Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Initial D


__ADS_3

" Alhamdulillah cowok. Ah...hidungnya mancung dan tampan banget. Mirip papa nya... Asalkan jangan genit dan mesumnya itu aja. Kalau wajah aku setuju, asalkan jangan keras kepala saja sih. Terimakasih Allah... Mereka sehat-sehat saja!'.


Gumamku dalam hati dan bersyukur sekali.


" Syukurlah. Jadi besan kita. Yang pasti kecewa lah. Tak bisa besanan sama kamu loh Jojo...!!! Ha....ha...aaa!!"


Kata Zack sangat senang sekali.


Jojo melihat monitor tanpa kedip sedetik pun dan mulai meraba perutku dan kutepis tangan nakalnya itu.


" Hei suami genit, lihat .... Lihat saja dimonitor. Jangan tangan main! Genit!!".


Kataku sinis pada Jojo yang sok keren itu sambil kutepis tangannya.


" Ah sayang jangan begitu, aku kan tak sengaja. Terlalu terbawa suasana saja sayang ku. Sumpah tak ada maksud lain!".


Kata Jojo dengan wajah gugup dan menjadi malu sekali.


Weston kaget dan langsung terbahak melihat sikap Jojo yang begitu manisnya .


" Ha....ha...aaa! Awalnya aku tak percaya sama ucapan Zack. Ternyata benar juga, Zack dan Yang terbaik lah. Ha...ha....aaaa Jojo manis banget deh...? Sumpah lucu Jojo...!!!".


Kata Weston tertawa terbahak entah kenapa.


" Bnarkan yang kubilang. Jojo yang seram dan kejam saja bisa luluh sama si bocah kecil. Tidak bisa kubayangkan! Ha...ha..!!".


Kata Zack juga tertawa terbahak lagi.


" Sumpah Jojo. Kamu juga punya sisi yanh manis menurutku? Ha....ha...aaa!".


Kata Weston dengan gelak


" Sudah jangan ketawa lagi. Mau keluar dari rumah sakit ini? Mau dipecat...? Hah?".


Kata Zack mengancam Weston sambil bercanda.


" Baik aku akan diam, tapi tak bisa loh Zack... Jojo terlampau manis! Terlampau imut...!?".


Kata Weston sambil ketawa terbahak.


Mereka tak tahu ya, kalau guntur akan menyambar mereka sampai mati sebentar lagi. Hawa diruangan kurasakan berubah drastis dan menyeramkan.


" Keluar kalian. Keluar dari sini. Pertunjukan sudah selesai tuan???".


Kata Jojo membentak mereka, seketika mereka keluar sambil terbahak-bahak.


" Banyak orang yang antri diluar, seenaknya saja menghentikan jadwal kerja orang. Jojo....mana bisa begitu??".


Tanyaku kesal padanya. Namun dia hanya tersenyum tanpa berkata apapun padaku.


Jojo mengambil alat yang baru saja digunakan Dokter dan mulai menaruhnya diatas perutku.

__ADS_1


Maju....!!! ⏩


Mundur...!!! ⏪


Kiri...⏫


Kanan...⏬


Seperti yang dilakukan Weston tadi.


"Lihatlah sayanh. Mereka bergerak dan aktif sekali. Detak jantungnya juga bagus, berat dan panjangnya juga sayang. Aku baru kali ini melihat langsung seperti ini...!!".


Kata Jojo dengan wajah bahagia sekali, hatinya berbunga-bunga seperti bunga ditaman. Keren ah...!!!?


" Hannya Tuhan yang tahu bagaimana mereka kelak. Kita hanya bisa menjalankan saja, Tuhan yang punya rencana bukan kita. Lihatlah mereka, sepertinya mereka senang melihatmu didekatku? Kuserahkan padamu!".


Kataku padanya lembut sambil senyum.


Jojo masih saja melihat kemonitor dan meneteskan air mata sangkin bahagianya mengetahui anaknya cowok. Sama juga seperti aku yang bahagia.


Setelah puas melihat buah hatinya didalam buaian... Alias perutku. Akhirnya om pun mengajakku keluar, kudapati Weston duduk tepat didepan pintu.


" Terimakasih ya bro, aku sudah puas!!".


Kata Jojo berterimakasih.


" Sama-sama, hubungi saja aku kalau kau butuh bantuanku. Oke!!!".


Kata westin dengan bahagia sambil menepuk pundak Jojo pelan. Diapun melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda .


Kami masuk keruangan nya dan kusapa ramah saja, seperti tak ada masalah.


" Mom? Daijobu okasan?....!".


Tanyaku padanya, aku sungguh cemas. Yup, Ibu Jojo itu darah campuran Jepang.


Aku bisa mengerti sedikit bahasa mereka lah, karena dizaman ku dulu. Film anime kartun Jepang banyak beredar. Disekolah kami hampir setiap waktu membicarakan nya... Itu sudah jadi trending topik di sekolah.


" Hm...mm nandemo nai! Kamu bisa bahasa Jepang sayang?".


Mom bertanya padaku dengan serius.


" Hanya itu saja yang kutahu mom, tapi nanti aku bakalan les bahasa Jepang mom. Setelah melahirkan? Aku janji bakal fasih!".


Aku melemparkan senyum padanya dan membuat dia bahagia sekali.


" Nanti mommy sendiri yang ajari sayang?".


Kata Mom tersenyum padaku, ternyata manis.


Aku sungguh terkejut melihat dia tersenyum. Karena selama ini dimataku dia seperti nenek sihir yanh mengerikan.

__ADS_1


" Wakatta okasan. Arigato...!!".


Kataku berterimakasih padanya. Kulihat wajahnya memerah dan bahagia.


Jojo yang masih bingung melihat aku menggunakan bahasa Jepang.


" Kamu bisa bahasa Jepang sayang?".


Tanya Jojo dengan terkejut.


" Suami mesum... Jadi selama ini aku tak paham arti apa yang kamu repetkan selama di Jepang kemarin ya? Terlalu meremehkan aku....!! Jadi kaget kan...!?".


Kataku dengan nada kesal.


Mata Jojo berbinar-binar seakan tak percaya.


Aku duduk sofa sambil minum Teh hangat dengan kue brownies coklat.


" Lebih baik aku ikuti saja dulu mau mereka berdua. Dasar PKI... sama saja isi pikiran mereka, yaitu dengan menindas aku yang lemah ini. Berani berbuat jahat, kutak akan maaf kan mereka lah. Aku janji demi anakku!".


Gumamku dalam hati.


Setelah 2 hari mommy dibolehkan pulang juga. Dan kami hidup dengan satu atap.


Perhatian mommy padaku melebihi over protektif sih, itu membuatku kesal setengah mati sih. Tapi biarkanlah aku tak mau ambil pusing.


Siang hari aku dijajah oleh mertua indahku si nenek lampir, nama panggilan keren nya Mommy...


Malam harinya aku dijajah oleh anaknya si nenek lampir, nama panggilan nya si Jojo genit dan mesum


Harus makan ini dan itu... Tak boleh begini dan begitu. Semua sesuai selera orang itu dan harus mendapat ijin dari mereka berdua.


Kalo mereka no ..... Jangan harap yes.


Hampir tiap malam aku suruh si Jojo genit nan mesum itu membawakan aku salad buah kekamar sebelum tidur, aku ngemil semangkok buah-buah segar.


Kadang aku minta tolong diam-diam ke pak Jamal mengantarkan ku ke supermarket pas mommy si Penjajah lagi tidur siang.


Pak Jamal awalnya menolak, tapi kuancam saja kalau anakku bakalan ngences kalau lahir gara-gara Pak Jamal.


Ha.....ha.....ha......! Ancamanku berhasil dan sukses besar. Pak Jamal nurut saja, akhirnya aku bisa merdeka dikala mertuaku itu istirahat. Aku beli banyak coklat, kue yang manja-manja dan tentu saja manisan asam manis.


Ah...ah...ah...!!!? Membuatku takk tahan dan menetes air liurku ini. Sumpah aku jahat sekali karena membuat Pak Jamal berbohong pada Mommy dan Jojo.


Ada istilah : like mom...like son, by InitialD


♥️💛🖤💜🖤💛💚❤️💝♥️💙💚💔💛


Jangan lupa like dan komen ya kak


Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!

__ADS_1


Jangan lupa untuk vote ya kak...!! 😊mohon dukungannya kak,


💞Selamat membaca ya..🤗🤗🤗


__ADS_2