Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
entahlah.....bingung aku


__ADS_3

Selesai berfoto mataku menangkap sekumpulan anak muda didepan pintu yang sepertinya kebingungan, kuhampiri sembari meneteskan air mata sambil melambaikan tanganku kearah mereka.


"Hei beb...!".


Kataku sembil berlari kecil menghampiri mereka disana.


" Laku juga ya beb. Kalah saing kami ah. Tak nyangka aku...!".


Kata Wahyu sambil memberikan kado padaku berupa amplop.


" Pria sial mana yang jadi suamimu? Tiap hari dapat repetan nanti?".


Kata Nael sambil melirik kesana-kemari mencari sosok yang berhasil membuatku hampir mati.


" Selamat menempuh hidup baru, jangan lupa ceritain gimana malam kikuk....kikuk nya...!".


Kata Seto menggoda aku manja.


Mereka tertawa sambil mengejekku.


Dari kejauhan ternyata suamiku memperhatikanku dan mendekati kami.


"Siapa sayang? Teman kampus ya!?".


Kata Om sambil memelukku dari belakang.


Sontak mereka melotot dan kaget setengah mati melihat aku dipeluk pria alias suamiku.


" Jangan begitu, aku malu. Lepaskan aku...?!" Kataku malu dengan pipi merah.


" Jangan panggil Om lagi karena kamu sudah jadi istriku sayang, panggil papa saja biar mesra? Atau baby... Honey gitu...?".


Katanya lembut sambil mencium pipiku.


Ya wajar saja teman ku semua tertawa dan ada yang tersipu malu. Tapi ada juga yang kesal dengan sikap suamiku tadi.


" Ganteng kok beb, apa lagi yang kau tuntut? Kalo umur gak masalah, toh burungnya kan gak tua! Ya kan Beby...?".


Kata Nael dengan polosnya.


Seketika mataku melotot kepada Nael seakan mau memakannya saja.


"Benar justru yang tua itu yang enak dan berisi kan? Betul tidak sayang...?".


Manja nya sambil menciumi kupingku dengan hangat.


Temanku seketika tertawa,


Ha.....ha....!!! πŸ˜†


Ha.....haaaa.....!!!


"Ajak temanmu makan dan kembali bersamaku, akan ku kenalkan kami dengan kolegaku. Oke sayang?!".

__ADS_1


Pintanya sambil meninggalkan kami.


Kuajak temanku makan dan minum sepuas mereka, Yo... Maklum anak kos jadi Perbaikan Gizilah ceritanya ini. Bebanku seketika hilang bersama mereka, itulah saat dimana aku tertawa lepas dan ringan tanpa beban dihati.


Suamiku melirikku dan melambaikan tangan memanggilku. Aku kemudian berjalan kearahnya dan dia langsung menggandengku.


"Inilah dia wanita ku, yang mampu buat aku gila setengah mati. Istriku yang kucintai kelak tiap hari...! Kenalkan...!?".


Katanya dengan percaya diri penuh.


"Salam kenal bu...pak! Saya Ulan istrinya Bapak Malik...! Salam kenal...!".


Ramahku dengan senyum sembari menyalami mereka.


"Saya Iwan Gezz dan ini istri dan anak saya. Hanna dan Fitri!".


Kata Bapak Gezz memberikan salam hangat nya padaku.


Aku mencoba kuat dan terbiasa dengan cibiran dari mereka semua, karena aku yang dituduh macam-macamlah ini dan itu. Wajar saja mereka curiga karena pernikahan ini begitu singkat dan tiba-tiba saja bisa terlaksana, tapi tenang saja aku gak mudah dipengaruhi kok. Mulai sekarang aku harus terbiasa hidup menderita dengan suamiku karena banyak orang yang tidak memahami maksud pernikahan kami.


" Aku lelah sekali, perias memanggilku kedalam dan mengganti pakaian lagi. Aku memakai gaun emas, eloknya terlihat ratu sejagad. Suamiku saja melihatku tanpa berkedip, dan memerah pipinya memandangku secara intens. Ya aku sih biasa aja... Karena hatiku berduka.


Duniaku telah berakhir setelah pesta ini usai, karena aku harus menghadapi Si Jojo genit yang sekarang suamiku itu. Mana tau dia nuntun ini dan itu, matilah aku.


' Ya tuhan selamatkanlah aku dari serigala yang haus dan lapar ini...!!'.


Gumam ku dalam hati.


Acara pernikahanku selesai juga jam 10 malam dan aku bersiap untuk kembali.


Katanya sambil memijit pundaknya.


" Kita rumah ibuku ya...? Besok pagi kita baru pindah. Aku masih ingin disana!".


Pintaku dengan berharap ia bilang ya.


" Ya sudah gak apa. Bersiaplah sayang...!". Kata suamiku sambil membereskan barang miliknya dan memasukkan ke mobil.


Selesai sudah itu kami melaju kearah rumah Ibuku. Sepanjang jalan aku diam saja.


"Malam ini bisa? Aku kangen kamu sayang, aku sudah tidak tahan loh! Boleh...?".


Pintanya padaku.


'Malunya aku, meskipun dia suamiku tapi tidak mesti hari ini juga kan? Dasar mesum!'. Gumamku dalam hati.


"Sayang bisa kan!".


Tanya Jojo kembali.


" Maaf. Aku belum siap...! Tolong mengertilah bisa? Hm.....mmm?".


Pintaku dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Ya sudah aku tidak maksa kok. Yang penting kamu senang lah...!".


Katanya sembari tersenyum tipis.


Mobilnya melaju dan tiba dirumah. Aku langsung menuju kamarku dan kurebahkan diri. Ups aku hampir lupa tentang satu hal, suamiku itu. Dia juga masuk kamarku dan menuju kamar mandi, karena aku asik menunggu dan ketiduran juga. Aku membuat guling pembatas untuk kami tidur,


"Dasar bocah masih saja nakal, seperti landak yang melindungi dirinya dengan duri disekujur tubuhnya. Baiklah malam ini aku akan melepaskanmu, tapi malam ini saja pengecualian nya...! Istriku sayang...!!".


Katanya sambil mengecup bibirku dan dia langsung tidur di sebelahku tanpa bersentuhan sedikitpun.


Karena aku membuat pembatas dan dia memahami maksud hatiku ini.


ha.....!!! πŸ˜†


ha......!!! πŸ˜‚


Rasain kamu, kena kan?


Seperti biasa ketika azan berkumandang, aku bangun dan terkejut melihatnya disampingku tidur. Dia bangun dan tersenyum padaku.


"Ada apa baby? Sudah subuh? Ayo kita berjamaah sayang? Inikan yang pertama untuk kita memulai awal yang baik..!".


Kata suamiku.


Aku mandi dengan cepat, kulihat suamiku itu begitu perhatian. Kain solat dan sejadahku sudah terbentang dikamarku yang sempit. Kemudian dia juga mandi, kami solat berjamaah lah intinya.


Selesai solat ku Salami dia, sebagai suamiku. Tanda aku patuh padanya imamku kelak setelah hari ini.


Dia meraihku dan membuka mukena dan sarung ku, dia menggendongku ala-ala Bridal Style... Begitu lah. Aku agak takut dan langsung duduk, tapi kalah cepat dari dia.


Dibukanya Koko dan sarungnya. Tinggal pakaian dalaman, aku kaget melihatnya dan menutup mataku dengan tanganku.


"Iiihhh kamu genit? Mau apa?".


Kataku malu.


" Sayang bisa minta hakku sekarang?".


Katanya lemah lembut seperti salju itu.


" Enggak ah! Aku belom siap! Maaf ya nanti kalau sudah siap saja?".


Kataku sambil berteriak padanya.


" Sudah kami tenang saja, ikuti saja perintahku. Bisa? Sebentar saja sayangku...?".


Pintanya lagi.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,

__ADS_1


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—



__ADS_2