Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Pisau Karatan


__ADS_3

Jam pelajaran dimulai, hari ini aku menghadapi 8 SKS. Itu membuatku agak lelah sekali dengan kondisi hamil muda, sepanjang pelajaran aku merasakan pusing dan mual. Hampir tiap jam aku ketoilet untuk muntah, banyak siswi yang melihatku sinis tapi aku cuek saja. Kan aku punya suami, bukan hamil diluar nikah.


Wajar mereka memandangku sinis dan hina, karena aku merahasiakan pernikahanku. Hanya sahabat dan beberapa dosen saja yang tahu akan status baruku sekarang ini, ya biarlah mereka memandangku hina yang penting aku bukan hamil diluar hina... Cuek saja, emang gue pikirin.


Di toilet aku bertemu rival ku, Putri Anisah anak Manajemen Informatika alias orang yang ditolak Haidir karena ternyata Haidir lebih memilih ku untuk dijadikan pacar.


" Loe hamil ya? Perempuan lo*te, jual diri tapi ****. Bisa hamil pula... Murahan...! Tetap saja murahan tahu?".


Katanya sinis mengejekku.


" Suka-suka aku, kenapa kau yang rempong. Urus saja si Haidir itu, biar tak balik arah lagi tahu!! Bisa tidak...?!".


Kataku sambil mengejeknya.


" Setahu aku kalau Akademik tahu siswanya hamil diluar nikah bakal dikeluarkan. Sumpah itu bakal jadi hari yang paling bahagia dihidupku, apa lagi Haidir sampai tahu Pujaan hatinya sudah bunting nganggur...! Mau taruh dimana wajah ini. Jijik pula aku lihat perempuan yang sok baik dan kalem... Ternyata perempuan tak beres. Jijik aku...!".


Kata Putri meledekku dan menghinaku sambil meludah didepanku.


Aku hanya diam, sambil mencuci wajahku lagi karena mulai berubah pucat pasi.


" Suka hatimu saja, lidah kan tak bertulang. Lakukan saja sesuka hatimu, yang penting kau jaga saja Pujaan hatimu itu jangan sampai kabur lagi. Hi... Hi...Hii!!".


Kataku ketawa sambil keluar toilet.


" Cewek sialan, sok cantik tapi tak tahu diri. Sialan.... Sialan....!!".


Kata Putri menyumpahiku dalam hatinya itu.


Kubuka tasku dan aku minum air putih yang dibotolku. Kulirik HP dan ku Wa si JojoπŸ’¬


Pesanku: Hei... Sumpah aku mual banget. Kepalaku pusing serasa mau pecah karena keadaanku, ini semua karena ulah kamu yang Kegatelan aku jadi Hamil. Tolong berikan aku obat untuk menghilangkan rasa mual dan pusing ini. Aku terganggu belajar, aku sudah ketinggalan banyak pelajaran. Sepulang kampus aku akan kerumah sakit... Oke?.


Aku kemudian kembali ke kelas dan melanjutkan pelajaranku dengan penuh konsentrasi.


Jam 1 siang, pelajaranku telah usai dan anak ayamku bertanya padaku.


" Beb... Mau kemana? Tumben buru-buru?".


Tanya Nael heran melihatku terburu-buru.


" Aku mau pulang, lagi tidak fokus nih".


Kataku singkat.


" Alah.....!!!! Bilang saja mau jumpa miswa kan? Suami kesayangan mu? Ya kan...???".


Kata Salman menggodaku lagi.


" Ya aku sekalian ada perlu. Aku mau ketemu Ibuku...? Sudah hampir sebulan aku tak pulang kerumah! Kangen juga sama mereka".


Kataku dengan santai.


" Jadi kamu tinggal dimana sekarang?".


Tanya Yudi sambil merangkulku.


" Setia Budi 2 loh. Oh ya aku buru-buru ya...! Besok kita lanjut lagi...!".


Kataku tergesah-gesah sambil memijit kepalaku dengan pelan.


" Ayo kuantar saja, biar cepat sampai?".


Kata Seto menawarkan bantuan tumpangan.


" Aku dijeput oleh sopirku... Aku pulang ya!".


Kataku sambil memakai jaket, kurasakan agak dingin udaranya.


Atau memang perasanku saja ya??? 😡


" Telpon saja supirmu, tunggu didepan saja kan udah...! Wajahmu pucat....!?".


Kata Darwis menghawatirkan aku.


Kutelpon Pak Jamal untuk kedepan kampus karena biasanya parkir mobil dibelakang kampus.


Tin....tin....!!! πŸ’’


Suara klakson mobil didepan kami. Pak Jamal segera tiba didepan kampus dan membukakan pintu untukku.


" Itu dia jeputanku. Maaf ya aku buru-buru. Pak tolong keluarkan dibagasi barang yang tadi pagi! Berikan pada mereka semua ya?".


Kataku meminta tolong pada Pak Jamal.


Pak Jamal melakukan seperti yang kukatakan, memberikan barang yang kubawa tadi pagi.


" Ini semua ole-ole buat kalian, anak ayamku. Bagi rata ya, makasih semuanya!".


Kataku dan melambaikan tangan pada mereka semua.

__ADS_1


Mobil kami melaju kerumah sakit untuk menemui Jojo yang mesum itu.


" Gila ah... Naik Alphard dia. Mimpi apa dia dapat suami tajir melintir begitu?".


Kata Nael dengan heran dan tak percaya.


" Kurasa yang dipeletnya itu Si Jojo ganteng tajir melintir, Ketua Yayasan saja cuma naik Pajero Sport. Si kawan naik Alphard pula...!".


Kata Salman sambil geleng kepala.


" Itu namanya rejeki nomplok anak Soleh **** sekali kalian, memang Ulan anak baik!!".


Kata Darwis ketus, membuat lamunan mereka terputus begitu saja.


" Iya sih cuma dia perempuan yang bisa ngatur kita, kita saja tak bisa bersaing dengan nya. Kalian pikir sajalah sendiri!".


Kata Seto memujiku lagi.


Mereka bingung dan hanya tidak percaya dengan keadaanku yang sekarang.


Jojo membaca Wa ku dan langsung jawab πŸ’¬


" Ya sayang ku. Nanti kalau sudah sampek parkir kabari saja. Kebetulan aku lagi tak sibuk. Oke. I love you....???!"πŸ’•πŸ’ž


Sampai diparkir ku telpon Si Jojo supaya menjemputku, karena aku masih trauma kejadian tempo hari.


" Sayang kamu sudah makan?".


Tanya Jojo kepadaku dengan lembut dan penuh perhatian sekali.


" Tidak selera, pusing kepalaku?? Terlampau banyak pelajaran yang ketinggalan, untung aaja Darwis si Anak ayam memberikan aku foto copy catatan nya. Terbantu juga lah!". Kataku sambil mulai membaca lagi ulasan yang tadi.


Jojo melihatku dengan serius.


' Kasihan dia, harus kuliah dengan kondisi mabuk begitu. Disuruh cuti tak mau, jadi bagaimana lagi. Terpaksa aku harus turun tangan lah, aku tak mau membahayakan kehamilannya. Jangan sampai dia strees pula gara-gara kuliah nya, aku harus bisa memberikan dia mental yang kuat!'.


Gumam Om dalam hati.


" Jadi kamu mau.... Aku harus bagaimana sayang biar senang hatimu?".


Tanya Om kepadaku.


" Berikan aku obat untuk menghilangkan pusing dan mual saja. Sumpah aku terganggu belajar dengan kondisi seperti ini!".


Kataku sambil sedih.


" Itu bawaan sayang, tapi nanti kuberikan obat untuk mengurangi nya saja. Oke!".


Aku hanya mengangguk saja kepada Jojo.


" Mau makan apa? Nanti masuk angin, kalau mau minum obat harus makan dulu. Tak boleh perut kosong sayang".


Tanya Jojo lagi padaku.


" Aku cuma mau makan nasi putih saja dan salad buah. Ada tidak?".


Kataku bertanya serius.


" Iya nanti kupesankan online saja, kamu tunggu sebentar ya sayang ku?".


Katanya sambil mengecup kepalaku.


" Okelah kutunggu, boleh pinjam PSP dong. Bosen nih...?!".


Kataku melihat suasana sekeliling ruangan.


" Loh? Kan kemarin dikasih ke Fajar, males beli... Kamu main laptop saja mau...?".


Katanya sambil menunjuk laptop di meja kerjanya.


Aku langsung duduk diam manis, dan online di Facebook. Tak sengaja aku buka Facebook Jojo, dan mataku terbelalak melihat FB nya. Semua temannya wanita dewasa yang cantik, banyakan sih bule. Kubaca statusnya satu persatu, hanya ada status galau saja sih.


"Aiiiih? Kok status kamu galau semua?".


Kataku sambil mengejeknya.


" Oh itu status waktu lagi galau karena kamu sih, hampir saja aku strees mikirinnya. Kamu seperti bulan, yang susah kugapai dan sekarang kamu milikku!".


Ketus Jojo sambil bangga


" Ah iya lah, berhubung kamu super ganteng aku tidak akan protes banyak!!!".


Kataku lagi tapi masih sibuk mataku didepan laptop main Facebook.


" Ah masa sayang??? Aku jadi senang nih, kupingku naik sebelah loh. Sumpah demi Allah beneran kamu muji aku nih sayang? Apa aku tidak salah dengarkan sayang?".


Jojo seketika beranjak berdiri karena kaget dengan ucapanku yang membuatnya bahagia seperti terbang keatas langit.


Awas jatuh loh....? 😍

__ADS_1


" Iya loh kamu ganteng dan Cool, beruntung kamu suamiku jadi tiap hari bisa memandangi syurga dunia... Kalau nabi Yusuf yang paling ganteng diantara 25 nabi yang lain... Ya kamu mungkin yang terganteng dalam hidupku!".


Kataku membuat si Jojo tersenyum sendiri sambil bahagia.


Tidak lama setelah itu, GoFood datang juga dan kami makan bersama. Jojo makan bekal tadi pagi yang kubuat, aku makan nasi putih saja yang dibeli di kantin. Hanya salad 2 saja yang beli di GoFood.


Sesekali Jojo melirikku dengan sendu tapi kubalas dengan senyuman. Makan siangku jadi lebih mantap dengan pemandangan indah didepanku, siapa lagi kalau bukan wajah ganteng Jojo itu.


Yang tiba-tiba saja masuk tanpa mengetuk pintu dan seperti orang kepanasan saja.


" Jo.... Ayo kita kerja. Gawat darurat...!".


Kata Yang terlihat lelah dan panik.


" Ya sebentar lagi aku selesai makan!".


Kata Jojo kepada Yang dengan santai. Lalu Yang terkejut melihatku ada disitu.


" Maaf aku tidak lihat ada nyonya Malik. Maaf ya Jo...! Maaf ya Ulan...!".


Kata Yang sambil minta maaf.


" Ya. Aku segera kesana. Maklum saja manten baru coy..!".


Kata Jojo menggoda Yang.


" Iya sekalian aku juga mau pulang kerumah Ibu. Boleh ya? Boleh...?".


Kataku minta ijin kepada Jojo untuk pulang.


" Iya hati-hati sayang. Nanti malam aku bawakan obatnya ya, kamu juga jangan terlalu capek. Kamu hamil loh... Kamu harus bisa jaga diri sayang...!"..


Kata Jojo dengan lembut membelai wajahku.


Lalu dia mencium pipiku hangat sekali, membuat aku jadi salah fokus tentunya.


Deg....!!!!πŸ’“


Deg.....!!!!πŸ’“


Jantungku berdegup kencang sekali.


Yang hanya melotot melihatku dari atas sampai kebawah saja.


" Jo...? Istrimu hamil ya?".


Tanya Yang kembali.


Jojo hanya menganggukkan kepala.


" Kukira pisaumu sudah karatan karena usia lanjut dan tak mampu membelah tomat lagi. Ternyata masih tajam saja ya, salut aku!!".


Yang tertawa sambil meledek kami dengan puasnya, sesuka hatinya juga.


Aku hanya buang muka saja kepadanya dan kusalami Jojo langsung saja keluar ruangan meninggalkan mereka.


" Kamu membuat nya marah. Nanti malam aku pasti tidur diluar, emosinya belum stabil. Usianya kan masih dikit!".


Kata Jojo dengan menepuk jidat pasrah akan perlakuanaku nanti.


" Astaga aku lupa Jo....! Istrimu kan masih kecil, tapi sudah bisa buat anak juga. Salut aku Jo... Selamat ya. Bagaimana?".


Kata Yang sambil tertawa gelak


" Apanya yang Cemana? Gila?".


Kata Jojo heran menatap wajah Yang.


" Obat yang kuberikan lah. Ampuhkan?".


Kata Yang sambil mencubit lengan Jojo.


" Ya makasih. Sumpah si bocah kecil bisa jadi liar gara-gara minum obat darimu. Tak sangka aku, mantaplah pokoknya".


Kata Jojo sambil memberikan Yang 2 jempol.


" Aman itu bro ... Kan kita sahabat!"


Yang dan Jojo menuju ruang IGD melihat kondisi satu pasien yang baru masuk itu.


Sepanjang perjalanan aku menggerutu saja melihat tingkah teman Jojo itu. Sumpah kan aku jadi malu, sumpah.... Aku mau mati saja saat itu.😭😭😭


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,

__ADS_1


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2