Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Bersimbah Darah


__ADS_3

Aku tiba dirumah Ibu, dan aku langsung masuk kekamar Fajar dan mengunci pintu. Ibu tidak ada dirumah, adik-adik sekolah, Bapak kerja, aku masih menyimpan kunci cadangan rumah Ibu.


HP ku berdering dan kulihat itu Jojo, kumatikan saja dan kurebahkan diriku meski dengan air mata.


Lalu Pak Jamal menelpon Jojo πŸ“²


" Tuan ... Nyonya kembali kerumah lama. Tidak ada orang disini, saya masih diluar rumah! Saya mencemaskan nyonya...!?".


Kata Pak Jamal mencemaskan aku dan menelpon Jojo.


" Jangan tinggalkan dia, tunggu sampai aku datang. Oke pak?".


Kata Jojo tegas kepadanya.


" Oke tuan, cepat ya. Saya kuatir akan nyonya....!! Soalnya nyonya tidak bilang apa-apa dan hanya menangis saja tuan. Saya kuatir tuan....!! Saya takut...!!!?".


Kata Pak Jamal dengan sigap.


Pak Jamal hanya bingung apa sebenarnya yang terjadi diantara kami, karena aku hanya menangis sepanjang jalan tadi.


" Ya saya segera datang....!!".


Jojo memutuskan telponnya dan memarahi Tina dan kedua temannya itu.


" Yang....tolong handel dulu semua jadwalku. Bisa kan? Aku harus menemui istriku...! ".


Kata Jojo meminta tolong kepada Yang.


" Gila benar itu perempuan...!? Terus bagaimana baby sugarmu itu?".


Kata Yang dengan santai.


" Sepertinya dia akan membuatku kehabisan nafas lagi, Aaah.....aaaah....sial sekali aku hari ini. Pakai acara wanita gila datang....!!!".


Kata Jojo berdecak kesal dan mengacak-acak rambutnya.


" Serahkan pada kami masalah disini, cepat kau jelaskan padanya. Emosi istrimu masih labil... Aku takut dia bunuh diri... pula sih???".


Kata Zack dengan spontan tanpa pikir panjang dulu.


" Jaga ucapanmu.....!!".


Jojo membentak Zack dan membuat Yang juga ketakutan setengah mati.


Jojo meninggalkan mereka dengan membawa makan siang tadi. Dia menuju rumah Ibu dan melihat Pak Jamal yang kelihatannya mencemaskan bagaimana keadaan didalam rumah. Aku masih saja menangis mengingat kejadian tadi,


" Sudahlah. Bukankah aku membencinya, mencintainya hanya akan membawa bencana dalam hidupku. Ditubuhku sedang bernafas darahnya, aku harus apa. Mencium wanita lain di depan mataku? Astagfirullah... Kuatkan hatiku. Kuatkan anakku...semoga dia tidak merasakan sakit yang kualami ini. Tuhan, kuterima nasip dan takdir yang Kau tentukan padaku... Kau berikan jodoh? Kuterima meski dengan paksaan... Penuh dengan cacian, makian, hinaan orang kepadaku. Kuterima dengan ikhlas dan lapang dada penuh ketabahan hati. Kau hembuskan nafas kehidupan ke rahimku... Kuterima dengan penuh kasih sayang, meskipun hatiku menolaknya dan jiwaku belum siap. Aku masih belia, aku masih ingin dipangkuan orang tuaku, aku masih ingin main dengan temanku, aku masih belum siap menjadi seorang Ibu. Tapi kuhadapi penuh dengan kekuatan hati, aku percaya aku bisa dan mampu melahirkannya dengan selamat kedunia ini. Tapi pernahkah suamiku.... Si Ben Joshua Malik sialan itu memikirkan aku dan bagaimana perasaanku. Apa dia tahu bahwa aku masih ingin bebas? Kuikhlaskan semua hal indah yang dulu kumiliki, ini balasannya padaku? Kejam...kejam...kejam...lebih baik aku mati saja. Cabut saja nyawaku, biarkan aku bersamaMu dalam pangkuanMu... Aku ikhlas ya Allah. Bukan ini yang Kau mau, kenapa harus aku???".


Nadaku merendah dan sambil meneteskan air mata dengan deras.


Jojo dan Pak Kamal mendobrak pintu, mereka mencari keseluruh kamar. Dan tak bisa membuka kunci kamar Fajar.


" Sayang...? Buka pintunya sayang...?".


Kata Jojo dengan panik dan sedih.


Aku hanya diam dan memecahkan kaca lemari Fajar. Jojo panik dan memukul pintu dengan keras, seketika aku ketakutan sekali karena nya.


" Sayang buka pintu, jangan menakuti ku! Kau bisa membuatku kena serangan jantung! Tolonglah... Akan kujelaskan!".


Katanya dengan nada tinggi.


" Jangan mendekat. Kalau mendekat maka kau kan melihat mayatku. Pergi.... Pergi sana. Jangan dekati aku...!".


Kataku berteriak.keras dari dalam.


" Ayolah sayang. Aku bisa membuktikannya sayang! Akan aku jelaskan apa sebenarnya yang terjadi tadi, tidak seperti yang kamu lihat! Ayo berikan aku kesempatan....!".


Katanya berteriak dari depan pintu.


" Dam. Aku tak butuh...! Aku minta cerai...! Kita ce....ra.....aaai!" .


Teriakku dengan kencang.


Duuuar....!!! ⚑⚑⚑


Seketika jantung Jojo seperti disambar petir saja, dan diam terduduk didepan pintu dengan meneteskan air mata.


" Baiklah. Aku akan diluar menunggumu sampai kapan pun....!!".


Katanya dengan nada pasrah.


" Akan keluar jika kau menceraikan aku. Tapi jika tidak menceraikan ku, aku lebih baik mati bersama anakku....!".

__ADS_1


Kataku mengancamnya lagi.


" Jangan begitu sayang. Aku salah.... Maafkan aku. Ayo kita pulang kerumah. Aku salah...!!! Aku kan turuti semua mau kamu selain itu! Ayolah beri aku satu kesempatan!".


Kata Jojo memohon lagi.


" Ceraikan aku. Aku benci kamu, kalian orang kaya hanya monster. Kau petaka bagiku... Aku benci kau. sekarang juga aku minta cerai....!".


Kataku dengan berteriak keras.


" Jangan begitu sayang...! Maafkan aku! Buka pintunya sayang? Mari bicara?".


Kata Jojo membujukku.


" Kau pikir aku main-main hah? Hari ini juga akan kau lihat mayatku dan anakmu...! Aku benci padamu!! Pergilah....!!!".


Suaraku tiba-tiba hilang dan kupijakkan kakiku dilantai yanh penuh kaca. Kuambil kaca dan kugoreskan ketanganku.


" Awww .....au sakit...! Aku...hiks....hiks...Benci....kamu...hiks...!".


Kataku pelan sambil menangis tersedu.


Bruuk....!!! πŸ’’


Suara tubuhku yang jatuh ke lantai membuat Jojo panik seketika dan berteriak keras dan membuat Pak Jamal panik, cemas dan takut.


" Sayang....? Sayang...? Kamu kenapa?".


Tanya Jojo lembut dengan panik.


Pak Jamal mengintip kelubang kunci pintu dan kaget melihatku bersimbah darah jatuh dilantai sambil pingsan.


" Astagfirullah....!!! Tuan!!! Nyonya....! Darah.... Kaca....! Nyonya pingsan didalam!!!".


Kata Pak Jamal panik dan mereka berdua mendobrak pintu kamar.


" Sayang...? Sayang...? Astafirullah....!!!?".


Seketika Jojo menangis dan mengangkat tubuhku dan membawaku kerumah sakit terdekat, ya tentu saja klinik Dhuafah.


Jojo memangku kepalaku dan terus saja menangis, Pak Jamal juga ikut menangis melihatku bersimbah darah... Tubuhku mengerang kesakitan yang luar biasa.


Jojo membacakan ayat-ayat suci berulang kali sembari mengelus pipiku.


' Bertahanlah sayang! Bertahanlah demi anak kita! Aku yang salah! Aku yang berdosa! Maafkan aku! Andai aku bisa menukar rasa sakitmu kepadaku maka akan kulakukan. Aku janji akan menjagamu lebih baik lagi. aku akan lebih perhatian dan lebih sayang lagi kepadamu setelah ini. Jangan tinggalkan aku disaat seperti ini? Kamu harus kuat sayang?'.


Sampai di klinik, dengan sigapnya melakukan pertolongan pertama di bantu oleh beberapa perawat. Sepertinya aku diberikan obat bius agar aku tidak terus mengerang dan air mataku terus berjatuhan dan membuat Jojo begitu gugup dan ketakutan setengah mati.


Hampir sejam aku ditangani Dokter dengan intensive... Alias suamiku sendiri. Dia juga yang membersihkan tubuhku dari simbahan darah disekujur tubuh dan menggantikan pakaianku.


" Dr Joshua...? Boleh saya tanya? Kenapa ini bisa terjadi?".


Tanya Suster kepercayaan Jojo.


" Ini salah saya, dia hampir kehilangan nyawanya gara-gara saya. Itulah kenyataannya!".


Kata Jojo menjelaskan.


" Istri anda masih terlalu muda, dan hamil pula. Itu wajar emosinya belum stabil, selesai ini anda ajak saja dia liburan jauh entah keluar negeri gitu. Berikan kesan romantis, dia akan memaafkan anda....!".


Suster itu memberikan saran yang bagus.


" Ah iya. Makasih atas masukannya. Saya akan usahakan, itupun kalau dia masih jadi istri saya...!".


Kata Jojo dengan wajah sedih.


" Ah jangan bilang begitu. Dokter menakuti saya loh. Memang iya????"


Tanya Suster itu lagi, karena tak percaya.


" Dia minta cerai.. Dan melukai dirinya".


Kata Jojo dengan lembut. Namun air matanya menetes sesekali juga.


" Aabar dan ikhlas saja dok, semua ada jalannya kok. Asalkan kita kuat!!".


Suster meninggalkan aku dan suamiku didalam ruangan kamar yang tak terlalu luas itu karena cuma klinik saja.


HP Jojo berbunyi dan diangkatnya


" Halo....Yang ada apa?".


Tanya Jojo.

__ADS_1


" Bagaimana? Sudah baikan?".


Tanya Yang


" Sungguh buruk. Istriku benar-benar marah dan membenciku kali ini. Dia melakukan percobaan bunuh diri...! Sekarang kami di klinik Dhuafah kok...?".


Kata Jojo dengan polos menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi padaku.


seketika Yang terkejut dan kaget seperti kesetrum listrik mendengar nya.


" Iya selesai ini...! Aku dan Zack bakalan susul kalian kesana...! Tunggulah kami....!?".


Kata Yang dengan sigap dan panik.


" Tidak perlu. Aku takut dia malah makin kesal dan kabur melihat kalian datang. Sudahlah tunggu suasana tenang dulu ya. Makasih!".


Kata Jojo pelan berterimakasih.


Sebenarnya dia saat ini sangat butuh dukungan mental dari temannya. Tapi Jojo tak ingin merepotkan siapapun.


" Baiklah yaa sudah. Kalau ada yang bisa kami bantu katakan saja, aku dan Zack akan setia membantumu kapanpun itu...?".


Kata Yang dengan pelan dan wajah agak kecewa karena Jojo menolaknya.


" Oke, terimakasih banyak...!!".


Kata Jojo dengan nada lega.


Telpon pun putus dan tidak lama setelah itu Ibu dan Bapak datang, mereka dapat kabar dari Pak Jamal yang setelah sampai ke klinik langsung balik kerumah Ibu untuk membersihkan kamar Fajar.


Ternyata Ibu sudah pulang dan kaget pintu rumah depan jebol dan kamar Fajar juga sama. Ibu panik dan langsung menyusul, tapi Ibu tidak tahu apa alasannya kenapa sampai seperti itu.


Ibu masuk kedalam ruangan ku dan langsung saja menampar Jojo.


Plaaak....!!! πŸ’’


Tergambar dipipi Jojo pisang lima jari.


" Kau pinta anakku... Kuberikan. Kuhanya minta kau menjaga dan mencintainya itupun tak bisa. Apa sebenarnya yang terjadi?".


Teriak Ibu kepada Jojo dengan nada panik serta kecewa berat melihat aku terbaring lemah tak berdaya dikasur.


" Kau hampir membunuh anak dan istrimu... Kau keterlaluan. Beri penjelasan....!!".


Pinta Bapak pada Jojo dengan nada kecewa.


Jojo menjelaskan yang sebenarnya terjadi pada Orang tuaku, memang Bapak emosi dan berulang kali menampar Jojo.


" Benar hanya itu saja? Kau jujur kan...? Aku tidak suka kebohongan ya?".


Kata Bapak bertanya sambil menatap Jojo dengan amarah yang meledak.


" Aku berani bersumpah, 2 temanku juga ada disitu menyaksikannya...!!".


Kata Jojo menejelaskan.


" Kau tahu, awalnya kenapa aku tak mau kau menikahinya? Itu karena aku tahu perbedaanmu dengan kami. Sekarang bagaimana? Apa yang akan kau lakukan???".


Kata Ibu bertanya pada Jojo dengan amarah yang meledak-ledak.


" Dia minta cerai dariku....!".


Kata Jojo dengan takut.


" Hah? apa katamu? Jangan bercanda...?!".


Teriak Ibu menatap Jojo serius.


" Itu masalahmu... Itu salahmu!!".


Kata Bapak menyalahkan Jojo.


" Selesaikan masalahmu dan jika aku mendengar anakku seperti ini lagi, kubawa dia dan tak akan kukembalikan lagi padamu. Aku tidak bercanda Jo. Ingat itu...!".


Kata Ibu sambil menepuk dada Jojo keras.


Ibu dan Bapak mencium keningku dan pulang kerumah mereka.


Emosi sesaat itu adalah setan, jangan ikuti kemauan setan. Tenangkan hatimu dan hadapi kenyataan karena dunia akan memvonismu sebagai pecundang.


β™₯οΈπŸ’›πŸ–€πŸ’œπŸ–€πŸ’›πŸ’šβ€οΈπŸ’β™₯οΈπŸ’™πŸ’šπŸ’”πŸ’›


Jangan lupa like dan komen ya kak

__ADS_1


Karena komen itu penting dan Gratis....!!!! Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


πŸ’žSelamat membaca ya kak....!!! πŸ’“πŸ’“


__ADS_2