Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Sudah Pulang


__ADS_3

" Aku kok teringat ya pada Jojo? Coba deh aku tanya? Perasaanku tak enak nih!!".


Kataku bertanya pada hatiku sendiri.


Aku mencoba chat si Om, πŸ’¬πŸ“±


" Hei.... Lagi apa? Sudah hampir sebulan loh. Kapan pulang? Perutku sudah besar sekali! Tidak rindu kami bertiga? Miss you big bos!".


Isi pesanku padanya. Tak lama setelah itu Jojo membalasnya.


" Miss you too. 2bhari lagi aku kembali. Tentu sayang aku merindukan kalian, kamu baik-baik saja disanakan".


Tanya Jojo dengan.cemas.


" Tentu, sekarang perutku sudah semakin besar. Mereka aktif didalam, seperti main bola...he....he....he....!!?".


Kataku padanya.


" Mau aku bawakan apa sayang? Kain sutra mau kan? Atau konde antik? Kan rambut kamu indah sayang?".


Tanya Jojo padaku mau apa.


Om tersenyum saja membaca pesanku, dia membayangkan kami berempat.


" Iya. Aku tidak ingin apapun. Asalkan kamu pulang... Aku senang....!!!".


Kataku padanya.


" Ya. Oke. Tunggu ya. Aku mau siap-siap dulu ke kantor. Love baby....!!!".


Om mengakhiri chat kami.


Om menangis, kala mengingat kejadian kemarin malam apabila aku tahu.


" Maafkan aku.... Sayang! Apakah kamu akan menerimaku dengan keadaan seperti ini? Kenapa? Ini semua ulah Ibu, apa yang membuat seorang ibu tega menyakiti anaknya sendiri? Ya Allah... Berikanlah aku jalan. Tolong lakukanlah yang terbaik untuk ku! Tolonglah aku Ya Karim...!".


Jojo meneteskan air mata dan kesal.


Selama 2 hari Jojo bekerja tak semangat, dan yang pastinya Bella tiap hari mengganggu Jojo dengan menghampirinya kerumah sakit tempat Jojo bekerja.


" Hai sayang? Makan yuk... Aku rindu...!".


Kata Bella berkata manja seolah-olah tidak terjadi apa-apa diantara mereka.


" Wanita sialan. Mau apa lagi? Cuku....uup!!! Bersikap baik? Jangan bercanda kau? Jijik aku melihatmu? Cuuuii......iiih bau bangke!!!!".


Jojo meludah kesamping dan merasa jijik dengan kehadiran Bella.


" Ah sayang. Jangan sok suci? Bagaimana rasanya berselingkuh dibelakang istri loli mu itu sayang. Bukankah aku lebih baik diranjang dibandingkan dia???"


Bella berkata dengan nada manja dan merasa bangga akan dirinya yang tak mau dibandingkan dengan wanita lain.


" Kau tahu Bella? ******* saja punya harga jika meniduri pria lain, tapi kamu hanya wanita murahan yang gak punya harga sama sekali. Kau dan *******... Kebih tinggi lagi harga diri seorang ******* yang menjual dirinya kepada pria hidung belang. Aku kasihan kepadamu, Bella...!!! Kau cantik dan sukses tapi seleranya rendahan. Suami orang, bekas orang dan perebut milik orang. Bukankah sungguh kasihan... Bella....Bella... Aku prihatin padamu....!!!?".


Mendengar perkataan Jojo yang seperti itu Bella jadi merasa harga dirinya tercoreng,


Bagaimana tidak?😱


Bella dibandingkan dengan *******....??? Yang benar saja!


" Oh begitu...? Bagus kalau kau tahu Jo...!!!? Ini semua juga ide ibumu itu? Kau tahu apa tentang perasaanku? Silahkan saja kau menghinaku dengan ini dan itu. Aku tidak keberatan kok. Jangan sombong dengan apa yang ada padamu sayang, wanita sialan itu.... Bocah kecilmu itu alias istrimu akan kusingkirkan. Akulah yang seharusnya yang disampingmu, bukan anak kecil hah? Ulan Nafisah Anggara... Akan kusinggirkan dengan berbagai cara. Percayalah Jo....!!! Aku bukan wanita lemah lagi, jika aku tidak bisa bersamamu maka tidak wanita lain juga termasuk istrimu itu. Percayalah... Kuhancurkan kau???".


Bella berbalik dan terlihat kesal dan tatapan matanya begitu tajam melihat Jojo. Seperti singa yang hendak menerkam.


" Pergilah. Lakukan sesukamu. Jangan salahkan aku jika aku juga menyingkirkanmu dan wanita jahat itu. Aku juga akan membawamu bersamaku dineraka, agar aku tudak sendirian. Bella... Jangan takut terbakar bila suka main api. Paham kau!!!?".


Jojo juga mengancam Bella seperti yang dilakukan nya, Jojo sepertinya serius.

__ADS_1


Bella pergi dengan kesal dengan ucapan Jojo yang menghina dirinya.


" Kita lihat saja Jo, aku tak main-main loh. Aku... Putri Bella Calista. Akan menghancurkan keluarga Malik beserta keturunan nya. Percayalah Jo... Aku lebih kejam dari seekor singa lapar...!!".


Bella menaruh dendam pada Jojo dengan akan memusnahkan keluarga Malik, oh my God yang benar saja lah.


Ternyata percakapan mereka diperhatikan orang lain yang berasa diluar rumah sakit. Untung saja tak ada yang paham dengan isi percakapan mereka.


" Keluarga Calista berani bermain api? Bella... Sialan. Tidak bermoral dan sakit jiwanya, apalagi ulahnya setelah ini. Aku harus cepat mengatasinya, jangan sampai si bocah nakal salah fokus!!".


Kata Jojo dengan kesal sambil meninju meja kerjanya.


Jojo melirik HP dan menelpon ku, πŸ“²


" Hai sayang? Lagi apa?".


Tanya Jojo padaku.


" Lagi lihat TV. Rumah sunyi, adik-adik sudah pulang tadi sore karena kamu mau pulang besok? Benar...?".


Tanyaku padanya.


" Ya. Akhirnya tugasku selesai lah. Malam ini juga aku pulang sayang, aku rindu padamu. Jam penerbangan terakhir jam 11 malam ini sayang... Besok pagi aku sampai di bandara. Kamu jemput ya cinta?".


Kata Jojo dengan bahagia.


" Oke. Siap? Mau aku bawakan apa? Makan?".


Tanyaku padanya.


" Boleh. Aku tak mau kamu terlalu capek sayang Jaga anak kita... Karena hanya mereka harapan kita sayang...!!!".


Kata Jojo dengan.nada sedih sekali. Aku melihatnya jadi heran bukan amin.


" Iya. Kok bicara seperti itu? Ah...? Jangan menakutiku lagi ya...?".


Kataku padanya.


Kata Jojo mengingatkan aku lagi.


" I love you big bos...Miss you!".


Jawabku.


Telpon terputus dan hatiku gembira sekali mendengar Jojo akan pulang.


Aku turun kebawah minta bibi masak pagi-pagu buta, dan Pak Jamal siap subuh kebandara mengantarkan aku.


Mendengar Jojo mau pulang mereka terharu dan senang. Wajar saja Jojo itu sudah dianggap seperti anak mereka.


Aku juga bahagia sekali, karena anak dalam perutku selalu minta belaian dari papa mereka. Hampir tiap malam mereka minta di elus papanya, tapi apalah daya.


Aku hanya bilang " Sabar syg. Papa lagi kerja, nanti juga pulang. Oke?".


Untung saja 2 bocah itu bisa diajak kompromi dengan baik dan menurut sekali.


Subuh pun tiba, kurasakan hawa dingin menghembuskan angin pagi disertai embun pagi yang begitu dingin. Ketika tidur aku jarang menutup jendela, kubiarkan terbuka agar aku bisa merasakan angin yang masuk membelai tidur ku.


Kuseret langkah dan aku mandi sebelum solat Subuh dan aku kembali kedapur. Kulihat bibi Ijah sibuk untuk buat sarapan pagi yanh kupinta tadi malam, kujuga memastikan Pak Jamal untuk mengantarkan aku kebandara.


" Pak. Kita naik mobil kecil saja. Duduk dibelakang lebih nyaman pak. Bisa senderan loh. Oke pak?".


Aku tertawa kecil dan bahagia sekali.


" Iya nyonya. Siap! Saya juga sudah siap berangkat kok. Oke?".


Kata Pak Jamal.

__ADS_1


Aku hanya mengangguk saja karena sudah rindu dengan Jojo genit itu.


Selesai dengan bontot ku, aku pun menuju bandara. Sepanjang jalan aku menatap kejendela, membayangkan seperti apa Jojo saat ini. Karena tiap VideoCall kelihatan lebih kusam dan kurus, aku sedikit khawatir tapi kata Jojo tak apa. Mungkin efek belum mandi dan strees dirumah sakit, banyak masalah.


Tiap kutanya sudah makan, jawabnya sudah. Tapi kenapa tatapan matanya sayu dan seperti orang kelaparan? Dia juga bilang rindu masakanku dan ingin makan masakan ku. Kan aneh sih? Meskipun aku sering kesal dan jengkel dengan ulahnya yang sanga.....aat mesum itu, tapi melihat dia yang seperti itu membuatku sedih tidak karuan tiap kali dia VideoCall aku.


Kan benci dengan rindu itu beda tipis katanya, mungkin itulah yang kurasakan saat ini.


Kutunggu dia dipintu keluar dan kumenunggu sekitar setengah jam lah. Kulihat dia dari kejauhan dan alangkah terkejutnya aku melihat penampilannya yang berantakan itu.


Kuhampiri dia dan kusapa lembut.


" Hai sayang? Kenapa? Tidak rindu padaku ya? Tidak sayang lagi...?".


Godaku padanya manja.


" Aku lelah sayang, pak Jamal tolong kopernya. Kita jangan langsung pulang, kita nginap dihotel dekat sini saja. Aku sudah pesan kok...! Oke...!!!?".


Kata Jojo kepada kami. Aku sih Oke saja, tapi heran saja kenapa dia tidak mau langsung pulang. Mungkin karena kecapekan ya?.


" Oke deh. Aku juga bawa sarapan pagi buat kamu. Semoga suka ya?".


Kataku sambil menggandeng tangannya.


" Ya makasih sayang ku?".


Jawabnya singkat.


Kami langsung menuju hotel, dan Pak Jamal tidur dikamar sebelah yang dipesannya.


Aku duduk disofa dan disusul oleh Jojo.


Seperti biasa Jojo memangku aku dan menikamati aroma tubuhku yang katanya seperti candu itu. Tapi Jojo tidak banyak bicara, hanya diam dan tersenyum saja.


Tatapan mata Jojo juga aneh, lebih dalam dan kelihatan sedih sih.


" Heran deh lihat kamu. Apa aku ada salah? Kenapa diam saja sih dari tadi?".


Tanyaku agak.kesal padanya.


Sedari tadi dia hanya diam saja, membuat aku kesal. Aku pikir kemasukan Hantu Vampire dari China. Pikiranku kacau balau karena dia diam saja tak bicara apapun, padahal setiap hari dia bakal seperti Burung Betet yang amat berisik dan menyebalkan sekali.


" Tidak ada sayang. Aku hanya agak capek saja dan lelah. Aku mau mandi dan istirahat ya, kamu peluk aku deh...!!".


Katanya manja. Kulihat matanya menatapku sedih bukan main.


" Iya tidak masalah...!!".


Kataku lagi.


' Ada apa dengan dia? Aku heran sih? Apa sebenarnya yang terjadi dengan dia disana? Apa ada yang dirahasiakan olehnya tanpa sepengetahuanku? Mencurigakan saja...!'.


Kataku dalam hati bertanya curiga.


Om pergi mandi, tapi kok lama ya hampir sejam. Aku nunggunya sampai ketiduran begitu... Efek bangun terlalu pagi dan semangat 45 karena mau jumpa orang yang paling ganteng dalam hidupku.


Gara-gara anak ku yang mengajak begadang, mereka tak mau tidur. Padahal mataku sudah berat banget, tapi mereka lebih rindu oleh elusan papanya itu.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2