Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Amunisi


__ADS_3

Tentu saja , Abi gelagapan.


" Saya bersih bersih dulu, nanti perawat mempersiapkan anda Smith, buat bersiap siap proses operasi."


" Aku mau kamu yang batuin aku Bi, bukan perawat."


" Gajiku doble ,dokter plus perawat, ingat...".


" Baik Bi, aku tidak mau badanku ini di sentuh orang lain."


" Jadi selama ini kamu kalau sakit gimana ?".


" Badanku ,badan badak Bi, jarang sakit, kalaupun sakit, perawatan ku selalu dengan dokter pribadi,di rumah, itu juga Om dari papa,bukan siapa siapa."


" Waduh tanganku ,tangan emas dong, noel noel otot dada kamu, dan apa itu termasuk berkah ya Smith ?".


" Bisa jadi berkah Bi, sekelas CEO, tampan, berkelas, kamu gak terpikat ?".


" Ih...muji diri sendiri, ngehalu aja kamu pagi pagi, aku cabut dulu, mau bersih bersih, kamu buat aku gak nyaman, apa aku ngorok tadi malam ?".


" Gak Bi, kamu nyaman tidurnya , karena ada aku di kamar ini."


" Pagi pagi udah kumat dehhh, belum minum obat yah gini nihhhh...., " ledek Abi berlalu dan membuka pintu kamar, Dion dan beberapa pengawal langsung memasuki ruangan.

__ADS_1


" Kalian semalam pada kemana?".


" Tidak di ijinkan memasuki kamar Dok, kata bog bos gangguin acara kencan nya, " ujar Dion menahan tawa.


" Gak big bos , gak anak buah semua sakaw dan nge halu bareng ," cerocos Abi meninggalkan lorong rumah sakit.


Abi bergegas mandi, membersihkan diri, mengganti pakaian dan kemudian bergegas ke kantin, dirinya sangat kelaparan. Abi pun menyeruput sup jagung kepiting dan mengunyah beberapa pastel daging sapi.


Bergegas makan, mengingat ada bayi raksasa yang akan nelangsa menunggu sang perawat rangkap dokter.


" Wuihhh glowing amat Bi, kecipratan wajahnya si jutawan ya Bi...".


" Glowing apaan, nih kantong mata menggembung, bayi raksasa banyak maunya manja nya amit amit....".


" Dia super manja banget, keliatan aja kekar bak hulk, eh cemen amat, nih aja aku buru buru, mau ngurus pasien VVIP ,ntar ngadu, bisa dapat nilai D, rumit bangetttt."


" Rumit pun, kamu suka kan Bi..., ngaku deh..., lirikan matamu tajam, kamu ada rasa ,beneran, kentara pakai banget."


" Ihhh...kamu ngarang....".


" No Bi, Louise aja bilang gitu, kamu tuhhh , memang dah kenal kan dengan sang millioner, dan kamu juga nyaman, keliatan banget bersama nya kamu tenang. "


" Benar, nyaman, orangnya hangat ,padahal aku berusaha menepia agar aku gak kepikat, namun hati dan logika gak bekerja dengan baik, aku takut, aku salah menilai, salah memilih, sekelas orang beduit, setianya kan minim, lain lagi akan banyak waktunya tidak ada buat aku yang sudah sangat sibuk, kalau dia sepi, akan ada dayang dayangnya mendekati, dengan jentikan telunjuk, yang mana pilih ada, aku hanya gadis biasa Clara, bukan luar biasa. "

__ADS_1


" Ucapan kamu ada benarnya Bi, itulah hidup, sekali memilih, tidak boleh di tarik, tidak boleh menyesali, tahankan sampai maut memisahkan, benar kan Bi...? ".


Abi mengangguk .


" Pamit dulu yahhh, dah lumayan ngisi amunisi buat perut, biar pandangan gak buram, hehehe."


" Dan otak lebih bekerja Bi, dari hati, benarkan."


" Benar pakai banget.Bye Louise, kamu kenapa komat kamit kayak baca mantra sihhhh?".


" Mau di tanyai dokter Edward ,aku kan lagi di plonco dokter kandungan, yah setidaknya ada isi lah Bi, kalau gak ,malu maluin banget lohhhh."


Abi tersenyum dan berlalu melambaikan tanganya.


🥲😍🥰😍🥰😍😍😋


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2