
Tiba-tiba mata Haidir menatapku dengan tatapan teduh dan lembut. Dia memelukku dengan erat sekali.
" Lepaskan aku. Kau aneh Abang? Aku sudah menikah, kumohon lepaskan....!".
Teriakku padanya.
" Kenapa keningmu? Kaki mu penuh luka goresan? Kakimu keseleo ya?".
Tanya Haidir padaku dengan tatapan marah dan begitu kecewa entah kenapa.
" Tak apa. Aku terjatuh saja tidak sengaja kemarin malam. Itu saja kok....?".
Kataku dengan ketakutan sekali.
Aku berkeringat dengan deras, karena Haidir kali ini sungguh menakutkan sekali.
" Adek bohong, tatap mataku kalau berani dek, lihat Abang sayang...????!".
Katanya dengan nada tinggi.
Aku hanya tertunduk dan berusaha lepas dari cengkraman tangan Haidir
" Lepaskan...! Lepaskan...! Lepaskan aku. Mau aku teriaki dari sini...? Biar orang tahu huh...?".
Kataku mengancamnya.
" Boleh teriak saja semau hatimu, tidak ada orang dilantai 2 ini. Teriak...! Ayo teriak...!!!".
Bentak Haidir padaku dengan suara tinggi.
Dia mencengkram lenganku begitu kuatnya, sehingga aku tak bisa bergerak lagi. Matanya tak henti menatapku walau hanya sedetik. Ya aku sungguh ketakutan sekali, sangat takut.
" Abang mau apa? Aku takut... Tolong jangan begini kepadaku! Kau menakutiku...!?".
Aku menangis dan membuatnya kesal
" Menangislah dengan kuat biar orang mergokin kita sedang mesum disini...! Cepat lah... Atau mau aku telanjangin hah?".
Katanya lagi membentak dan tangannya semakin kuat memegangi ku.
" Tak mau Abang, tolong jangan sakiti aku...! Aku takut, tolonglah jangan begini....???!".
Kataku sambil menangis sedih dengan air mata terus mengalir deras ketakutan.
Tanganku memohon belas kasih padanya untuk melepaskan aku begitu saja.
Haidir: apa yang terjadi sayang, aku sudah merelakan adek kepada Dia. Kenapa dia membuatmu jadi begini? Katakan sayang?".
Seketika nada bicaranya lembut seperti biasa saat dulu. Aku tersentuh dan menatapnya dalam juga.
Sekilas kulihat kesedihan dan rasa kecewa tersirat didalam matanya. Sekejab itu aku merasakan kasihan dan bersalah padanya.
Haidir menyingkapkan poniku dan melihat keningku yang biru dan pipiku lembam itu.
Haidir meneteskan air mata, kelihatanya dia kesal setengah mati melihatku
" Abang maaf ini urusan pribadiku. Abang tak usah ikut campur.... Lepaskan aku...!!!".
Kataku dengan pelan dan lembut, namun dia tak bergeming hanya diam saja.
Aku menampar Haidir dan dia membalasnya dengan senyuman saja.
" Aku akan teriak keorang-orang bahwa kamu menggodaku. Aku mau lihat apa yang akan terjadi? Apakah suamimu masih mau menerimamu saat itu juga....? Hah...?".
Katanya mengancam ku dengan serius.
__ADS_1
Seketika aku ketakutan melihat tatapan matanya yang mengerihkan seakan membunuhku seketika itu...
Aku tersudut dan hanya diam saja
" Buka baju mu sekarang... Cepat...!".
Dia membentakku...dengan kencang membuatku terkejut hampir pingsan
Dah...Dig...dug....?!! πβ‘
Jantungku memompa lebih kencang dari biasanya...
" Tidak boleh? Itu berdosa!?".
Teriakku sambil memegang kedua bahuku dan menyilahkan tangan didada
" Baik akan aku bantu bukain?".
Haidir menghempaskan tanganku kedinding, air mataku mengalir deras.
" Jangan. Tolong kasihani aku...!!!".
Tangisku besar membuatnya makin kesal.
Haidir meninju dinding didekat telingaku, aku merasakan kalau sehabis ini aku kan dimutilasi olehnya, dan mayatku akan dibuang kelaut setelah ini
' Itulah balasan kamu bohong padaku, kamu disakiti begini kejam. Siapa yang berani membuatmu seperti ini. Aku melepaskan mu berharap kamu bahagia dengan dia, tapi yanh kulihat kamu tersiksa batin dan tubuhmu juga? Tidak akan kulepaskan...!!!'.
Hatinya Haidir berkecamuk dengan kuatnya.
" Kalau kamu berteriak, satu kampus akan tahu apa yang kita lakukan...!".
Kata Haidir mengancam ku lagi.
" Mau Abang apakan aku?".
Tanyaku dengan air mata berderai deras.
" Tentu saja, apa lagi?".
Katanya sambil membuka pakaian ku, tinggal hanya pakaian dalam saja.
" Sudah puas, lepaskan aku tolong....!".
Pintaku dengan nada parau, dan mataku bengkak jadinya...π
Jangtungku hampir saja copot dan keluar berlarian entah kemana, sangkin malunya aku seperti ini.
" Lihat tubuhmu, keningmu, pipimu dan kakimu penuh luka dek. Kau tidak bisa menutupi dariku sekarang....!".
Katanya dengan nada lembut.
Haidir mulai menciumi leherku, wow....!!!
Kurasakan perasaan yang aneh. Rasanya seperti gulali yang lembut dan manis.
Sesaat aku lupa akan siapa diriku, dan bagaimana diriku ini.
Sepertinya aku menikmati apapun yanh dilakukan Haidir padaku, mungkin memang masih ada cinta diantara kami.
Aku dipaksa menikah dengan Jojo, padahal aku ingin menikah dengan Haidir.... Sumpah aku masih cinta dia.... Sangat cinta.
Aku menikmati belaian nya dan sentuhanya. Seketika aku sadar. Dan membuatku berhenti melakukan nya.
" Hentikan....! Aku tak mau...! Tolong!!!".
__ADS_1
Aku berteriak sekuat tenaga.
Aku beranjak pergi meninggalkan nya tapi dia menarik tangan ku dan memelukku kembali.
Aku berteriak minta tolong, tapi tidak ada orang yang dilantai 2, lagian semua memang jarang pakai toilet dilantai 2.
Aku berteriak sekencang mungkin dan membuat Haidir panik dan marah.
Dia mengikat tanganku dengan tali pinggangnya... Tanganku diikat dengan tali tasku sendiri.
Diangkatnya aku keatas meja westafel, kulihat diriku di cermin tanpa pakaian hanya pakaian dalam saja.
Mulutku disumpelnya dengan sapu tangan yang diikatkan. Sumpah aku tidak bergerak...! Tangisku tak hentinya.
' Tolong...! Jojo..... tolong aku!!!'.
Kataku dalam hati seakan minta tolong.
Haidir meniduriku dengan leluasa dan menikmati tubuhku yang mungil.
Sesekali dia mencium perutku dan berkata.
" Andai itu anak ku, aku akan merasa sangat bahagia.... Dek aku cinta kamu. Adek jahat meninggalkan Abang begitu saja...!".
Katanya sambil menangis.
Hampir setengah jam dia melalukan perbuatan yang terkutuk itu. Aku hanya bisa menangis saja. Sesekali dia juga menghapus air mataku.
Berulang-ulang kali aku mendengarkan suara nya yang sangat puas dengan tubuhku.
Ya.... Aku hanya merasakan sakit saja, aku lebih baik mati saja sekarang. Kalau Jojo tahu, dia pasti akan membunuhku seketika karena membenciku.
Alangkah bencinya aku padanya sekarang dan ingin membunuhnya saja.
Aku tak bisa melawan...πππ
Nasipku sungguh tidak beruntung hidup didunia ini. Menikah dengan paksaan, keluarga menjual ku, dan mantan kekasih menodaiku dengan paksa.
Selesai memuaskan nafsunya, Haidir membantuku membersihkan diri dan memakaikan bajuku kembali .
" Bilang sama suamimu itu, aku akan merebutmu jika masih tidak bisa menjaga mu lagi. Paham....? Perjanjian kita telah usai!".
Haidir meninggalkan aku diruangan yang minim penerangan itu.
Aku hanya duduk terdiam saja menatapi nasipku yanh tak pernah beruntung.
" Alangkah baiknya jika aku mati tanpa diketahui oleh siapapun. Sejak menikah dengan si Ben Joshua Malik hidupku selalu sial. Ini semua karena dia, sial sekali hidupku. Lebih baik aku mati saja...!".
Kataku sambil menangis.
Haidir masih saja kesal dan menyesal dengan perlakuannya tadi padaku. Dia menyesal melakukan itu denganku, karena dia masih dendam padaku.
" Tuhan, apa salahku? Engkau memberikan aku pilihan yang tidak bisa kupilih. Kenapa semua terjadi padaku? Apakah aku tidak pantas mendapatkan perlakuan baik darimu? Aku sudah mengikhlaskan semuanya, aku sudah menjalani nya sesuai perintahmu? salahkah aku jika mengutuk semua nikmat dan berkah darimu...? Aku tidak tahan lagi, aku tidak mampu lagi? Lalu apakah kesucian rumah tanggaku hilang begitu saja, hanya karena dendam dan iri hati. Aku bukan wanita yang punya hati besar dan kesabaran berlebih. Aku hanya seorang wanita biasa, aku hanya ingin hidup normal saja. Ya Rabb, tolonglah aku. Jangan salahkan aku atas kejadian barusan, lihatlah aku lebih dalam walau hanya sekali saja. Meskipun engkau tak melihatku, tapi aku akan melihatmu. Seolah-oleh Engkau melihatku dari atas sana. Kuatlah ulan, kuatlah... Kamu harus bangkit. Lihatlah kedepan dan terus maju ulan!!!".
Kataku pelan sambil menguatkan diri.
β₯οΈππ€ππ€ππβ€οΈπβ₯οΈππππ
Jangan lupa like dan komen ya kak
Karena like dan komen itu penting dan Gratis....!!!!
Jangan lupa untuk vote ya kak...!! πmohon dukungannya kak,
πSelamat membaca ya..π€π€π€
__ADS_1