
" Makan dimana, tangan belum di lepas juga, di pandangin orang lohhh, " ujar Abi.
" Baguslah Bi, mereka pandangi kita, berarti sadar, kamu milik aku".
" Kata siapa?".
" Kata aku...," ujar Smith tersenyum manis.
" Yang benar aja, itu namanya ngaku ngaku lohhhh".
" Mudah mudahan beneran."
Perut Abi pun berbunyi, dan mereka pun tertawa.
" Udah cepetan , mau makan dimana ," ujar Abi sambil tertawa.
" Makan pangsit mau ?".
" Mau, di tempat langganan aku, mau kan, gak jauh kok, pangsitnya enak, mengepul, hujan hujan gini sedap banget, cabe potongnya juga enak, di acar gitu Smith."
" Di acar maksudnya apa Bi ?".
" Di acar itu ,di asinin, enak ,krenyes gitu, gak gitu pedas, rasanya jadi khas banget."
" Baiklah, yukkk."
" Aku aja yang nyetir ya Smith, bawa motor gedek atau mobil ?".
" Mobil Bi, kan hujan gerimis."
" Kamu apa bawa Bob ?".
" Yup ".
" Aku nyetir Bob, boleh ?".
" Dengan senang hati Bi."
Abi pun mengangguk bahagia.
" Kapan lagi, bawa mobil mehong, mobil smart edisi terbaru, katrok sesekali gak apa apalah, dalam hati Abi."
__ADS_1
" Kalau nabrak ,penyok ,ganti gak nih Smith ?".
" Gak....".
" Beneran ?".
" Beneran Bi, bawalah."
" Baik banget sih kamuuu, " Abi mencubit kedua pipi Smith yang menggemaskan.
Smith hanya bisa bengong, mereka saling bertatapan, sangat dekat.
Mereka kembali salah tingkah.
" Ini kuncinya Bi."
Abi mengangguk menerima kunci.
Mereka pun ke parkiran.
Abi menekan tombol, pintu terbuka dan Abi pun duduk, di ikuti Smith memasuki pintu samping .
" Kenapa aku kamu bawa nona cantik ?," ujar Bob si mobil.
" Boleh Nona."
Abi pun mulai melajukan mobilnya, seperti pembawaan Abi, dia gesit dan cekatan.
" Wowww....woowwww..., kamu sangat cepat membawa aku , aku sampai pusinggg," ujar Bob.
" Kita harus cepat Bob, waktu istirahatku gak banyak."
Smith terkekeh tertawa melihat tingkah kocak Abi dan mulutnya komat kamit, berdebat dengan Bob.Smith merasa , kehadiran Abi membuat suasana hatinya menjadi hangat, rileks , biasa di kantor selalu berkutat dengan persoalan pekerjaan. Masalah penting. Dengan kehadiran Abi, warna hidupnya seperti nano nano ,rame rasanyaπ€£π π.
Mereka sampai di tempat mie pangsit langganan Abi.Duduk di kursi sederhana, Sang ama dan akong tersenyum pada Abi.
" Baru kali ini Bi, kamu bawa pangeran.Tampan, dan bule," ujar sang ama.
" Si bule ngajak makan ama , Abi pengen pangsit buatan Akong. Apalagi hujan hujan."
" Nama anda siapa tuan ?".
__ADS_1
" Nama saya Smith ...Ama."
" Kamu blasteran ya Smith ?".
Smith mengangguk.
" Bahasa kamu khas, pantas kamu bicara, jadi ledekan Abi, Abi gitu, gak menghina atau merendahkan, apapun yang buat dia bisa tertawa, ya dia tertawa dan tersenyum."
" Lirikan matamu, menyatakan kamu sangat menyukai Abi, benar kan Smith," ganggu sang akong.
" Benar akong, benar banget ," ujar Smith.
" Kamu harus pepet terus Abi, dia nih punya mantan, tetapi gak terhitung mantan, pacaran gaya aneh dulunya ," ujar sang akong ngakak.
" Ihh akong, buka kartu dehhhh, itu masa lalu Kong, gak Abi ingat lagi, lagian gimana mau ngingat, hanya ada sakit dan pengabaian."
" Kamu di abaikan tepatnya Bi."
" Hmmmm...".
" Sakit pasti kan Bi ".
" Kalau ngingat emaknya hina , aduh nikam banget ke jantung Ama, luka itu sakit ,walau gak bedarah."
" Gimana dia sama kamu Bi , sekarang ?".
" Hmmm, masih dekati, ngejar, gak gentle juga Ama. Di hadapan emaknya, dia diam, saat Abi di kata katain, pacar nya gak dia bela, menghina gitu, dia diam aja."
" Nih makan, jangan ingat yang lama, pangsit spesial isi udang, daging dan kepiting."
" Makan besar, " ujar Abi girang.
Smith pun tertawa.
π€©ππ₯°ππ€©π₯°π
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment