
Saat pesta hampir usai, Sinai dan Abi pamit pada Nina.
" Hati hati di jalan ya Sin."
Sinai pun mengangguk.
Sinai melajukan mobilnya, tidak terasa air matanya jatuh.Bukan tidak sakit saat tahu sang mantan dekat dengan dokter lain.
Dan sangat apes ketika mobil di kendarai Sinai, Sinai merasa ada yang tidak beres dengan ban nya. Mencari daerah lebih ramai dan terang, Sinai pun turun.
Sinai melihat , ban mobil nya sudah kempes.
Sinai dengan sigap menukar heels nya dengan sendal jerit. Mengunci pintu mobilnya, kemudian mengambil alat buat menukar ban mobil nya.
Ketika Sinai akan membuka ban mobil nya, sebuah tangan mencegah nya . Dan Sinai hampir saja menendang orang yang mendekatinya.
Dan Sinai sangat terkejut, ternyata Bambang sosok yang berhenti dan mendekatinya.
" Sini mas gantiin Sin."
" Eh...gak usah, saya bisa sendiri."
" Ini sudah malam Sin."
Bambang langsung mengambil alih mengganti ban mobil Sinai.
Sinai hanya dia dan mengambil jarak.
" Sudah selesai Sin."
Sinai hanya diam , gak tahu harus berkata apa apa lagi.
__ADS_1
" Terima kasih, " hanya itu yang sanggup Sinai katakan.
Sinai tidak memandangnya sama sekali.
Ketika Sinai membuka pintu mobilnya, lebih memilih menunduk dan tahu diri, tidak berani memandang wajah Bambang sama sekali, padahal penyesalan itu sangat besar Sinai rasakan, dimana mereka sering pergi, makan dimana , Sinai masih sering melakukannya sendiri. Menghapus air matanya . Dan berusaha tegar ,tanpa mengatakan apapun ,lebih menikmati kesendirian nya, 6 bulan sudah, sendirinya sudah menjadi biasa.Walau ada yang mendekatinya, Sinai tidak pernah menggubris sama sekali.
" Kamu menghindari saya Sin, bahkan tidak mau menatap saya lagi."
" Maaf.... , hanya itu yang mampu Sinai katakan.
" Maaf , waktu ku banyak tersita , sampai kamu merasa sepi ."
Sinai hanya diam.
" Kita harus bicara Sin."
" Bicara apa lagi Mas ? , saya salah ".
" Mampu."
" Lalu kenapa menikmati kesendirian mu di setiap tempat dimana kita menghabiskan waktu."
" Di sana restoran. Tempat bebas. Jika memang tidak di perkenankan, saya tidak akan kesana lagi, maaf membuat anda terganggu mas."
" Maaf mu , mas terima dan please kita kembali bersama Sin."
" Aku bukan wanita baik baik. "
Sinai langsung menutup pintu mobilnya, melajukan mobil nya sekencang mungkin.
Perih hatinya dengan apa yang sudah terjadi dan satu kata ikhlas sudah dia sematkan dalam hatinya.
__ADS_1
Dan malam itu Abi mendengar curhat Sinai, tentang merelakan.Dirinya pun sadar, dalam hubungan , kejujuran itu sangat menyakitkan.
Abi sangat mengenal sifat Sinai, takut sepi dan mungkin penghianatannya berkaitan dengan kesibukan sang dokter. Tidak serius.
Apapun itu , Abi hanya berharap Sinai hatinya pulih dan kuat, bisa membuka hati nya kelak.
Dan benar saja ,keesokan harinya , mobil Sinai, dia jual, dan dia pun menjual apartemen nya.Bahkan Bama dan Putera sampai terkejut mendapat kabar itu dari teman sesama dokter mereka.
" Sinai kenapa Bi ?".
" Biarkan dia Bams, dia butuh kesendirian. "
" Putus dari dokter Bambang ? , apa reaksi dari Sinai ?".
" Hmmm...., sudahlah, Sinai juga sudah pindah tugas ,dia gak akan sedih lagi. "
C Hmmm...,memang berat Bi, kalau kita salah, eh malah bolak balik ketemuan sama mantan.Padahal kamu tahu sendiri, sibuknya dokter Bambang, membuat Sinai sendiri dalam segala hal, dokter Bambang juga kan ada salah, dia lebih menomorsatukan pekerjaan, mungkin Sinai juga merasa akan dinomor dua kan."
" Setiap wanita ,pasti benci rasa sepi, jika dia mengalami kesepian terus menerus ,pasti ujung ujungnya mencari kenyamanan dari yang lain.Namun Sinai kan gak gimana gimana sama tuh cowok."
" Sudahlah Put, Bams, biarkan Sinai tenang kan diri, kalau jodoh gak akan kemana."
Putera dan Bams pun mengangguk.
🥰😍🥰😍🥰😍
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment