
Abi bersama rekan lainnya melakukan cek fisik bersama Dokter Renold Humbert.
" Pasien ini diagnosanya hipertensi gestasional dok, pasien datang dalam keadaan pingsan," ujar Abi.
Hipertensi gestasional merupakan peningkatan tekanan darah yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Peningkatan tekanan darah ini umumnya tidak disertai dengan adanya protein dalam urine atau kerusakan organ tubuh.
" Tekanan darahnya terus menurun."
" Sebagai prosedur ,apa keluarga sudah bisa di hubungi ?".
" Keluarga pasien sedang menuju ke sini dok, " ujar Abi.
" Pasien mempunyai tumor, tumor nya terletak di bawah korteks selebral, " ujar Abi.
Apa itu korteks serebral? Korteks serebral atau cerebral cortex adalah lapisan tipis (sekitar 1-5 mm) yang membungkus bagian otak besar atau serebrum. Lapisan ini memiliki area permukaan yang luas. Oleh karena itu, korteks serebral memiliki berat hampir dari setengah berat otak.
" Terjadi pertumbuhan secara invansif ,pada belahan otak, memengaruhi lobus otak dok, dan telah menyerah struktur otak bagian dalam dok, selain itu tumor juga menyebar melalui korpus kallosum " ujar Abi.
" Dan tentu menjangkiti belahan otak lainnya kan Bi ?".
" Benar dok".
" Glioblastoma lebih mungkin terjadi Bi."
Glioblastoma adalah jenis kanker agresif yang bisa terjadi di otak atau sumsum tulang belakang. Jenis kanker ini terbentuk dari sel yang disebut astrosit yang mendukung sel saraf. Glioblastoma bisa terjadi pada semua usia, tapi cenderung lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Penyakit ini bisa menyebabkan sakit kepala yang memburuk, mual, muntah, dan kejang.
Glioblastoma atau yang dikenal juga sebagai glioblastoma multiforme (GBM), bisa sangat sulit diobati dan sering kali tidak bisa disembuhkan. Namun, perawatan bisa memperlambat perkembangan kanker dan mengurangi gejalanya.
" Pasien sudah mengalami banyak kehilangan darah dok, operasi harus segera dilakukan."
" Benar Bi, operasi nya sangat sulit ,dari hasil rongen yang kita lihat,letak tumornya sangat dalam dan sulit di angkat."
" Begitu keluarga setuju, kita wajib berusaha Bi. "
__ADS_1
Abi mengangguk.
" Kalau pasien ini , bagaimana menurut kamu Bi ?".
" Pasien ini mengalami tumor primer intrakranial atau kanker metastatis dok, " ujar Abi.
Metastasis adalah kondisi ketika sel-sel kanker bertumbuh atau menyebar dari tempat asalnya ke tempat lain di tubuh. Hampir semua jenis kanker memiliki potensi untuk bermetastasis, seperti kanker payudara, prostat, paru-paru, ginjal dan masih banyak lagi
Tumor otak primer berasal dari jaringan atau sel otak itu sendiri. Sedangkan tumor otak sekunder adalah tumor otak yang terjadi akibat sebaran dari tumor otak dengan letak di luar otak atau yang disebut metastase, misalnya dari kanker paru, tumor kelenjar/ gondok, tumor payudara dll.
Dokter Renold membaca hasil rongen dan analisis Abi.Dia sangat takjub, kemampuan Abi di atas rata rata dokter se levelnya.
" Di dalam otaknya begitu banyak darah Bi."
" Benar dok".
" Prognosis nya akan buruk Bi, ujar dokter Renold".
Abi mengangguk.
" Harus di lakukan ventrikulostomi dok."
" Benar Bi, " ujar dokter Renold.
Ventrikulostomi atau pengeringan ventrikular adalah prosedur bedah singkat pada bagian kepala untuk menyisipkan alat yang berfungsi menyerap cairan serebrospinal yang menumpuk di dalam otak. Alat ini dapat dipasang dari luar untuk sementara atau permananen.
Ventrikulostomi dilakukan pada bagian ventrikel otak, yaitu kumpulan rongga di mana cairan serebrospinal ditampung. Karena hal-hal tertentu, ventrikel dapat terhambat atau mengandung terlalu banyak cairan serebrospinal dan membuat tekanan intrakranial meningkat. Alat yang digunakan pada prosedur ventrikulostomi akan dibiarkan terpasang hingga tekanan kranial kembali normal.
Siapa yang Perlu Menjalani Ventrikulostomi dan Hasil yang Diharapkan
Ventrikulostomi direkomendasi bagi pasien yang mengalami penumpukan cairan serebrospinal di dalam otak. Cairan serebrospinal adalah fluida yang berada di sistem saraf pusat (otak dan tulang belakang) dan berperan sebagai pelindung tambahan bagi korteks otak. Setelah dilepaskan, cairan ini seharusnya diserap ke dalam aliran darah, untuk mempertahankan tekanan kranial yang ideal.
Penumpukan cairan serebrospinal disebabkan oleh beberapa kondisi, termasuk hidrosefalus yaitu istilah yang digunakan saat kondisi jarak antar ventrikel melebar dan hanya menyisakan sedikit ruang bagi cairan untuk mengalir atau diserap kembali. Gejala yang terlihat dari kondisi ini adalah kepala yang tampak membesar.
__ADS_1
Hidrosefalus adalah kondisi genetik atau didapat. Hidrosefalus genetik terjadi saat masa perkembangan janin, sedangkan kondisi hidrosefalus yang didapat biasanya berkembang setelah bayi lahir. Prosedur khusus yang dilakukan untuk menangani kondisi ini, disebut ventrikulostomi ketiga dengan endoskopi.
Tekanan intrakranial dapat dipicu oleh cedera otak traumatik. Kondisi ini bersifat gawat darurat, karena tekanan intrakranial bertambah dengan cepat, sehingga meningkatkan resiko kerusakan jaringan otak permanen.
Ventrikulostomi dapat dilakukan untuk memasukan obat-obatan untuk menangani gangguan otak atau pada ventrikel. Prosedur ini dapat dimanfaatkan untuk mendiagnosis cairan serebrospinal , yang akan mengenali infeksi atau penyakit lainnya yang menimbulkan gejala neurologis.
Tekanan pada otak diharapkan akan segera menurun dan kembali normal setelah kateter ventrikular dipasang.
Cara Kerja Ventrikulostomi
Sebelum prosedur dimulai, dokter bedah saraf akan mengadakan konsultasi pra-bedah, dimana ia akan mengevaluasi kesehatan neurologis dan fisik pasien secara keseluruhan. Jika pasien sedang menjalani pengobatan, maka ia perlu berhenti mengkonsumsi obat-obatan, khususnya yang memicu kekurangan atau pembekuan darah selama dan setelah operasi.
Umumnya, prosedur berlangsung selama satu jam dan tidak harus menggunakan bius total. Bius lokal sudah cukup disuntikkan pada bagian kulit kepala tempat pembuatan lubang. Pasien juga dapat diberi zat sedatif agak ia merasa benar-benar nyaman.
Selama prosedur berjalan, pasien terbaring terlentang di atas meja operasi. Sebagian kepala dicukur botak dan dibersihkan, sedangkan sebagian lainnya ditutup. Dokter bedah akan membuat lubang di kepala dengan menggunakan alat bor bedah untuk mengakses durameter. Bagi kondisi tertentu, prosedur ini sudah cukup untuk memperbaiki tekanan kranial. Namun, jika ventrikulostomi perlu dilanjutkan, maka sebuah tabung akan disisipkan langsung pada ventrikel dan sebuah kantung dihubungkan tabung. Pasien sendiri akan terhubung dengan sistem yang memantau kadar cairan serebrospinal dan tekanan otak.
Apabila tabung hanya digunakan untuk sementara, maka prosedur disebut pengeringan ventrikuler eksternal (EVD). Jika digunakan selamanya, prosedur dikenal sebagai shunt. Tabung akan disisipkan dengan jahitan, sedangkan kateter berada di tempat semula.
Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Ventrikulostomi
Salah satu kemungkinan komplikasi ventrikulostomi adalah infeksi, yang umumnya terjadi karena luka pada area pembedahan. Jika infeksi tidak segera ditangani, maka akan terjadi sepsis atau peradangan sistemik, yang dapat memicu kegagalan organ tubuh. Komplikasi lain adalah pendarahan. Pasien tidak dianjurkan untuk menyentuh kantung selama masih dalam proses pengeringan.
Kantung yang dipasang dapat bocor karena terlalu banyak cairan serebrospinal yang diserap, kondisi ini disebut hipotensi yang menyebabkan sakit kepala luar biasa.
🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1