
" Sayang mari kuajari kamu supaya menjadi istri yang baik. Jangan melawan dan cukup kamu menikmati saja!".
Katanya mulai menggodaku lagi.
Dengan lembut berbisik ketelingaku dan sengaja membuang nafasnya yang hangat di telingaku. Seketika saja aku merasakan yang aneh dibadanku, ya pipiku memerah dan aku mulai gugup. Sontak membuat aku merinding dan mulai risih tidak merasa nyaman.
Aku gugup dan menggigit bibir bawahku, Om tersenyum puas melihatku seperti itu.
" Jangan ditahan sayang, ayo keluarkan suaramu yang indah itu. Aku penasaran melihatmu merespon semua gerakan ku...!" Katanya menggoda ku.
Om menciumi pucuk kepalaku, sambil tersenyum bilang " i love you, ulan jelek!".
Dia berkata dengan nada manja.
"Hm.....hmm.....emmmm..... Jangan sungkan bilang i love you nya.....!".
Itu yang keluar dari bibirku.
Om kemudian mencium tanganku dengan hangat sembari mulai mengelus elus pipiku yang chubi. Om kemudian mencubitnya dengan manja ala-ala princess.
Yup berhasil....π
Om akhirnya mendapatkan wajahku yang memalu dan tertawa puas karena berhasil merayuku dan mengerjaiku.
" Hm....mmmm ".
Suaraku membuat Om semakin bernafsu padaku dan semakin semangat menggodaku lagi dan lagi.
Iiiih.....puaslah hatinya gangguin aku! π
Kutepiskan tangannya dan Om semakin memegang tanganku dengan erat
" Tanganmu semakin dingin, kenapa kamu takut ya? Bukankah kita sering melakukannya? Ah...jelek ku yang chuby ekspresimu membuatku gemez....!!!".
__ADS_1
Katanya sambil tertawa menyeringai.
Om menatapku, lalu tertawa lebar lagi.
" Jangan takut!!! aku tidak akan memakanmu! masa begitu saja gugup, sayang....! Hi....hi....!!!".
Katanya sambil ketawa geli.
" Belum selesai juga mengganggu aku, aku lelah lah diganggu melulu sedari tadi? Jahat nya....!!! Hem.....mmm!".
Kataku dengan rasa yang aneh menurutku.
" Enakkan kan sayang. Teruslah menggerutu dan rasakan saja. Aku akan memberikanmu hukuman dan rasa ini lebih lagi setelah kita sah. Wajahmu lucu sih...??".
Kata Om lagi menggodaku.
'Sial...sial... Aku tak bisa mengendalikan emosiku ketika bersama anak nakal ini. Entah kenapa aku bisa bergairah dan hampir saja melahap tubuh mungilnya. Tidak...tidak...!!! Aku harus bertahan dan menahan gairahku. Berapa banyak gadis yang kukenal, hanya dia yang mampu membuatku terbakar. Oh....! Sialnya aku. Tapi Sekarang kamu milikku!'. Gumamnya sambil tersenyum dan menyudahi kegiatan kami.
Aku meneteskan air mata, dan Om menyeka air mataku. Om kemudian membenarkan pakaian ku dan mengelus kepalaku.
" Sekarang kamu paham kan? Sudah kubuat tanda didadamu bahwa kau milikku sayang, jangan pikirkan pria lain selain aku. Kamu tahukan aku begitu mencintaimu? Aku akan terus mengganggu dan menghukummu bila kamu nakal lagi, paham?".
Katanya padaku dengan serius.
Dan aku hanya menganggukan kepala.
Kurasakan ada benda keras yang kududuki sejak tadi, aku terkaget dan mulai gelisah.
" Sudah jangan takut. Aku masih bisa mengontrol diriku, asalkan kamu nurut! Tapi jika kamu tak menurut jangan salahkan Om!".
Katanya padaku lembut, Aku hanya menganggukkan kepala.
"Baiklah ayo kita pulang sayang. Rapikan bajumu sebelum kita sampai rumah!". Pintanya padaku.
__ADS_1
Ditengah jalan Om memecahkan keheningan dengan bertanya padaku.
"Kamu baru pertama kali melakukan hal tadi bukan? Ya kan sayang, kamu kaku?".
Tanya om serius kepadaku dan aku hanya mengangguk saja.
"Ketika jadi istriku nanti kamu harus patuh dan bisa mengimbangi permainanku. Kamu cukup menikmati saja dan melakukan apapun yang kusuruh. Maka kamu akan aman sayang. Ingat ya! Kamu jadi anak baik saja....! Cukup patuh padaku saja sayang!!!!".
Pinta nya lagi dan aku hanya mengangguk.
'Sial.... Om genit sengaja menggangguku sesuka hatinya, sepuas kemauan hatinya itu. Wajar saja dia dendam karena aku cuek padanya. Sumpah kesal aku dibuatnya... Di sudah puas dengan mudah...! Sial...sial...! Awas ya, Om harus bayar mahal kejadian ini. Entah apa yang dipikirkannya saat ini. Dasar jahat..... Jahat.....!!!'.
Gumamku seraya menyesal pada Om.
Om merasakan senang dan senyum sendiri sepanjang jalan pulang. Sesekali Om melirikku dan aku hanya tunduk saja.
' Dasar nakal, masih polos juga dia. Hah....? Bikin makin cinta saja. Lugu dan polos sekali, aku gak salah pilih nih kayaknya. Haiz, kenapa aku bisa jahat padanya ya?'.
Gumam Om dalam hati dengan hati senang yang berbunga-bunga itu.
Maklum sudah dapat mainan baru dia makanya senyum sendiri.
' Puaslah dirimu karena sudah
mengganggu aku, menggodaku....!!!'.
Kataku dalam hati kecil karena geram puas mengganggu aku. Hingga ia puas 100%.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
__ADS_1
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€