Kisah Cinta Sang Dokter

Kisah Cinta Sang Dokter
Dokter Edward, Dokter Deby


__ADS_3

Hari menjelang siang, seperti biasa , tugas Abi, Clara ,Louise super padat, mereka gonta gabti di jadikan asisten, baik bedah tulang, operasi melahirkan, ataupun operasi rahang mulut( THT ).


Smith di jagain oleh kedua orangtuanya, sewaktu selesai operasi, Smith berada di ruang UGD. Abi dan dokter Edward bergegas membantu pasien ya g akan urgent melahirkan. Ternyata dokter Edward sangat macho, mereka menuju lokasi yang terjebak macet dengan menggunakan sepeda motor gede alias moge.


Rasanya keren pakai banget.


Begitu cekatan dokter Edward membantu pasien melahirkan.Abi juga membantu alat apa saja yang sang dokter butuhkan.


Bayi itu sangat lucu, kuitnya putih,matanya biru, Abi takjub memandang mata sang anak, mirip mata Smith, namun mata Smith lebih kelam sedikit birunya.


Selesai bertugas , jalan pun sudah normal, ibu dan anak di bawa ke rumah sakit untuk perawatan.


Tentu saja, baju Abi dan dokter Edward terpercik air ketuban dan darah.


Ketika sampai di rumah sakit, para dokter bertepuk tangan karena aksi mereka ber dua.


Abi hanya melongo, bergegas memberi kode buat mandi.


Kucuran air begitu membuat dirinya segar.


Setelah rapi, Abi keluar ,namun langsung di tarik dokter Deby membantunya jadi asisten , mengoperasi seorang anak yang terjatuh di sekolah, tangan sang anak patah, dan sangat urgent.


Abi dan dokter Deby pun kembali memakai pakaian buat pelaksanaan operasi.


Dokter Renold Humbert menepuk pundak Abi.


" Kalau kamu di percaya menjadi asisten buat berbagai kasus, artinya nilai kamu lebih sebagai pendatang baru Bi, nilai kamu sangat baik.Giat lah Bi, semua pengalaman akan mengajarkan kamu banyak hal. Bahkan jadi seorang dokter di medan perang, kamu mampu melaksanakan berbagai kasus walaupun bukan bidang kamu."

__ADS_1


" Ya dok, saya akan berusaha dengan giat."


" Pengalaman itu sangat berharga Bi, walau peluhmu, keringatmu, lelahmu di uji, jangan kendor, hajar apa yang bisa kamu hajar."


Abi mengangguk dan memasuki ruang operasi.


Abi memperhatikan detail pengerjaan operasi oleh dokter Deby.Dokter Deby sangat handal dalam soal bedah tulang, sambung menyambung tulang yang patah, dia sangat cekatan, rapi ,walau wajahnya biasa aja ,tergolong tidak menarik, namun otaknya ,kemampuannya sangat memukau.


Abi sudah sangat kelaparan, Abi tentu saja sudah di kenal yang lainnya, kalau dia sudah bekerja ,rasa laparnya pun menggila.Abi selalu terkenal di katin, si badan imut, kuat makan.


Abi langsung di beri antrian no 1, teman yang lainnya mempersilahkannya.Mereka tahu, buat dokter pertukaran pelajar, sangat extra dan full di rumah sakit , agar bernilai bagus.


Abi menunjuk beberapa menu, dan juga jus.Para perawat, dokter tersenyum melihat baki tempat makanan Abi penuh.


Abi mulai makan spagetti, kentang goreng, dan menyeruput jus jeruknya. Gaya Abi selalu membuat orang lain tersenyum. Dia cantik, tomboy, sepatunya saja, pagi bersih ,siang sudah kumal ,akibat sepak terjangnya.


Baru beberapa suap , makanan masih penuh di mulutnya, dia sudah melihat Dion menuju ke arahnya. Abi pura pura berbalik , namun namanya ajudan bayi raksasa ,sudah pasti mau di lubang semut sekalipun,


" Saya lapar, tunggu kenyang baru lapor ke bos mu, otakku bisa tumpul kalau lapar, " ujar Abi.


Beberapa dokter yang lewat di samping Abi tersenyum mendengar Abi dalam bahasa Jerman berkata pada Dion.


" Baiklah dok, saya akan sampaikan."


Abi mengangguk, melanjutkan mengunyah pastel dan beberapa cake.


Abi dikelilingi beberapa dokter, dokter Deby, dokter Edward dan 2 orang dokter bedah THT.

__ADS_1


" Weekend kita jalan yuk Bi....".


" Iyah Bi, kamu terlalu lelah dalam bertugas, sesekali hang out, mau kan?," tanya dokter Deby.


Abi mengangguk kegirangan.


" Deal yah Bi...," ujar dokter Edward.


Abi mengangguk.


" Kamu apa sudah terbiasa makan makanan di sini Bi ?".


Abi menggeleng.


" Aku akan membawamu ke super market dimana semua menjual bahan bahan kebutuhan dapur ,tetapi dari Indonesia.


" Aku gak terlalu pandai memasak, " ujar Abi menunduk.


" Aku juga Bi, masak telur bisa gosong," ujar dokter Deby.


Mereka pun tertawa.


🍒🍒🍑🍒🍑🍒🍑🍑🍒


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2