
Kami menjadi hening sesaat karena sikapku yang acuh itu. Om pun menyadari akan sikap dinginku itu padanya.
' Apa aku salah bicara ya? Aduh bagaimana ini? Entah kenapa setiap dia didekatku, aku tak bisa mengontrol hati dan emosiku. apa yang salah denganku ya. Dia hanya bocah, seonggok daging 50 kg dan hampir membuatku gila dan sesak nafas. Kenapa dia harus jadi keponakanku, jika dia muncul dengan status yang lain. Maka sudah ku telan dia sampai habis tak tersisa. Apa yang sudah kulakukan padanya...? Sehingga dia takut menatapku. Seseram apasih wajahku dimatanya itu. Aku hampir gila karenanya...? Hampir saja aku lupa diri. Ya Allah ingatkan aku akan dirinya yang harus kujaga, Lindungi aku dari pengaruh setan jahat. Jauhkanlah itu dari hatiku. Karena aku tahu cinta adalah Anugrah pemberianmu. Jika itu baik maka berilah jalan jikalau itu buruk jauhkan lah. tutuplah semua kemungkinanku...! Amin!'. Gumam Om dalam hati karena dia sehingga aku jadi begini.
" Rumahnya yang mana?".
Tanya Om memastikan harus dimana berhenti, biar gak salah.
" Ituloh yang warna biru cat nya Om!". Tegasku pada Om.
Aku membangunkan adikku yang sudah molor itu. Om membantuku dengan memapah Fajar untuk kekamarnya. Aku sibuk berlari kedapur setelah selesai mengantarkan adikku kekamar mereka,
" Om minum air hangat ya. Aku ambilkan kue sekalian".
Kataku pelan padanya, namun Om sibuk sendiri disofa sambil main HP nya.
Aku membawa air hangat dan kue sedikit,
" Ini minum dulu biar hangat Om. Ini juga kue yang Om beli, kayaknya enak loh Om ...!" Senyumku mekar layaknya gak terjadi apapun
"Hatiku sudah hangat kok, karena senyummu menggoda. Asalkan kamu suka Om juga suka...! Bidadari kecilku....!".
Katanya sambil minum dan makan kue. Wajahku memerah padam,
" Sudahlah kalo sudah kenyang Om bisa pulang. Lagian aku sudah ngantuk kok! Om tahukan aku besok ujian semester?".
Tegasku lantang padanya.
" Loh kok jadi galak sayang?".
Dengan raut wajah tak bersalah, Om menatapku dengan sayu dan wajah kasihan.
Lalu.....!!!!
Tapi yang bikin kesal adalah dia hanya tertawa manggut saja, awak dah emosi padam Eh Si Kawan seenak udelnya pula. Dia beranjak dan ku ikuti dia dari belakang. Kuantarkan Om genitku itu ke depan pintu tentu dengan wajah kesal setengah matilah tentunya.
__ADS_1
Wong tuwo kok koyo ngene toh, pusinglah pala Berbie. Om berhenti sejenak dan berbalik badan.
"Apalagi Om? Lupa bawa kunci mobil, mau ke toilet atau sakit kepala...!".
Ketusku dengan nada kesal.
Kayakmana tak kesal coba, aku nya? Dia saja kayak gitu. Sok keren...???! Ya emang dia keren abis. Kalo artis Korea mah ...! Lewat lah...! Gak ada apa-apanya dibandingkan Om. Nyamuk saja enggan hinggap kebadannya sangkin mulusnya takut ke pleset dia, tingginya lumayan ya. Aku ae sing 160cm cuma pundaknya kok. Ya bayangkan sajalah seberapa tinggi om itu, kalau tak salah sih 175-180cm gitulah. Badan....? Udahlah tak perlu diragukan lagi. Tubuhnya atletis, Ya wajar dong dia hidup dan makan pola sehat namanya juga Dokter. Dada dan punggung lebar, jari-jarinya panjang kayak tiang listrik. Hidung mancung kayak orang Arab sana bibirnya apa lagi Sexy kali lah woy. Merah delima intinya...! Matanya bersinar kayak berlian 30karat. Gitu lah kata Berbie Kumalasari
Ha.....ha.......πππ
haaaa ......ha.....π€£π€£π€£
Tak ada yang cacat dimataku sih, hanya lisan nya saja yang tak ada Filter bagiku. Ngomong kok seenak udelnya saja, Ya aku risih lah.
Om menatapku dan langsung mendekap ku dengan sekali hentakan tangan nya aku terpelanting dipelukan nya.
" Coba Ulan pikirkan sekali lagi ucapan Om tadi. Ini serius...! Tolong ingat ya!".
Om mendekapku sangat kuat dan hampir saja nafasku putus sangkin kuatnya, remuk badanku kayaknya lah.
" Jangan bergerak. Diam sebentar saja. Biarkan aku memelukmu walau sebentar..!!!."
Pintanya dengan lembut.
Dan lagi-lagi aku hanya patuh pada ucapannya, melawanpun tak bisa lepas. Badanku terasa di ikat tali baja, nafas saja sesak betul.
"Om sinting....!!! Om gila!!! Lepaskan aku. Om menyakitiku lah....!!! Awww.....ah!!".
Rintihanku membuat nya sadar akan perbuatan nya itu.
Dia menatapku dan bertanya seraya memegang daguku kuat sekali.
" Sakit? Maaf ya Om gak sadar. Marah samaku, maaf ya sayang?"
Kata Om dengan suara lembut sekali.
__ADS_1
Aku menggelengkan kepala lagi.
" Om pergi, jaga dirimu. Sampai jumpa besok sayangku...? Miss You...!!".
Sambil melambai dan pergi menjauh dari hadapanku.
' Bagus juga Si Mesum itu, Aw...aw....aw badanku remuk. Kuat betul Om itu makan beling mungkin dia. Sialan buat aku kepo saja pun, sudahlah galau aku sekarang gara-gara Om genit, gatel dan mesum itu. Kesal hatiku...! Umur tua tapi pikiran seperti anak TK pun dia. Perlu dikasih obat kali dia...!? Aaih, pusing pala Baby!'.
Gumamku dalam hati kecil.
Kuserat kakiku masuk kamar, setel Jam Beker dan kudaratkan semua tubuhku ke Pulau Kapuk....!!!!
Nyaman dan lega....!!! π€
Tak butuh waktu lama, aku sudah dalam dunia mimpi yang indah dan panjang.
Didalam mobil Om terus menggerutu,
" Hampir saja keterusan, bisa gawat jika terus berada didekat Ulan. Jantungku hampir loncat dan kabur entah kemana? Ya Karim, cobaan apa lagi sekarang? Sumpah aku semakin menginginkan anak nakal itu, tatapan matanya dan cahaya matanya membuat aku tak tahan menatapnya lebih lama. Apa ini yang dinamakan cinta sejati? Untung saja aku masih bisa mengendalikan diriku, kalau tidak bisa bahaya. Semoga saja aku dan dia berjodoh, amin...!!".
Kata Om berdiskusi dengan dirinya sendiri.
Cinta tak kenal usia, dimanapun dan kapanpun dia datang itulah cinta. Dalam cinta tak ada perjanjian, Karena cinta dengan perjanjian itu adalah semu. Allah menciptakan kita semua berpasang-pasangan jadi berbahagialah karena cinta akan menghampirimu.
Percaya deh samaku cay...πππ
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€
__ADS_1