Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Tangisku padamu


__ADS_3

Pas lagi asyik liat TV... Tiba-tiba saja mertuaku datang alias Mak Lampir... Si nenek tua itu memang tak suka padaku, ya iyalah tak suka karena Jojo menikahi aku yqng katanya tak pantes dan masih anak-anak. Ya kenyataan iya sih, aku memang anak-anak yang bakalan punya anak kembar... Kalau si nenek tahu senang atau kaget ya?.


Si nenek tua itu alias Nyonya besar keluarga Malik membawa seorang wanita yang cantik dan dewasa. Intinya lebih cantik dariku.


Kubangkit dari duduk dan segera menyalami ibu mertuaku itu dengan senyuman ramah ala princess kan aku jago akting. Biasalah dulu aku seorang aktor Hollywood.


" Mana anakku? Aku mau bertemu!!!".


Tanya mertuaku pada Pak Jamal.


" Tuan sedang keluar nyonya besar, ada yang bisa saya bantu? Nanti saya beritahu tuan?!".


Kata Pak Jamal.


" Aku tak perlu basa basi lagi, karena Malik tak ada disini....!! Kau paham tidak?".


Si nenek tua membentakku dengan keras membuatku terkejut.


" Iya. Saya paham....!".


Kataku dengan pelan.


" Meskipun kamu sudah menikah dengan anakku bukan berarti aku bisa menerimamu jadi bagian keluarga ini. Aku tidak suka kamu, paham? Sumpah aku tak paham cara berpikir anakku itu bagaimana?".


Kata mertuaku dengan nada kesal.


Kulihat mata mertuaku yang hampir membunuhku, belum lagi sambil berkacak pinggang didepanku.


" Ya. Saya paham... Maaf!!".


Kataku pelan, namun cuek.


Pak Jamal menelpon Jojo diam-diam karena tak tega melihatku dimarahi si nenek tua. Jojo sangat panik dan kesal membayangkan bagaimana ibu nya akan memperlakukan aku.


" Aku ingin kamu cerai saja. Disampingku ini adalah wanita yang seharusnya jadi istri dan menantuku. Dia dari keluarga terpandang dan berkelas. Sedangkan ibumu itu anak yang yak tahu diri... Karena egoisnya dia pergi meninggalkan keluarga. Tahu kamu?".


Kata mertuaku tanpa


Aku" jangan hina ibuku. Tolong...!!".


Kataku dengan serius.


" Bagaimana caramu sehingga Malik mau menikahi mu. Kau tahu... Aku sangat tidak suka kamu, Ibu dan anak sama saja ****** nya. Kenapa...? Tidak terima ya? Memang benar begitu...!! Dasar murahan....???".


Kata Mertuaku.


" Iya jangan hina Ibuku, wanita tua jahat. Aku juga membencimu. Kalau anda tidak suka dengan saya, silahkan suruh saja anakmu itu menceraikanku. Aku juga hampir kehilangan nyawa gara-gara masa lalu anakmu. Tahu?".


Kataku dengan nada marah,


Pada akhirnya pertengkaran kami tidak terelakkan lagi. Aku juga ikut emosi.


" Sungguh sial. Anak dan ibu sama saja gilanya. Kamu berani melawanku ya? Beraninya kamu menghina dan tidak sopan sama orang tua. Hah????".


Kata mertuaku dengan marah yang meledak-ledak seperti air mendidih.


Si nenek tua mendekatiku dan menarik rambutku. Dia menarik rambutku keluar rumah dibantu oleh wanita jahat itu.


" Lepaskan aku... Aku akan jalan sendiri. Lepaskan aku... wanita jahat....!!?".


Teriakku pada mereka sambil menahan sakit.


Pak Jamal berlari ingin menolong dan dihalau oleh wanita jahat itu.


" Rasakan ini anak sialan, masih kecil tapi lidahnya lancip sekali. Pergilah dari rumah ini sekarang juga. Pergi...!. Dasar wanita ****** dan licik...!! Biar tahu rasa kamu...?!".


Kata mertuaku sambil menjambak rambutku.


Kepalaku terbentur kelantai dan berdarah, pipiku bengkak karena tamparan berulang kali kerasnya.


" Jojo pasti akan datang menolongku...! Dia akan datang!!".


Aku tertawa sambil tersenyum pahit.


Yup benar dugaan ku, suamiku adalah malaikat penolongku. Jojo berlari sembari memisahkan rambutku yang dijambak oleh nenek tua. Alangkah paniknya dia melihatku dengan keadaan yang menyedihkan.


" Apa yang Ibu lakukan padanya. Ini sudah kelewatan Bu? Hentikan....!!".


Nada bicara Jojo berubah besar dan kasar.


" Malik...sopan sedikit bicaramu. Aku ibumu bukan dia. Paham kamu?".


Kata mertuaku sambil membentak Jojo dengan nada tinggi.

__ADS_1


" Iya ibu...aku tahu. Tapi ibu sudah kelewatan batas. Dia juga ibu dari anak kembar ku yang sedang dikandungnya saat ini. Kumohon ibu hentikan, Ulan hamil dan anak kembar pula. Apakah ibu tidak kasihan dengan nya?".


Mata Jojo berkaca-kaca dan tertunduk.


" Ah, nanti anakmu bagaimana? ****** seperti ibunya, licik juga? Iya, hah...?".


Kata mertuaku dengan marah dan kesal.


" Hentikan ibu. Ini adalah rumahnya, ini mahar yang kuberikan padanya. Seharusnya ibu malu berkata kasar padanya. Aku mencintai dia... Ibu!! Kumohon Ibu....?!".


Kata Jojo memohon pada Ibunya dengan sedih dan kecewa.


" Malik...! Ceraikan saja dia. Lihat, aku membawakan Tia ... Dia masih mencintaimu. Lepaskan saja bocah itu!".


Kata mertuaku sambil memeluk Jojo dan tersenyum kepada Tia.


Tia wanita cantik si pelakor malah tersenyum dengan anggun, seperti tidak ada kejadian.


" Hentikan ibu. Kukira ibu sudah berubah. Ternyata ibu sama sekali belum paham ya, ibu adalah ibuku dan Ulan adalah ibu dari anakku. Ku mohon jangan suruh aku memilih antara kalian berdua. Tolong ibu, susah payah aku mendapatkan hatinya. Dan ibu ingin menghancurkan itu semua...? Kasihanilah aku ibu.... Tolong...!! Jangan seperti ini Ibu...?".


Kata Jojo memohon pada mertuaku dan menatap Tia penuh dengan kebencian.


" Malik... Sampai kapanpun aku tidak menerima dia. Wanita licik...!!".


Kata mertuaku dengan percaya diri dan meludah kearahku dengan sadis.


" Ibu.... Jangan katakan seperti itu...!".


Bentak Jojo.


" Ha...ha...aaaa! Jojo dengar kata Ibumu saja. Aku memang bukan siapa-siapa sih, biarkan aku hidup tenang dengan kedua anakku ini. Kita cerai saja, aku menyerah. Biarkan aku hidup bebas lagi!".


Kataku dengan marah dan benci.


" Tidak sayang... Jangan seperti itu!!".


Kata Jojo menepuk lenganku.


" Hei wanita tua tidak tahu diri, tak punya hati dan pikiran. Aku menghormatimu tapi kamu memancing batas kesabaranku. Kalau kalian tidak senang dengan statusku, kenapa tidak lepaskan aku saja. Kalian yang buat aku menderita, ibu pikir... Aku bahagia menikah dengan Ben Joshua Malik....hah? 3 kali aku hampir kehilangan nyawaku... Apa itu belum cukup? Kalian pikir aku senang, hah?".


Kataku dengan nada tinggi.


" Menantu durhaka... Tidak tahu malu berani berkata kasar padaku... Malik ceraikan saja dia...!! Dia sungguh tidak sopan...!".


" Kalian boleh menghinaku seperti apapun. Tapi jangan bawa orang tuaku, sejak awal aku tidak setuju menikah denganmu, tapi mau sampai kapan kalian siksa aku. Kenapa tidak kalian bunuh saja aku....! Hah? Puaskan...!!".


Kataku dengan nada berteriak, membuat Jojo panik melihatku yang marah.


" Sayang jangan seperti itu, kamu jangan emosi begitu. Jangan lah buat aku harus memilih diantara kalian berdua, aku tidak bisa Ibu....! Sayang.... Tolonglah....!!".


Jojo mengacak-acak dan menggaruk-garuk rambutnya.


" Baik aku saja yang keluar dari rumah, selesai masalahmu dengan keluarga ini. Aku tidak mau ikut campur...?!".


Kataku berjalan keluar rumah dengan tertatih-tatih pelan.


Jojo mengejar ku dan aku hanya melihatnya dengan mata yang tajam dan penuh dendam saja. Jojo mencium keningku dan menarikku kedalam mobil.


" Aku akan selalu bersama mu....!".


Kata Jojo pelan.


Mertuaku berteriak kesal dan memaki kami yang pergi meninggalkannya dirumah yang seperti neraka itu. Mobil kami melaju jauh meninggalkan rumah, kami pergi sebuah hotel dan memesan kamar dengan 2 bed.


" Sudah jangan pikirkan. Sekarang kamu tanggung jawabku... Aku akan selalu ada buatmu sayang ku! Ayo istirahatkan saja dirimu, aku akan selalu bersamamu ya... Jangan menangis lagi ya...?!".


Kata Jojo memelukku dengan erat, dan aku sengaja untuk pura-pura tertidur pulas.


HP Jojo berdering dan diangkatnya.πŸ“²


" Halo? Ya ibu... Ada apa?".


Kata Jojo dengan tegas.


" Sekarang Klkamu dimana cepat pulang, kita harus bicara....!!".


Kata mertuaku.


" Tidak ibu. Aku akan tetap bersama istriku. Bagaimanapun situasinya. Ibu tidak bisa mengaturku lagi...!!! Paham?".


Kata Jojo dengan tegas.


" Oh kamu sudah berani melawan sekarang ya? Dikasih makan apa kamu sama perempuan itu? Kenapa kamu menurut...?".

__ADS_1


Tanya mertuaku kepada Jojo.


" Sudahlah... Dia istriku. Ibu dari anak kembar ku. Apapun alasanya aku tetap akan mempertahankan pernikahan kami sampai kapan pun... Pasti.....!!".


Kata Jojo dengan mantap dan hati teguh.


" Kamu berani ya menjawab. Bagus...!!! Anak ibu pintar ya...!! Bagus lah...?".


Kata mertuaku kesal.


" Sudahlah. Ibu egois... Tudak bisa menghargai keputusan yang kubuat. Aku yanh menjalani bukan ibu. Baiklah ibu... Aku lelah. Aku mau istirahat....!!".


Kata Jojo pelan dan tegas.


Jojo memutuskan telpon dan melirikku, lututku dan wajahku lebam. Bibirku pecah mengeluarkan darah. Kepalaku terbentur kelantai dan agak memar. Jojo keluar kamar dan pergi entah kemana.


Aku melirik HP dan menelpon ibuku... agar hatiku tenang dan damai.


" Halo...? Ibu dimana?".


Tanyaku.


" Iya sayang. Ada apa?".


Jawab ibu.


" Ah tidak apa...?! Cuma tanya kabar saja kok. Aya ada buk?".


Tanyaku.


" Mau ibu panggilkan ya....?".


Tanya Ibuku.


" Iya tolong ya Bu....???!".


Kataku lagi.


Ibuku mencari adikku Aya yang duduk dibangku SMA kls 3.


" Halo kak. Ya kak ada apa?".


Tanya Aya dengan polos.


Jangan berkata apapun sayang ku. Dengarkan saja ucapan ku bisa?".


Tanyaku pada Aya.


" Oke kak aman itu. Memang nya apa?".


Jawanya tegas.


" Dek jangan bersuara ya. Aku dihotel Grand Aston depan lapangan merdeka. Sekarang kamu datang kesini naik Gojek atau Grab sayang. Nanti kuganti uang nya. Tolong ya... Bawakan aku bajumu sepasang dan pakaian dalam. Aku dalam masalah dek... Badanku penuh luka dan aku hampir mati. Tolong cepat datang ya.. Jangan sampai Ibu dan Bapak tahu. Paham sayang? Jangan ada yanh tahu... Apalagi curiga ya?".


Kataku menjelaskan pada Aya, sebenarnya aku minta tolong sih.


" Hm.....iya kak. Aku datang, tunggu ya....???!".


Jawab Aya dengan tegas dan singkat.


Telpon kuputuskan dan aku hanya menangis saja sendiri merenungi nasibku dengan tabah. Jojo datang dan melihatku menangis, seketika dunianya seperti berakhir.


" Jngan sentuh aku. Kau pembawa bencana dalam hidupku. Kau pembawa derita dalam duniaku. Kau ingin aku mati seperti apa. Lihat...? Lihat...? Lihatlah bagaimana masa lalumu hampir membunuhku...?Lihat...? Lihat....!!!? Apa matamu buta...?".


Aku menunjukkan leherku bekas cakaran dan jeratan Tina kemarin itu. Tentu saja leherku berbekas membiru, memar dan cakaran kuku wanita gila itu.


" Sayang... Naafkan aku!!".


Kata Jojo dengan sangat menyesal dan meneteskan air matanya.


" Apa kau mau minta maaf... Kau gila!".


Kataku membentaknya.


Jojo seketika terdiam dan mematung didepanku. Aku hanya menangis histeris sungguh aku tidak paham. Apalah kesalahanku dan dosaku dimasa lampau sehingga hidupku begini.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya kak....!!! πŸ’“πŸ’“

__ADS_1


__ADS_2