Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Arti Hadirmu


__ADS_3

" Makan dimana, tangan belum di lepas juga, di pandangin orang lohhh, " ujar Abi.


" Baguslah Bi, mereka pandangi kita, berarti sadar, kamu milik aku".


" Kata siapa?".


" Kata aku...," ujar Smith tersenyum manis.


" Yang benar aja, itu namanya ngaku ngaku lohhhh".


" Mudah mudahan beneran."


Perut Abi pun berbunyi, dan mereka pun tertawa.


" Udah cepetan , mau makan dimana ," ujar Abi sambil tertawa.


" Makan pangsit mau ?".


" Mau, di tempat langganan aku, mau kan, gak jauh kok, pangsitnya enak, mengepul, hujan hujan gini sedap banget, cabe potongnya juga enak, di acar gitu Smith."


" Di acar maksudnya apa Bi ?".


" Di acar itu ,di asinin, enak ,krenyes gitu, gak gitu pedas, rasanya jadi khas banget."


" Baiklah, yukkk."


" Aku aja yang nyetir ya Smith, bawa motor gedek atau mobil ?".


" Mobil Bi, kan hujan gerimis."


" Kamu apa bawa Bob ?".


" Yup ".


" Aku nyetir Bob, boleh ?".


" Dengan senang hati Bi."


Abi pun mengangguk bahagia.


" Kapan lagi, bawa mobil mehong, mobil smart edisi terbaru, katrok sesekali gak apa apalah, dalam hati Abi."

__ADS_1


" Kalau nabrak ,penyok ,ganti gak nih Smith ?".


" Gak....".


" Beneran ?".


" Beneran Bi, bawalah."


" Baik banget sih kamuuu, " Abi mencubit kedua pipi Smith yang menggemaskan.


Smith hanya bisa bengong, mereka saling bertatapan, sangat dekat.


Mereka kembali salah tingkah.


" Ini kuncinya Bi."


Abi mengangguk menerima kunci.


Mereka pun ke parkiran.


Abi menekan tombol, pintu terbuka dan Abi pun duduk, di ikuti Smith memasuki pintu samping .


" Kenapa aku kamu bawa nona cantik ?," ujar Bob si mobil.


" Boleh Nona."


Abi pun mulai melajukan mobilnya, seperti pembawaan Abi, dia gesit dan cekatan.


" Wowww....woowwww..., kamu sangat cepat membawa aku , aku sampai pusinggg," ujar Bob.


" Kita harus cepat Bob, waktu istirahatku gak banyak."


Smith terkekeh tertawa melihat tingkah kocak Abi dan mulutnya komat kamit, berdebat dengan Bob.Smith merasa , kehadiran Abi membuat suasana hatinya menjadi hangat, rileks , biasa di kantor selalu berkutat dengan persoalan pekerjaan. Masalah penting. Dengan kehadiran Abi, warna hidupnya seperti nano nano ,rame rasanyaπŸ€£πŸ˜…πŸ˜†.


Mereka sampai di tempat mie pangsit langganan Abi.Duduk di kursi sederhana, Sang ama dan akong tersenyum pada Abi.


" Baru kali ini Bi, kamu bawa pangeran.Tampan, dan bule," ujar sang ama.


" Si bule ngajak makan ama , Abi pengen pangsit buatan Akong. Apalagi hujan hujan."


" Nama anda siapa tuan ?".

__ADS_1


" Nama saya Smith ...Ama."


" Kamu blasteran ya Smith ?".


Smith mengangguk.


" Bahasa kamu khas, pantas kamu bicara, jadi ledekan Abi, Abi gitu, gak menghina atau merendahkan, apapun yang buat dia bisa tertawa, ya dia tertawa dan tersenyum."


" Lirikan matamu, menyatakan kamu sangat menyukai Abi, benar kan Smith," ganggu sang akong.


" Benar akong, benar banget ," ujar Smith.


" Kamu harus pepet terus Abi, dia nih punya mantan, tetapi gak terhitung mantan, pacaran gaya aneh dulunya ," ujar sang akong ngakak.


" Ihh akong, buka kartu dehhhh, itu masa lalu Kong, gak Abi ingat lagi, lagian gimana mau ngingat, hanya ada sakit dan pengabaian."


" Kamu di abaikan tepatnya Bi."


" Hmmmm...".


" Sakit pasti kan Bi ".


" Kalau ngingat emaknya hina , aduh nikam banget ke jantung Ama, luka itu sakit ,walau gak bedarah."


" Gimana dia sama kamu Bi , sekarang ?".


" Hmmm, masih dekati, ngejar, gak gentle juga Ama. Di hadapan emaknya, dia diam, saat Abi di kata katain, pacar nya gak dia bela, menghina gitu, dia diam aja."


" Nih makan, jangan ingat yang lama, pangsit spesial isi udang, daging dan kepiting."


" Makan besar, " ujar Abi girang.


Smith pun tertawa.


🀩😍πŸ₯°πŸ˜πŸ€©πŸ₯°πŸ˜


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2