
" Setelah aku melihatmu menangis, aku sangat sedih Bi, seharian tidak peduli apapun yang aku lakukan. Aku terus memikirkan kamu menangis. Dimana aku mencarimu, dan kamu menangis begitu sedih.Dan aku bertanya Bi, apakah kamu mau mencari aku, jika aku bisa kembali ke masa saat kita bertemu dan saat ini, aku mau mengatakan padamu Bi, bahwa kamu adalah masa depanku, kamu satu satunya yang aku cintai dan sayangi."
" Sebenarnya ,tanpa kamu katakan, aku tahu ,caramu memanjakanku Smith, caramu merawat dan memperhatikanku, itu sangat besar."
Abigail bersandar di bahu Smith.
" Udara sangat dingin, kenapa sangat suka berada di luar Bi ?".
" Biar hati tetap adem Smith...", ujar Abi sambil menatap Smith.
Smith refleks mengecup bibir ranum Abi.
" Jika beban itu berat ,sandarkan semua padaku yaaang. Aku akan kuat menopangnya bersama mu."
" Biarkan aku di tempa masalah Smith, agar aku semakin kuat, srmakin bijaksana memutuskan segala sesuatu. Namun bagaimana aku harus hidup tanpa kakek, oh Smith.....begitu berat rasanya, bagaimana aku menjelaskannya pada tante tomboy ku, dia juga sama seperti aku hanya memiliki kakek dan aku.....".
" Sebagai seorang dokter, dari segi medis dan penyakitnya, kamu pasti paham resiko dan efek serta bagaimana penanganan kakek, andalkan Tuhan dalam langkahmu Bi, dalam pengetahuanmu."
Abi kembali menunduk.
__ADS_1
" Kakek menemui ku kemarin , meminta aku menikahimu Bi. Jujur aku sangat sangat bahagia. Perasaanku sudah lama mantap padamu Bi, usia kita juga tisak muda lagi ,susah kepala 3,memang sih usia bukan jaminan target buat kesiapan berumah tangga ."
" Jangan hanya karena keinginan kakek melihat ku menikah, kamu terburu buru memutuskan permintaan kakek Smith.Aku tuh perempuan gak se rapi kamu, bisa di bilang berantakan, bisa kecapekan tidur bersandar di dinding dengan pakaian rumah sakit.Aku tuh jarang bisa masak, dan masakan ku standart , gak seperti mamimu.Aku tuh manja banget, aku tuh punya waktu kebanyakan di rumah sakit Smigh, jika urgent ,mau malam pun wajib ke rumah sakit.Jika aku ambil spesialis ,waktunku akan lebih sibuk lagi Smith.Aku takut kamu bakalan bosan nunggui dan menyamakan waktu kita.Jadi kita menikah hanya KTP,istilahnya asal menikah," ujar Abi.
Smith membelai Abi dan memeluk nya dengan erat.
" Aku tahu semua itu yaaaag, percayalah, aku pria beda yang bisa menerima walau kalelawarmu bergantungan di kamar mandi,sejak semula aku gak komplain, dan kekeh ngejar kamu, " ujar Smith menahan tawanya
" Ihh......," ujar Abi memukul pundak Smith, lalu membenamkan wajahnya di dada bidang Smith
" Kalau cowok tipikal pembersih, terus nemuin cewek berantakan. pasti komplain Bi, Aku kan gak. Malahan bawa pakaian mu dan mencucinya di mesin cuci.Kamu capek tertidur di lantai, aku menggendongmu Bi, bahkan nyuapin makan karena tangan mu kesemutan.Bukan ngitung ngitung kasih sayang ku padamu Bi, kamu yakin aku gak bakalan sia siakan kamu. "
" Karena belum kamu dapat Smith, jadi belum bisa mengingkari."
" Jambang kamu geli...," ujar Abi cekikan tertawa.
" Kamu gak merindukan aku Bi ?".
" Rindu lah, biasanya kamu kan wara eiri di depan aku, caper gitu."
__ADS_1
Smith tertawa.
" Kangen karena aku gak wara wiri ?".
Abigail tersenyum.
" Aku kangen perlakuan kamu yang manjain aku seperti kakek, perhatian kamu."
Smith membelai wajah Abi.
" Istirahat yang cukup,mata pandamu kentara banget Bi....".
Abi mengangguk.
🥰😍🥰😍😍😍🤒
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment