm, iya!!".


Kataku lembut dan singkat.


" Percayalah, ini cinta. Aku akan lebih lembut dan baik padamu. Berikan aku waktu dan kesempatan untuk membuktikannya!".


Kata Om lagi lembut, mata sedihnya membuat aku kaget sekali.


Wajah Om mendekat dan menatapku lembut. aku hanya terdiam dan menatapnya dalam.


Seketika tangan Om memegang tengkuk leherku, dan membelai pipiku.


cuuu.....uupp!!! 😘


Bibir yang manis itu kurasakan lagi, begitu hangat dan kali ini lebih lembut dan manis lagi. Lain dari waktu kemarin, aku hanya diam saja dan tak bisa melawan.


Sudahlah cuma bisa pasrah saja, ikuti saja apa mau Om aneh ini.


' Om lembut dan hangat, tapi Dihatiku masih saja ada yang mengganjal. Entah apa itu, tapi masih ada rasa sakit dan marah! Namun aku harus bersikap, mau bagaimana lagi???'.


Gumamku dalam hati, sambil menahan rasa marah, sakit, perih dan benci akan dia.


Terkadang cinta bisa membuat yang kecil jadi besar dan besar bisa kecil. Cinta itu buta....!!!Itulah dia buktinya. Cinta dan benci itu beda tipis aja, cinta dan dendam itu sepupuan coy. Cinta dan rindu ya... Adek-kakak sekandung. Gak pahamkan maksudku? Ya sama aku juga masih bingung kok....!


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2