
Tok....tok...tok....tok.....!!! π’
Pintu ku ketuk dan tak ada jawaban dari dalam, kubuka pintu. Kulihat Jojo tidur dengan lelapnya dan kucium kening nya.
Aku keluar lagi dan membelikan kue kering, pop mie dan keperluan lainnya.
Sampai dikamar ku duduk di kursi tepat didepan disamping suamiku itu.
" Hah? Tak kuat aku lihatnya. Indah banget seperti burung merak yang mengepakkan bulu indahnya, begitu cantik warnanya dan indah dipandang. Seperti bunga mawar merah yang mekar, penuh duri dan perjuangan untuk memetiknya. Suasana hatimu juga susah ditebak, kadang cerah kadang juga hujan. Kadang kau membuatku takut gemetaran hingga susah bernafas loh. Sering juga aku bahagia karena keberadaanmu yang membuatku untuk selalu bersyukur akan nikmat yang diberikan Tuhan. Tapi tahukah kau sayang...? Untuk sampai seperti sekarang ini aku kehilangan semua hal indah yang pernah kumiliki, harapanku... Impianku... Masa depanku... Cintaku...dan hidupku. Harga diriku tercoret...? Apakah kau tahu??? Tak ada lagi yang tersisa dr diriku ini syg!!! Ulan Nafisa Anggara sudah mati 5 bulan yang lalu. Yang tersisa hanya Ulan Nafisah Malik... Itulah diriku yang sekarang. Mungkin sudah terlambat untuk mencintaimu, tapi ku akui aku cinta padamu... Imamku....!!".
Suaraku lembut sambil membelai rambutnya dan menatapnya dalam.
Aku mengambil HP dan menelpon Ibu...π²
" Halo Ibu, apa kabar? Sehat?".
Tanyaku.
" Iya sayang. Sehat. Kamu bagaimana?".
Tanya Ibu padaku.
" Sehat Bu. Adik-adik bagaimana Bu?".
Tanyaku lagi.
" Sehat semua kami, sayang kamu dimana? Kemarin Aya kesal mencari ke kampus tapi kamu tidak ada...?".
Kata ibuku memberitahukan.
" Ya Allah... Aku lupa Bu. Maaf ya bilang pada Aya. Aku ada urusan mendadak...!".
Kataku dengan gugup.
" Ya. Suamimu bagaimana".
Tanya ibu lagi.
" Kami di Brastagi Bu. Tapi dia demam. Susah aku jadinya gerak...!!!".
Kataku.
" Iya jaga suamimu ya sayang?".
Nasehat ibu padaku.
" Oke. Tisam sama semua ya buk...!".
Kataku.
" Iya. Hati-hati sayang, tisam ma suamimu semoga cepat sembuh ya...???!".
Kata ibu.
" Iya. Oke. Makasih...!".
Ucapku lembut.
Ku tutup telpon dan aku chat di group dengan anak ayamku yang kepo itu...
Chat di Wa group Rempong, π¬
" Hei kalian? Ada dimana? Lagi apa? Still a live baby...? Hei...?".
Kataku.
" Tak ada? Kamu tida apakan?".
Kata Yudi.
" Ya makasih Yudi...!".
Kataku.
" Aman itu Beby. Sebelumnya... Kami sudah mengerti kok apa yang terjadi...!!!".
Kata Yudi.
Sejenak aku diam dan menangis ingat kejadian yang hina itu...
" Woi ember, macam kampret bibirmu. Suka kali buat orang sedih!".
__ADS_1
Kata Nael.
" Jangan diambil hati ya beb... Yudi si Kampret itu memang tidak ada hati!".
Kata Maretno.
" Beb...! Jangan diam saja. Jawab lah. Taunya... Pahamnya kami beb, tidak usah pikirkan lagi. Biarkan kami yang urus..!".
Kata Nael.
" Ya jangan sedih lagi beb...!".
Kata Salman.
" Masih ada kami, sampai kapanpun kami akan selalu sama mu beb...!".
Kata Darwis.
" Beb jgn diam saja, jawab lahπ".
Kata Nael.
" i'm fine. Thanks boy's....!".
Jawabku.
" Ah aku merasa bersalah...! Lupakan semua. Buka lembaran baru. Anggap saja mimpi buruk yang ketika bangun tidak ada semua!".
Kata Maretno.
" Aku malu sama kalian....π₯".
Jawabku sedih.
" Maafkan aku, seharusnya aku diam!".
Jawab Seto.
Seto merasa bersalah dan menangis mengingat aku yang di toilet dengan keadaan yang terpuruk dan kotor itu!
" Makasih Seto... Kamu orang baik. Sekarang dan seterusnya aku tak akan ke kampus lagi. Aku takut...!!!".
" Maaf....π!!!".
Jawab Nael, Darwis dan Yudi.
" Terserah. Apapun keputusanmu.... Kami mendukung beb... Maaf Beby...!!.
Kata Maretno.
" Terima kasih sudah menjagaku selama ini, maafkan aku. Aku kalah...!".
Kataku.
Anak Ayamku tak ada menjawab apapun lagi, mereka hanya merasakan pilu dan sedih dengan keadaanku.
Kuhapus pesan dan kumatikan HP.
End....
Tidak lama setelah itu Jojo bangun, kuberikan dia minum obat yang kubeli tadi. Kemudian Jojo lanjut tidur kembali.
Sementara aku hanya santai dan membaca berbagai artikel di internet.
2 jam online, mataku sepet banget ah. Aku keluar hotel dan mencari warung Bakso, jalan 10 menit jumpa juga. Aku makan sendiri seperti orang ****.
Kulirik HP dan kulihat layar nya...!!
Nael anak ayam calling....π²
" Ada apa lagi? Baru 2 jam sudah kangen sama aku ya? Tidak bisa dipercaya....!!!!".
Aku agak kesal juga dan bete karena makan sendiri.
" Aku kepikiran loh Beby. Sumpah!!!".
Kata Nael mencemaskan aku.
" Ya makasih. Mau makan bakso?".
Aku sedikit menggodanya lantaran kesal dan sumpah aku kesal.
__ADS_1
" Dimana rupanya Beby?".
Tanya Nael lagi.
Dia mulai serius menanggapi ucapanku tadi, sebenarnya aku cuma iseng saja.
" Brastagi, di hotel Mickey Holiday. Kenapa mau kesini? Hah? Wek.....??!".
Aku mengejeknya dengan manja
" Aku juga di Brastagi loh beby...10 menit lah jarak dari sini. Aku lagi dijalan mau pulkam ke kabanjahe. Kesitulah aku Beby... Nakan bakso!!! Oke aku OTW?!".
Hatinya girang seketika tahu dimana aku berada saat ini.
" Iya kutunggu. Aku saja baru sampai kok. Belum pesan makanan. Hati-hati dijalan... Jangan pula lupa belok terus masuk jurang pula. Mau dimana kucari lagi kawan kayak dirimu... Hi....hi....hi.....???!".
Kataku bercanda kepadanya.
" Tunggu aku ya...?!".
Nael si anak ayam segera datang menemui aku yang lagi kesal.
Aku sudah pesan dan belum datang juga pesananku. Maklum rame pengunjung pula lah, ditempat yang serba dingin makan yang bersifat hangat dan panas laris manis.
Ya masalah rasa sih... Nomor sekian disini. Pokoknya jangan ditanya... Jangan muntah kalau tak sesuai rasa lidah kita. Maklum saja sejarahnya yang namanya ditempat pariwisata makanan enak jarang ditemui di Brastagi.
Adapun ya jaranglah menurutku...π£
Akhirnya si anak ayamku datang juga, tapi mataku aneh melihat sosok wanita cantik yang berjalan disebelahnya itu.
Nael dari jauh mencari keberadaanmu dan senyumnya mekar ketika melihatku yang sedang duduk sendiri disini.
" Hai Beby? Mana makanan kita?".
Kata Nael sambil mengacak-acak rambutku.
" Belum datang dah 15 menit yang lalu. Pesan lagi sana...!!! Mana tau lupa...?".
Kataku.
" Ah iya. Kelen tunggu ya. Biar kupesankan makan dan minum kita...!?".
Nael beranjak dari tempat dan pesan kembali ke kasir.
Bla....
Bla ....
Bla.....
Tak lama makanan kami datang beserta minum nya Capuccino panas.
" Oh ya lupa aku beb. Kenalkan... Ini impalku Beby?".
Kata Nael dengan bangga.
Kami bersalaman, kutatap matanya penuh cemburu padaku. Ya aku cuek saja lah... Malas berdebat dengan wanita.
Aku takut ribut sampek cakar-cakaran begitu, kalau berantem dapat duit dah tiap hari aku ajak si Jojo berantem biar dapat duit.
" Ulan Nafisa Malik... Hai?
Aku senyum lebar dan ikhlas
"Namaku Siska Puspita Sari br Tarigan... Hai salam kenal ya".
Sapanya sopan padaku, meskipun dengan tatapan tajam seperti ingin membunuh gitu.
' Gila nih cewek, kok jadi BT ketika lihat wajahku? Aku salah dimana nya sih?'.
Kataku dalam hati kecil.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€
__ADS_1