Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
7 sampai 8?


__ADS_3

" Hai kak? Sudah lama nunggu ya...?".


Aya memberikan bungkusan plastik berisikan tempe goreng, makanan paling enak sedunia versi Ulan Nafisa Anggara.


" Kak mana Adek bayinya? Aku mau lihat lah. Jadi penasaran? Mirip siapa ya kira-kira?".


Tanya Fajar dengan sangat geram.


" Iya kak mana? Aku mau gendong...!".


Kata Aya sambil menahan rasa geram.


" Baru saja balik keruangan bayi, nanti kalian lihat sama Abang ya. Oke?".


Kataku kepada mereka.


" Kak? Gimana rasanya? Masih sakit...?".


Tanya Aya padaku, kelihatannya dia kuatir dan mencemaskan aku.


" Ya sakit sekali, tapi ya itulah kita wanita. Jadi harus terima saja dengan sabar dan lapang dada...!!! Kamu juga bakal merasakan!".


Kataku kepadanya.


" Penasaran aku? Sejak kapan kita punya keturunan kembar ya kak?".


Tanya Aya lagi padaku, dengan wajah serius dan penasaran.


" Kau tanya aku? Manalah kutahu? Tanya dana Ibu dan Bapak lah dek....!!!".


Kataku kesal sedikit, pertanyaan yang aneh.


" Nih pesanannya! Makanlah tempenya kak?".


Kata Fajar memberikan sebuah bungkusan.


Aku asik makan tempe dan mertua indahku alias Jendral NATO datang membawa makan sore untukku.


" Hem! Ya Mommy? Datang juga ya?".


Kataku dengan bergembira semua hadir.


" Ah... Ada adikmu? Sudah lama datangnya?".


Mommy bertanya.


Mereka menggelengkan kepala dan menyalami Mommy dengan baik.


" Ini mom bawakan makanan yang banyak karena takut nanti teman kolega dan arisan mom datang. Berhubung banyak tamu... Ya sudah makan saja! Enak tidak...?".


Tanya mom kepada mereka.


Seperti biasa Fajar begitu polos menghabiskan kue yang dibawa Mommy, aku jadi malu gara-gara itu bocah.


Jojo pun tiba diruanganku setelah selesai dinas nya. Maklum banyak jadwal operasi.


Kami bercerita dengan asik dan santai. Jojo membawa adik-adikku melihat bayi kembar kami keruangan bayi. Fajar senang banget dan mau menggendong nya, karena masih kecil sekali Jojo melarangnya, tunggu sebulan begitulah.

__ADS_1


Teman dan kolega amommy berdatangan, mereka tak henti-henti nya datang dan membawa begitu banyak macam kue, hadiah dan buket bunga untukku.


Aku terharu sekali dengan mertuaku itu yanh perhatian. Akhirnya Jojo menyerah juga pada Mommy, yang menyuruh agar si kembar di bawa kedalam ruangan.


Meski begitu Jojo bangga memperkenalkan Pewaris keluarga Malik dengan bangga kepada tamu kami. Banyak ucapan selamat dan doa yang kudapatkan dari mereka, ya tak lupa juga amplop lah... Lumayan buat keperluan si kembar nantilah.


Kubisikkan kepada suamiku agar Pak Jamal bersedia mengantarkan adik-adikku itu pulang dan dengan segudang kue, buah dan bingkisan. Jojo memberikan uang tunai 500 ribu kepada Aya buat beli ole-ole untuk Ibu dan Bapak atas perintahku.


Lempanglah hidup adik-adikku itu, apa lagi otak Fajar hanya makanan saja terbesit.


Keesokan harinya juga banyak tamu yang entah dari mana saja, aku saja tak tahu. Ya sudah lah aku hanya diam saja, melihat si kembar habis dicium dan di colek tamu kami sampai nangis begitu kencang.


Kulirik wajah suamiku itu.... Bahagia... Bangga dan senang melihat buah hatiku sudah lahir dengan selamat.


" Makasih sayang. Kamu memberikan 2 hal terindah dalam hidupku, makasih ya. Aku tidak tahu, apa yang harus kuberikan untukmu setelah ini. I love you....!!!".


Katanya padaku, Aku hanya senyum saja padanya.


Setelah seminggu dirumah sakit, kami pulang kerumah. Mertuaku itu begitu perhatian, sampai-sampai ke toilet saja aku di ikutinya. Sungguh risih rasanya lah.....😣


Kalau tidak mertua pasti suamiku yang genit itu yang akan mengekori aku ke toilet. Kadang aku tertawa geli juga melihat tingkah mereka yang aneh menurutku.


" Jangan ikuti aku ke kamar mandi? Risih aku tahu? Sumpah....!! Jangan ya?".


Nadaku agak tinggi dan kesal.


" Sayang... Aku kuatir kamu kenapa-kenapa didalam? Kan tak apa aku temani?".


Katanya dengan wajah manjanya padaku memohon agar aku tak marah.


" Yang lebih buat aku kenapa-kenapa itu Papa yang selalu ini dan itu... Ayolah. Aku sudah baikan kok... Tenang saja...!!! Oke...?".


Selesai itu aku kembali ke kasur untuk malas-malasan lagi. Dan si Jojo genit itu memeluk dengan erat, hampir saja pinggangku putus dibuatnya. Uh, kesalnya aku.


" Sayang....!!! Ibu akan tidur bersama anak-anak loh. Kayaknya 8bu bakalan yang jagain mereka deh??? Kan cuma mereka penerus keluarga Malik saat ini? Kita berdua deh...?".


Katanya padaku dengan sangat bangga.


' Dasar!! Pasti dia mikirnya macam-macam lagi. Tak bisa ditebak isi hatinya!!'.


Gumamku kesal setengah mati.


" Hm.....mmm iyalah. Syukurlah. Aku lelah nih. Jangan ganggu ya??? Aku mau tidur....!".


Kataku pelan dan kumulai pejamkan mata dan mimpi indah.


Jojo meninggalkan aku sendiri untuk istirahat dan Jojo pergi ke kamar si kembar yang tepat disebelah kamar kami.


" Lihatlah Ibu...l? Lucu ya mereka?".


Kata Jojo merasa geram dan gemes.


" Ya. Mom bahagia sekali akhirnya kamu kasih Mom cucu...2 lagi. Makasih ya sayang? Mom kira kamu bakalan jadi PangLaTu seumur hidupmu....? He.... He....!!".


Kata Mom sangat bahagia melihat wajah yang sangat mirip dengan Jojo.


" Ah Ibu... Kok gitu? Aku hanya belum menemukan sosok yang pas saja kemarin. Sampai suatu hari saat itu.... Aku bertemu Ulan dirumah sakit dan itu adalah anak dari sepupuku sendiri. Memang jodoh tak kemana ya Bu??? Indahnya kurasakan....!!".

__ADS_1


Kata Jojo sambil mencium si kembar secara bergantian.


" Iya syg? Ibu lega sekarang, kamu sudah bisa menemukan kebahagian kamu dan menempuh hidupmu jadi lebih baik lagi bersama dia. Beruntungnya kamu bisa menikahinya... Belum setahun saja kamu sudah punya si kembar...!!! Ibu senang!!".


Kata Ibu sambil mencium kening Jojo sambil sesekali mengelus kepala mereka bertiga secara bergantian.


" Ya Bu. Ulan memang yang terbaik, rumahtanggaku penuh rintangan tapi dia tak menyerah loh Bu. Aku bahagia? Meski kuberikan isi seluruh dunia padanya namun itu tisak cukup, atas semua pengorbanan yang dia berikan padaku dan keluarga Malik. Ya kan....??? Aku sangat mencintai dia....!".


Kata Jojo berterus terang pada Ibunya.


" Iya sayang. Ibu juga merasa bersalah padanya, tapi dia tidak dendam? Dia begitu baik dan polosnya bukan? Ibu beruntung!".


Kata Ibu lagi dengan pasrah.


" Kita harus bisa membahagiakan dia!".


Kata Jojo dengan singkat.


Habis magrib selesai makan malam, Jojo menghampiriku dikasur yang sedang golek. Dia masih saja tetap manja dan membelaiku sambil mengeluarkan gombalan mautnya.


" Sayang...10 bulan lagi kamu sudah bisa isi lagi kok. Kejar target kita, karena usiaku juga tak muda lagi. Oke syg....!!!?".


Katanya mendekati aku.


Kuketuk keningnya lembut,


" Bodoh.... Kamu saja yang hamil!!!".


Jawabku singkat dengan nada kesal.


Jojo tertawa geli melihat ekspresi ku itu, tawanya sangat keras dan jelas sekali.


" Memang tak mau ya sayang punya anak banyak dariku, kan aku anak tunggal. Punya 7 anak kan seharusnya tidak apa?".


Katanya seperti anak kecil.


Aku melotot kearahnya dan berteriak keras sampul meninjunya...


" Noo.... No..... No. paham. Dasar mesum tingkat dewa. Bisa-bisanya menggoda ku?".


Teriakku padanya.


" Kan seharusnya tak masalah sayang, aku cinta kamu loh. Masa kamu tak mau?!".


Katanya dengan polos, geram sekali aku melihat wajahnya yang sok imut itu.


" Noo.....!!! Titik. Oke aku lelah ya!!! Apa aku seperti kucing, huh???πŸ˜‘".


Kataku dengan nada tinggi berteriak keras.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,

__ADS_1


πŸ’žSelamat membaca ya..πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2