Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Insting dan ikatan batin


__ADS_3

Jojo masih menatapku dengan pandangan yang menyedihkan sekali, air matanya terus menetes melihat keadaanku terbaring lemah. Kaki ku penuh luka karena aku berjalan diatas pecahan kaca, urat nadiku hampir putus karena goresan kaca yang tajam. Wajahku pucat dan itu membuat Jojo tersiksa batin, hanya ada penyesalan yang tergambar diwajah Jojo saat ini.


Azan Isya berkumandang, namun aku masih belum membuka mata. Sudah 3 jam lebih aku terbaring lemah dikasur, Jojo mengambil wudhu dan solat disebelah kasurku.


Tanpa disadarinya aku sudah bangun, tapi aku memilih tetap diam saja dan mengintip dia sesekali.


' Ini semua salahmu, kenapa kau memilihku. Sekarang percuma saja, aku membencimu. Susah payah aku menerima kehadiranmu namun kau hancurkan seketika, sekarang apa lagi? Aku hanya ingin bahagia bersama anakku ini, karena sepertinya kau dan aku memang bukan berjodoh. Aku hanya gadis remaja... yang kau tarik paksa untuk berjalan bersamamu melewati panasnya hari, berjalan diatas bara. Merasakan pahitnya racun, meminum 1000 jarum, bahkan kau tarik kedalam arus takdirmu. Masa depanku, harapanku, impianku, cita-citaku dan asaku kau hancurkan seketika. Sekarang kau sandarkan beban dipundakku dengan kehadiran bayi ini...??? Hinaan... Cacian dan gunjingan yang seharusnya tak kudapatkan seumur hidupku kau tumpahkan begitu saja, lalu apa sebenarnya yang kau inginkan dariku. Lepaskan saja aku, sungguh aku tak sanggup lah. Ibu... Bapak...aku ingin pulang. Aku rindu rumah kita dulu, bisakah kalian menerimaku kembali. Akankah sama kita seperti dulu? Aku mau pulang... Pulang...!!'.


Gumamku dalam hati kecil sambil menangis.


Aku membuka mata dan wajah yang kulihat orang yang membuatku seperti ini.


" Sayang....? Kamu dah bangun. Syukurlah ya Allah ...Alhamdulillah....!!".


Kata Jojo dengan gembira. Hatinya begitu senang melihatku.


Jojo mencium keningku dan menggenggam erat tanganku. Tapi aku hanya diam seribu bahasa. Cuek saja...!!!


" Wajar kamu marah sayang. Aku paham! Maaf sayang... Aku mengecewakan mu...!".


Kata Jojo dengan wajah masam.


Aku diam saja apapun yang dikatakannya. Namun perutku tak bisa diajak kompromi,


Kruuu........uuuuk!!! πŸ’’πŸ’’


Bunyinya nyaring didengar telinga.


Jojo hanya tersenyum dan meminta Suster membawakan bubur untuk ku. 15 menit menunggu dan makananpun datang kehadapanku.


" Ooh aku lupa sayang, salad buah....!"


Jojo melirik HP dan memesan GoFood salad, juice, ayam geprek dan sate kambing. Dia tahu saja selera makanku.


" Aku sudah pesan makan kesukaanmu sayang, mau apa lagi? Coklat ya? Atau apa begitu sayang...!?".


Katanya bertanya padaku. Namun aku hanya diam seribu bahasa saja.


Aku hanya memakan bubur itu dan diam saja karena hatiku kesal dan dendam memuncak kepadanya.


" Mau apa saja bilang sayang...!".


Tanya Jojo kepadaku sambil memegang erat tanganku. Lalu seketika kutepis kasar kedua tangannya tadi.


" Jangan sentuh aku....! Aku benci kamu...! Ingat itu.....!!".


Kataku dengan nada datar dan membuatnya sedih bukan main.


" Sesuai keinginanmu sayang...! Tapi biarkan aku disampingmu untuk menemanimu. Boleh kan? Aku janji tidak akan menyentuhmu...!?".


Katanya dengan wajah sedih menahan tangis.


Aku hanya diam dan buang muka kesal.


Setengah jam berlalu dan pesanan GoFood pun datang, Ah...itu membuat ku lapar. Ternyata dia tahu kalau mataku tertuju kemakanan itu... Dia hanya senyum dan menyajikan semuanya padaku.


Wajahnya itu loh, kincloong dan glowing. Ganteng nya tak hilang meski lagi sedih, wangi parfumnya begitu terasa dan membuatku tenang meskipun aku marah padanya saat ini.


Itulah keajaiban Tuhan, bayiku entah kenapa didalam. Kurasakan sakit dan ngilu, itu membuat nya panik seketika.


Aku" Auuu....!! Aduh..hiks...hiks......hiks....sakit. Tolong perutku sakit!!".


Aku meringis kesakitan sambil menangis.


" Sayang! Sayang? Mana yang sakit?".

__ADS_1


Tanya Jojo kepadaku.


" Perutku.... Perutku sakit....!! Sekali...!!! Sa.....aaakit.....auuu.....sakit...!!!!".


Kataku meringis kesakitan.


" Baik sebentar biarkan aku periksa sayang. Tolong jangan menangis...!!".


Jojo berusaha membuka bagian perutku tapi seketika kutangkis tangannya itu.


" Sudah kubilang....!!! Jangan sentuh aku. Jangan sentuh anakku dengan tangan yang memeluk wanita lain. Tanganmu kotor...!!". Kataku memarahinya dengan keras.


" Suster....! Suster....! Memari cepat!!".


Teriak Jojo memanggil Suster.


Suster datang dengan cepat dan gugup.


" Ya dok. Ada apa dok!!!".


Tanya Suster itu panik sekali.


" Coba lakukan USG.... Perutnya sakit...! Cepat!! Lamban sekali sih...?!".


Jojo membentak suster dengan nada yang tinggi membuat Suster takut dan panik.


Suster mengeluarkan alat USG, karena memang aku terbaring dikasur untuk USG... Ibu hamil. Suster mengoleskan benda licin dan benda itu diatas perutku. Kelihatan sudah apa yg terjadi didalam perutku.


Astagfirullah..... Alangkah terkejut aku melihat layar monitor didepanku itu. Ternyata didalam rahimku, ada 2 kehidupan yang sedang aktif bergerak.


" Syukurlah. Bayi nya kembar Dokter, selamat ya? Bayinya sehat sekali, aktif pula bergerak. Jantungnya sehat dan pertumbuhannya bagus kok ....!!".


Kata Suster menjelaskan kepada Jojo.


Jojo sujud syukur kepada Allah dilantai.


" Ketika umur 5 bulan baru bisa kita lihat alat kelaminnya.... Mudah-mudahan laki-laki ya Dokter...1 gratis 1...! He...he....eee!!".


Suster itu memberikan selamat dan bercanda kepada kami.


Tiba-tiba saja perutku terasa perih lagi,


Aku" auuu.......auuu......sakit.....!!!".


Kataku kembali berteriak.


Jojo menghampiriku dan mengelus perutku dengan lembut.


" Bismillah....! Assalamuallikum. Hai calon anakku dalam rahim istriku, tenanglah sayang ini papa. Mamamu sedang tidak enak badan cinta, tenang dan jadilah anak baik ya. Anak Papa baik... Anak papa sayang.... Anak papa tercinta ....! Jangan nakal ya...?!.


Kata Jojo sambil melantunkan ayat suci dan mengelus-elus perutku.


Seketika perutku tak terasa sakit lagi dan bayiku pun tenang didalam rahimku. Sepertinya mereka senang dengan sentuhan tangan papa nya itu, aku sih ogah disentuh oleh tangan yang memeluk wanita itu. Kesal setengah mati aku, rasanya mau kucekik saja.


Masih segar di kepalaku teringat hal itu, wanita lain mencium suamiku tanpa perlawanan dan aku dihina didepan matanya tanpa pembelaan darinya. Sungguh sial... Sungguh kesal lah hatiku. Lebih baik aku lepas saja semua, semua orang memuji suamiku dan memujanya karena parasnya yang super ganteng itu...? Hah... Bagiku persetan dengan semua itu. Aku menikah dengan dia karena dipaksa, akulah pihak yang dirugikan.


Selama 5 menit dia menyentuh dan mengelus perutku, nyaman dan tak ada lagi rasa sakit. Yang tadinya kurasakan didalam perutku sedang berdisko, seketika seperti diam.


Kelihatanya memang hobi anakku suka disentuh oleh papanya ... Katanya. Papa?


Aleh ...!!!? Bau taik lincung. Bau *** ayam! πŸ’’πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’


Sesudah tenang, aku lanjut dengan makan salat dan sate kambing makanan favoritku itu, kusentap semua sampai habis dan kenyang. Ketika hendak tidur, perutku bereaksi lagi, kali ini lebih parah lagi sakitnya kurasakan.


" Sini kuelus lagi sayang, biar tak sakit lagi ya? Anak kita memang nakal...!".

__ADS_1


Kata Jojo tersenyum dan aku hanya cuek.


Meski sudah dielus-elus olehnya tapi masih sakit saja kurasa.


" Sakit....masih sakit lah...aduh.....!!".


Pekikku lagi padanya.


" Ah masa sih, tapi tadi berhasil!".


Kata Jojo, lalu aik ke kasurku dan memelukku erat dan lembut sekali.


" Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku. Jangan macam-macam... Jangan ambil kesempatan didalam kesempitan ya...!!".


Teriakku padanya, masih dengan perasaan benci dan jijik sekali.


" Tenang lah sayang. Sandarkan saja kepalamu dilenganku dan tidurlah. Anak kita pasti tidur juga...!!".


Kata Jojo dengan lembut sambil menatap wajahku, lalu aku melakukan seperti yang diminta nya.


Seketika anakku berhenti berdisko dan tertidur ketika papa nya memeluk ku dan mengelus perutku.... Dengan lembut.


" Sudah enakan??? Masih sakit?".


Tanya Jojo kepadaku.


" Hmmm......mm lumayan lah!".


Kataku dengan singkat.


Aku kemudian mulai berkhkayal dipelukan suamiku itu, bau tubuhnya seperti aroma terapi yang cocok untukku. Nafasnya seperti wangi yang sejuk kuhirup, tubuhnya empuk dan nyaman.... Semua itu karena keinginan anakku yang didalam perutku menuntut ini dan itu pada papanya melalui aku, itu membuatku tersiksa jiwa dan batinku ini.


' Sungguh aku dijajah oleh 3 orang setan yang bergentayangan lah sebentar lagi, papa dan anaknya tidak akan jauh berbeda sifatnya. Saat itulah aku akan benar-benar dijadikan sate oleh mereka semua, papanya kejam dan over protektif sekali, anaknya pasti keras kepala dan egois seperti papanya. Apalah salah dan dosaku? Apakah sebelum renkarnasi aku melakukan kesalah fatal? Itulah yg membuatku bingung, kenapa ini terjadi dalam hidupku....!'.


Gumamku dalam hati sambil mulai tertidur pulas.


" Ah sayang, kamu tertidur pula. Makasih ya kamu memberikan hadiah terindah dalam hidupku, bukan satu tapi dua sayang. Aku janji akan menjagamu lebih baik lagi. Kamu menyakiti dirimu tapi aku yang merasakan sakitnya didalam hati. Melihatmu menangis kesakitan hatiku teriris dan hancur, aku banyak membantu menyelamatkan nyawa orang. Tapi istriku sendiri menderita kesakitan, itulah yang tak bisa kuterima dalam hidup ini sayang......!".


Kata Jojo dengan hati yang begitu tulusnya.


Jojo memelukku erat dan tidur dikasur bersamaku sampai subuh tiba, dingin dan sejuk jadi satu kurasakan saat ini. Kubuka mata dan yang kulihat malaikat yang tak bersayap, wajahnya tidur seperti peri, sambutnya ku sikapkan dan kupandangi wajahnya. Hidungnya mancung, alisnya tebal dan pipinya bolong.... Alias lesung pipinya dalam sebelah kanan. Bulu matanya tipis dan panjang lentik dan bibirnya merah merekah seperti delima.


Wajahnya dan wajahku hanya berjarak 3 cm dan kupandangi saja. Tangan nya melingkar di pinggangku seakan tak mau aku pergi... Tapi aku sedih karena bibirnya tersentuh oleh wanita lain. Aku benci itu.


" Bukan aku yang memilihmu, tapi kamu memaksaku dan menarikku bersamamu. Sekarang aku tidak bisa kembali lagi, sekarang semua terserah mu. Aku benci kamu...benci....benci....sekali....!".


Kataku pelan sambil mengigit bibirku.


Aku menutup mata dan mencoba tidur kembali meski dengan beban berat.


Ternyata Jojo sudah tahu kalau aku bangun dan memandangnya denga penuh dendam, kebencian dan putus asa.


" Naafkan aku sayang, maaf sayang. Aku memang salah padamu. Aku menyesal sayang... Tolong percayalah kalau cintaku itu cuma buat kamu dan dihatiku cuma kamu seorang saja. Aku berjanji sayang!!!'.


Gumam Jojo dalam hati saja


Ikatan batin antara anak dan papa nya lebih kuat dari segalanya. Insting dan batin selalu menjadikan akal sehat sebagai landasan hati. Pahamilah.....


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya kak....!!! πŸ’“πŸ’“

__ADS_1


__ADS_2