
Abi kalau udah flu, pasti meriang dan demam , dan benar saja , Abi suhunya naik, wajahnya yang putih pun memerah. Smith tentu saja memanggil dokter dan dokter Edward menangani Abigail.
" Abi di tempatkan di bagian kesehatan karyawan ," ujar Edward pada salah satu perawat.
" Tidak usah, saya meminta fasilitas tempat tidur sediakan di samping ruangan saya ini."
Dokter Edward dan para perawat pun bengong.
" Pak, Dokter Abigail dokter rumah sakit kami, walau pun dia study banding, sudah bagian dari pelayanan rumah sakit menjamin kesehatan dan kesejahteraan para dokter nya."
" Abi biarkan tetap disini, dan semua biaya saya tanggung, saya akan menjagai dia."
Dokter Edward dan lainnya semakin bingung.
" Bi, kamu demam, " ujar Edward.
" Ya dok, badan saya gak enak banget ."
" Tenggorokan sakit."
" Kamu kami tempatkan di bagian perawatan para dokter ya Bi."
Abigail mengangguk.
Edward mengusap rambut Abigail dan mendeteksi suhu Abi.
" 38,7 Bi, aku akan jadi doktermu, kamu harus patuh," ledek dokter Edward.
Smith pun mengerutkan keningnya.
" Abi, kamu di ruangan aku aja, di rawat yah...".
__ADS_1
" Gak usah Smith, aku di bagian tempat perawatan dokter saja."
" Gak Bi, aku gak ijinkan, atau aku harus bilang ke pimpinan rumah sakit ?".
Semua pun terdiam.
" Sudahla, terserah kamu, kamu buat aku semakin pusing. Kemauan mu ampun ampun, anehmu berlebih, " ujar Abi kembali memejamkan matanya.
Mau tidak mau , para perawat pun menyediakan brankar buat Abi .Dengan wajah penuh senyuman, Smith sangat sangat bahagia. Namun tatapan Smith dan Edward saling beradu .
Mata dokter Edward sangat kontras dengan ketidak setujuan dan ketidak senangannya. Namun sultan di lawan, Edward cukup tahu, Smith itu siapa.
Abigail pun di pasang infus dan pakaian Abigail di ganti para perawat.
" Dokter wonder woman bisa juga tumbang, padahal dari segi kemampuan, kecakapan, ilmu, dokter abi sangat sangat jauh di atas dokter yang senior sekalipun. Yah hanya dia wajib ambil spesialis ,dan belajar dengan giat, pasti akan menjadi dokter terbaik", ujar salah satu perawat.
" Dok, cepat sembuh, apa mau makan ?".
" Mau sup sama bubur ? atau mau makanan berkuah ?".
" Gak usah sus, saya kalau udah sakit ,gak tong sampah, semua pahit di lidah, saya bakalan gak nambah makan, bahkan sulit makan."
Para perawat dan dokter Edward pun tersenyum.
" Gak boleh juga gak makan loh Bi, sedikit aja yah, aku suapin, beneran, " ujar dokter Edward.
" Mengkonsumsi obat, wajib makan loh Bi, tahu kan efeknya apa."
" Ya...".
" Yah sudah , kamu istirahat ya Bi, kalau ada yang gangguin, tekan tombol, biar aku dan perawat langsung pindahin kamu, " ujar dokter Edward beradu pandang dengan Smith.
__ADS_1
Abi menahan senyumannya.
" Bucin nya eksekutif akut," hehehehe.
Abi kembali tertidur, namun setelah beberapa jam, sebuah suara membangunkan nya buat makan. Dengan mata 2 watt, Abi terpaksa duduk dan perlahan Smith suapi.
" Orang sakit rawat yang sakit, " ujar Abi menahan tawa.
" Dokter merawat pasien dan pasien merawat dokter ,trus yang gajian siapa ," ujar Smith ngakak.
" Kamu pasien udik, kalau ngelawan kamu, bakalan gak habis 5 episode, terus, kalau aku gak di kamar ini, kamu pasti angkat bantal, angkat tiang infus ke ruanganku, mana mau ngalah kamu kan bayi raksasaku ...., trus kamu juga pasti di liatin, dan gak pedulian."
" Waktuku sangat berarti bersama mu Bi, aku gak seperti laki laki yang punya banyak kebebasan, apalagi aku stay di Jerman, aku kesini hanya buat kunjungan. Andai kita satu kota , jauh lebih intens bertemu."
" Istilahnya mepet kekasih terus Bi."
" Kamu tuh ganteng Smith, bersih, tinggi, tampan, kok mau sama aku yang begini ? kamu kan tahu, aku ini sibuk, trus kamu lihat aku dari mananya menarik sih ?".
" Banyak hal yang aku suka dari diri kamu Bi, dan orang lain tidak aku temui."
" Contohnya ?".
" Kalau sakit, kamu juga manja Bi, " ujar Smith membelai rambut Abi .
😘🥰😘🥰😘🥰😘🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment