
Ditengah perjalanan Om membuka suara yang dari tadi hening. Dilihatnya dari spion kalau adikku sudah tertidur pulas alias nyenyak banget kayak orang mati.
"Kuliah dimana?".
Tanya Om memecah keheningan didalam mobil.
" Di ****** semester 5 loh Om...!".
Kataku menjelaskan singkat.
"Bagaimana ujianmu?".
Tanya nya lagi.
" Biasa aja. Sulit sedikit lah!!!".
Kataku dengan gugup.
"Siapa pacarmu sekarang? Anak mana? Semester berapa dan kuliah dimana?".
Sambil mengelus kepalaku dan lagi-lagi aku hanya diam dan menurut saja.
"Kuliah dikampus yang sama denganku semester sama juga jurusan beda. Anak perantauan lah....!. Kenapa Om???".
Aku bertanya serius, Om masih saja mengelus kepalaku tiada henti.
"Oh gitu! Menurutmu Om ini menarik perhatianmu tidak?".
Aku melotot dan mengangguk saja.
Dia tersenyum puas seperti mempermainkan aku saja, agak kesal juga sih. Tapi apalah daya nanti kami diturunkan ditengah jalan pula kan bahaya sih, adikku juga terlelap.
' Huu...huh....sial ah. Dasar Om genit...! Bikin kesal saja. Aku harus bersikap manis biar hatinya senang dan kami selamat semua, suasana hatinya kan seperti cuaca yang terkadang tiba-tiba hujan padahal panas. Bikin kepo saja pun nih si Om ..... Gatal genit pula. Tangannya gratil kali...! Memang aku kucing dielus-elus gitu?!!!'.
Gumam dihatiku berkata.
" Benarkan ini jalannya?".
Kata Om untuk memastikan kami gak tersesat.
" Iya Om benar kok!!!".
Jawabku yakin.
" Om belum nikah loh. Mau sama Om???" Tanya Om sambil senyum kearahku.
Aku" Aku masih kecil dan kuliah. Om sudah jauh dewasa, lagian darimana ada jalan nya. Jangan bercanda ya Om, jangan merayuku? Aku nangis nih...!".
Kataku dengan nada sedih dan kesal.
Ingin saja ku tabok mulutnya itu, ngomong kok tak di Filter sih. Sumpah galau abis lah aku gara-gara si Om sombong ini.
Om menatapku serius, mata yang sayu dan agak kelihatan kesedihan dimatanya.
__ADS_1
" Benar Om masih lajang loh. Untuk apa bohong....!!! Kenapa? Gak Percaya???".
Tegasnya meyakinkan aku tentunya.
Duaaa......aaaarrrrβ‘β‘β‘
Kayak tersambar petir didalam mobil. Jantungku hampir copot untung saja buatan Allah. Kalo buatan China atau Amerika mungkin dah lepas dan lari entah kemanalah itu. Dan untungnya aku masih bisa menutupi itu dari Om, meski hatiku ragu juga sih.
Aku hanya diam saja dan menunduk.
" Kenapa? Terkejut ya? Ya sudah kalo tak percaya! Nanti kamu juga tahu....!!?".
Katanya Om sembari mengelus lagi kepalaku dengan lembut.
Ya Allah kupikir malaikat datang buat mencabut nyawaku saat ini juga, Eh ternyata Om bukan Malaikat rupanya. Alhamdulillah besok aku masih bisa bernafas lega dan menyelesaikan ujian ku dengan baik.
" Coba kamu tatap Om. Apa Om terlihat sedang berbohong dengan mu? Kamu kan sudah dewasa semestinya tahu membedakan baik atau bohong kan?".
Om bermuka datar dengan tatapan mata dingin dan menakutkan sekarang menatap kedepan.
Aku melihatnya antara percaya atau mimpi ya. Kok Om berbicara begitu padaku, Aaih, Aku gak bisa berpikir rasional lagi. Gawat!.
Spot jantung awak tengah malam dibuat Om, besok apa lagi yang terjadi. π£
Agresif juga Om padaku, tak ku sangka. Gak habis pikirlah aku dengan Om ini....! Apalah yang dipikirkan nya didalam kepalanya itu? Entah kemasukan setan manalah Om ini pikirku juga...π±π±π±
Setahuku kami tidak ada lewat kuburan?
Aku mengangkat tangan ku seraya berdoa " Ya Allah aku mohon perlindungan dari mu. Lindungi kami dari setan terkutuk dan jin jahat yang ingin mencelakakan kami".
" Kenapa? Ulan pikir Om kemasukan setan ya? Ulan takut ya sama Om. Tenang saja Om tak apa kok, Om masih sehat dan sadar loh sayang, kamu itu lucu....!!!".
Om hanya menatapku lembut.
Eh.....??? eeh....eeh,,,,???
Om tertawa geli sembari mengelus perutnya. Kelihatanya dia tertawa kocak melihatku berdoa, dikiranya aku ini pelawak apa.
"Aku itu berdoa serius tahu, dasar Om genit gak punya pikiran lah. Sangkin pintarnya otaknya jadi terganggu karena salah minum obat kurasalah. Sakit jiwa Om...!!??".
Aku hanya kesal melihatnya dan menggigit bibir bawahku sambil melotot.
"Ulan...Om gak bercanda kok. Jangan marah ya...! Ekspresimu itu lucu dan menarik perhatian, Om tertarik loh sayang...!!".
Katanya sambil bahagia dan menarik hidungku.
" Jangan sentuh aku...!! Urus aja urusan Om. Tak usah ganggu aku lagi. Om genit ....! Om gateeel....! Aku benci Om deh???!".
Suaraku agak meninggi lagi.
"Sejahat itukah aku dimatamu Ulan ? Jangan menyiksa ku dengan kalimatmu itu. Tidak baik loh, Om salah... Maaf ya?".
Katanya sembari merayuku lagi dengan genit dan mengedipkan matanya sebelah.
__ADS_1
Aih...!! Om dah sakit jiwa dia. Obat apa yang diminum ya tadi, setan mana pula yang masuk ke badannya. Tak habis pikir aku, kenapa Om berkata demikian padaku, bibirnya tidak getar pula berkata kepadaku.
"Om suka kamu, apalagi tahu kamu anak siapa. Jantung Om mompa kencang kalau lihat Ulan senyum. Apa Om salah?".
Katanya dengan jujur dan lembut.
Kutatap wajahnya, matanya serius memandangku dengan kesungguhan.
" Bismillah, Om suka kamu. Waktu pertama melihat kamu, hati Om sakit. Apalagi setelah tahu kamu siapa? Om berbicara sama kamu, serius!!! Pakai Bismillah lagi...!!?"
Kata Om padaku sambil tangan Om membelai pipiku lembut.
Ya Allah aku mau pingsan saja lah, Om ku yang super ganteng ini ngomong gitu . Mau tarok dimana muka ini. Aku masih bocah....?!!! Nah dia sudah dewasa benget menurutku. Wajahku memerah dan lagi aku tertunduk saja. Ampun Ya Allah... Ampun Ya Rabb...!!!
" Om jangan bercanda ah!!".
Kataku lagi dengan pelan dan senyum.
" Om serius, apa masih tak percaya juga? Mau bukti apa supaya kamu percaya sama Om, kalau Om suka sama kamu??".
Kata Om dengan serius lagi,
Kulihat wajahnya memerah dan panik, lalu aku menatapnya serius.
" Tak mungkin ah....!! Aku tak percaya!!!".
Kataku lagi dengan singkat
" Apa yang tak mungkin!!! Bukan Om sengaja, tapi hati ini tak bisa dibohongi. Semua sudah diatur dan ditentukan kadarnya oleh Allah!".
Kata Om lagi meyakinkan aku dan mengelus kepalaku dengan lembut.
" Aku....Aku....Aku tak percaya!".
Aku hanya tunduk dan diam lagi.
" Iya, Om tahu! sudahlah yang penting Om sudah kasih tahu kamu yang sebenarnya. Besok atau lusa biar kamu tak kaget dan bertanya-tanya lagi kenapa Om begini!".
Katanya lagi sambil menghela nafas berat.
Ampunilah hamba Ya Allah. Aku harap ini semua hanya mimpi indah yang akan hilang setelah aku bangun dari tidurku. Dan kehidupanku akan normal seperti kemarin.
Cinta datang tanpa pemberitahuan dari pihak manapun. Siapapun yang dicintai akan merasa bahagia karena cinta mengiringi langkanya. Jangan paksakan cinta kepada siapa karena cinta tahu kepada siapa dia akan berlabuh kelak.
Cinta tak pernah salah tapi kita yang membuat pilihan cinta itu rumit.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
__ADS_1
πSelamat membaca ya..π€π€π€