
Sampai kampus kuseret langkah ke kantin untuk mencari para jagoan ku. Dari kajauhan ku dengar mereka memanggil ku dengan keras tapi sambil meledekku.
"Beby....Beby... Sini...!!".
Kata Nael sambil melambaikan tangan kearahku.
Senyumku langsung bermekaran melihat mereka sudah menantiku disana seperti biasanya. Aku berlari kecil untuk mendapati mereka karena sangat rindu, soalnya dari Senin-Jumat kami selalu bersama.
" Hei kalian kenapa tidak sarapan?".
Tanyaku keheranan melihat meja mereka kosong melompong, padahal sudah waktunya sarapan pagi.
" Biasa beb... Anak kost! He....he....e!".
Kata Yudi sambil tersenyum malu.
" Cie.... Cie yang pulang bulan madu, enaklah ya tiap malamnya? Jelas vitaminnya...?".
Kata Maretno menggodaku dengan genitnya, maklum saja mereka selalu jujur.
" Setiap malam jelas terus vitaminnya!".
Kata Seto menyahut lagi.
" Iiiih....? Sok tahu Kelen lah. Biasa saja kenapa. Malu aku...? Macem betul saja?!".
Kataku sambil tersipu malu.
" Ini sudah aku foto copy pelajaran sebulan yang ketinggalan. Kalau tidak paham tanya saja ya...? Jangan sok pinter kamu, beb...?".
Kata Darwis sambil memberikan setumpuk foto copy materi yang selama ini kulewatkan.
" Hah? Jadi puasa nih ceritanya? Kasihan sekali anak ayam ku ini, ditinggal induknya pada kurus semua. Ha.... Ha...aaa..!".
Kataku tertawa lebar, sekalian sambil mengejek mereka karena sudah menertawakan aku tadi.
Iiiih, puasnya aku....??? πππ
" Iya beb, belum datang kiriman kami dari kampung. Maklumlah...! Kemaren saja kami masak dikost Seto...! Tragis sekali nasip kami yang anak kost ini? Sungguh... Sakit hati...!!?".
Kata Nael dengan nadanya mengiris hatiku yang sepengetahuanku biasanya kalau masak pasti cuma pake telor ceplok saja kalau tanggal tua.
" Ya sudah aman itu, kalian pesan saja. Nanti aku yang bayar lah... Lagi banyak duit aku. Hitung-hitung perbaikan gizi kalian, Hi.... Hi...iii! Kasihannya yang anak kost itu???". Kataku sambil tertawa gelak lagi.
" Betulkah kau beb...?! Jangan bercanda? Kami sudah kelaparan ini dari tadi malam???".
Tanya Darwis keheranan menatapku.
" Sudah pesan saja, suamiku memberikan aku uang jajan banyak. Aman itu??".
Kataku sambil tersenyum merangkul Seto dan Maretno yang melotot.
" Betul ya. Tidak percaya aku samamu! Suamimu yang mana kasi uang banyak?".
Tanya Yudi dengan heran dan tatapan sinis, aku tahu pasti pikiran mereka jorok.
" Suamimu masa kau panggil begitu? Tidak beres otakmu, salah minum obat ya kau? Berdosa beb.... Dosa! Yang sopan...!?".
Kata Salman heran karena aku memanggil suamiku yang menurut kebanyakan orang ganjal dan tabu.
Orang uang tak paham pasti akan berpikiran negatif padaku. Pasti dipikiran mereka aku Ayam Kampus peliharaan Om nakal. Padahal tidak seperti itu kenyataan nya.
" Ya dirumah saja dia kupanggil sesuka hati, dia tak keberatan... Kok kalian pula yang marah. Biasa saja kenapa sih?".
Kataku dengan agak kesal sambil melihat tajam kearah mereka dan melipat tangan didada.
" Kalau begitu gas terus...!! Jangan kasih kendor, mantap beb....?!".
Kata Seto memecah keheningan diantara kami semua.
" Ini lihat... Kalo tidak percaya. Aku kan sudah jadi nyonya sekarang, naik pangkat aku coy!".
__ADS_1
Sambil mengeluarkan uang 100 ribu dan memberikan pada Salman,
Semua anak ayamku itu tertawa bahagia sambil memesankan makanan mereka.
" Mau makan apa beb?".
Tanya Seto kepadaku dengan ramah.
" Aku sudah makan. Kalian saja lah. Lanjut saja coy...! Enakin saja perut kalian!!!".
Kataku sambil melirik kertas yang kuterima tadi dari Darwis.
Kubaca satu persatu dengan perlahan, kupahami dan mulai aku bingung juga.
" Kalau tak paham tanya. Nanti gagal fokus!?".
Kata Darwis tersenyum sambil meledek.
" Iya sih. Yang buat aku pusing, basis data ini lah. Sama program ini...!!".
Kataku sambil menunjukkan kepada Darwis.
" Aku saja tak paham padahal aku disitu, wajar kau tak paham beb?".
Kata Nael memotong pembicaraan kami.
" Alah.... Alah... Kalau kalian memang begitu. Entah kemana pun isi pikiran kalian. Taunya main Gitar dan Bilyard saja...!!".
Kataku dengan ketus kepada mereka.
Seto dan Salman hanya kekeh saja melihatku, mereka melirikku dengan tajam.
" Bagaimana kabar suamimu itu, beb?".
Kata Yudi pada ku sekedar bertanya.
" Oh suamiku, baik!!! Mau tanya yang mana kalian? Dia sih sehat saja?!!".
Kataku bertanya balik pada mereka.
Kata Salman sekedar mengorek informasi tentang orang yang telah menikahi aku.
" Penasaran sekali kalian sama miswaku itu!! Mau kalian apakan dia kalau bertemu? Huh?".
Kataku sambil senyum tidak jelas.
" Aku saja terheran dan kaget, suami mu itu lumayan juga ya beb. Ganteng sekali ah menurutku ...!! Ya kan woi??".
Kata Yudi memastikan responku saja.
" Aku juga masih tidak percaya, kau bisa dapat suami yang seperti itu beb?".
Kata Salman seakan tak percaya.
" Enaklah beb, aku saja gergetan lihat suamimu itu, terlalu ganteng dan perfectnya!".
Kata Seto memuji si Jojo genit itu.
" Iya lah, dia kan Dokter. Tahu kalian klinik Dhuafa... Itu punya dia. Dia bekerja di RSU Adam Malik dan RS Royal Prima. Itu saja sih setahuku, sama bedah jantung gitulah. Akupun tidak begitu mengerti...!?".
Kataku sekedar menjelaskan pada mereka.
"Mantap sekali beb. Bedah jantung? Bukan kaleng-kalenh itu, jenius sekali suamimu itu. Tak kusangka selera juga dia itu sama cewek kayak dirimu beb!!! He... Hee...ee!".
Kata Nael meledekku.
" Tak kusangka selera suamimu itu rendahan. Apalah yg dilihat dari dirimu coba? Aku saja tidak selera!!".
Ketus Darwis dan ucapannya membuat ku kesal.
" Maksud kalian apa coba seperti itu..? Sok sekali kalian samaku! Aku saja tak selera lihat kalian sok tahu itu. Kalau ganteng lumayan. Udalah jelek...! Duit tak ada, bertingkah pula... Sok jual mahal. Ha....ha...aaa!".
__ADS_1
Kataku meledek mereka semua.
" Pesong otakmu Nael, ya suka-suka hatilah. Selera orang itu beda-beda tahu??".
Kata Yudi menyalahkan Nael atas perkataan nya tadi padaku.
" Ulan Nafisah Anggara....! Apalah yang bagusnya darimu...? Heran aku pada si Jojo?".
Kata Salman bertanya balik padaku.
" Maksud kalian apa? Langsung saja pada intinya kalo cakap...?".
Kataku sambil agak marah dan kesal.
" Haa... Ha...aaa... Jangan marah lah beb. Aku heran saja sama selera si Jojo itu!!".
Kata Nael menjelaskan saja.
" Dia suka daun muda...!".
Kataku dengan singkat sambil manyun.
" Daun muda? Betul saja? Hi...hi..?"
Kata Darwis sambil terkekeh.
Yudi" Sada....? Rata....! Badan... Biasa saja. Tak ada bagusnya, pinggul tak ada kalau yang lainnya bohay, pantatmu biasa saja. Wajahmu saja yanh imut seperri boneka. Itu sajalah yang ada melekat pada dirimu beb!!".
Kata Yudi dengan gamblang menjelaskan semua detil bentuk tubuhku yang sebenarnya.
Plok....π’π’π’
Kata-kata Yudi benar 100%. Membuatku ketawa terbaha-bahak.
" Ha.... Ha.... Ha....aaaaa!? Tapikan goyangannya mengguncang badan dan menggetarkan hati. Apalagi, hi...hi...iiii Asek....a Asekkk.... Lanjut bang! Goyang sampek pagi 2 trip angkot!!".
Kataku dengan suara keras semangat 45,
Aku tertawa terbahak-bahak melihat anak ayamku itu melotot kearahku.
" Aduh beb? Kalau itu kalah lah kami. Cuma dirimu yang tahu prakteknya langsung dilapangan gimana? Kalah aku...!".
Kata Nael sambil menggelengkan kepala.
" Masih penasaran lagi kalian ada kelebihan apa lagi pada diriku...? Huh...?".
Tanyaku pada mereka lagi.
Mereka hanya menggelengkan kepala saja melihat tingkahku yang membuat mereka salah fokus padaku. Padahal aku hanya mencoba untuk mengganggu pikiran mereka.
" Gawat ah. Tak sanggup awak melawan emak-emak zaman now...! Seram ahh....?".
Kata Darwis ketawa gelak sambil mengelus perut karena terllau lucu.
Aku hanya tersenyum melihat anak ayamku melongo saja melihat tingkahku.
Dikantin jadi hidup suasana nya karena kehadiranku, memang biasanya kami bercanda sih dikantin. Ibu kantin saja sampai hafal sama kami, jadi seperti Base Camp lah kantin itu.
Mahasiswa yang lain cuma bisa cengar cengir dan mendengarkan guyonan kami.
Mau tanya? Takut kami marah.
Mau gabung? Takut dihajar.
Maklum saja, anak teknik terkenal kejam. Predikat itu juga yang melekat padaku sebagai anak Teknik.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
__ADS_1
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€