Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Curhat Om


__ADS_3

Perjalanan yang panjang plus melelahkan bagiku, hampir membuatku kehilangan nyawa. Hampir saja...!!! πŸ€’πŸ˜–


Macem mana tidak...?


Aku lemas dan pucat, si Jojo juga kewalahan karena aku merengek saja ini dan itu.


"Itulah resikonya tuan, apabila nyonya jarang naik pesawat. Kan nyonya terbilang masih muda dan jarang naik pesawat...?".


Kata bibi sembari menepuk pundak Jojo.


" Sabar Tuan, nanti juga terbiasa kok. Yang penting dijagain saja, beri banyak minum dan istirahat cukup...!".


Kata Pak Jamal.


" Haih....??? Itulah resiko bawa anak kecil perjalanan jauh. Banyak maunya ini dan itu..!". Kata Jojo tersenyum.


Sampai di Denpasar - Bali kami menuju jln.Tukad banyu sari daerah Sesetan gitulah, kurang paham aku namanya dan Lokasinya.


Kami memasuki sebuah rumah yang nyaman berlantaikan 2, didalamnya sudah banyak barang yang siap pakai. Sepintas ketika masuk sudah kulihat ada mobil digarasi tapi tak tahu punya siapa.


Suamiku menggendongku kekamar atas, itulah kamar kami selama 3 hari ini. Kamarnya nyaman, simpel dan menarik lah menurutku.


Ada sofa dan TV LED, kemudian ada ayunan diterasnya. Ku terbaring lemas dikasur, Si Jojo sibuk membereskan barang kami.


"Tolong... Aku haus! Tolong...!".


Pintaku meringis karena pusing.


"Ah iya sayanh tunggu sebentar...!".


Dia mencari air minum yang ditas nya tadi dan memberikannya padaku.


"Hei... Panas sekali udaranya... Bisa hidupkan AC nya! Tolong lah...!".


Pintaku manja lagi padanya.


Si Jojo sigap menghidupkan AC dan menepuk pundakku. Akhirnya aku nyenyak dan melewatkan solat Zuhur dan Ashar, kepalaku pusing tak karuan.


Sementara Si Jojo sibuk dengan HP nya sejak kami tiba, sesekali dia melirikku.


Kuterbangun dan meliriknya yang asik dengan laptopnya, entah apa yang dikerjakannya sehingga serius sekali dan membuat ku gagal fokus dan lalu aku menghampirinya.


" Mesum....? Aku lapar. Mesum lagi apa sih?".


Tanya ku lemas.


" Ah lihat proposal yang diajukan kemarin, aku belum paham betul tentang isinya karena itu harus dibaca ulang sayang. Ya sudah kamu turun kebawah sana, minta bibi buatkan makanan ringan...!".


Katanya sambil membantuku mengikatkan rambutku yang acak-acakan.


" Aku mau tanya operasi apa yang bisa buat dada montok, pinggul bohay, wajah kinclong dan hidung mancung. Aku mau operasi plastik biar cantik seperti artis...!!".


Kataku dengan wajah polos.


" Ha..... Ha..... Ha.....aaa! Kamu mau ngapain sih? Tak operasi saja aku suka, meskipun tak ada yang menonjol ditubuhku tapi semua yang ada pada dirimu aku suka sayang...!!! Bahkan aku bisa gila karenamu!".


Katanya sambil mencium kupingku lembut.


Hembusan nafasnya hangat dan membuatku merinding dan langsung mengelak, soalnya isi pikiran om tidak bisa ditebak.


" Jujur ya jawab setiap pertanyaan ku. Agar aku bisa lebih memahami kamu, aku tidak mau dibilang istri durhaka sama suami!".


Kataku manja.


" Apa sayang, sini duduk dipangkuan ku. Kalau kamu takut aku bohong...!".


Katanya sambil menepuk pahanya berulang kali agar aku mematuhinya.


" Tidak mau. Kamu tangannya suka menjalar... Nanti kamu makan aku. Gak mau.... Ah!".


Kataku dengan sinis menghindarinya.


" Tidak. Aku tahu kamu masih lelah sayang...! Kemarilah, duduk dipangkuanku...! Mari...!?". Pintanya lembut dan menarikku untuk duduk dipangkuan nya.


Pluuu......uk.....!!!πŸ’₯


Aku nemplok saja dipahanya dan dia langsung memelukku dari belakang.


" Kamu mau tanya apa sih!?".


Katanya lembut membelai wajahku.


Seketika wajahku merah, nafasku sesak. Aku menjadi galau dan cemas. Hampir saja jantungku loncat keluar, karena gugup. Wajahnya menempel dibahuku.


" Hei genit suka dariku apanya?".

__ADS_1


Kataku bertanya dengan gugup.


" Semuanya sayangg....!".


Katanya dengan singkat dan tegas.


Aku heran dengan jawabnya


" Jujur lah kenapa... Aku mau dengar loh. Aku tak mau nanti salah fokus!".


Kataku lagi padanya, menjelaskan.


" Iya jujur loh. Mau bagaimana lagi?".


Katanya dengan nada lembut, meyakinkan aku untuk percaya akan ucapannya.


" Lalu kapan jatuh cinta padaku? Sejak kapan? Dan dimana itu...?".


Kataku lagi bertanya, seperti detektif.


" Hm.......mmm sejak lihat kamu diruangan Ibu. Aku tertarik dan terpikat? Kata orang cinta pada pandangan pertama, aku kira itu hanya mitos sayang. tapi sekarang aku sadar kalau cinta sejati itu ada dan nyata. Buktinya saja antara kamu dan aku, sayang...?".


Katanya menjelaskan secara lebar dan gamblang, agar mudah kupahami maknanya.


" Sejak kapannya?".


Tanyaku singkat.


" Waktu kamu nangis dan neteskan air mata, wajahmu imut banget dan aku gemes lihat kamu...! Sejak itu aku susah tudur....!".


Katanya menggodaku.


" Sejak kapan kamu yakin mau nikahi aku...? Kan aku belom dewasa.......aaa?".


Kataku lagi dengan polos,


Kini jantungku berdegup lebih kencang lagi, aku tidak bisa menutupinya.


" Sejak saat itu juga, aku hampir gila memikirkan mu. Dirumah aku tak bisa tidur, tak selera makan. Inginnya kamu selalu dihadapanku dan bersamaku!".


Katanya dengan penuh percaya diri, membuat aku tambah kepo dan baper.


" Yakin kamu begitu?".


Kali ini wajahku tambah merah seperti Angry Bird. Aku agak bahagia mendengar jawaban darinya meskipun menyebalkan.


" Ya. Aku mencintaimu loh. Kamu seperti candu bagiku, tawamu, marahmu, kesalmu, jahilmu, senyummu dan wangi tubuhmu... Membuatku tak ingin jauh darimu sayang!!".


Katanya lagi dengan jelas.


Wah... Aku seperti terbang ke Angkasa saja. Senang dan bahagia, serta bercampur aduk bingung karena ucapannya itu.


" Ah masa...? Tapi aku masih belum percaya sama kamu. Karena kesan kita bertemu itu buruk di ingatanku...!".


Kataku lagi.


' Mampus, mati aku. Aku keceplosan!!'.


Gumamku dalam hati ketakutan kalau dia seketika akan berubah jadi marah dan galak.


" Iya aku tahu sayang... Maaf! Habisnya... Wangi tubuhmu dan bibirmu sangat menggoda hatiku. Sumpah aku tak kuat...!".


Katanya dengan lembut,


Gluuuk....!!!


Kali ini aku mendengar suaranya menelan air liurnya dengan kasar sekali.


" Aku masih belum yakin dengan hubungan ini, aku seperti mimpi. Masa iya sih? Aku tak percaya lah...!".


Kataku dengan ragu-ragu namun jelas.


" Masa kamu lupa, kita berdua sudah bersetubuh dan menjalin cinta kasih bukan hanya sekali. Itu juga belum membuat mu sadar ya? Jangan lupakan sayang...!?".


Katanya lagi sambil senyum menyeringai.


" Itulah. Makanya aku mau jujur... Kamu bisa tak terlalu over protektif karena aku merasa tak nyaman. Kamu jangan takut.... Aku tidak bakal menghiananti pernikahan kita kok...!".


Kataku menjelaskan kepadanya.


Mendengar perkataanku itu si Mesum langsung mengecup kepalaku.


" Itulah yang kusuka darimu sayang, aku tahu kamu setia. Meskipun sekarang kamu belum menerimaku seutuhnya tapi aku akan berusaha keras agar bisa membuatmu percaya padaku, membahagiakan mu adalah tujuan hidupku...!!! I love you....!!".


Katanya lagi sambil mengecup pucuk kepalaku dengan berulang kali.

__ADS_1


" Lalu ... Aku masih boleh lanjut kuliah kan? Aku masih boleh bermain bersama temanku? Aku takut kamu marah dan akan memakanku, itulah sebabnya aku minta ijin dulu...!!".


Kataku dengan jelas dan menatapnya.


" Boleh... Tapi kamu harus ijin dulu, mau kemana dan sama siapa. Aku harus tahu dengan jelas, karena jika terjadi apa-apa... Akulah yang bertanggungjawab, Oke?".


Katanya lembut sambil main mata.


" Lalu uang kuliahku, kamu yang bayar kan?".


Tanyaku dengan nada polos.


"Hm.....mmm!!! Bagaimana ya?".


Katanya menggantung pembicaraan.


" Dulu Ibu memberikanku 20ribu/hari... Ongkos dan uang jajan. Sekarang ini kamu berikan aku berapa /hari....?".


Tanyaku.


Itu membuatnya tertawa dan terpanah melihatku dan kembali tertawa geli.


" Jadi kamu tak beri uang buatku ya? Terpaksa aku kerja sambilan lagi...! Kamu pelit ....!! Mendekat sekali...!".


Kataku merajuk padanya.


" Apa yang kumiliki adalah milikmu juga sayang.... Kan aku sudah berikan kartu kredit? Nanti aku beri ATM, jadi tiap bulan uang belanja untuk kebutuhanmu akan aku transfer. Kamu mau berapa?".


Katanya lembut sambil menciumi pipiku.


" Berapa saja yang kamu beri....! Aku akan hemat! Janji...!!?".


Kataku semangat dan membara.


" Sayang kamu punya mantan pacar berapa banyak....? Coba katakan?".


Katanya tiba-tiba bertanya hal yang tak penting dan menurutku aneh sekali.


Kuterdiam dan mulai mengingat-ingat ada berapa. Kemudian ku tertawa gelak dan terbahak-bahak.


" Kenapa kamuketawa...? Coba katakan ada berapa banyak?".


Katanya dengan nada agak kesal dan menggigit bahuku karena geram.


" Coba ya aku hitung... Hm....mmm? Berapa ya...??? Hm??".


Kucoba untuk mempermainkannya lagi,


' Biar kesal setengah mati si Jojo. Asiknya mengerjai orang yang pencemburu besar, pasti dia bakal gergetan dan kesal bukan kepayang. Biarin saja sesekali bagus juga dikasinoelajaran sedikit saja...!'.


Gumamku dalam hati.


" Ayolah ada berapa? Pasti banyak kan? Kalau tak jawab jujur, ku makan sampai tak bisa bangun lagi. Bagaimana?".


Kata Jojo bertanya dengan wajah curiga, namun senyumnya jahat dan licik.


" Iya aku mulai ingat...! Aku tidak pernah pacaran cuma sama Haidir saja...!".


Kataku dengan tertawa gelak sekali.


"Ha....ha.....aaaa! Siapa coba yang tahan pacaran sama kamu. Masih kecil, licik juga tak ada bagusnya. Dada rata dan mungil!".


Kata Jojo mengusili diriku.


Aku terdiam dan tertunduk.


"Ah... Aku bercanda kok sayang. Aku suka kamu yang seperti ini, natural dan menggoda. Semua apa yang ada di dirimu, semua Kusuka. Cintaku... Bocah nakal!!".


Katanya sambil mencium bibirku lembut.


" Ya sudah. Yuk makan sayang, aku juga lapar. Nanti malam kita jalan ke Krisna... Buat beli souvernir!Sekalian beli kain buat bayi kita...!". Katanya menggodaku lagi dengan licik.


'Ih genit lah... Bayi mana? Lihat saja... Itu tak akan terjadi karena aku lebih memilih kuliah. Kan Ibu dan Bapak sudah susah payah untuk membiayai ku selama ini, jadi aku tak mau semua terbuang sia-sia saja. Kalau si Jojo maunya aku hamil, tapi aku belum siap...!'.


Gumamku dalam hati.


Kami makan bersama diruang tamu, lalu Jojo membawakan aku susu coklat. Ya siapa yang nolak, aku langsung meminumnya habis.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2